Claim Missing Document
Check
Articles

Penilaian Elemen Fasad Ragam Gaya Arsitektur Rumah Tinggal di Kota Malang Sevilla Tiara Nugroho; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Rumah sebagai arsitektur terdekat dengan masyarakat merupakan salah satu kebutuhan pokok yang berfungsi sebagai tempat tinggal dan tempat melaksanakan hidup. Dalam dua tahun, kota Malang menunjukkan angka peningkatan penduduk yang pesat pesat. Hal ini sejalan dengan meningkatnya permintaan akan perumahan. Masyarakat sebagai calon konsumen perlu dilibatkan dalam perencanaan hunian sebagai upaya peningkatan kualitas perumahan di kota Malang. Penelitian bertujuan untuk mengetahui preferensi masyarakat demografi dewasa awal terhadap berbagai gaya arsitektur hunian di Kota Malang. Metode kuantitatif digunakan melalui pendekatan preferensi publik dimana responden diminta untuk menilai lima fasad bangunan stimulus dengan lima tren gaya yang berbeda selama beberapa tahun terakhir (Modern-minimalis, Klasik, Mediterania, Skandinavia, dan Art Deco). Hasil penelitian menunjukkan nilai positif dari seluruh penilaian, dimana rumah dengan gaya Modern-minimalis memiliki nilai tertinggi dan rumah dengan gaya Mediterania memiliki nilai terendah. Selanjutnya hasil dapat menjadi acuan pengembang dalam merencanakan desain fasad mengarah gaya Modern-Minimalis yang terbukti menjadi tren gaya arsitektur yang paling diminati saat ini (dalam 5-10 tahun ke depan)
Penilaian Daya Tarik Visual Elemen Arsitektur Ruang Publik Komersial berdasarkan Persepsi Masyarakat. Studi Kasus : Kumulo Creative Compound, BSD City Annisa Putri Fudali; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Bumi Serpong Damai (BSD City) Tangerang Selatan merupakan salah satu kota mandiri di wilayah Jabodetabek yang memiliki daya tarik citra kota. Pengembang BSD City menyediakan Ruang publik komersial yang turut bertanggungjawab terhadap citra kota. Salah satu produknya adalah The Breeze BSD City lifestyle center yang merupakan pusat perbelanjaan dengan konsep semi terbuka dan memiliki sub fasilitas pendukung Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berupa creative compound. Kumulo creative compound hadir sebagai ruang publik komersial dengan konsep prefabrikasi toko-toko kecil (micro-shop) yang dikhususkan untuk tenant UMKM . Daya tarik visual Kumulo didukung adanya fenomena swafoto oleh pengunjung yang menandakan masyarakat semakin sadar akan estetika visual yang ada di lingkungan sekitarnya. Penelitian ini merupakan penilaian daya tarik visual pada elemen arsitektur ruang publik komersial berdasarkan persepsi masyarakat pada Kumulo creative compound yang dilakukan dengan metode kuantitatif. Pengambilan data menggunakan kuesioner dengan menilai daya tarik visual elemen arsitektur pada kawasan luar dan eksterior beberapa sampel micro-shop. Data di analisis menggunakan SPSS untuk dicari mean-scorenya. Variabel Bentuk Bangunan mendapatkan mean-score tertinggi secara keseluruhan sedangkan Variabel Pintu Masuk mendapatkan meanscore terendah secara keseluruhan. Hasil dari penelitian dapat dipertimbangkan untuk perancangan ruang publik komersial selanjutnya.
Evaluasi Elemen Visual pada Museum Mpu Tantular Berdasarkan Preferensi Publik Shafna Puspita Abhipraya; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 10, No 2 (2022)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Elemen visual memiliki peranan penting dalam sebuah bangunan arsitektur karena dapat secara langsung dilihat oleh indera penglihatan manusia dan dapat menarik perhatian masyarakat khususnya pada bangunan museum. Salah satu museum negeri di Indonesia, Museum Mpu Tantular, beberapa kali diterpa dengan berita kurang baik, hal tersebut dikarenakan persepsi publik yang kurang baik terhadap museum. Penelitian yang akan dilakukan menggunakan metode kuantitatif melalui public Preferences untuk melihat variabel mana yang berpengaruh dan seberapa besar pengaruh setiap variabel tersebut terhadap peneliaian keseluruhan. Hasil dari penelitian ini didapati bahwa terdapat 10 dari 11 variabel penilai yang mempengaruhi preferensi publik. Interior ruang pamer menjadi elemen dengan pengaruh paling besar, dengan desain poster menjadi variabel penilai yang paling berpengaruh namun memperoleh nilai mean score paling rendah. Perlu adanya peningkatan terkait hal tersebut.
Kualitas Visual Fasad Bangunan Shophouse Dengan Analisis Mean Di Kawasan Pecinan Malang, Indonesia Eni Zuliana; Jenny Ernawati; Herry Santosa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (639.399 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i11.9959

