Claim Missing Document
Check
Articles

Estimasi Stok Karbon di Precet Kawi Forest Wilayah Resor Pemangkuan Hutan Wagir KPH Malang: Estimation of Carbon Stock at Precet Kawi Forest Wagir RPH Area, KPH Malang Adimas, Lastya; Zayadi, Hasan; Prasetyo, Hamdani Dwi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 1 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i1.12945

Abstract

ABSTRACT This study aims to determine how much of the Precet Kawi Forest area of the Wagir Forest Pemangkuan Resort Area KPH Malang is able to store carbon reserves. The results of this study can support conservation area management activities in a sustainable and sustainable manner in relation to reducing the impact of global warming. The research was conducted at Precet Kawi Forest, Pemangkuan Hutan Wagir Resort area of KPH Malang. Data processing and determination of specific gravity were carried out at the Central Laboratory of the Islamic University of Malang. Determination of the location of the plot using purposive sampling method with an emphasis on locations with a high level of diversity. Plots were made at 3 locations and coordinates were taken using GPS. The results of this study used two allometric methods, Chave and Istomo, which showed that the potential carbon stock in the protected forest plot area had the highest carbon stock value. In the plot area of Pinus merkusii Jungh et de Vriese has the second highest carbon storage content. Judging from the Swietenia mahagoni plot has the lowest carbon storage compared to the protected forest plot and the Jungh et de Vriese Pinus merkusii plot. further research to determine the carbon content stored underground (Below ground) at the same location. Keywords: Carbon Stock, Carbon Pool, KPH Malang   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar kawasan Precet Kawi Forest Wilayah Resort Pemangkuan Hutan Wagir KPH Malang mampu menyimpan candangan karbon. Hasil penelitian ini dapat menunjang kegiatan pengelolaan kawasan konservasi secara berkelanjutan dan lestari dalam kaitannya dengan pengurangan dampak pemanasan global.Penelitian dilakukan di Precet Kawi Forest, wilayah Resort Pemangkuan Hutan wagir KPH Malang. Pengolahan data dan penentuan berat jenis dilakukan di Laboratorium Pusat Universitas Islam Malang. Penentuan lokasi plot menggunakan metode purposive sampling di titik beratkan pada lokasi yang tingkat keragaman yang tinggi. Plot dibuat pada 3 lokasi dan pengambilan koordinat dengan menggunakan GPS. Pada hasil penelitian menggunakan dua metode alometrik Chave(2005) dan Istomo(2006) yang dapat diketahui potensi cadangan karbon pada area plot hutan lindung memiliki nilai cadangan karbon tertinggi. Pada area plot Pinus merkusii Jungh et de Vriese memiliki kandungan simpanan karbon tertinggi kedua. Dilihat dari plot Swietenia mahagoni memiliki simpanan karbon terendah dibandingan plot hutan lindung dan plot Pinus merkusii Jungh et de Vriese. Dalam penelitian ini dilakukan analisis kandungan karbon di atas tanah (Above ground) pada struktur jaringan hidup batang pohon, Saran dari penelitian ini yaitu perlu diadakannya penelitian lebih lanjut untuk mengetahui kandungan karbon yang tersimpan pada bawah tanah (Below ground) pada lokasi yang sama. Kata kunci: Karbon stok, carbon pool, KPH Malang.
Studi Perbandingan Aktivitas Harian Kelompok Lutung jawa Betina (Trachypithecus auratus) Sebelum dan Sesudah Dilepasliarkan Di Hutan Lindung Coban Talun Putri, Febrian Priska Amalia; Santoso, Hari; Zayadi, Hasan
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i1.13017

