Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search
Journal : Journal of Marine Research

Komposisi dan Kelimpahan Makrozoobenthos Krustasea di Kawasan Vegetasi Mangrove Kel. Tugurejo, Kec. Tugu, Kota Semarang Ulum, Muchammad Miftahul; Widianingsih, Widianingsih; Hartati, Retno
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (113.251 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2043

Abstract

Mangrove forests are unique ecosystems, due to a combination of habitat caused by land and sea. Mangrove ecosystem is also the life of various animal species, including crustaceans benthos plays an important role in the ecosystem. The change of land use for a wide range of human interests are expected to affect the abundance krustaseayang conditions contained in the region. The study was conducted in September 2011 - March 2012. This research is descriptive. Sampling was done by two methods, ie. qualitative (in 5x5 meter2) and quantitative (1x1 meter2). The results showed that 22 species were found, ie. 14 species (belong to 5 family) of Infra Order Brachyura, 4 species (belong to 4 family) of Infra Order Macrura, 3 species Isopoda and one species Copepod. Diversity index revealed that all stations had medium category Uniformity index showed that station A and D had high category, station B and C had stations is low category. There were no dominance at Stations A and D, but Station B and C were dominated by Cerapus sp. Most of crustaceans was clumped distributed. High community similarity index values showed by Station A-B, A-C, B-C but low at Stations A-D, B-D, C-D). Generally, among Brachyuran, male greater number than females, and 23.07% gravid females were found.
Biologi Ikan Kembung Rastrelliger spp, (Actinopterygii : Scombridae) : Ditinjau dari aspek Panjang Berat dan Indeks Kematangan Gonad Di Perairan Semarang Pratama, Candrika; Hartati, Retno; Redjeki, Sri
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (908.272 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i2.25102

Abstract

Ikan kembung (Rastrelliger spp) merupakan salah satu ikan pelagis yang hidup di perairan bersalinitas tinggi dan suka hidup bergerombol. Semakin meningkatnya permintaan akan ikan membuat semakin tinggi penangkapan ikan yang dilakukan. Penelitian ini bertujuan mengetahui tingkat kematangan gonad ikan kembung (Rastrelliger spp) dan mengetahui hubungan antara panjang dengan berat, hubungan antara berat dengan fekunditas, dan hubungan antara berat gonad dengan IKG (Indeks Kematangan Gonad) dari ikan kembung (Rastrelliger spp).Sebanyak 80 ekor Ikan Kembung yang didapatkan dari pasar kobong diukur panjang total dan ditimbang beratnya. Kemudian dilakukan pembedahan untuk diamati jenis kelamin dan tingkat kematangan gonadnya. Penelitian ini meliputi: Indeks Kematangan Gonad, Tingkat Kematangan Gonad, fekunditas dan rasio kelamin. Pengamatan tingkat kematangan gonad dilakukan untuk menentukan indeks kematangan gonad (IKG). Tingkat kematangan gonad ikan kembung (Rastrelliger spp) terdiri dari TKG I sampai TKG V. Nilai IKG yang didapatkan untuk ikan jantan berkisar 0,14-6,42% dan betina berkisar 0,64-7,25%, hal tersebut menunjukkan bahwa nilai tersebut bervariasi antara ikan jantan dan betina. Hasil penelitian dengan 80 sampel ikan kembung menunjukkan rasio kelaminnya tidak seimbang yaitu 42,5:57,5 dimana angka jantan lebih tinggi. Pertambahan ukuran panjang memberikan pengaruh yang nyata terhadap fekunditas, pertambahan ukuran panjang ikan kembung betina memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat, pertambahan ukuran panjang ikan kembung jantan memberikan pengaruh yang nyata terhadap berat. Sedangkan berat ikan betina tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap IKG dan berat ikan jantan memberikan pengaruh yang nyata terhadap IKG Rastrelliger spp is one of the pelagic fish that live in high salinity and like to live in groups. The increasing demand for this fish, makes the catching activity of this fish grow higher. The aim of the research is to know the Gonad Maturation Stage (GMS) of  Rastrelliger spp to know the relationship between length and weight, the relationship between weight with fecundity, and relationship between gonad weight and Gonad Maturation Index from Rastrelliger spp. 80 samples of Rastrelliger spp that were obtained from the market were measured, the measurement included were length and weight. And then a surgery was performed to examine their sex and their Gonad Maturation Stage. In the end to obtain the results of its fecundity, its gonad were taken and the weight was measured. GMI. Gonad maturation stage of Rastrelliger spp fish was I-V. the range of GMI for male fish was 0,14-6,42% and female 0,64-7,25%. That were indicated a various values of GMI male and female fishes. The result of research with 80 samples of Rastrelliger spp showed unbalanced sex ratio 42,5: 57,5 where male number was higher. The addition of length measure gave a real effect to fecundity, the increase of length of female gave a significant effect on the weight, the increase of length of  male gives a real effect on the weight. While the weight of female fish did not give a real effect on GMI and the weight of male fish gives a real effect on GMI
Komposisi Dan Kelimpahan Udang Penaeid Di Muara Sungai Kalisantren Desa Mangunharjo Tugu Semarang Lestari, Madhu Pinastika Puji; Hartati, Retno; Kushartono, Edi Wibowo
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (318.308 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11410

