Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Eksperimental Perubahan Posisi Telur pada Mesin Grading Telur Suhendra Suhendra; Feby Nopriandy
Rona Teknik Pertanian Vol 9, No 2 (2016): Volume 9, No. 2, Oktober 2016
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v9i2.5652

Abstract

Abstrak. Proses grading telur menggunakan mesin merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kapasitas grading telur dengan hasil grading yang lebih seragam. Permasalahan yang sering terjadi dalam proses grading telur adalah posisi telur yang tidak sesuai. Hal ini menyebabkan telur tidak akan terbawa oleh konveyor grading sehingga dapat menghambat proses grading. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan membuat alat uji untuk mengubah posisi telur, selanjutnya menguji panjang lintasan rol pengarah, jarak sumbu rol pengarah dan grade telur terhadap perubahan posisi telur. Penelitian ini dilakukan untuk membuktikan pengaruh panjang lintasan dan jarak sumbu rol pengarah serta grade telur terhadap perubahan posisi telur untuk mencapai posisi sejajar dengan rol pengarah. Hasil pengujian menunjukkan bahwa panjang lintasan dan jarak sumbu rol pengarah memiliki pengaruh yang sangat signifikan terhadap perubahan posisi telur, sedangkan grade telur memiliki pengaruh signifikan terhadap perubahan posisi telur. Jarak sumbu rol semakin lebar dan ukuran telur semakin kecil akan mendapatkan hasil yang semakin baik, hal ini ditunjukkan dengan perubahan posisi telur sejajar rol pengarah semakin cepat tercapai. Hasil terbaik untuk mendapatkan posisi telur sejajar dengan rol pengarah diperoleh pada perlakuan jarak sumbu rol pengarah 6 cm untuk telur grade C. Experimental Study of Changes Position of Eggs on Eggs Grading Machine Abstract. The grading process of using the eggs grading machine is one of the efforts to increase the capacity of the eggs grading with grading more uniform results. The problems that often occur in the process of grading eggs are the position of eggs is not perfect. That is causes the eggs will not be carried away by the grading conveyor so that can inhibit the process of grading. The method used in this research is to create a test tool to change the position of the eggs, then test the path distance of convey roller, width axis of convey roller and eggs grade against the eggs position changes. This research was conducted to find the influence of path distance and width axis of convey roller as well as eggs grade against the eggs position changes to achieve equal position with the convey rollers. The test results show that the path distance and width axis of convey roller have a very significant effect, whereas eggs grade have a significant effect on changes in the position of the egg. The increasing of width axis of convey roller and the smaller size of the eggs will get better results, as shown by changes in the position of the eggs to parallel the convey roller more quickly achieved. The best results obtained on the width axis of convey roller distance is 6 cm for grade C of eggs.
Rancang Bangun dan Uji Kinerja Pengering Tipe Efek Rumah Kaca dengan Saluran Pengarah Udara Panas Suhendra Suhendra; Feby Nopriandy
Rona Teknik Pertanian Vol 10, No 2 (2017): Volume 10, No. 2, Oktober 2017
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v10i2.10006

Abstract

Abstrak. Proses pengeringan bahan pertanian dengan pengering menggunakan rak statis umumnya mengalami permasalahan pada distribusi suhu yang tidak seragam. Kondisi ini menyebabkan kualitas hasil pengeringan tidak seragam. Upaya mengatasi permasalahan tersebut salah satunya dengan merancang bangun dan melakukan uji kinerjapengering tipe efek rumah kacayang dilengkapi saluran pengarah udara panas. Penelitian ini dilakukan untuk mengembangkan desain pengering tipe efek rumah kaca dengan tambahan saluran pengarah udara panas dalam ruang pengering dengan variasi kecepatan aliran udara panas. Pengambilan data dimulai dari pukul 08.00 sampai 16.00 dengan selang waktu pengambilan data setiap 60 menit. Berdasarkan hasil pengujian pengering tipe efek rumah kaca dengan pengarah udara panas hasil rancang bangun dapat berfungsi dengan baik dalam mendistribusikan udara panas dalam ruang pengering. Pengujian pengering tanpa beban menunjukkan distribusi udara panas dalam ruang pengering sangat seragam dengan perbedaan temperatur terbesar 0,5oC antara posisi di atas rak 1 dan di bawah rak 3. Pengujian pengering dengan beban menunjukkan terdapat sedikit fluktuasi temperatur dalam ruang pengering dengan perbedaan temperatur terbesar3,4oC antara posisi di atas rak 1 dan di bawah rak 3. Pengujian pengering dengan kipas pengarah hidup lebih seragam dimana penyimpangan temperatur terbesar adalah3,3oC sedangkan pada kondisi kipas pengarah mati besar penyimpangan temperatur terbesar adalah 4,1oC. Pengujian dengan kipas padasaluran buang hidup lebih seragam dimanapenyimpangan temperatur terbesar adalah 3,7oC sedangkan pada kondisi kipas mati besar penyimpangan temperatur terbesar adalah 4,0oC.
Uji Kinerja Mesin Sortasi Jeruk Sistem Rotasi untuk Penyortiran Jeruk Siam Pontianak (Citrus nobilis var. microcarpa) Budi Setiawan; Suhendra Suhendra
Rona Teknik Pertanian Vol 7, No 2 (2014): Volume 7, No. 2, Oktober 2014
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v7i2.2647

