Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search
Journal : Jurnal Hidroteknik

REDESAIN BENDUNGAN WAY APU KABUPATEN BURU PROVINSI MALUKU Ahmad Dwi Cahyadi; Umboro Lasminto; Mohamad Bagus Ansori
Jurnal Hidroteknik Vol 1, No 2 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (623.881 KB) | DOI: 10.12962/jh.v1i2.1671

Abstract

Kecamatan Waeapo merupakan kecamatan dengan jumlah penduduk terpadat di Kabupaten Buru. Sebagian besar penduduknya bekerja pada sektor pertanian, oleh karena itu Kecamatan Waeapo termasuk dalam wilayah pertanian untuk Kabupaten Buru dengan penghasilan padi terbesar bagi Provinsi Maluku dan khususnya bagi Kabupaten Buru. Hasil pertaniannya tidak hanya padi namun banyak lagi misalkan ubi-ubian, kacang-kacangan dan lainnya. Untuk itu kebutuhan air yang dibutuhkan harus tersedia sepanjang tahun agar tetap menjaga hasil produksi tidak berkurang, tetapi pada kenyataannya ketersediaan air tidak selalu ada karena adanya musim kemarau dan pada saat musim penghujan pun sungai Way Apu tidak dapat menampung debit air yang ada. Bendungan adalah salah satu alternatif solusi untuk menampung air saat hujan turun dan memanfaatkan air tersebut saat musim kemarau. Perhitungan yang dipakai dalam Perencanaan yaitu meliputi perhitungan curah hujan rencana dengan menggunakan Pearson Tipe III, analisa ketersediaan debit menggunakan metode FJ Mock, debit rencana menggunakan metode hidrograf Nakayasu, analisa tampungan menggunakan lengkung kapasitas waduk, sedangkan untuk penelusuran banjir menggunakan metode tahap demi tahap (step by step), analisa tubuh bendungan dan kestabilannya, serta analisa pelimpah dan kestabilannya. Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh curah hujan rencana sebesar 895.76 mm, debit rencana periode ulang PMF sebesar 5959,9 m3/detik, dengan kapasitas tampungan efektif sebesar 10,241,211.48 m3 dan dengan debit andalan rata-rata sebesar 10,05 m3/detik. Kebutuhan air baku sebesar 0,2162 m3/detik , kebutuhan PLTA sebesar 0,4 m3/detik dan kebutuhan irigasi dengan luas sawah yang terairi sebesar 7600 ha telah terpenuhi atau tercukupi. Mercu bangunan pelimpah menggunakan mercu tipe Ogee pada elevasi +123.50 dan elevasi muka air banjir pada elevasi +129.20. Tubuh bendungan menggunakan urugan tanah dengan kemiringan hulu dan hilir adalah 1:2, elevasi puncak bendung pada elevasi +131.50 dengan dasar bendungan pada elevasi +107.50,dan panjang dasar tubuh bendungan adalah 103.00 m. Perhitungan stabilitas tubuh bendungan dan spillway aman terhadap gaya-gaya yang terjadi baik dalam kondisi muka air banjir maupun dalam kondisi muka air normal.
PERENCANAAN EMBUNG TAMBAK POCOK KABUPATEN BANGKALAN Abdus Salam; Umboro Lasminto; Nastasia F Margini
Jurnal Hidroteknik Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (685.213 KB) | DOI: 10.12962/jh.v1i1.1654