Abstract

The population of east javan langur (Trachypithecus auratus) the number in nature continues to decrease, rehabilitation is one way to preserve the population. This study aims to compare the daily activity before and after release the east javan langur. To approach the aim of the study, the researcher used focal animal sampling and scans sampling and noted with Instantaneous Sampling then calculated the percentage.  Data of the observation obtained by recording the daily activities of east javan langur in the barn or in the nature  includes the movement activity (walking, running, jumping and climbing) break time activity (sit back, sit alert, standing, sleeping, prone and supine),  agononistic social activity ( sound, chase, and snatch the food, hit and fight),  grooming activity (allo-grooming and auto-grooming) eat, drink, urination and defecation. The finding of this research showed that the presentation of daily activities of east javan langur in the barn is first, the break time activity (42, 9%), second, eat and drink activity (24, 1%), grooming (18.6%), movement (8.2%), social agonistic (3.3%), urination and defecation (2.3%) and  sexual (0.6%).  Then for the daily activities in the nature, movement (34.6%), break time activity (29.0%), eat and drink (22.7%), grooming (8.7%), urination and defecation (0.9%) and sexual (0%). The tentative conclusion before the high released activity in the nature is the break time activity. the highest activity of east javan langur presumed freedom of location area to doing activity like movement, temperature intensity, feed abundance and the presence of the opposite sex.Keywords: Javan Langur, Comparison of Activity, FactorABSTRAKPopulasi Lutung Jawa (Trachypithecus auratus) jumlahnya di alam terus menurun, salah satu usaha pelestarianya dengan melakukan rehabilitasi. Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan aktivitas harian sebelum dan sesudah pelepasliaran Lutung Jawa. Metode yang digunakan yaitu Focal Animal Sampling dan Scan Sampling dengan pencatatan Instantaneous Sampling kemudian dihitung persentasenya. Data pengamatan diperoleh dari pencatatan aktivitas harian lutung jawa di kandang maupun di hutan meliputi aktivitas bergerak (berjalan, berlari, melompat dan memanjat), aktivitas istirahat (duduk rileks, duduk waspada, berdiri, tidur, menelungkup dan terlentang), aktivitas sosial-agonistik (bersuara, mengejar, merebut makanan, memukul dan berkelahi), aktivitas grooming (allo-grooming dan auto-grooming), makan, minum, urinasi dan defekasi. Hasil penelitian menunjukkan persentase aktivitas di kandang yakni istirahat (42.9%), makan dan minum (24.1%), grooming (18.6%), bergerak (8.2%), sosial agonistic (3.3%), urinasi dan defekasi (2.3%) dan seksual (0.6%). Untuk aktivitas harian di hutan yakni bergerak (34.6%), istirahat (29.0%), makan & minum (22.7%), grooming (8.7%), urinasi dan defekasi (0.9%) dan seksual (0%). Kesimpulan sementara sebelum dilepasliarkan aktivitas tertinggi dalam kandang adalah istirahat. Setelah dilepasliarkan aktivitas tertinggi di hutan bergerak bebas. Tingginya aktivitas lutung jawa diduga kebebasan luasan lokasi untuk bergerak, intensitas suhu, kelimpahan pakan dan adanya lawan jenis.Kata kunci : Lutung Jawa, Perbandingan Aktivitas, Faktor
Uji pupuk silika terhadap intensitas serangan hama penggerek batang (Chilo influscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis) pada tebu (Saccharum officinarum L.) varietas Bululawang : Silica fertilizer test to the intensity of stem border (Chilo influscatellus) attacks and shoots (Scirpophaga excerptalis) on Bululawang variety-sugarcane (Saccharum officinarum L.) Istiqomah; Asbani, Nur; Zayadi, Hasan; Tito, Sama Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i1.13070