Abstract

Abstrak. Salah satu kegiatan pascapanen yang cukup menyita waktu adalah proses sortasi jeruk siam pontianak (Citrus nobilis var. microcarpa) di Kabupaten Sambas. Selama ini proses sortasi ditingkat petani masih dilakukan secara manual dimana tingkat keseragaman ukuran dan tingkat kematangan rendah, standar mutu berubah-ubah dan kapasitas penyortiran rendah. Untuk mengatasi permasalahan tersebut melalui penelitian ini dikembangkan rancang bangun mesin sortasi jeruk sistem rotasi. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan uji kinerja pada mesin sortasi jeruk sistem rotasi untuk mengetahui pengaruh kecepatan linier bidang sortasi, kemiringan bidang sortasi dan massa input buah pada mesin. Pengujian mesin dilakukan dengan 4 perlakuan kecepatan linier bidang sortasi (0,54 m/s, 0,70 m/s, 0,82 m/s dan 1,09 m/s), 3 perlakuan kemiringan bidang sortasi (10o, 20o, dan 30o) dan 3 perlakuan massa input buah jeruk (2 kg, 3 kg dan 4 kg). Hasil pengujian menunjukkan bahwa massa input buah jeruk dan kecepatan linier bidang sortasi memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kinerja mesin sortasi ini, sedangkan kemiringan bidang sortasi berpengaruh tetapi tidak signifikan. Hasil uji kinerja terbaik diperoleh pada perlakuan massa input 2 kg, kemiringan bidang sortasi 10o dan kecepatan linier bidang sortasi 1,09 m/s dengan nilai kapasitas penyortiran 1,84 kg/menit atau 110,4 kg/jam dan efisiensi penyortiran 68 %. Performance Testing of Citrus Sorting Machine with Rotation System to Sorting Pontianak Siam Citrus (Citrus nobilis var. microcarpa)Abstract. One of postharvest  activities that required much time are sorting in Sambas district. The sorting process is still done manually, where the level of uniformity of size and currently their maturity level are including the low of the quality standard fickle and sorting capacity. To overcome these problems, a study was developed to design citrus sorting machine with rotation system. This study aims to test the performance of the citrus sorting machine with rotation system and to determine the effect of linear velocity of sorting, incline angle and  the input mass of citrus. Performance testing was conducted  with 4 linear velocity sorting (0,54 m/s, 0,70 m/s, 0,82 m/s and 1,09 m/s), 3 incline angle (10o, 20o and 30o) and 3 input mass of citrus (2 kg, 3 kg and 4 kg). The test results showed that the input mass of citrus and linear velocity sorting have a significant influence on the performance of the sorting machine, while the incline angle has an effect but did not significantly. The best performance test results was obtained on 2 kg of mass, 10o of incline angle and 1,09 m/s linear velocity of sorting which resulted 1,84 kg/min or 110,4 kg/h of sorting capacity and 68 % of sorting efficiency.
Analisis Kecepatan Aliran Fluida terhadap Kinerja Kolektor Surya yang Bergerak Mengikuti Posisi Matahari Feby Nopriandy; Suhendra Suhendra
Rona Teknik Pertanian Vol 12, No 1 (2019): Volume 12, No. 1, April 2019
Publisher : Department of Agricultural Engineering, Syiah Kuala University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17969/rtp.v12i1.12229