Abstract

Desa Tambak Pocok Kecamatan Tanjung Bumi Kabupaten Bangkalan adalah salah satu desa atau daerah yang kebutuhan air bakunya belum terpenuhi. Pada saat musim kemarau desa ini mengalami kesulitan air, sumber mata air utama penduduk yaitu sumur, sungai dan sumber mata air lainnya mengalami kekeringan. Padahal mayoritas penduduk di desa tersebut menggunakan air sumur untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sedangkan dilihat dari kondisi daerah desa Tambak Pocok merupakan daerah yang terdiri dari cekungan dan dataran berbukit, sehingga sangat cocok untuk digunakan sebagai tempat untuk menampung air. Perhitungan yang dipakai dalam perencanaan Embung Tambak Pocok yaitu meliputi perhitungan curah hujan rencana dengan menggunakan metode Log normal, Pearson Tipe III, dan Log Pearson Tipe III, analisa debit tersedia menggunakan metode FJ Mock, debit rencana menggunakan metode hidrograf Nakayasu, analisa kebutuhan air menggunakan metode analisa geometri, analisa tampungan menggunakan lengkung kapasitas waduk dan mass curve, sedangkan untuk penelusuran banjir menggunakan metode tahap demi tahap (step by step ), analisa tubuh embung dan kestabilannya, serta analisa spillway dan kestabilannya. Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh curah hujan rencana periode ulang 25 tahun sebesar 82.561 mm, debit rencana periode ulang 25 tahun sebesar13.613, debit andalan sebesar 0.000001153 m3/detik, proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2038 sebesar 14511 jiwa, dan kebutuhan air total yang dibutuhkan adalah sebesar 0.022 m3/detik. Mercu bangunan pelimpah (spillway) menggunakan mercu tipe Ogee tipe I pada elevasi +72.50 dan elevasi banjir yang terjadi pada elevasi +73.15. Tubuh bendungan menggunakan urugan tanah dengan kemiringan hulu dan hilir adalah sebesar 1:2, elevasi puncak bendung terletak pada elevasi +75.00, dasar bendungan terletak pada elevasi +64.00, tinggi jagaan pada tubuh bendungan dipakai sebesar 2.5 meter, dan panjang tubuh bendungan sebesar 66 m. Perhitungan stabilitas tubuh bendungan dan spillway aman terhadap gaya-gaya yang terjadi baik dalam kondisi muka air banjir maupun dalam kondisi muka air normal dengan Sf = 1.7 > 1.5 (Sf minimum).
STUDI PENGENDALIAN BANJIR DAN GENANGAN PADA SISTEM DRAINASE KALI PUCANG SIDOARJO Dwi Retnowati; Umboro Lasminto; Yang Ratri Savitri
Jurnal Hidroteknik Vol 1, No 1 (2015)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (620.727 KB) | DOI: 10.12962/jh.v1i1.1660

Abstract

Kali Pucang termasuk di dalam kawasan Sub DAS Pucang yang memiliki panjang ± 26 km mulai dari hulu Kali Pucang (pertemuan Kali Bader dan Kali Suko) sampai ke hilir di selat Madura. Kali Pucang merupakan saluran yang paling parah ketika terjadi banjir. Banjir yang sering terjadi di kali Pucang Sidoarjo ini disebabkan karena curah hujan yang tinggi pada musim hujan namun kapasitas tampung di saluran Kali Pucang tidak mampu menerima debit air yang mengalir, begitu juga dengan kapasitas drainase di permukiman penduduk yang tidak memadai dan ditambah dengan keadaan daerah disekitar Kali Pucang yang merupakan Permukiman yang cukup padat. Dikarenakan banjir yang terjadi secara terus-menerus setiap tahunnya maka kawasan Kali Pucang perlu dilakukan kajian tentang pengendalian banjir pada sistem drainasenya. Kajian yang dilakukan ini bertujuan untuk mengetahui cara penanggulangan banjir yang terjadi di Kali Pucang, Analisa yang dilakukan adalah dengan menghitung curah hujan menggunakan rumus Log Pearson Tipe III didapatkan besarnya curah hujan yang mungkin terjadi sebesar 118.946 mm. Debit rencana Q10 yang dihitung menggunakan metode Nakayasu menghasilkan debit pada muara Kali Pucang sebesar 103,569 m3/dtk. Kemudian debit banjir yang terjadi akan dibandingkan dengan kapasitas Kali Pucang untuk mengetahui kondisi fullbank pada penampang saluran. Untuk analisa Hidrolika digunakan program bantu Hec-Ras dengan asumsi aliran tidak tetap (unsteady flow). Dari kajian dan perhitungan yang telah dilakukan, alternatif yang digunakan sebagai pengendalian banjir di Kali Pucang adalah dengan melakukan normalisasi pada saluran dengan 2 cara yaitu normalisasi dengan cara memperlebar penampang sungai dan menambah kedalaman sungai. Sehingga diharapkan dengan adanya normalisasi yang dilakukan dapat mengurangi banjir pada daerah Kali Pucang.
Perencanaan Jaringan Drainase Sub Sistem Kalidami Surabaya Risma Lupita Sari; Umboro Lasminto; Nastasia Festy Margini
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (880.273 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i1.4399