Abstract

Sugarcane (Saccharum officinarum L.) is the main ingredient in the manufacture of sugar where sugar is a primary need for the community. At this time sugarcane plants declined due to the attack of stem borer (Chilo influscatellus) and shoots (Scirpophaga excerptalis), resulting in production losses. Silica plays an important role in helping to reduce pest attacks, thereby accelerating the growth of sugarcane plants. This study aimed to determine the effect of silica on the intensity of attack by stem borer  and shoots. This research was conducted in the BALITAS experimental garden using RAK treatment which in this study used Silica Simax, Forsil, Bality and Control. Where after the data results were obtained, they were analyzed using the Two-way ANOVA test using SPSS. The results obtained on stem borer and shoots before silica treatment increased the attack of the borer and after treatment with silica the borer was reduced so that silica was effective in treating stem borer (Chilo influscatellus) and shoots. (Scirpophaga excerptalis) sugarcane. Silica is also able to accelerate the growth of sugarcane plants, photosynthesis and resistance to external attacks. Keywords: Borer, Silica (Si), Sugarcane (Saccharum officinarum L), Buluawang variety. ABSTRAK Tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) merupakan bahan utama dalam pembuatan gula yang mana gula merupakan kebutuhan primer bagi masyarakat. Pada saat ini tanaman tebu menurun karena adanya serangan hama penggerek batang (Chilo influscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis), berdampak pada kerugian produksinya. Silika berperan penting untuk membantu mengurangi serangan hama, sehingga mempercepat pertumbuhan tanaman tebu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh silika terhadap intensitas serangan hama penggerek batang (Chilo influscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis). Penelitian ini dilakukan dikebun percobaan BALITAS  dengan menggunakan perlakukan RAK yang mana pada penelitian ini menggunakan Silika Simax, Forsil, Balitas dan Kontrol. Dimana setelah didapatkan hasil data lalu di analisis dengan menggunakan uji Two-way ANOVA menggunkaan SPSS. Hasil yang didapatkan pada hama penggerek batang (Chilo influscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis) sebelum dilakukan perlakuan silika serangan hama penggerek tersebut meningkat dan setelah dilakukan perlakuan silika hama penggerek berkurang sehingga silika efektif untuk melakukan perlakuan terhadap hama penggerek batang (Chilo influscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis) tebu. Silika juga mampu mempercepat pertumbuhan tanaman tebu, fotosintesis dan ketahanan serangan dari luar.  Kata kunci: hama penggerek, Silikas (Si), Tebu (Saccharum officinarum L), varietas Buluawang.
Karakter Morfologis dan Ekologis Coffea arabica L. di Perkebunan Rakyat dan Perhutani Pandansari Malang: Morphological and Ecological Characters of Coffee Arabica L. in the People's and Perhutani Plantation of Pandansari, Malang Shalehah, Nikmatus; Hakim, Luchman; Zayadi, Hasan
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i1.13105

Abstract

The conditions in which plants grow affect plant growth and development. If the conditions in which the plant grows are not suitable, its growth will be disrupted and the yield of plant production is not optimal. This research was carried out in two locations, namely in Perhutani land with an altitude of 1110 meters above sea level and community plantations with an altitude of 914 meters above sea level. The type of research used is descriptive qualitative with exploratory sampling. The results showed that ecological factors affect plant morphology. Different light intensities cause the leaves on smallholder plantations to be smaller in size to reduce water evaporation and the distance between the segments of Coffea arabica L. on perhutani land has a longer internode distance due to etiolation. The shade trees found in smallholder plantations are Maesopsis eminii, Engl., Leucaena leucocephala subsp. Glabrata, Pterocarpus indicus, Hibiscus tiliaceus, Toona sureni, Melia azedarach, Leucaena leucocephala. The shade trees on Perhutani land are Pinus merkusii and Ficus benjamina L. Keywords: morphology, ecology, Coffea arabica L, shade trees. ABSTRAK Kondisi tempat tumbuh tanaman mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Apabila kondisi tempat tumbuh tanaman tidak sesuai maka pertumbuhannya akan terganggu dan hasil produksi tanaman tidak maksimal. Penelitian ini dilaksanakan di dua lokasi yaitu di lahan perhutani dengan ketinggian 1110 m dpl dan perkebunan rakyat dengan ketinggian tempat 914 m dpl. Jenis penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pengambilan sampel secara eksplorasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor ekologi mempengaruhi morfologi tanaman. Intensitas cahaya yang berbeda menyebabkan daun di lahan perkebunan rakyat berukuran lebih kecil untuk mengurangi penguapan air dan jarak antar ruas pada Coffea arabica L. di lahan perhutani memiliki ukuran antar ruas lebih panjang karena etiolasi. Pohon penaung yang terdapat di lahan perkebunan rakyat adalah Maesopsis eminii, Engl., Leucaena leucocephala subsp. Glabrata, Pterocarpus indicus, Hibiscus tiliaceus, Toona sureni, Melia azedarach, Leucaena leucocephala. Pohon penaung di lahan perhutani adalah Pinus merkusii dan  Ficus benjamina L. Kata kunci: morfologi, ekologi, Coffea arabica L, pohon penaung.
Pengaruh Aplikasi Silika pada Pertumbuhan Tebu (Saccharum officinarum L.) terhadap Resistensi Hama Penggerek Batang (Chilo infuscatellus) dan Pucuk (Scirpophaga excerptalis) di Balittas Karangploso Malang: Effect of Silica Application on the Growth of Sugarcane (Saccharum officinarum L.) against Resistance of Stem Borer (Chilo infuscatellus) and Shoots (Scirpophaga excerptalis) in Balittas Karangploso, Malang Annisa, Silvia; Asbani, Nur; Zayadi, Hasan; Tito, Sama' Iradat
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 5 No. 2 (2023)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v5i2.13135