Abstract

Abstrak. Metode pengeringan menggunakan surya sebagai sumber energi panas adalah metode pengeringan yang banyak digunakan. Besarnya panas yang dihasilkan tergantung dari jumlah radiasi matahari yang dapat ditangkap oleh kolektor surya. Tangkapan radiasi matahari dapat dioptimalkan dengan merekayasa kolektor surya yang dapat bergerak mengikuti posisi matahari. Kualitas produk pangan yang dikeringkan sangat dipengaruhi oleh aliran udara panas pada proses pengeringan. Berdasarkan permasalahan tersebut, perlu dilakukan kajian tentang aliran udara panas pada kolektor surya yang bergerak mengikuti posisi matahari. Penelitian menggunakan 2 buah kolektor surya yang direkayasa dengan ukuran, bentuk dan bahan yang sama dimana salah satu kolektor berada dalam kondisi tetap dan kolektor lainnya dapat bergerak mengikuti posisi matahari. Kecepatan aliran udara panas yang keluar dari saluran keluar (outlet) kolektor surya divariasikan menjadi 3 perlakuan yaitu 2 m/s, 4 m/s dan 6 m/s. Pengambilan data dimulai dari pukul 08.00 sampai pukul 16.00 dengan selang waktu pengambilan data adalah setiap 30 menit. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecepatan udara panas pada outlet kolektor surya sangat berbeda nyata pengaruhnya terhadap nilai temperatur udara panas di dalam dan outlet kolektor surya. Kolektor surya yang bergerak mengikuti posisi matahari dapat meningkatkan performansi temperatur di dalam dan outlet kolektor surya pada berbagai kondisi kecepatan udara outlet berbanding kolektor surya tetap. Kenaikan performansi tertinggi di dalam dan outlet kolektor surya diperoleh pada kecepatan udara outlet 2 m/s masing-masing sebesar 16,29% dan 3,98%.  Analysis of Fluid Flow Speed on Solar Collector Performance which Moves to follow the Position of the Sun Abstract. The drying method using solar as a source of heat energy is a widely used drying method. The amount of heat produced depends on the amount of solar radiation that can be collected by solar collector. The capture of solar radiation can be optimized by construction the solar collector that can move in the sun's position. The quality of dried food products is strongly influenced by the flow of hot air in the drying process. Based on these problems, it is necessary to study the flow of hot air in solar collectors that move in the sun's position. The study used 2 units of solar collector that construction with the same size, shape and material where one of the collectors is in a fixed condition and the other collector can move in the sun's position. The velocity of hot air flowing out of the outlet of the solar collector was varied into 3 treatments, namely 2 m/s, 4 m/s and 6 m/s. Data collection starts at 8:00 a.m. until 16:00 p.m. with an interval of data collection is every 30 minutes. The results of the analysis show that the hot air velocity at the solar collector outlet has a very different effect on the temperature value of hot air inside and the solar collector outlet. Solar collector that move in the sun's position can increase the temperature performance in and solar collector outlets in various conditions of outlet air velocity. The highest increase in performance in and solar collector outlets was obtained at outlet air velocity of 2 m / s at 16.29% and 3.98% respectively.
Pengembangan Alat Angkut TBS Kelapa Sawit dengan Sistem Timbangan dan Pencurahan Bahan Apriani, Winda; Nopriandy, Feby; Suhendra, Suhendra; Rianto, Ari
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2893

Abstract

Sistem pengangkutan buah kelapa sawit dari dalam kebun merupakan salah satu permasalahan utama yang dihadapi oleh petani. Kondisi lahan yang becek serta tidak adanya jalur angkut dalam kebun menyebabkan buah kelapa sawit sulit diangkut. Upaya mengatasi permasalahan ini dilakukan dengan merekayasa alat angkut TBS kelapa sawit yang cocok digunakan pada lahan becek. Rekayasa alat angkut TBS kelapa sawit telah dilakukan sebelumnya, namun masih terdapat kekurangan yang perlu dikembangkan. Melalui penelitian ini, dilakukan pengembangan alat angkut TBS kelapa sawit dengan menambahkan sistem timbangan dan pencurahan bahan. Tahapan penelitian meliputi rekayasa sistem timbangan dan pencurahan bahan, uji verifikasi, uji fungsional dan uji kinerja alat angkut. Lintasan yang digunakan dalam uji kinerja berjarak 100 m dengan beban angkut 200 kg. Data yang diukur adalah kecepatan dan kapasitas pengangkutan. Hasil uji fungsional menunjukkan bahwa sistem timbangan dan pencurahan bahan dapat berfungsi dengan baik. Tingkat akurasi sistem timbangan mencapai 97,19%, sedangkan sistem pencurahan bahan efektif digunakan untuk beban dibawah 150 kg. Pada posisi transmisi 1 rata-rata diperoleh kapasitas sebesar 3.208 kg/jam dengan kecepatan angkut 0,446 m/s, sedangkan pada transmisi 2 rata-rata kapasitas yang dihasilkan adalah 5.337 kg/jam dengan kecepatan angkut 0,741 m/s.
Kajian Eksperimental Mesin Sangrai Kopi Semi Otomatis Tipe Drum Rotari Nopriandy, Feby; Suhendra, Suhendra; Anjiu, Leo Dedy
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2313