Abstract

Kualitas visual merupakan hal penting sebagai perwujudan karakteristik suatu kota. Kualitas visual dalam sebuah karya arsitektur merupakan sebuah karya yang didalamnya terdapat nilai yang kompleks. Dalam penelitian ini akan mengkaji kualitas visual fasad bangunan shophouse yang ada di Kawasan Pecinan Kota Malang dengan lokus studi Jalan Pasar Besar yang memiliki nilai sejarah yang sangat kuat. Jalan Pasar Besar merupakan pusat perdagangan pada masa Kolonial Belanda. Kualitas visual fasad bangunan shophose dilakukan dengan metode kuantitatif dengan pengumpulan data menggunakan kuesioner lalu data diolah dengan software SPSS dan dianalisis dengan teknik mean. Hasil dari penelitian ini menyatakan bahwa persepsi masyaralat terhadap ualitas visual fasad bangunan shophouse adalah baik dan cukup baik. Asapek pembentuk kualitas visual masing-masing memiliki peranan dalam membentuk kualitas visual fasad bangunan shophouse. Kesederhanaan dan keterpaduan yang terbentuk oleh elemen fasad bangunan terhadap fasad bangunan shophouse menjadi faktor utaman masyarakat memberikan persepsi yang baik terhadap kualitas visual fasad bangunan shophouse. Dengan adanya penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi untuk melestarikan kawasan bersejarah yaitu Pecinan Kota Malang dengan menjaga kuaitas visual fasad bangunan shophouse di Jalan Pasar Besar.
Strategi Pengembangan Kampung Topeng Malang sebagai Kampung Wisata Budaya Magvira Ardhia Pratiwi; Novi Sunu Sri Giriwati; Yusfan Adeputera Yusran; Herry Santosa
RUAS Vol 20, No 2 (2022)
Publisher : RUAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2022.020.02.8

Abstract

The Desaku Menanti Program is a government program that is relocating the homeless to a new village as a tourist destination, one of the results of the program is the Mask Tourism Village. The potential of Malangan Mask cultural characteristics to be the main attraction of this tour was able to attract many visitors at the beginning of its inauguration. But it didn't last long, now the village is deserted and no one even comes. This research will examine how the strategy of developing Kampung Mask as a cultural tourism village. The method used is a mix-method, namely a qualitative method with SWOT and a quantitative method with an analysis of tourist needs preferences for cultural tourism villages with questionnaire. The results of the study indicate that this village needs to dig deeper into the concept of culture, improve the quality of its facilities, and also have a well-managed tourism management with community participation. Based on the analysis of tourist preferences, it was found that if it was necessary to add facilities and other cultural attractions, 49% of respondents chose the visual characteristics of settlements with traditional buildings and accommodation was villas in nature.
Citra Destinasi Wisata Religi Berdasarkan Pengalaman Wisata pada Prosesi Semana Santa di Kota Larantuka Olivia Caterine Dora Maran; Herry Santosa; Jenny Ernawati
Journal on Education Vol 5 No 1 (2022): Journal on Education: Volume 5 Nomor 1 Tahun 2022
Publisher : Departement of Mathematics Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joe.v5i1.688