Abstract

Saluran Kalidami berada di kawasan Surabaya bagian timur. Saluran ini memiliki panjang 4270 meter dengan lebar bervariasi antara 11-33 meter. Saluran Kalidami membentang dari Kelurahan Airlangga, Gubeng dan berakhir di Selat Madura. Berdasarkan Peta Genangan Kota Surabaya Tahun 2013 terdapat beberapa daerah genangan di sekitar saluran Kalidami, diantaranya pada kawasan Kertajaya, Pucang anom, Dharmawangsa, Gubeng, Mojo, dan Airlangga. Genangan yang terjadi memiliki tinggi yang bervariasi antara 10-50 cm. Pada saluran primer kalidami terdapat buzem yang dilengkapi dengan pintu air dan rumah pompa untuk pengendalian banjir. Namun, saat pompa air dihidupkan pada saat hujan, daerah hilir saluran tidak mampu mengalirkan debit buangan pompa sehingga air pada saluran meluber.Dalam Tugas Akhir ini dilakukan perencanaan drainase pada sub sistem Kalidami dengan meninjau kondisi saluran eksisting dan menggunakan program bantu HEC-HMS dalam analisa hidrologinya. Kemudian debit hasil dari HEC-HMS digunakan sebagai input debit banjir rencana pada analisa hidrolika. Dilakukan dua kali analisa hidrolika, yang pertama dengan kondisi eksising dan yang kedua dengan dengan saluran hasil rencana. Analisa hidrolika untuk saluran tersier menggunakan perhitungan analitik sedangkan untuk saluran sekunder dan primer menggunakan program bantu HEC-RAS.Berdasarkan hasil analisa kondisi eksisting diperoleh bahwa genangan air yang terjadi pada DAS Kalidami terjadi karena kapasitas saluran yang tidak mampu mengalirkan debit banjir, baik akibat dimensi saluran yang kurang lebar, adanya sedimentasi maupun banyaknya sampah di saluran. Kapasitas saluran primer Kalidami saat ini tidak dapat mengalirkan debit banjir rencana, sehingga dibutuhkan perencanaan baru. Lebar saluran sekunder yang diperlukan berkisar antara 2 meter sampai 7 meter dengan kedalaman 2,5 meter. Sedangkan lebar saluran primer yang diperlukan adalah 12 meter pada bagian hulu kemudian melebar hingga 40 meter pada bagian hilir yang berbatasan dengan laut dengan kedalaman 2,5 meter. Kapasitas boezem dengan 5 buah pompa berkapasitas 1,5 m3/dt serta 2 buah pompa berkapasitas 3 m3/dt yang ada saat ini dapat berfungsi mengalirkan debit banjir rencana.
Perencanaan Embung Ohoi Marvun Kecamatan Kei Kecil Timur Kabupaten Maluku Tenggara Anna A Misdanik; Umboro Lasminto; Edijatno Edijatno
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (354.754 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i2.4406