Abstract

This study aimed to determine the effect of silica application on the growth of sugarcane (Saccharum officinarum L.) Malang 52 varieties and the resistance of stem borer (Chilo infuscatellus) and shoots (Scirpophaga excerptalis). This research was conducted at the Experimental Garden of Balittas Karangploso, Malang, East Java. Pest identification activities were carried out at the Entomology Research Group Laboratory. The study was conducted from October 2020 to February 2021. The experiment was arranged in a Randomized Block Design with five treatments and three replications. The research parameters included plant height, stem hardness, leaf hardness, leaf chlorophyll content, percentage of stem borer and shoot borer attack intensity. The results showed that the growth of sugarcane varieties Malang 52 significantly affected plant height, stem hardness, leaf hardness, and leaf chlorophyll content and the percentage intensity of stem borer (Chilo infuscatellus) and shoot borer (Scirpophaga excerptalis) attacks.  Keywords : Stem borer (Chilo infuscatellus), Shoot borer (Scirpophaga excerptalis), Silica, Sugarcane (Saccharum officinarum L.) Malang 52   ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh aplikasi silika terhadap pertumbuhan tanaman tebu (Saccharum officinarum L.) varietas Malang 52 dan dan resistensi hama penggerek batang (Chilo infuscatellus) dan pucuk (Scirpophaga excerptalis). Penelitian ini dilakukan di Kebun Percobaan Balittas Karangploso, Malang, Jawa Timur. Kegiatan identifikasi hama dilakukan di Laboratorium Kelompok Peneliti Entomologi. Penelitian dilakukan dari bulan Oktober 2020 sampai Februari 2021. Percobaan disusun dalam Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 5 perlakuan dan 3 ulangan. Parameter penelitian meliputi  tinggi tanaman, kekerasan batang, kekerasan daun, kadar klorofil daun, presentase intensitas serangan hama penggerek batang dan penggerek pucuk. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan tanaman tebu varietas Malang 52 secara signifikan berpengaruh terhadap tinggi tanaman, kekerasan batang, kekerasan daun, kadar klorofil daun serta berpengaruh terhadap persentase intensitas serangan hama penggerek batang (Chilo infuscatellus) dan penggerek pucuk (Scirpophaga excerptalis). Kata kunci : Penggerek batang (Chilo infuscatellus), Penggerek pucuk (Scirpophaga excerptalis), Silika, Tebu (Saccharum officinarum L.) Malang 52
Preferensi Lebah Madu Apis mellifera terhadap Berbagai Jenis Pakan Tambahan berdasarkan Jumlah Kunjungan dan Konsumsi Pakan di Peternakan PT Kembang Joyo, Kabupaten Malang, Jawa Timur: Apis mellifera Honey Bee Preference for Various Types of Suplementary Feed based on Number of Visits and Feed Consumption at PT Kembang Joyo Farm, Malang Regency, East Java Hidayatul, Romdiyah; Tito, Sama'iradat; Zayadi, Hasan
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i2.16144