Abstract

Larantuka was once a catholic kingdom with a religious tradition called Semana Santa which lasted hundreds of years. Semana Santa, which now has developed into a religious tourism attraction, is a combination of history and religious rituals which together with the physical environment together form the image of religious tourism in Larantuka City. However, in its development, Larantuka is increasingly experiencing changes, not only socially, but physically, which then affects the identity of the area which is well-known as a religious tourism destination. Through mental mapping carried out on 32 respondents who took part in Semana Santa, a description was obtained in the form of an overview of Larantuka based on the experience of religious tourism as expressed by 58 environmental attributes. The grouping of the 58 environmental attributes is after known as the image-forming elements of religious tourism destinations, namely Tourism Locations-Sacral Sites, Tourist Locations-Non-Sacral Sites, Activity Support Facilities-Sacral Sites, Other Activity Support Facilities, Transportation Facilities, Linear Attributes, Watershed Landscapes, Local Community Organizations/Settlements, Land Views and Shopping. The ranking for the frequency of describing attributes shows that rankings 1 to 10 are dominated by environmental attributes in the category "Tourist Locations-Sacral Sites". This can indicate that the role of sacred environmental attributes still strongly influences the destination image of Larantuka City compared to other environmental attributes.
Aspect Shaper Facade Visual Quality Building On Jalan Pasar Besar Malang Eni Zuliana; Jenny Ernawati; Herry Santosa
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (990.902 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i8.9228

Abstract

Malang City is a a city designed by the Dutch Colonial nice and structured based on rule aesthetics caring environment facade visual quality building . Jalan Pasar Besar Malang is one of the the path that has score history and role important to development physical city of Malang. Research objectives this is for identify as well as describe aspect Influential visual quality significant to facade visual quality building on Jalan Pasar Besar Malang. Method used is quantitative with analysis linear regression . Based on analysis that has been conducted declared that aspect facade visual quality influential building significant to facade visual quality The building on Jalan Pasar Besar Malang is rhythm, coherence, scale, homogeneity, proportion and balance.
Peran Struktur Fisik Atribut Lingkungan dalam Membentuk Citra Destinasi Wisata Religi Kota Larantuka Olivia Caterine Dora Maran; Herry Santosa; Jenny Ernawati
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (657.541 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i12.11038

Abstract

Penggunaan peta mental memungkinkan seseorang untuk mengeksplorasi identitas daerah atau citra destinasi sebagai upaya peningkatan pariwisata Kota Larantuka. Proses transformasi psikologis dalam bentuk peta mental dituangkan berdasarkan ingatan seseorang terhadap pengalamannya yang kemudian menghasilkan elemen pembentuk citra destinasi. Sebagai bentuk pendekatan semiologi pada arsitektur terhadap citra maka penting dilakukan telaah untuk mengetahui representasi struktur fisik yang diingat ketika menggambar peta mental. Penelitian ini menekankan pada elemen estetika konfigurasi sebagai aspek yang diingat (memorableness) oleh 32 responden. Berdasarkan analisis mean skor pada ketujuh stimuli terhadap 6 variabel estetika konfigurasi, diketahui bahwa responden menggambarkan Gereja Katedral dengan sangat mengingat “Bentuk dan Wujud Bangunan”, Kapela Tuan Ma dengan agak mengingat “Warna”, Kapela Tuan Ana dengan mengingat “Ornamen dan Detail”, Taman Doa Mater Dolorosa dengan agak mengingat “Ornamen dan Detail” serta “Bukaan dan Penerangan”. Sedangkan 3 stimuli lainnya yakni Pekuburan Kota, Taman Kota serta Armida 1 tidak mempertimbangkan elemen estetika konfigurasi yang digunakan dalam penelitian ini untuk diingat ketika menggambarkan peta mentalnya. Hasil analisis faktor juga menunjukkan bahwa “Wujud dan Bentuk Bangunan” menjadi faktor yang mampu menjelaskan 83% dari aspek apa yang paling diingat ketika menggambarkan peta mental serta memiliki hubungan timbal balik atau dapat merangkum keenam variabel yang ada.
Nilai Signifikansi Budaya Bangunan Lama di Kawasan Alun-Alun Merdeka Kota Malang Berdasarkan Persepsi Masyarakat fenny widiana; Herry Santosa; Jenny Ernawati
RUAS Vol. 20 No. 1 (2022)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2022.020.01.5