Abstract

Desa Marvun merupakan salah satu desa yang terdapat di Kecamatan Kei Kecil Timur, Kabupaten Maluku Tenggara. Daerah tersebut dengan kondisi topografi berbukit di beberapa kawasan sering mengalami kekeringan khususnya pada musim kemarau. Oleh karena itu, di daerah ini perlu dikembangkan sumber daya airnya sebagai upaya peningkatan penyediaan air baku untuk kebutuhan air bersih maupun kebutuhan air irigasi.Dalam Tugas Akhir ini, direncanakan Embung Ohoi Marvun dengan kedudukan as bendung yang telah ditentukan pada analisa sebelumnya. Perencanaan dilakukan dengan menganalisa data-data yang ada sehingga mendapatkan desain Embung Marvun. Analisa yang dilakukan meliputi analisa untuk penentuan, analisa hidrologi, analisa hidrolika, serta kontrol stabilitas seluruh bangunan pada Embung Ohoi Marvun.Dari analisa yang dilakukan, diharapkan didapatkan output desain Embung Ohoi Marvun yang meliputi besar debit rencana Sungai Marvun,kebutuhan air Desa Marvun, mendapatkan dimensi Embung Ohoi Marvun yang meliputi dimensi main dam (termasuk lubang drainase), serta dimensi bangunan pelengkan Embung Ohoi Marvun.Perhitungan yang dipakai dalam perencanaan yaitu meliputi perhitungan curah hujan rencana dengan menggunakan Log Pearson Tipe III, analisa ketersediaan debit menggunakan metode FJ. Mock, debit rencana menggunakan metode hidrograf Nakayasu, analisa tampungan menggunakan lengkung kapasitas waduk, sedangkan untuk penelusuran banjir menggunakan metode tahap demi tahap (step by step), analisa tubuh embung dan kestabilannya, serta analisa pelimpah dan kestabilannya.Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh curah hujan rencana sebesar 264,93 mm, debit rencana periode ulang 100 tahun sebesar 8,09 m3/detik, dengan kapasitas tampungan efektif sebesar 125.451,50 m3 dan dengan debit andalan rata-rata sebesar 0,042 m3/detik. Kebutuhan air baku sebesar 19,53 liter/hari, tampungan embung dapat mengairi daerah irigasi dengan pola tanam palawija-palawija-palawija dengan luas lahan 4 ha. Mercu bangunan pelimpah menggunakan mercu tipe Ogee pada elevasi +23,00 dan elevasi muka air banjir pada elevasi +23,40. Tubuh embung menggunakan urugan tanah dengan ini tegak dengan kemiringan hulu 1:2,5 dan hilir 1:2. Elevasi puncak embung pada elevasi +25,00dengan dasar embung pada elevasi +15,00. Panjang dasar tubuh embung adalah 59 m. perhitungan stabilitas tubuh embung dan pelimpah aman terhadap gaya-gaya yang terjadi baik dalam kondisi muka air banjir maupun kondisi muka air normal.
Pemodelan Aliran 1D pada Bendungan Tugu Menggunakan Software HEC-RAS Sintya Maghfira Ismawati; Umboro Lasminto
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (410.747 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i2.4412

Abstract

Dalam perencanaan bangunan air khususnya perencanaan bendungan dilakukan suatu perhitungan aliran untuk mendapatkan profil muka air. Perhitungan aliran tersebut menggunakan konsep steady atau unsteady flow. Perhitungan steady flow dapat dilakukan secara analitis sehingga diperoleh aliran seragam, sementara untuk perhitungan unsteady flow diperlukan suatu program bantu guna untuk mempermudah perhitungan, salah satu program bantu yang dapat digunakan adalah HEC-RAS. Program HEC-RAS merupakan salah satu program pemodelan analisis hidraulika aliran pada saluran/sungai.Pemodelan aliran dengan HEC-RAS pada Bendungan Tugu dapat disimulasikan menjadi 2 cara. Cara 1 yaitu dengan memodelkan waduk sebagai River Station dan bendungan sebagain Inline Structure. Sementara untuk cara ke 2, waduk dimodelkan sebagai Storage Area dan bendungan sebagai Inline Structure. Pemodelan geometri pelimpah dapat disimulasikan ke dalam kedua pemodelan tersebut. Hasil dari beberapa pemodelan tersebut salah satunya yaitu profil permukaan air, hasil inilah yang digunakan untuk membandingkan dengan hasil perhitungan analitis.Dari hasil beberapa pemodelan yang telah dilakukan diperoleh elevasi muka air waduk pada kondisi debit periode ulang 1000 tahun sebesar +256.07(pemodelan cara 1), dengan debit yang sama untuk pemodelan dengan cara 2 diperoleh elevasi muka air sebesar +255.99. Sementara untuk hasil perhitungan analitis tinggi muka air waduk berada pada elevasi +256.65(Q1000), dengan begitu maka selisih antara hasil perhitungan analitis dengan pemodelan menggunakan HEC-RAS tidak jauh berbeda. Salah satu kelebihan perencanaan desain hidraulik bendungan menggunakan software HEC-RAS adalah apabila terdapat alternatif desain baru maka dapat disimulasikan lebih cepat dibandingkan dengan perhitungan analitis. 
Perencanaan Sistem Drainase Apartemen Royal Afather World, Waru-Sidoarjo Safira Nur Afifah; Umboro Lasminto; Edijatno Edijatno
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.646 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i2.4408

