Claim Missing Document
Check
Articles

Hydrolysis of coffee pulp as raw material for bioethanol production: sulfuric acid variations Mawaddah, Mawaddah; Setiawan, Adi; Zulnazri, Zulnazri; Putri, Almia Permata; Khan, Naseer A.; Jain, Vishal
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v2i1.6382

Abstract

Indonesia has enormous biomass resources due to its land territory is mostly surrounded by forests and agricultural area. One of the main agricultural commodities is Gayo Arabica coffee. Coffee agro-residue such as coffee-pulp contains glucose, organic matter, protein, nitrogen and high minerals. Therefore, coffee pulp can be a potential raw material for bioethanol production. In order to develop an effective technology for bioethanol production from coffee-pulp, it is necessary to investigate in early the way of glucose can be effectively prepared. In this preliminary investigation, glucose products ware prepared using two methods, i.e. method-I under several main-stages including extraction, delignification, and hydrolysis. While, under method-II, the sample was directly hydrolyzed at 100°C for 4 h. Under both methods, hydrolysis process to get glucose was performed by adding sulfuric acid (H2SO4) at various concentrations (8 wt.%, 10 wt.% and 12 wt.%). Based on analysis results, the highest glucose level, i.e. 17 % was obtained from method-II by adding 8 wt.% sulfuric acid. The less the amount of sulfuric acid added, the higher the glucose level produced. No difference in pH was found from both methods. The color of glucose produced under method-I is clearer compared to those prepared under method-II.
Thermal and Physical Properties of Patchouli Essential Oil Industry Residue as Renewable Feedstock for Bioenergy Ginting, Zainuddin; Setiawan, Adi; Mulyawan, Rizka; Armadani, Wika; Hermawan, Yuda; Shrestha, Ashish
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v2i1.6644