Abstract

Sungai Kalisantren yang berada di Desa Mangunharjo, memiliki muara yang kecil yang di tumbuhi vegetasi mangrove Rhizophora sp. dan Avicennnia sp. Di sekitar muara sungai terdapat tambak sebagian terkena abrasi.  Vegetasi mangrove yang didominasi sehingga sangat menunjang untuk daerah pertambakan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi dan kelimpahan udang sungai di muara Sungai Kalisantren Desa Mangunharjo Kecamatan Tugu Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Penentuan lokasi sampling dengan purposive sampling method  kemudian pengambilan sampel menggunakan metode kualitatif pada lift net 1,8 X 1,4 m2. Metode pengumpulan data dilakukan dengan Sample Survey Method. Penelitian dilakukan pada bulan Oktober 2012 sampai November 2012 di mangrove, sungai, dan tambak dengan dua kali pengulagan tiap sejam sekali. Hasil penelitian ditemukan dua spesies Penaeid di area penelitian yaitu Penaeus merguiensis dan Penaeus monodon. Kelas ukuran dari 0.1.0 sampai 10.1-11 cm. Kelimpahan rata-rata udang Penaeid tertinggi terdapat di sungai pada bulan November 2012 adalah 6,377 ind/m2, dan terendah terdapat di mangrove pada bulan  Oktober 2012 adalah 0,314 ind/m2. Kelimpahan rata-rata udang Penaeus merguiensis tertinggi terdapat pada bulan November 2012 di sungai adalah 4,025 ind/m2. Sedangkan terendah pada bulan November 2012 di mangrove adalah 0,137 ind/m2. Kelimpahan rata-rata udang Penaeus monodon tertinggi yang terdapat di sungai pada bulan November 2012 adalah 2,352 ind/m2. Sedangkan terendah pada bulan Oktober 2012 di mangrove adalah 0,137 ind/m2
Komposisi Dan Kelimpahan Plankton Di Perairan Kayome Kepulauan Togean Sulawesi Tengah Hutabarat, Philipus Uli Basa; Redjeki, Sri; Hartati, Retno
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (251.698 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.8366