Abstract

Seiring dengan laju pertumbuhan Kota Surabaya, investasi melalui kepemilikan properti menjadi tren saat ini. Apartemen menjadi properti yang perkembangannya cukup pesat, salah satunya yang terbaru adalah Apartemen Royal Afather World. Lokasi superblok apartemen ini sangat strategis, yaitu dekat dengan akses Tol Waru-Juanda di perbatasan Surabaya-Sidoarjo. Oleh sebab itu, perencanaan drainase apartemen harus dilakukan sebaik mungkin untuk mencegah dampak banjir di kawasan sekitarnya.Namun, diketahui pembangunan apartemen ini menyebabkan alih fungsi lahan yang besar sehingga koefisien pengaliran (C) lahan berubah menjadi 4 kali lipat. Untuk mencapai prinsip Zero Delta Q,, sistem drainase Apartemen Royal Afather World direncanakan dengan cara <50% debit banjir kawasan (Q) boleh dibuang ke saluran kota, sedangkan >50% sisanya ditahan di dalam kawasan sampai hujan berhenti.Berdasarkan analisis dan perhitungan yang telah dilakukan, sistem drainase pada apartemen dibagi menjadi 2 sistem. Q dari sistem drainase jalan langsung dibuang ke saluran Kali Perbatasan, sedangkan Q sistem drainase atas/tower ditahan di kolam tampung. Kolam direncanakan dapat menampung Q dengan durasi hujan (td)=90 menit. Outflow kolam direncanakan menggunakan valve untuk mengatur tinggi muka air kolam (h) <0,9 m.
Perencanaan Embung Ohoinol Di Desa Ohoinol Kabupaten Maluku Tenggara Zakiyatun Nafisah; Umboro Lasminto; Edijatno Edijatno
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 2 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (539.85 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i2.4410

Abstract

Desa Ohoinol di Maluku Tenggara sering mengalami masalah kekurangan ketersediaan air pada saat musim kemarau. Untuk mengatasi masalah tersebut maka direncanakan untuk dibangun suatu tampungan air  yakni embung yang akan berfungsi menampung air saat musim hujan sehingga air dapat digunakan saat musim kemarau. Untuk merencanakan embung dilakukan beberapa analisis. Analisis tersebut meliputi analisis hujan rencana menggunakan distribusi Log Pearson Tipe III , analisis banjir rencana menggunakan metode hidrograf Nakayasu, analisis debit andalan menggunakan metode Mock dan analisis kebutuhan air penduduk Desa Ohoinol. Kebutuhan air  terdiri dari kebutuhan air baku domestic dan non dometik dan irigasi. Selain itu dilakukan analisis keseimbangan air menggunakan kapasitas embung untuk melihat apakah tampungan embung mampu memenuhi kebutuhan air, analisis penelusuran banjir menggunakan metode penelusuran waduk dan analisis terhadap keamanan konstruksi bangunan embung.Dari analisis yang telah dilakukan diperoleh besar debit banjir sebesar 10.90 m3/s . Nilai rata-rata debit andalan 0.003 m3/s  untuk Q90% dan 0.015 m3/s untuk Q50%. Kebutuhan air Desa Ohoinol sebesar 30,990 l/hari untuk air domestik dan 6,260 l/hari non domestik. Nilai tampungan mati embung ohoinol sebesar 12,317.19 m3 dan tampungan efektif 69,797.40 m3.  Analisis keseimbangan air yang telah dilakukan menunjukkan embung mampu memenuhi kebutuhan air desa ohoinol. Dari analisis-analisis tersebut maka tubuh embung direncanakan berada padaelevasi  dasar +15.00 m sampai elevasi puncak +25.00 m. Tinggi total tubuh embung adalah 10 dengan kemiringan hulu 2.5 dan kemiringan hilir 2.0. Bangunan pelimpah embung menggunakan mercu tipe ogge, berada pada elevasi +23.00 m dengan lebar mercu 4.0 m.  Dari analisis penelusuran banjir, elevasi muka air banjir pada +23.86 m. Kolam olak untuk meredam energi menggunakan USBR tipe III. Konstruksi tubuh embung dan pelimpah telah dianalisis keamanannya dan dinyatakan aman dalam kondisi muka air normal dan muka air banjir.
Redesain Embung Angsokah Kabupaten Sampang Chandra Eko Prasetyo; Umboro Lasminto; Mohamad Bagus Ansori
Jurnal Hidroteknik Vol 2, No 1 (2017)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (622.723 KB) | DOI: 10.12962/jh.v2i1.4403