Abstract

Patchouli plant is one of main agricultural commodities in Indonesia with an area of 64.67 ha. The solid waste produced from the distillation industry is around 98% of total feedstock. The aim of this research is to disclose the characteristics of solid waste biomass from patchouli essential oil industry harvested from Lhokseumawe, Indonesia. The properties of patchouli biomass before and after distillation was analyzed by using a number of techniques including proximate, bomb calorimeter, TGA-DTG, DSC and lignocellulosic analyses. Five kilograms of biomass was collected after patchouli harvesting then sorted into four categories i.e. leaves, branches and trunk. and mixture of all. Another set of biomass residue was collected after distillation process and grouped similar to those collected before distillation. All samples were then dried, ground and sieved to 50 mesh size. The analysis results showed that the highest heating value was observed from the sample of patchouli leaves collected before distillation process with a value of 15.65 MJ/kg where its volatile matter content was 81.26%. Compositional analysis of lignocellulosic suggested that 27% in pre-distilled branches. Mixture of all parts was found to contain 35% cellulose that was the highest. Lignin content with 42% value was found in after distilled trunk.
Penyuluhan Pembuatan Antiseptik Berbahan Herbal untuk Menghambat Pertumbuhan Kuman zulnazri, Zulnazri; Muarif, Agam; Dewi, Rozanna; Setiawan, Adi; Maizuar, Maizuar; Fikri, Ahmad
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 3, No 2 (2023): Agustus 2023
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Antiseptik merupakan suatu zat yang digunakan untuk membunuh atau menghambat pertumbuhan mikroorganisme (bakteri, virus, dan jamur) pada jaringan hidup tanpa menyebabkan luka pada permukaan tubuh atau jaringan hidup tersebut. Salah satu bahan antiseptik adalah hand sanitizer berupa gel yang sering digunakan banyak orang sebagai media pencuci tangan yang praktis. Kondisi pandemi Covid-19 menyebabkan ketersediaan produk antiseptik menjadi barang langka dan harganya cenderung lebih mahal dari biasanya. Hal ini terjadi karena meningkatnya pembelian oleh masyarakat, sedangkan ketersediannya terbatas. Selain itu, masyarakat semakin sulit untuk membeli antiseptik karena harga antiseptik yang tinggi sehingga kebutuhan untuk menjaga salah satu protokol kesehatan tidak terpenuhi. Oleh karena itu, dibutuhkan antiseptik alternatif lain yang mudah untuk dibuat dengan memanfaatkan tumbuhan herbal seperti daun sirih. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di Desa Blang Gurah, Kecamatan Kuta Makmur, Kabupaten Aceh Utara. Kegiatan ini berupa penyuluhan pembuatan antiseptik dengan memanfaatkan tumbuhan herbal yang ada disekitar kita. Kegiatan penyuluhan ini dapat memberikan edukasi kepada masyarakat sehingga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat tentang cara pembuatan antiseptik dari bahan herbal. Selain itu, melalui kegiatan ini juga dapat mengurangi biaya pengeluaran tambahan untuk pembelian produk antiseptik dalam menanggulangi penyebaran Covid-19.
Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Variasi Pembelajaran Online di Kabupaten Aceh Singkil Hasibuan, Arnawan; Setiawan, Adi; Daud, Muhammad; Siregar, Widyana Verawaty; Baidhawi, B; Hendrival, H; Kurniawan, Robi; Safina, Putri Anjali
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Wabah Covid-19 berdampak di berbagai sektor termasuk juga di bidang Pendidikan. Di masa tanggap darurat ini mengharuskan semua guru dan siswa belajar dari rumah nyatanya tak sekadar mengubah lokasi namun juga metode belajar. Guru merupakan kunci utama untuk menghasilkan generasi hebat dengan memberikan pembelajaran yang bermakna dan bermanfaat untuk siswa. Untuk menghasilkan generasi hebat yang bermutu dan berkualitas, guru harus mempunyai kemampuan dalam mendesain pembelajaran agar mudah dipahami dan mengerti teknologi agar semua pembelajaran mudah di akses pada saat sulit di masa pandemic seperti ini. Oleh karena itu guru sebagai media pengarah materi pembalajaran harus memahami bagaimana pengoperasian teknologi aplikasi pembelajaran jarak jauh yang dilakukan secara online tersebut. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan pemahaman teknologi penggunaan berbagai macam aplikasi media belajar dan memberikan inspirasi kepada para pengajar untuk memberikan model pembelajaran yang kreatif agar siswa dapat semangat dan tetap mendapatkan pendidikan yang berkualitas sehingga menjadi generasi tangguh dan hebat di masa mendatang. Kegiatan pengabdian ini dilakukan berbentuk interaksi langsung antara pemateri dengan para pengajar (guru) dengan memberikan secara langsung contoh pelaksanaan pekerjaan dengan menginput materi pembelajaran dan absensi melalui aplikasi media pembelajaran online di bawah lisensi google dan mencari materi belajar yang menarik sehingga menjadikan materi belajar online terlihat bagus dan menjadi perhatian bagi siswa. Setelah pelatihan  ini dilaksanakan, dapat ditarik kesimpulan yaitu pelatihan ini berjalan dengan baik dan  lancar serta mencapai target yang di tentukan sebelumnya. Pengabdian ini memberikan dampak positif bagi para guru dengan menambah pengetahuan dan wawasan baru. Selain itu, hasil pengabdian ini terbukti mempermudah para guru dalam proses memberikan materi pembelajaran online bagi siswa yakni para guru mampu mengaplikasikan media tersebut dan memanfaatkan nya dalam pembelajaran.