Abstract

Apis mellifera honey bee is the most widely cultivated bee species in Indonesia, one of which is the Kembang Joyo farm. The need for bee feed in nature is dwindling and causes the use of additional feed to maintain bee colonies by breeders. The variety of feed types causes the need for research on bee preferences for additional feed to find the type of feed that bees most prefer and can be reached by farmers. The purpose of this study was to compare the preferences of honey bees to various types of supplementary feed at Kembang Joyo Farm and to determine the type of supplementary feed that Apis mellifera honey bees preferred. This research method is an experimental method with 6 treatments and 23 replications which were analyzed through the ANOVA test which was then continued by the Tukey test using the PAST application. The results showed that each type of feed was favored by bees with different numbers of visitors. The type of feed that was most preferred by bees based on the number of visitors was cane sugar solution with 116 individual bees visitors in one replication, while based on feed consumption the most consumed was cane sugar solution with feed consumption of 0.24 ml/individual. Apis mellifera honey bee likes cane sugar solution based on the aroma factor and sucrose content. Keywords: Apis mellifera, Preference, Suplementary food   ABSTRAK Lebah madu Apis mellifera merupakan spesies lebah yang paling banyak dibudidayakan di Indonesia, salah satunya di peternakan Kembang Joyo. Kebutuhan pakan lebah di alam yang semakin menipis menyebabkan peternak menggunakan pakan tambahan untuk mempertahankan koloni lebah. Jenis pakan yang bervariasi menyebabkan perlunya penelitian tentang preferensi lebah terhadap pakan tambahan untuk menemukan jenis pakan yang paling disukai oleh lebah dan dapat dijangkau oleh peternak. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk  membandingkan preferensi lebah madu terhadap berbagai jenis pakan tambahan di Peternakan Kembang Joyo dan untuk mengetahui jenis pakan tambahan yang paling disukai lebah madu Apis mellifera. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode eksperimental dengan 6 perlakuan dan 23 kali ulangan yang dianalisa dengan uji ANOVA yang kemudian dilanjutkan dengan Uji Tukey menggunakan aplikasi PAST. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masing-masing jenis pakan disukai oleh lebah namun dengan jumlah pengunjung yang berbeda-beda. Adapun jenis pakan yang paling disukai lebah berdasarkan jumlah pengunjung yakni larutan gula tebu dengan 116 individu lebah pengunjung dalam satu kali ulangan, sedangkan berdasarkan konsumsi pakan yang paling banyak dikonsumsi adalah larutan gula tebu dengan konsumsi pakan sebanyak 0,24 ml/individu. Lebah madu Apis mellifera menyukai larutan gula tebu berdasarkan faktor aroma dan kadar sukrosa. Kata kunci: Apis mellifera, Pakan tambahan, Preferensi
Struktur komunitas makroinvertebrata bentos di hutan Selorejo Dau Malang: Structure of benthic macroinvertebrate community at the Selorejo forest in Dau, Malang Noviza, Evi Noris; Zayadi, Hasan; Prasetya, Hamdani Dwi
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 7 No. 1 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v7i1.16269

Abstract

This study aims to determine the community structure of benthic macroinvertebrates in the Selorejo forest. That it is hoped it can be used as a basis for evaluating water quality of river in the Selorejo forest, Dau District, Malang. Macroinvertebrate benthic samples were taken at three different stations, with three replications at each station, namely protection forest (station 1), production forest (station 2), and tourism forest (station 3). Samples were taken using a surfer's net. The samples obtained were then analyzed for wealth taxa, INP (Importance Value Index), and their diversity index which includes diversity index, uniformity index, and dominance index. In this study, 10 species were obtained from three stations; Ilyocoris sp., Stenacron interpunctatum, Hydrochara sp., Bradybaena similiaris, Hydropsyche bronta, Diphetor hageni, Dugesia tigrina, Similium vittatum, Tabanus sp. and Perlesta sp. Species with the highest tolerance level were found at stations where human activity often occurred, namely in tourist forests based on the Shannon-Wiener diversity index.  Keywords: Selorejo forest, benthic macroinvertebrates, community structure. ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui struktur komunitas makroinvertebrata bentos di hutan Selorejo, sehingga diharapkan nantinya dapat dijadikan dasar evaluasi kualitas air di sungai hutan Selorejo, Kecamatan Dau, Malang. Sampel makroinvertebrata bentos diambil pada tiga stasiun berbeda, dengan tiga kali ulangan pada masing-masing stasiun yaitu hutan lindung (stasiun 1), hutan produksi (stasiun 2), hutan wisata (stasiun 3). Sampel diambil dengan menggunakan jaring surber. Sampel yang sudah didapatkan selanjutnya di identifikasi untuk dianalisis kekayaan taksa/taxa richness, INP (Indeks Nilai Penting), dan indeks diversitasnya meliputi indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominansi. Pada penelitian ini didapatkan 10 speies dari ketiga stasiun yaitu Ilyocoris sp., Stenacron interpunctatum, Hydrochara sp., Bradybaena similiaris, Hydropsyche bronta, Diphetor hageni, Dugesia tigrina, Similium vittatum, Tabanus sp. dan Perlesta sp. Spesies dengan tingkat toleransi tinggi paling banyak ditemukan pada stasiun yang sering terjadi aktivitas manusia yaitu pada hutan wisata berdasarkan indeks diversitas Shannon-wiener.  Kata kunci : Hutan Selorejo, Makroinvertebrata bentos, struktur komunitas.
Uji Efektivitas Perasan Daun Beluntas (Pluchea indica) Terhadap Mortalitas Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus): TEST THE EFFECTIVENESS OF BELUNTAS LEAF EXTRACT (Pluchea indica) AGAINST MORTALITY OF SUBTERRANEAN TERMITES (Coptotermes curvignathus) Saputri, Rizki Dwi; Djuniwati Lisminingsih, Ratna; Zayadi, Hasan
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i2.18479