Abstract

Pada musim kemarau sebagian besar wilayah di Kabupaten Sampang sering mengalami kekeringan. sungai-sungai yang pada musim penghujan banyak terdapat air, pada musim kemarau menjadi  berkurang airnya dan di sebagian kawasan terkadang menjadi kering. Sungai Omben adalah salah satu sungai yang pada musim kemarau akan mengalami kekeringan. Kondisi ini membuat masyarakat di sepanjang sungai Omben khususnya masyarakat desa Angsokah kecamatan Omben mengalami kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Dari identifikasi data curah hujan 10 tahun dan topografi, pembangunan embung merupakan salah satu alternatif yang dapat diterapkan dalam mengatasi kekurangan air di Desa Angsokah.Perhitungan – perhitungan yang dilakukan dalam perencanaan Embung Angsokah ini meliputi analisa kebutuhan air menggunakan metode linier geometri, analisa kapasitas tampungan menggunakan lengkung kapasitas dan kurva massa, perhitungan curah hujan rencana menggunakan metode pearson type III , debit rencana menggunakan metode hidrograf Nakayasu sedangkan debit andalan dihitung dengan metode FJ Mock, penelusuran banjir menggunakan metode tahap demi tahap (step by step), analisa kestabilan spillway terhadap guling, geser, tegangan tanah dan ketebalan lantai,  analisa kestabilan tubuh bendungan terhadap longsor metode Fellenius dan dengan program DX-STABL pada saat kondisi embung masih kosong, pada saat muka air maksimum (banjir), pada saat elevasi muka air  ¾ tinggi muka air maksimum, pada saat elevasi muka air ½ tinggi air maksimum, dan pada saat elevasi muka air sama dengan elevasi dead storage.Dari perhitungan yang telah dilakukan diperoleh proyeksi jumlah penduduk pada tahun 2039 sebanyak 2.877 jiwa dengan kebutuhan air per orang 100 lt/org/hr, kebutuhan air rencana 3,663 m3/dtk, kapasitas tampungan sebesar 64.752,919 m3, curah hujan rencana periode ulang 25 tahun sebesar 129,354 mm, debit rencana periode ulang  tahun sebesar 13,029 m3/detik, mercu spillway menggunakan mercu Ogee Tipe I dengan elevasi mercu pada +103,00 dan elevasi muka air banjir pada +104,02. Tubuh bendungan menggunakan urugan tanah dengan kemiringan hulu dan hilir tubuh bendungan adalah 1 : 2, elevasi puncak berada pada +106,50 dan elevasi dasar berada pada +95,00. Tinggi jagaan tubuh bendungan dipakai sebesar 2 m. Tubuh bendungan diperkuat dengan geotexlie dipasang melintang 11 lapis type geotextile yang dipilih adalah type Stabilenka 800/100, sedangkan arah memanjang dipasang Geomembran HDPE tebal 2 mm. Saluran pengambilan menggunakan pipa HDPE diameter 0,20 m yang selanjutnya ditampung di bak penampungan air.
PERENCANAAN ULANG SISTEM DRAINASE PERUMAHAN SUKOLILO DIAN REGENCY DI SURABAYA TIMUR Lisna Isminingtyas; Umboro Lasminto
Jurnal Hidroteknik Vol 3, No 1 (2018)
Publisher : Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.12962/jh.v3i1.14029

