Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Muamalah

TRADISI NGEBOM DI KECAMATAN PENDOPO KABUPATEN EMPAT LAWANG DALAM PERSPEKTIF HUKUM EKONOMI SYARIAH Apri, Rudi; Harun, Muhammad; Tamuddin, Muhammad
Muamalah Vol 6 No 1 (2020): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (133.135 KB)

Abstract

ABSTRACT Human life is required to interconnect and interweave ropes among others, this is called the term Hablum minnnas. Through the relationship will be a sense of solidarity, kinship, and help each other, one of which is to help in the form of accounts receivable debt. Through debt is the receivables that human beings can each other lighten each other's burden. It is right to say that this aspect of debt is very important in terms of relieving baban for people in need, because the debt of accounts can give happiness, and also can be one of the good deeds in Islam. The object of research in this thesis is the debt of materials groceries in the form of tradition, as for the problems that become the main target of the author in this thesis is how the debt mechanism of groceries groceries in the form of this tradition. While the type of research used is the type of field research where the data source obtained and collected from the results of data processing in the field are closely related to the title of this thesis. Types of sources and data in this study in the form of qualitative data is the data in the form of a description of something related from the primary data and secondary data collection techniques of this data by way of interviews, and documentation associated with this thesis. So it can be concluded that the implementation of the mechanism of debt in the form of materials receivables sembako in Pendopo District Empat Lawang based on this tradition is very useful for the community involved. This is clearly permitted or prohibited by Islamic law. Whereas in the transaction of debtors' receivables of materials grown in the Pendopo Sub-district of Empat Lawang Regency there must be a willingness between both parties as a lender and the party who is given the debt. Keywords: Tradition, Ngebom, debt Kehidupan manusia dituntut untuk saling berhubungan dan menjalin tali silaturahmi antar sesama, ini yang disebut dengan istilah Hablum minnnas. Melalui hubungan tersebut akan terjalin rasa solidaritas, kekeluargaan, dan tolong menolong antar sesama, salah satu diantaranya ialah tolong menolong dalam bentuk utang piutang. Adapun objek penelitian ini ialah utang piutang bahan sembako dalam bentuk tradisi. bagaimanakah mekanisme utang piutang bahan sembako dalam bentuk tradisi ini. Sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah jenis penelitian lapangan dimana sumber datanya diperoleh dan dikumpulkan dari hasil pengolahan data di lapangan yang erat kaitannya dengan judul skripsi ini. Penelitian ini berupa data kualitatif.teknik pengumpulan data ini dengan cara wawancara, dan dokumentasi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti. Hasil penelitian bahwa pelaksanaan mekanisme utang piutang dalam bentuk bahan sembako di Kecamatan Pendopo Kabupaten Empat Lawang yang berbasis tradisi ini diperbolehkan oleh syariat Islam dengan syarat: harus ada kerelaan di antara kedua belah pihak baik sebagai pemberi utang maupun pihak yang diberi utang. Kata kunci: Tradisi, Ngebom, Utang-piutang
TINJAUAN HUKUM EKONOMI SYARIAH TERHADAP SEWA MENYEWA KANTIN SMA NEGERI 1 PAMPANGAN KECAMATAN PAMPANGAN KABUPATEN OGAN KOMERING ILIR (OKI) Wulandari, Wulandari; Wulandari; Harun, Muhammad; Pertiwi, Hana
Al-muamalah Vol 11 No 2 (2025): Muamalah
Publisher : Program Studi Muamalah Fakultas Syariah dan Hukum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/muamalah.v11i2.32881

Abstract

Manusia sebagai mahluk sosial yang untuk menjalanakan kehidupan saling membutuhkan antara satu dan yang lainnya, salah satu bentuk kegiatan muamalah adalah sewa menyewa. Aktivitas atau implementasi sewa menyewa pada kantin SMA Negeri 1 Pampangan merupakan menjadi sebuah fenomena yang cukup menarik untuk diteliti. Adapun rumusan masalahnya adalah 1. bagaimana akad sewa menyewa kantin dan 2. bagaimana pandangan Hukum Ekonomi Syariah terhadap sewa menyewa kantin di SMA Negeri 1 Pampangan. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan atau fierld research yang bersifat kualitatif dengan teknik pengumpulan data observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa akad yang dilakukan secara lisan anatara pihak kantin dan pihak pengelolah dengan biaya Rp.100.000.,/ bulan, tanpa batas waktu selama penyewa masih ingin menyewakan, yang telah disepakati bersama. Kemudian selang beberapa bulan pihak yang menyewakan menaikan harga sepihak tanpa ada kesepakatan bersama. Pada syarat akad ijarah menunjukkan bawasannya adanya kesepakatan antara kedua belah pihak, sedangkan akad yang dilakukan tersebut menaikan harga sewa kantin secara sepihak tanpa adanya komunikasi dan pemberitahuan, jadi hal tersebut tidak sesuai pada akad perjanjian di awal. Dengan biaya Rp. 200.000.,/ bulan. Menurut hukum ekonomi syariah bawasannya praktik yang dilakukan pada pemilik kantin tersebut tidak sah karna dilakukan kenaikan secara sepihak, Menurut Hukum Ekonomi Syariah pasal 302 menyatakan apabila salah satu syarat dalam akad ijarah tidak ada, maka akad itu batal.