Abstract

Subterranean termites are a type of termite that can cause damage to buildings made of wood. The bioactive content of beluntas leaves has the potential as a vegetable pesticide that can kill termites. Research has been carried out to determine the effect and effective concentration of beluntas leaf juice on the LC50 value, as well as the effect of abiotic factors on the mortality of subterranean termites. The parameters of this study were termite mortality after being given treatment and measuring abiotic factors during the study. This study used a completely randomized design (CRD) with 2 stages of testing, a preliminary test and a definitive test. The abiotic factor parameters measured were air temperature, air humidity, soil moisture, and light intensity. The definitive test to get the LC50 used 4 treatments, namely 0%, 40%, 63%, and 100%, the concentration according to the results of the logarithm calculation from the results of the preliminary test. Observations were carried out every 24 hours for 72 hours. Data were analyzed using probit analysis as well as ANOVA test and chi-square test for abiotic factor parameters. The results of the probit analysis test showed that the LC50-24 hours was 48%, the LC50-48 hours was 23.75% and the LC50-72 hours was 12.74%. The results of the ANOVA test showed that there were significant differences in the mortality of subterranean termites after being treated with concentrations of 0%, 40%, 50%, and 100%. The most effective concentration is 100% concentration. The effective concentration of beluntas leaf juice (Pluchea indica) can kill 50% of subterranean termites for 24, 48 and 72 hours, namely LC50-24 hours is 40%, LC50-48 hours is 23.75%, LC50-72 hours is 12.74 %. Keywords: Beluntas Leaves (Pluchea indica), Mortality, Subterranean Termites (Coptotermes curvignathus)   ABSTRAK Rayap tanah merupakan jenis rayap yang dapat menyebabkan kerusakan pada bangunan yang berbahan dasar kayu. Kandungan bioaktif daun beluntas berpotensi sebagai pestisida nabati yang dapat membunuh rayap. Telah dilakukan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan kosentrasi efektif perasan daun beluntas nilai LC50, serta pengaruh faktor abiotik terhadap mortalitas rayap tanah. Parameter penelitian ini yakni mortalitas rayap setelah diberikan perlakuan serta mengukur faktor abiotik selama penelitian. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 2 tahap pengujian, uji pendahuluan dan uji definitif. Parameter faktor abiotik yang diukur yakni suhu udara, kelembapan udara, kelembapan tanah, dan intensitas cahaya. Uji definitif untuk mendapatkan LC50 menggunakan 4 perlakuan yaitu 0%, 40%, 63%, dan 100%, kosentrasi sesuai hasil perhitungan logaritma dari hasil uji pendahuluan. Durasi pengamatan dilakukan setiap 24 jam selama 72 jam. Data dianalisis dengan menggunakan analisis probit serta uji ANOVA dan uji chi-square untuk parameter faktor abiotik. Hasil uji analisis probit menunjukkan menunjukkan nilai LC50-24 jam adalah 48%, LC50-48 jam adalah 23,75% dan LC-72 jam sebesar 12,74 %. Hasil uji ANOVA menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signfikan mortalitas rayap tanah setelah diberi perlakuan kosetrasi 0%, 40%, 50%, dan 100%. Kosentrasi yang paling efektif dalam mempengaruhi mortalitas rayap tanah yaitu kosentrasi 100%. Kata kunci: Daun Beluntas (Pluchea indica), Mortalitas, Rayap Tanah (Coptotermes curvignathus)
Analisis Kualitas Spermatozoa Segar pada Sapi Simmental dan Sapi Limousin Terhadap Berbagai Fraksi Ejakulasi: Analysis of Fresh Spermatozoa Quality in Simmental Cattle and Limousin Cattle Againts Various Ejaculation Fractions Maghfiroh, Faldha Laili; Mubarakati, Nurul Jadid; Zayadi, Hasan; Musaffak, Taufik Ridwan
Jurnal SAINS ALAMI (Known Nature) Vol. 6 No. 2 (2024)
Publisher : FMIPA UNISMA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/j.sa.v6i2.18808