Abstract

Surabaya merupakan salah satu kota besar  yang ada di Jawa Timur. Luas total Kota Surabaya  adalah  350,5  km²  dengan  jumlah  penduduk  sebanyak 3.057.766 jiwa. Kota Surabaya menjadi  salah satu destinasi masyarakat luar kota yang ingin  berurbanisasi. Hal ini merupakan salah satu faktor  utama  yang  menarik  minat  para  pengembang  perumahan  dan  properti  untuk  membangun  kawasan  perumahan  baru.  Perumahan  Sukolilo  Dian Regency dibangun dengan cara menimbun  lahan sehingga mengubah penggunaan lahan dari  daerah tambak (tampungan sementara)  menjadi  daerah limpasan yang tentunya akan berdampak  pada permasalahan banjir disekitarnya. Tahap  pertama  dari  pengerjaan  penelitian ini adalah melakukan studi lapangan dan  studi  literatur.  Dilanjutkan  dengan  melakukan  pengumpulan  data,  data-data  yang  diperlukan  untuk  penelitian  ini  diantaranya  adalah  data  hidrologi, data peta, dan data hidrolika. Setelah  mendapatkan data, dilakukan analisis debit banjir  rencana sehingga dapat disimpulkan apakah sistem  drainase  eksisting  dapat  menampung  dan  menyalurkan  debit  rencana  yang  telah  diperhitungkan. Berdasarkan  hasil  analisis,  penyebab  adanya genangan  yang terjadi  pada perumahan  dikarenakan  tidak  mampunya  sistem  drainase  menampung  debit  rencana,  selain  itu  adanya  pengaruh  pasang  pada  saluran  sekunder  berdampak pada saluran tersier dalam perumahan.  Sehingga dibutuhkan perencanaan sistem drainase  baru pada perumahan dengan merevitalisasi semua  saluran  pada  perumahan  menggunakan  U-Ditch  dan penambahan fasilitas drainase berupa kolam  tampung dan pompa untuk mencegah pengaruh  pasang dari saluran sekunder.
Co-Authors Abdus Salam Afkarina Izzati Ahmad Dwi Cahyadi Aisyah Amelia Amrizal Amrizal Anak Agung Ngurah Satria Damarnegara Angela Jasmine Tanya Tjahyana Aninda Rahmaningtyas Anna A Misdanik Anwar, Nadjadji Ardelia Arlimasita Ashilah, Hafizhah Bagas Yoga Pratama Bahmid Tohari Bambang Sarwonno Bambang Sarwono Bangun Muljo Soekotjo Bangun Muljo Sukojo, Bangun Muljo Berlian Al Kindhi Brama Lesmono Budi Rahardjo Cahya Buana Catur Arif Prastyanto, Catur Arif Chandra Eko Prasetyo Chandra Murprabowo Mudjib Data Iranata Devy Amalia Dianeka, Belia Tatika Arno Dwi Retnowati Edijatno Edijatno Edijatno Edijatno Edijatno Edijatno Faradilla Ayu Rizki Shiami Farida Rahmawati Gemma Galgani Tunjung Dewandaru Habibur Rohman Hafidh Farisi Hendrata Wibisana Hera Widyastuti I Gede Tunas Irma Noor Fadhilla Istiar Jagad Dhita Kustyaningrum Jagad Dhita Kustyaningrum Lisna Isminingtyas Made Gita Pitaloka Maulana, Mahendra Andiek Mega Septia Sarda Dewi Mohamad Bagus Ansori Mohamad Bagus Ansori Muh. Fikri Ardwian Muhding, Noor Zaqiyah Nastasia F Margini Nastasia Festy Marginia Novi Andriany Teguh Pukan, Mariano Ado Galot Rachmatika Nurita Rafika Nuramalia Riki Chandra Wijaya Risma Lupita Sari Rizaldi Firdaus Ardiyanto Rizky Saputra Rossana Margaret Kadar Yanti Safira Nur Afifah Sari, Putu Tantri Kumala Sarwono Sarwono Satria Damar Negara Satria Damar Negara Satria Damarnegara Satria Damarnegara Sharfina Cintantya Purwandani Sintya Maghfira Ismawati Sreenatha G. Anavatti Sukotjo, Bangun Muljo Tjahyana, Angela Jasmine Tanya Wahju Herijanto Wardoyo, Wasis Wijaya, Riki Chandra Yang Ratri Savitri Yang Ratri Savitri Zakiyatun Nafisah Zharin F. Syahdinar