Abstract

Plankton merupakan sekelompok organisme yang menyusun rantai dasar ekosistem perairan. Plankton dapat dibagi menjadi fitoplankton dan zooplankton. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui komposisi, kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, indeks dominansi fitoplankton dan zooplankton di Perairan Kayome, Kepulauan Togean, Sulawesi Tengah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel dilakukan pada tanggal 5-7 Oktober 2013 pada 5 stasiun yang berbeda yang merupakan kawasan penangkapan ikan karang. Sampel fitoplankton diambil dengan cara pasif dengan menyaring 100 L air laut. Sampel zooplankton diambil menggunakan metode aktif dengan menyaring air laut secara horisontal dan di tarik perahu 100 m. Hasil penelitian menunjukkan fitoplankton ditemukan 2 kelas, yaitu Bacillariophyceae (6 genera) dan Dinophyceae (1 genus). Kelimpahan berkisar 8.000-22.000 sel/l, genus yang sering ditemukan antara lain Chaetoceros, Pleurosigma, dan Ceratium. Indeks keanekaragaman 0,377-1,386 (rendah-sedang), indeks keseragaman 0,544-1 (sedang-tinggi) dan indeks dominansi 0-0,456 (tidak ada dominansi). Zooplankton ditemukan 5 fila, yaitu Annelida (2 genera dari 1 kelas), Arthropoda (12 genera dari 2 kelas), Chaetoagnatha (1 genus dari 1 kelas), Chordata (1 kelas), Mollusca (4 genera dari 2 kelas). Kelimpahan berkisar antara 309-796 ind./l, genus yang paling sering ditemukan, yaitu Acartia dan Calanus. Indeks keanekaragaman 0,467-1,04 (rendah-sedang), indeks keseragaman 0,337-0,541 (rendah-sedang) dan indeks dominansi 0,459-0,663 (ada dominansi).
Biometrika Kerang Darah (Anadara granosa) Pada Tambak Budidaya Di Desa Menco Kecamatan Wedung Kabupaten Demak R., Rizky Imtihan; Hartati, Retno; Suprijanto, Jusup
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (310.464 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11426

Abstract

Kerang Darah (Anadara granosa) termasuk ke dalam kelas Bivalvia yang kebanyakan hidup di laut terutama di daerah litoral, dasar perairan yang berlumpur atau berpasir, tetapi dapat juga dibudidayakan di Tambak. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui Biometrika Kerang Darah (Anadara granosa ) pada 3 Tambak yang berbeda. 1200  sampel Kerang Darah  diambil dari 3 Tambakdi Desa Menco, Kecamatan Wedung, Demak selama bulan Januari sampai Maret 2014 dengan interval 2 minggu sekali untuk diamati pertumbuhan dan indeks kondisinya. Hasil penelitian ini berupa bentuk model pertumbuhan absolut atau mutlak panjang Kerang Darah (Anadara granosa) pada stasiun 1, 2, dan 3 yaitu = Lt = 12,9944 ( 1 - e –0.0713(t-0,492017)) , Lt = 11,21197 ( 1 - e –0,0618(t-0,756669)), dan Lt = 10,68319 ( 1 - e –0,0565(t-0,620325)). Model pertumbuhan absolut atau mutlak berat kerang darah pada Stasiun 1, 2 dan 3 yaitu = Wt = 13,4798 ( 1 - e –0,0716(t-0,485747)), Wt = 13,1795 ( 1 - e –0,0713(t-0,490326)), dan Wt = 13,1795 ( 1 - e –0,0713(t-0,490326)). Nilai indeks kondisi dominan kategori sedang (2,5 – 4,5) berjumlah 254 ekor (Stasiun 1), 206 ekor (Stasiun 2), dan 276 ekor (Stasiun 3) kemudian kategori gemuk (>4,5) berjumlah 133 ekor (Stasiun 1), 175 ekor (Stasiun 2), dan 87 ekor (Stasiun 3)
Histokomparatif Organ Integumen, Intestinum, Pohon Respirasi Pada Beberapa Jenis Teripang Dari Perairan Karimunjawa Setia Nugroho, Gangsar Bayu; Hartati, Retno; Praseno, Koen
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (521.473 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i1.889