Abstract

One effort to improve the quality of males is to collect semen to be used for the Artificial Insemination (AI) process. The ejaculate fraction is one of the factors that can affect the quality of fresh spermatozoa in cattle. This study aims to determine the quality of fresh spermatozoa in Simmental cattle and Limousin cattle for various fractions of ejaculate. This study used fresh semen with each cow aged 3-4 years and 5-6 years. This research method used a Completely Randomized Factorial Design with 4 repetitions. Observation of spermatozoa quality was carried out macroscopically and microscopically. The data obtained were analyzed using the F test and Least Significant Different test (BNT). The results showed that semen volume had a significant difference (p<0.05) for different types of cows, ages, and ejaculatory fractions. The color, pH, consistency and concentration of spermatozoa had significant differences (p<0.05) for different ejaculate fractions. There was no significant difference (p>0.05) for motility and abnormalities of spermatozoa for different types of cows, ages and ejaculatory fractions. It can be interpreted that different breeds of cattle and ages can have a significant effect on semen volume, while the ejaculate fraction can have a significant effect on the volume, color, pH, consistency and concentration of spermatozoa. While the different types of cattle, age, and ejaculate fraction did not have a significant effect on the motility and abnormalities of spermatozoa. Keywords : Spermatozoa Quality, Simmental Cattle, Limousin Cattle, Ejaculation Fraction.   ABSTRAK Salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pejantan adalah dengan mengumpulkan semen yang akan digunakan untuk proses Inseminasi Buatan (IB). Fraksi ejakulasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi kualitas spermatozoa segar pada sapi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas spermatozoa segar pada sapi Simmental dan sapi Limousin terhadap berbagai fraksi ejakulasi. Penelitian ini menggunakan semen segar dengan masing-masing sapi berumur 3-4 tahun dan 5-6 tahun. Metode penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap Faktorial dengan 4 kali ulangan. Pengamatan kualitas spermatozoa dilakukan secara makroskopis dan mikroskopis. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F dan uji lanjut Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa volume semen memiliki perbedaan yang nyata (p<0,05) terhadap jenis sapi, umur, dan fraksi ejakulasi yang berbeda. Warna, pH, konsistensi dan konsentrasi spermatozoa memiliki perbedaan yang nyata (p<0,05) terhadap fraksi ejakulasi yang berbeda. Motilitas dan abnormalitas spermatozoa tidak memiliki perbedaan yang nyata (p>0,05) terhadap jenis sapi, umur, dan fraksi ejakulasi yang berbeda. Dapat disimpulkan bahwa bangsa sapi dan umur berbeda dapat memberikan pengaruh yang nyata pada volume semen saja sedangkan fraksi ejakulasi dapat memberikan pengaruh yang nyata pada volume, warna, pH, konsistensi dan konsentrasi spermatozoa. Sedangkan jenis sapi, umur, dan fraksi ejakulasi yang berbeda tidak memberikan pengaruh yang nyata terhadap motilitas dan abnormalitas spermatozoa. Kata Kunci : Kualitas Spermatozoa, Sapi Simmental, Sapi Limousin, Fraksi Ejakulasi.
Fish Community in Different Mangrove Habitat in Banyuurip Ujung Pangkah – Gresik Regency Rohmawati, Vivi Dwi; Latuconsina, Husain; Zayadi, Hasan
Agrikan: Jurnal Agribisnis Perikanan Vol 14, No 1 (2021)
Publisher : Sangia Research Media and Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29239/j.agrikan.14.1.73-79