Pemanfaatan Teknologi Kompor Roket Biomassa untuk Mengurangi Ketergantungan Terhadap Bahan Bakar Fosil di Desa Keude Krueng Kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara Nayan, Ahmad; Setiawan, Adi; Asnawi, Asnawi; Siska, Deassy; Ridara, Rina; Pertiwi, Indah Ayu
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 1, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Keude Krueng kecamatan Kuta Makmur Aceh Utara merupakan desa yang sering mengalami ganguan pasokan gas LPG bersubdisi. Saat ini gas LPG merupakan bahan bakar utama untuk keperluan memasak rumah tangga. Sebagai alternatif solusi untuk mengantisipasi kelangkaan LPG sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap satu jenis bahan bakar, maka dirancang sebuah kompor roket biomassa untuk kebutuhan rumah tangga yang berbahan ranting kayu dan limbah biomassa lainnya yang mudah diperoleh di lingkungan desa. Kompor roket merupakan kompor tungku yang terbuat dari besi dengan bentuk seperti cerobong asap dengan bahan bakar kayu/ biomassa. Pelaksanaan pengabdian ini dilakukan dengan memberikan edukasi dan bimbingan tentang cara penggunaan kompor roket biomassa sebagai pengganti bahan bakar fosil. Bimbingan yang dilakukan bertujuan agar masyarakat lebih menyadari akan pentingnya memanfaatkan limbah kayu ranting yang terdapat di desa mereka untuk dijadikan bahan bakar disaat LPG dan minyak tanah mengalami kelangkaan. Hasil dari kegiatan ini adalah tumbuhnya kesadaran masyarakat bahwa limbah yang berada disekitar mereka dapat dimanfaatkan secara efisien bagi kebutuhan rumah tangga secara aman dan ramah lingkungan.
Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Bioarang untuk Pembenah Tanah Lahan Pertanian di Desa Pande Kecamatan Tanah Pasir Aceh Utara Setiawan, Adi; Ginting, Zainuddin; Setiawaty, Sri; Riskina, Shafira; Nurjannah, Siti
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 1, No 1 (2021): Desember 2021
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Pande merupakan sentra industri tradisional pandai besi, yang didominasi oleh sektor pertanian dan peternakan. Pada saat pasca panen padi,  selalu ada sejumlah limbah atau residu yang tersisa seperti sekam dan jerami padi. Limbah ini biasanya dibuang atau dibakar begitu saja ditempat sehingga mengakibatkan masalah yang serius dalam pencemaran udara. Sesungguhnya tumpukan sekam dan jerami padi yang melimpah dan tersebar luas di Desa Pande adalah salah satu sumber utama biomassa dari limbah pertanian yang berpotensi untuk dijadikan bioarang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) ini bertujuan untuk memberikan solusi melalui pengolahan sekam padi menjadi bioarang. Produk bioarang dari limbah biomassa ini selanjutnya dapat diaplikasikan pada lahan pertanian sebagai soil amandement (memperbaiki kondisi biofisik tanah) sekaligus bermanfaat untuk carbon sequestration (mempertahankan konsentrasi gas CO2 di atmosfir agar tetap atau menurun) sehingga dapat menahan laju pemanasan global. Untuk mecapai target tersebut, maka Tim Pengabdian tidak hanya melakukan proses pelatihan pembuatan bioarang saja tetapi juga merancang dan mempabrikasi reaktor yang mudah dibuat dioperasikan oleh masyarakat. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan mitra adalah dalam bentuk pelatihan, pembinaan dan penendampingan pembuatan bioarang. Tahapan kegiatan ini diawali dengan survey ketersediaan bahan baku dan perlengkapan, merancang dan mempabrikasi alat, mengujicoba alat, memberikan penyuluhan/ bimbingan teknis terhadap mitra serta melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan PkM dan hasil yang dicapai. Teknologi konversi limbah biomassa yang dipilih untuk PkM ini adalah teknologi kiln batch reactor. Hasil evaluasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran masyarakat desa Pande untuk memanfaatkan limbah sekam padi dan biomassa lainnya untuk menjadi bioarang. Selain itu, masyarakat juga berhasil disadarkan akan pentingnya penggunaan bioarang untuk pembenah tanah.
Preparation and Characterization of Activated Carbon Made from Robusta Coffee Skin (Coffea Canephora) Raihan, Raudhatul; Setiawan, Adi; Hakim, Lukman; Muhammad, Muhammad; Arif, Muhammad; Hosseiniamoli, Hadi
Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan Vol 15, No 2 (2020): Jurnal Rekayasa Kimia & Lingkungan (December, 2020)
Publisher : Chemical Engineering Department, Syiah Kuala University, Banda Aceh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23955/rkl.v15i2.17618