Abstract

Sea cucumbers, which have significant economic values, belong to the order of Aspidochirotida, with the two main family, i.e. Holothuriidae and Stichopodidae. Biological aspect of those species has not been exploited yet, therefore he aim of this research is to compare organ histology of the species of sea cucumbers H. atra, H. edulis, P. graeffei, S. chloronotus, and S. herrmanni. This research was held on August-December 2011 and histologically. The result of this research showed that integument of H. atra, H. edulis, P. graeffei, S. chloronotus, dan S. herrmanni consist of epidermis which composed by fibril cells and dermis layer which composed by connective tissue. Intestinum of Holothuriidae is different from Stichopodidae as follows : H. atra ±10 μm form a bugles with flat ends, S. chloronotus ±40 μm form a smooth bugles with pointed ends and closely, and S. herrmanni ±30 μm form a smooth bugles with pointed ends and distantly. The respiratory trees of Holothuriidae and Stichopodidae in general had similarity. Bases on these differences can be concluded that sea cucumbers cultivation techniques need adjustment habitat and consumption of different types of feed each sea cucumbers.
Pengaruh Kedalaman Dan Lokasi Sarang Semi Alami Terhadap Masa Inkubasi Dan Daya Tetas Telur Penyu Hijau (Chelonia mydas) Di Pantai Paloh, Kabupaten Sambas, Provinsi Kalimantan Barat Akbarinissa, Rr. Dyah Artati; Taufiq-Spj, Nur; Hartati, Retno
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (664.581 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i1.25888

Abstract

ABSTRAK : Kedalaman sarang berpengaruh terhadap keberhasilan penetasan telur penyu yang berkaitan juga dengan suhu di dalam sarang, lama masa inkubasi dan daya tetas telur nantinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kedalaman dan lokasi sarang semi alami terhadap masa inkubasi dan daya tetas. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan dua perlakuan dan tiga kali pengulangan. Perlakuan yang digunakan adalah variasi kedalaman (40, 60 dan 80 cm) dan perbedaan lokasi sarang semi alami yaitu sarang semi alami terbuka, bawah semak dan bawah pohon. Parameter yang diambil antara lain suhu, kelembaban, komposisi dan ukuran butir substrat. Sedangkan analisa data yang dilakukan adalah analisa data secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata persentase tertinggi terdapat pada sarang semi alami bawah pohon sebesar 91,6%, kemudian sarang semi alami bawah semak 90,1% dan sarang semi alami terbuka 50,9%. Masa inkubasi paling singkat terdapat pada sarang semi alami terbuka kedalaman 60 cm yaitu 45 hari, dan paling lama terdapat pada sarang semi alami bawah semak kedalaman 80 cm yaitu 54 hari. Kisaran suhu keseluruhan antara 29,5oC – 32,7oC, sedangkan tingkat kelembaban sarang semi alami berkisar antara 69,9% - 91,8%. ABSTRACT : The effected depth of the nest on hatching success of turtle is also related to the temperature in the nest, the time of incubation. The purpose of this study was to determine the effect of depth and location of semi-natural nest Green Turtle (Chelonia mydas) incubation period and hatching success in Paloh Beach, Sambas, West Kalimantan. The method used is the experimental method. The study was conducted with two treatments and three repications. The treatment used is a variation of depths (40, 60 and 80 cm) and the difference in semi-natural nesting sites are open semi-natural nest, under shrubbery and under trees. The parameters taken i.e temperature, humidity, composition and grain size of the substrate. The results shows that highest percentage found in semi-natural nests under the trees (91.6%), then the semi-natural nest under a bush (90.1%) and semi-natural nest open (50.9%). Shortest incubation period contained in semi-natural nest open depth of 60 cm is 45 days, and the longest contained in a semi-natural nests under bushes with depth of 80 cm is 54 days. Overall temperature range between 29,5oC - 32,7oC, while the semi-natural nest moisture levels ranged between 69.9% - 91.8%.
Pengaruh Naungan Sarang terhadap Persentase Penetasan Telur Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) di Pantai Samas Bantul, Yogyakarta Rofiah, Amalia; Hartati, Retno; Wibowo, Edy
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (154.273 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v1i2.2026