Abstract

Penyangraian merupakan faktor penting penentu citarasa kopi. Penyangraian biji kopi masih banyak dilakukan dengan cara tradisional, dengan kelemahan temperatur penyangraian sulit dikontrol. Berdasarkan permasalahan tersebut, dilakukan penelitian dengan merancang bangun mesin sangrai kopi tipe drum rotari dengan kontrol temperatur penyangraian. Tahapan penelitian meliputi perancangan, pembuatan komponen mesin dan sistem kontrol temperatur, pengujian dan analsis data. Variabel bebas penelitian adalah tingkat kematangan biji kopi, sedangkan variabel tak bebas adalah lama penyangraian. Penyetingan temperatur penyangraian antara 198oC-202oC. Berdasarkan hasil rancang bangun, drum penyangrai berdiameter 33 cm dengan panjang 42 cm dioperasikan pada kecepatan putar 50 rpm dengan kapasitas penyangraian 1 kg untuk sekali proses. Fluktuasi temperatur dalam drum penyangrai antara 192oC - 245oC terjadi pada awal proses penyangraian. Semakin lama proses penyangraian, fluktuasi temperatur menjadi relatif stabil. Biji kopi light roast dihasilkan dengan lama penyangraian 8 menit, light medium roast dengan waktu 16-22 menit, medium roast dengan waktu 29-35 menit, medium dark roast lebih dari 41 menit. Light roast memiliki nilai R = 117,7, G = 98,4 dan B = 50,2, light medium roast memiliki nilai R = 111,5-96,4, G = 97,8-74,6 dan B = 69,4-50,0, medium roast memiliki nilai R = 90,8-78,2, G = 74,5-68,2 dan B = 55,3-51,9 dan medium dark roast memiliki nilai R = 63,9, G = 61,8 dan B = 52,4.
Uji Kinerja Mesin Pembentuk Ekor Peluru Pada Senjata Sumpit Anjiu, Leo Dedy; Kurniawan, Kurniawan; Suhendra, Suhendra; Rianto, Ari
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 13, No 1 (2024): TURBO : Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v13i1.3067

Abstract

Sumpit adalah senjata tradisional secara umum berbentuk lurus memanjang. Faktor yang sangat mempengaruhi ketepatan sasaran menembak menggunakan sumpit adalah peralatan yang digunakan seperti peluru sumpit. Ekor peluru sumpit selama ini dibuat oleh pengrajin dengan cara tradisional. Ekor peluru yang dihasilkan dengan cara tradisional kurang baik dan tidak seragam. Berdasarkan permasalahan tersebut, diperlukan teknologi berupa mesin yang dapat digunakan untuk membuat ekor peluru sumpit dengan bentuk, ukuran, dan berat yang seragam. Tujuan penelitian ini adalah melakukan uji kinerja mesin pembentuk peluru sumpit. Data yang dianalsis dalam penelitian adalah kapasitas produksi mesin, pengukuran keseragaman ukuran dan berat. Kecepatan putar mesin yang digunakan untuk membentuk peluru sumpit adalah 720 rpm. Ukuran ekor peluru sumpit dibedakan menjadi kaliber 11, 13 dan 14. Ekor peluru sumpit terbuat dari bahan EVA dan pengamatan dilakukan menggunakan 10 sampel uji setiap pengujian. Berdasarkan hasil pengujian, rerata kapasitas produksi mesin pembentuk peluru sumpit adalah 19,62 butir/jam. Nilai rerata tingkat keseragaman kaliber 11, 13 dan 14 pada bagian A adalah 98,96%, B 99,00%, C 95,96% dan D 91,55%. Tingkat keseragaman bobot ekor peluru sumpit kaliber 11 adalah 87,64%, kaliber 13 90,06% dan kaliber 14 adalah 86,72%.
Uji Performansi Alat Angkut TBS Kelapa Sawit Menggunakan Penggerak Engine Setiawan, Budi; Suhendra, Suhendra; Nopriandy, Feby; Apriani, Winda
TURBO [Tulisan Riset Berbasis Online] Vol 12, No 2 (2023): TURBO: Jurnal Program Studi Teknik Mesin
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/trb.v12i2.2454