Abstract

Indonesia is one of the coffee-producing countries where production tends to increase from year to year. Currently, residuals from coffee-fruit processing such as coffee-skin and husks are thrown away without any use and this biomass residual contains several toxic chemicals such as alkaloids, tannins, and polyphenols. One of potential uses of coffee-industry by-product is to make activated carbon (ACs), which is made through a carbonation process and followed by an activation process. In this study, chemical activation was carried out using chemical activators ZnCl2 and NaOH. The purpose of this study is to prepare and investigate the characteristics of chemically activated coffee skin bio-char focusing on the surface properties and iodine adsorption capacity. Prior to carbon activation, a purpose built pilot-scale reactor was fabricated and tested at temperatures of 400 C and 500 C. The difference in carbonation temperature and variations in activator concentration alter the absorption properties. The results showed that the coffee-skin pyrolyzed at 500 C and activated by 2% NaOH solution exhibits the highest absorption value of 720.2 mg/g. Lower absorption values were observed in any ZnCl2 activator samples. SEM-EDS analysis result suggests significant changes in composition of the ACs before and after activation. Most of impurities are gone during activation and washing. The value of C atoms increases and the pores structure of the activated carbon are expanding showing suitable properties for adsorbent.
Properties of Hydrochar Derived from Arabica Coffee Agro-Industry Residues under Wet Torrefaction Method Shalihah, Nyakty; Setiawan, Adi; Muhammad, Muhammad; Riskina, Shafira
Journal of Engineering and Technological Sciences Vol. 56 No. 6 (2024)
Publisher : Directorate for Research and Community Services, Institut Teknologi Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5614/j.eng.technol.sci.2024.56.6.2

Abstract

This study utilized coffee cherry residues, which is an abundantly available source of biomass in Indonesia. One of the methods to utilize coffee plantation residues effectively is wet torrefaction. This method is well-known as a hydrothermal method, where the biomass conversion process uses liquid as a medium and reactant in the process. The objective of this work was to develop an effective procedure for converting coffee agro-waste into marketable products using hydrothermal technology. The information related to changes in physical and thermal properties were explored in this work. To achieve the research objectives, three main steps were performed, i.e., feedstock preparation, wet torrefaction, and hydrochar characterization. Two types of feedstocks were studied in this work, coffee parchment and coffee pulp. In the wet torrefaction process, each feedstock was treated using two types of solutions, i.e., distilled water and acetic acid, at different concentrations. The reaction was carried out in an autoclave with a pressure of 2 bar (g) and an operating temperature of 130 ℃ for 2 hours. The properties of the hydrochar products were then analyzed using various methods, including bomb calorimetry, SEM, density, TGA-DTG, and hydrophobicity analyses. Overall, the results indicated that the hydrochar produced under acetic acid solution had better characteristics compared to that treated under distilled water. In terms of fixed carbon content and calorific value, the values increased up to 25.3% and 4,603 kcal/kg, respectively. Enhanced hydrophobicity was only observed in the coffee parchment hydrochar, where the average time required to adsorb water was 146.6 s, which can be categorized as strongly hydrophobic.
Physical and Thermal Properties of MgCl2 mixed with NaCl at Various Ratios for Solar Thermal Energy Storage Application Gunawati, Gunawati; Setiawan, Adi; Syahputri, Riana; Riskina, Shafira
Jurnal Polimesin Vol 23, No 2 (2025): April
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v23i2.6150

Abstract

Latent heat storage is a system capable of absorbing and releasing heat energy when a material undergoes a phase change. The material often used in this system is referred to as PCM (Phase Change Material). One of commonly used material for heat storage is salt. This type of material was chosen due to its low-cost and better in chemical-physical properties. This study aimed to find out the effect of combining NaCl with MgCl2 on the properties and performance of PCM. For preparation, MgCl2 was added to NaCl followed by manual mixing and grinding to ensure homogeneity. The samples were placed inside the muffle furnace and heated to 600°C. Next, the samples were evaluated for physical properties such as density, specific heat, and thermal conductivity, and tested for charging and discharging performance using a thermal box. The test results suggested that the higher MgCl2 content, the more specific heat capacity and thermal conductivity. However, it is inversely proportional to the density, where the lower the MgCl2 portion, the higher the density value. This caused the rate of thermal energy absorption and energy storage capacity increased significantly
Effect of briquetting pressure on combustion properties of hydrothermally treated king grass biomass Alchalil, Alchalil; Setiawan, Adi; Dirga, Muhammad; Riskina, Shafira; Nurjannah, Siti; Hasibuan, Rizqon; Rahman, Abdul
Jurnal Polimesin Vol 23, No 4 (2025): August
Publisher : Politeknik Negeri Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30811/jpl.v23i4.7300