Abstract

The reduced population of sea turtles among other things caused by natural changes in the vicinity of the egg-laying habitat, theft of sea turtle eggs, the utilization of a body part sea turtles by human beings (as the utilization of carapace, meat, bones, and sea turtle eggs), and management of the conservation techniques are inadequate. Pantai Samas Bantul, Yogyakarta, one of the places that are often encountered of Olive Ridley turtle (Lepidochelys olivacea). The aim of this research is to find out the influence of a shade from the success of hatching the eggs of Olive Ridley turtle (Lepidochelys olivacea) in semi natural nest in Samas Beach. The research method used is an experimental method. Observations in the field carried out in June-August 2010. The research was done at the three nests. They are in natural nest, semi natural nest with the shade of zinc, and semi natural nest with the shade of tarpaulin. The results showed the temperature of the nest in the depth of thirty-eight centimeters at the semi natural nest with the shade of tarpaulin about 31,6-31,9 ºC, in the semi natural nest with the shade of zinc about 31,4-31,7 ºC, and in the natural nest is around 31,5-32,3 ºC. The highest moisture is in the natural nest around 6,6 %, while the lowest moisture is in the natural nest with the shade of zinc around 1,5-2,1%. Hatching succes in natural nest is 60 %, semi natural nest with the shade of tarpaulin about 24 %, in the semi natural nest with the shade of zinc about 21 %. The composition of the size of grains of sand in a natural or semi natural nest is dominated by medium-size. Based on the results of research can be concluded that the percentage of hatching the egg of Olive Ridley turtle in the semi natural nest with the shade of tarpaulin is higher than semi natural nest with the shade of zinc, while in the natural nest having the highest percentage of hatching.
Kelimpahan Fitoplankton Pada Tambak Tidak Produktif Di Desa Mangunharjo, Semarang Kolaya, Ira; Hartati, Retno; Endrawati, Hadi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (178.12 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v3i4.11406

Abstract

Tambak atau kolam adalah badan air yang  berukuran 1 m2 hingga 2 ha yang bersifat permanen atau musiman yang terbentuk secara alami atau buatan manusia. Lingkungan merupakan salah satu faktor pendukung produktifitas tambak. Kelimpahan fitoplankton di pengaruhi oleh faktor kimia, biologi, dan fisika. Pengambilan sampel fitoplankton dilakukan setiap 2 minggu dimulai tanggal 6 Juli, 20 Juli, 3 Agustus dan 17Agustus 2013. Hasil penelitian didapatkan 3 kelas fitoplankton yaitu kelas Bacillariophyceae, Cyanophyceae dan Dinophyceae. Kelimpahan tertinggi di temukan di Stasiun II periode sampling pertama yaitu 333 sel/L sedangkan kelimpahan terendah di temukan di Stasiun I periode sampling ke empat yaitu 101 sel/L. Nilai indeks keanekaragaman berkisar antara 1,03-1,89 termasuk dalam kategori sedang. Nilai indeks keseragaman berkisar antara 0,40-0,74 termasuk dalam kategori sedang. Nilai indeks Dominansi bervariasi  yaitu 0,26-0,60. Nilai tertinggi pada Stasiun I dan II dengan di dominansi genus Rhizosolenia. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa jumlah genus fitoplankton yang ditemukan selama penelitian berjumlah 23 genus yang terbagi menjadi 3 kelas    yaitu Bacillariophceae, Cyanophyceae dan Dinophyceae. Berdasarkan nilai kisaran Nitrat 3,08-4,2 mg/L dan Fosfat 0,21-0,54 g/L maka dapat di katakan ketiga tambak masih dalam keadaan yang sangat subur
Komposisi dan Kelimpahan Makrozoobenthos Polychaeta di Pantai Maron dan Sungai Tapak Kel. Tugurejo Kec. Tugu Kota semarang Mahfud, Mahfud; Widianingsih, Widianingsih; Hartati, Retno
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (105.499 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i1.2066