Abstract

Mangroves are an important habitat for fish communities, as spawning, growing and foraging areas. This study aims to compare the species composition, presence frequency and structure of fish communities in different mangrove habitats. The research was conducted at Banyuurip Mangrove Center, Ujung Pangkah District, Gresik Regency, East Java, during July-August 2020. Determination of purposive sampling locations based on physical differences in mangrove habitats. Systematic sampling method was used to estimate the number of mangrove species using belt transects. Fish sample collection uses basic gill nets that are placed at high tide in each mangrove habitat. The results showed that the total number of individual mangrove vegetation was 505 from 12 species, the number of species and individual mangrove vegetation differed between habitats, and the highest was found in coastal mangrove habitats. The number of fish was found as many as 181 individuals from 11 species, 10 families and 5 orders. The number and composition of species, families and fish orders differ between mangrove habitats, with the highest number in coastal mangrove habitats. Mozambique tilapia (Oreochromis mossambicus) dominate the estuary mangrove habitat and giant trevally (Caranx sexfasciatus) dominate the coastal mangrove habitat. There are variations in the structure of fish communities between mangrove habitats, the dominance index value of the fish community in the estuary mangrove habitat is higher and in the medium category, while the coastal mangrove habitat is in the low category. On the other hand, the diversity index value of the fish community in the coastal mangrove habitat is in the high category and the estuary mangrove habitat is in the low category.
Co-Authors Ach Jailani Adi Suryo Purnomo Adifatul Ismy Adimas, Lastya Affan, Muhammad Afrian syarif Hidayat Ahmad Mijwad Rajab Ahmad Syauqi ahmad syauqi, ahmad alfira khullatun ni'am Amalia Kamelia Amin Setyo Leksono Amin Setyo Leksono Andaresta, Olivia Anindyta Robiatul Adawiyah Annisa, Silvia Apria Ningsih Ari Hayati Ari Hayati Arifianti, Eka Nur Ayu Naila Nahdiyah Badi'ah Lailun Nahdhlia Baihaqi Musytawan Basyariyah, Iflahatul Devi Qurroti A'yun Dewi Vebriyanti Eka Nur Arifianti Elmi Zakiah Fairuz Qory Amalia Faizah Shodirun Faizah Shodirun, Faizah Fauzilah, Isma Febrian Priska Amalia Putri Fitria Fitria Hamdani Dwi Prasetyo Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso Hari Santoso Hayat Hidayatul, Romdiyah Hildasari, Nourma Hotimah, Sitti Norul Husain Latuconsina Husnul Hotimah Ifadotul Lailatussholiha Iflahatul Basyariyah illah, Muhamad Atho' Isma Fauzilah Istipsaroh Saroh Istipsaroh Saroh, Istipsaroh Istiqomah ISTIQOMAH, LAILATUL Izzatul Bahriyah Izzatul Bahriyah, Izzatul Jailani, Ach Jauhari, Nasrul Kamiliatul Mufidah Khamidatul Ula Khoiratul Hasanah lailatul istiqomah Luchman Hakim Luthfiana, Mauludiya Maghfiroh, Faldha Laili Maimunah, Maimunah Mariyana Mariyana Mariyana Mariyana Mas Ajeng Wahyu Hidayah Masitoh, Liza Khoidiyah Miftahul Mukarromah Miftahussurur, Mohammad Moh. Agus Zakaria Mohammad Miftahussurur Mohammad Mualif Zarkasyi Mohammad Mualif Zarkasyi, Mohammad Mualif Mufidah, Kamiliatul Muhamad Atho&#039; illah Muhamad Atho' illah Muhammad Bachri Musaffak, Taufik Ridwan Musytawan, Baihaqi Nasrul Jauhari Niqrisatut Thibab Nour Athiroh Abdoes Sjakoer Noviza, Evi Noris Nubdatul Fikroh Nur Aini Nur Aliyah, Shofi Nur Asbani Nur Asbani Nur ismalasari Nur Istiqomatu Rosidah Nur Malichatin Nurul Jadid Mubarokati Nurul Qomariyah Nurus Sa'adah Prasetya, Hamdani Dwi Putri, Febrian Priska Amalia Qudrati Rohmah Rajab, Ahmad Mijwad Ratna Djuniwati Lisminingsih Retno wulandari Rita Purwanti Riyan Riyadlun Najih Rohmah, Qudrati Rohmawati, Vivi Dwi Rokha Illiyyin Saimul Laili Sama’ Iradat Tito Saputri, Rizki Dwi Shalehah, Nikmatus Silvia Annisa Siti Imama Khoiriyah Siti Marirotuz Zahro' Siti Rahmawati Wahyuningsih Siti Salma Nur Fahima Sitti Nor Fajariyah Sitti Norul Hotimah Solechah, Imah Subhan Maulidi K.B.F Tika Anggraini umam, M. azkal Vivi Dwi Rohmawati Warida, Mutha Yulia Pambayuning Tyas Yuliana Musrifatul Maula