Abstract

The utilization of biomass as an alternative energy source continues to gain attention, particularly in the form of solid briquettes with properties comparable to coal. In Indonesia, the co-firing program in coal-fired power plants (PLTU) promotes the use of biomass briquettes as supplementary fuel. King grass (Pennisetum purpureum), a fast-growing, non-food crop that thrives on marginal land, is a promising candidate. However, its low energy density limits practical application. This study aims to enhance the fuel quality of king grass through hydrothermal treatment and evaluate the effect of varying briquetting pressures on briquette properties. Briquettes were produced without pressure and with compaction pressures of 100, 200, 300, 400, and 500 kg/cm². Results show that higher briquetting pressure reduced moisture content from 3.99% to 2.98% and friability from 54.46% to 11.95%. While ash content and volatile matter were minimally affected, fixed carbon increased to 28.42%, and calorific value peaked at 3,923 kcal/kg. Hydrothermal treatment further improved calorific value, reduced ash content, and enhanced fixed carbon levels. These findings demonstrate that the combination of hydrothermal treatment and briquetting pressure significantly improves king grass briquette quality, supporting their potential as a sustainable co-firing fuel in coal-fired power plants.
Co-Authors Abdul Rahman Abubakar Dabet Abubakar Dabet Adi Pangestu, Rangga Adinda Desrina Agam Muarif Ahmad Fikri Ahmad Nayan Ahmadi Ahmadi Alchalil Alchalil Aljufri Aljufri Andrian Sulaiman Aris Abizar Armadani, Wika Arnawan Hasibuan Asnawi Athiyah Rana Azhar Syahputra Azhar Syahputra Azis, Andy Baidhawi, B Cut Yuliani Sari cut Deassy Siska Dicky Risky Dirga, Muhammad Fadhillah Dandy Satrio Faisal Faisal Faisal Faisal Faisal Fajriana, Mona Fauzan Firman Karim Gunawati Gunawati Gunawati GUNAWATI, GUNAWATI Hadi Hosseiniamoli Hagi Radian Hendrival, H Hermawan, Yuda Hosseiniamoli, Hadi Ichsan Alwi Nasution Islami Fatwa Islami Fatwa Jain, Vishal Jufrizal Ismail Jumadi Rusli Juwaini Khairil Khairil Khairul Anshar Khairul Anshar Khan, Naseer A. Kurniawan Lukman Hakim Lukman Hakim Luthfi Luthfi Maizuar Maizuar Martunis Mawaddah Mawaddah, Mawaddah Mohammad Heikal Muhammad Muhammad Arif Muhammad Arif Muhammad Daud Muhammad Ishak Idrus Panjaitan Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Muhammad Nuzan Rizki Muhammad Rizqi Almuhtadee Muhammad Sayuthi MUHAMMAD YUSUF Muhammad Yusuf Muhammad Yusuf Muhammad, M Mulkia Farhan Mulyawan, Rizka Nurmalita Nurmalita Nurul Islami, Nurul Ochitria Cintia Br. Simajuntak Panji Aji Riha Wijayanto Pertiwi, Indah Ayu Putra, Reza Putri, Almia Permata Raihan, Raudhatul Raudhatul Raihan Renno Kamal Putra Revi Syarlian Ridara, Rina Rifanida Rifanida Rio Rangga Yudha Saragih Riskina, Shafira Riza Andriani Riza Andriani Rizky Iskandar Rizqon Hasibuan Robi Kurniawan Rozanna Dewi Safina, Putri Anjali Setiawaty, Sri Shafira Riskina Shalihah, Nyakty Shrestha, Ashish Simanjuntak, Ochitria Cintia Br Sinaga, Willy Musa Pernando Siregar, Widyana Verawaty Siti Nurjannah Subhan A Gani Suhardi Makmur Suhardi Makmur Suryadi Suryadi Syahputri, Riana Syamsul Bahri Taufiq Taufiq Tri Waluyo Umar Ramadhan Siregar Wahyu Sepriawantama Widyana Verawaty Siregar Wusnah Wusnah, Wusnah Yasir Amani Yogi Arieandi Z Zulfahmi Zainuddin Ginting Zulfaini Zulfaini Zulmiardi, Zulmiardi Zulnazri, Z