Abstract

Mangrove area in Tugu District had been damaged because of function change as fishpond and agriculture. It because of fisherman shiplane, abaration and waste. Bad management area can change the invorenment and can be influence the ecosystem. As a concequence to the biota in that ecosystem include Polychaeta. The aim of research was finding out Compositions and Abundance of Macrozoobenthos Polychaeta in Maron Beach and Tapak River Tugurejo village Tugu District Semarang City. This research used descriptive exploratory method, determination of research area using purposive sampling method. Samples handling soaked in formalin 10% with rose Bengal. The result showed that it had been found 30 species include on 26 Polychaeta and 4 other worm (Allies). Abundance was ranged 2.126 ind./m2 and species with high abundance is Capitella (1.027 ind./m2), Terebellidae (375 ind./m2), Chaetopterus (300 ind./m2). Diversity index of all station were in low category (1,18-2), Uniformity index include in low category (0,40-0,72) and the Dominance index Station A (0,61).
Co-Authors Abdul Ghofir Abdul Hadi Abdul Latif Mahakar Abdul Muis Prasetia, Abdul Muis Abdullah Afif Abdullah Afif Abidin Nur II Achmad Muhajir Adi Santoso Adiyoga, Diaz Agus Sabdono Agus Trianto Agustiningsih, Luluk Akbarinissa, Rr. Dyah Artati Akhmad Syarifudin Aklif Reza Muttaqin Aldion Adin Nugroho Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Junaedi Ali Ridlo Altysia Putriany Amalia Rofiah Amalia Rofiah Amar, Fahri Ambariyanto , Ambariyanto Ambariyanto Anak Agung Istri Sri Wiadnyani Anam, Aufa Anastasia Dian R Anindya Wirasatriya Antonius Budi Susanto Apriliani, Seka Indah Ariel E San Jose Arif Rahman Arumning T. Fauziah Aufa Anam Azizah T.N., Ria Bastiar, Yusuf Bifa Aulia Manuhuwa Bintang Septiarani Broto Wisnu RTD Broto, R. T.D Wisnu Candhika Yusuf Cantik Sitta Devayani Cantika Elistyowati Andanar CB. Ronaldi Chandra E Chrisna Adhi Suryono Chrisna Adi Suryono Cristiana Manullang David Nugroho Delianis Pringgenies Delianis Pringgenies Denny Nugroho Sugianto Dharma, Laga Adhi Diah Permata Wijayanti Diaz Adiyoga Dina Ayu Magfirani Dinda Richa Kumarahaqi Donna Nur'Aurelya Mahardhika Dwi Haryanti, Dwi Dwi Saniscara Wati Edi Supriyo Edi Wibowo Edi Wibowo Kushartono Edi Wibowo Kushartono Edy Supriyo Edy Supriyo Edy Supriyo Edy Wibowo Edy Wibowo Elis Indrayanti Endika Meirawati Erik Wijaya Kusuma Ervia Yudiati Esti Rudiana Ety Parwati Ety Parwati Ety Parwati Fitriyan, Jodhi Kusumayudha Frijona Fabiola Lokollo Gangsar Bayu Setia Nugroho Gangsar Bayu Setia Nugroho Gazali Salim Ginzel, Fanny Iriany Gunawan Widi Santosa H. Endrawati Hadi Endrawati Hadi Endrawati Hani’atun Nurfajriyah Hariyadi Hariyadi Harmoko Harmoko Haryo Farras Raditya Hutama Hawa, Adnin Kamil Bani Heri Yanti Hermawan Hermawan Hermawan Hermawan Hermin Pancasakti Kusumaningrum Hilal M I Wayan Warmada Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ika Desie Wulandari