Abstract

Permasalahan pengangkutan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit merupakan faktor penting dalam sistem perkebunan kelapa sawit, karena persentase buah kelapa sawit yang hilang saat pengangkutan cukup tinggi. Salah satu solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah membuat sistem pengangkutan kelapa sawit mekanis. Melalui penelitian ini direkayasa alat angkut TBS kelapa sawit berpenggerak engine untuk mengatasi pengangkutan TBS kelapa sawit di lahan perkebunan. Berdasarkan hasil rekayasa, spesifikasi alat angkut TBS kelapa sawit berdimensi panjang 1520, lebar 800 dan tinggi 740 mm, bobot mesin 80 kg, sistem transmisi puli – sabuk V dengan tambahan gearbox, motor penggerak bensin 7,5 HP, rangka terbuat dari baja karbon profil L 40 x 40 mm, diameter luar roda penggerak 40 cm, dan diameter poros roda 25 mm. Berdasarkan hasil uji kinerja, diperolah kecepatan putar operasional engine sebesar 1.673 rpm, pada transmisi 1 menghasilkan kecepatan putar 54,1 rpm sedangkan pada transmisi 2 menghasilkan kecepatan putar 85,6 rpm. Berdasarkan hasil pengujian kecepatan angkut alat dengan beban standar 200 kg diperoleh kecepatan angkut sebesar 0,481 m/s pada transmis 1, dan 0,781 m/s pada transmisi 2. Kapasitas angkut pada transmisi 1 sebesar 3.463,2 kg/jam, sedangkan pada transmisi 2 kapasitas angkut alat sebesar 5.625 kg/jam.
Uji unjuk kerja mini power thresher tipe pelemparan jerami inovasi masyarakat Kabupaten Sambas Jagat, Lang; Pridaningsih, Deliana R.; Suhendra, Suhendra; Nopriandy, Feby
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 5 No. 2 (2024): ARMATUR: Artikel Teknik Mesin dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v5i2.5080

Abstract

Threshing has an important role in rice postharvest activities. Using the wrong threshing technique results in high yield losses. Based on these problems, the people of Sambas Regency developed a power thresher by making a mini power thresher to meet the needs of local farmers. This research was conducted to find information on the specifications and performance of the mini power thresher through verification tests and performance tests. Based on the verification test results, the overall dimensions in the working position are 1,020 mm long, 950 mm wide and 1,170 mm high, the threshing cylinder diameter is 220 mm, and the threshing cylinder length is 690 mm. Based on SNI standards, this mini power thresher is included in the category of small power thresher. The test was carried out on rice of the Inpari variety with a threshing cylinder rotational speed of 650 rpm. Based on the results of the performance test, it was obtained that the feeding capacity was 412.73 kg/hour, the threshing capacity was 164.40 kg/hour, the cleanliness level was 94.54%, the percentage of unhulled grain was 1.75%, the threshing efficiency was 98.25%, the percentage of grain was scattered 0.43%, and the percentage of yield loss is 2.18%. These results indicate that the capacity for feeding and threshing still does not meet the SNI standard criteria for small power thresher.
Rekayasa Mesin Pemotong Batang Padi dengan Mata Potong Berbentuk Piringan Rianto, Ari; Suhendra, Suhendra; Nopriandy, Feby; Erwin, Erwin
ARMATUR : Artikel Teknik Mesin & Manufaktur Vol. 5 No. 2 (2024): ARMATUR: Artikel Teknik Mesin dan Manufaktur
Publisher : Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/armatur.v5i2.5455

Abstract

Proper harvest handling has an influence in reducing yield losses. Harvesting activities must be carried out at the right time, using the correct tools or techniques and implementing an appropriate harvest system. The harvesting machines currently on the market are large-scale harvesting machines, relatively large in size and very heavy. Based on these problems, research was carried out aimed at design, construction and testing a small rice stalk cutting machine that has high mobility. The method in this research includes the stages of design, construction, testing and data analysis. The data measured in the test are movement speed and cutting capacity. Based on design and construction results, the rice stalk cutting machine has specifications for length 82 cm, width 62 cm, height 95 cm, drive motor power 1.25 kW, and cutting blade rotation speed 1,900 rpm. The test results show that the average cutting forward speed is 0.330 m/s and the average cutting capacity is 0.132 m2/s.