Ira Kolaya Ira Kolaya, Ira Ireng Sigit Atmanto Irwani Irwani Isai Yusidarta Isti Pudjihastuti Ita Riniatsih Ita Widowati Itsna Yuni H Jelita Rahma Hidayati Johannes Hutabarat Jufri Ubay Julian Ransangan Jussac Maulana Masjhoer Justin Cullen Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Jusup Suprijanto Käll, Sofia Ken Suwartimah Ken Suwartimah Khairunnisa Khairunnisa Khoerunnisa, Rizka Nabila Kholilah, Nenik Koen Praseno Koen Praseno Kusuma, Erik Wijaya Laras Kinanti Pinandita Lilik Maslukah M. Andry Herdiatma M. Andry Herdiatma Madhu Pinastika Puji Lestari Madhu Pinastika Puji Lestari, Madhu Pinastika Puji Magfirani, Dina Ayu Mahakar, Abdul Latif Mahfud Mahfud Manuhuwa, Bifa Aulia Mas’ad Arif Mayestika, Pingkan Meitri Bella Puspa Mostafa Imhmed Ighwerb Muchammad Miftahul Ulum Muchammad Miftahul Ulum Muhammad Yusuf Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muhammad Zainuri Muji Wasis Indriyawan, Muji Wasis Mujiyanto Mujiyanto Mustalafin Mustalafin Mu’alimah Hudatwi Nando Arta Gusti Pamungkas Narendra Prasidya Wishnu Natasya Erdza Aulia Ningrum, Malinda Satya Nirwani Soenardjo Njurumana, Steven Nggiku Norma Afiati Nugroho, Suciadi Catur Nur Taufik SPJ Nur Taufiq Nur Taufiq-Spj Orisu, Anthon Apolos Parameswari Iccha Nirmalabuddhi Wishnuputri Petta, Constantein Philipus Uli Basa Hutabarat Pingkan Mayestika Pingkan Mayestika Pradina Purwati Pradina Purwati Pratama, Candrika Primaswatantri Permata Putri Novianingrum, Milka Putri, Dhiya Aflah Luswanto Putri, Ni Putu Purba Nava Vidyadhari Putriningtias, Andika Raden Ario Rafsanjani A. Karim Rafsanjani A. Karim Raka Pramulo Sophianto Ramadhani, Muhammad Rizqi Reny Yesiana Retno W. Astuti Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Ria Azizah Tri Nuraini Rizky Imtihan R. Rizky Imtihan R., Rizky Imtihan Robertus Triaji Mahendrajaya Robertus Triaji Mahendrajaya Robertus Triaji Mahendrajaya Robin Robin Rohmah, Ivatur Rotua Malau Rozi Rr. Dyah Artati Akbarinissa Rudhi Pribadi Rudi Pribadi Sarah Nabilla Sari Budi Moria Sartika, Linda Selvi Marcellia Septiani, Nur Alifah Seto Haryoardyantoro Sitti Hartinah DS Sophianto, Raka Pramulo Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Yulina Wulandari Subagiyo Subagiyo Subagiyo Subagiyo Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto Sugiyanto, Nenden Rose Suryono Suryono Sutrisno Anggoro Tarigan, Ariyo Imanuel Taufiq-Spj, Nur Tiara Nur Baeti Baeti Tri Karyawati Tria Nidya Pratiwi Ubay, Jufri Ulfah Nurjanah Ulfah Nurjanah Ulfah Nurjanah, Ulfah Umi Fatimah Valentina R Iriani Valentina R. Iriani W.L. Saputra Wahyu Adi Wahyudi, Yudisthio Wibowo, Muhammad Reyhan Widianingsih Widianingsih Widianingsih Widianingsih Widianingsih Widianingsih, - Wilis Ari Setyati Wilis Ari Setyati Wishnuputri, Parameswari Iccha Nirmalabuddhi Wita Kristianty Sirait Yasir, Moh. Yoki Ristadi Yoko Nozawa Yosi Yananda Sijabat Yudho Prasetyo Yunita Anggarini, Yunita Zulfiandi Zulfiandi Zulfiandi Zulfiandi