Abstract

Historic buildings that still survive for a long time can affect the image of an area. To study this, this research identified people's perceptions of historical buildings in the Merdeka Square area of Malang. This study used multiple rating scales measuring instruments and photos of eight historic buildings around the Merdeka Square, Malang City as stimuli to investigate the similarities and differences in perceptions between three groups of respondents: the general public, professionals in the field of Architecture (lecturers and students majoring in Architecture, and members of the Indonesian Architectural Association), and the Government (Bappeda, Culture and Tourism Department, and Malang City DPUPR). The results of this study indicated that the order of the most influential cultural significance factors in shaping the image of the Merdeka Square area of Malang is the intangible value and the visual quality of the facade of the old building. It was also found that there were differences in assessment between groups of respondents in assessing the visual quality of the building facade in its effect on the image of the area.
Strategi Pengembangan Kampung Topeng Malang sebagai Kampung Wisata Budaya Magvira Ardhia Pratiwi; Novi Sunu Sri Giriwati; Yusfan Adeputera Yusran; Herry Santosa
RUAS Vol. 20 No. 2 (2022)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2022.020.02.8

Abstract

The Desaku Menanti Program is a government program that is relocating the homeless to a new village as a tourist destination, one of the results of the program is the Mask Tourism Village. The potential of Malangan Mask cultural characteristics to be the main attraction of this tour was able to attract many visitors at the beginning of its inauguration. But it didn't last long, now the village is deserted and no one even comes. This research will examine how the strategy of developing Kampung Mask as a cultural tourism village. The method used is a mix-method, namely a qualitative method with SWOT and a quantitative method with an analysis of tourist needs preferences for cultural tourism villages with questionnaire. The results of the study indicate that this village needs to dig deeper into the concept of culture, improve the quality of its facilities, and also have a well-managed tourism management with community participation. Based on the analysis of tourist preferences, it was found that if it was necessary to add facilities and other cultural attractions, 49% of respondents chose the visual characteristics of settlements with traditional buildings and accommodation was villas in nature.
Co-Authors abidah fitrianita Adli Bulain Agatha Christina Felia Rampi Agung Murti Nugroho Ajeng Dyosta Lucandhary Almira Firdania Isna Johanda Anggi Delizvi Anggraeni Annisa Putri Fudali Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Bagus Suryo Atmojo Bambang Yatnawijaya Baskoro Azis Bayu Setyanugraha Rushadi Beta Suryokusumo bilal muhammad hasan Chairil Budiarto Amiuza Cyndhi Dewi Rukmana Damayanti Asikin Dandi Raviandaru Pratama Dewa Ayu Natih Ninggra Deviyanti Dila Dayita Diyan Lesmana Edwin Abdullah Almuhaimin Eni Zuliana Eni Zuliana Erni Kesuma Wardani Exacorinna Azalia Sucipto Fadhil Muhammad Kashira Farah Rosa Bela Asnawi fenny widiana Fifi Damayanti Geldy Desdiandra Inayatul Fikriyah Insani Aulia Qisti Iwan Wibisono Jenny Ernawati Jenny Ernawati Jenny Ernawati Jenny Ernawati Jenny Ernawati Jhon Andrew Hasudungan Juniawan Adhari Karysa Ranaziza Kevin Tjahyono Knasatra Saraswati Lavica Vioveta Lisa Dwi Wulandari Magvira Ardhia Pratiwi Muchamad Januar Irfan Muhammad Faisol Muhammad Farhan Shaukat Muhammad Satya Adhitama Muhammad Syafrudin Hilal Nabila Ramanindhita nadira nuswantoro Nenchi Rana Mustika Nindhi Kurnia Astiti Novi Sunu Sri Giriwati Novi Sunu Sri Giriwati Nur Faragita Anjani Nur Fauziah Nurachmad Sujudwijono Nurina Hendri Wardina Olivia Caterine Dora Maran Olivia Caterine Dora Maran Oni Wibisono Parada Ichwan Parnanda Pipiet Arini Putri Putri Nabila Zatibayani Rahmat Sepa Indrawan Redi Sigit Febrianto Redi Sigit. F Restica Hapsari Widyastuti Retno Ulvi Setiamurdi Reynaldi Reynaldi Ridha Aulia Ridjal, Abraham Mohammad Rinawati Pudji Handajani Riswanda Setyo Addino Safira Rizki Damayanti Sevilla Tiara Nugroho Shafna Puspita Abhipraya Sinaga, Andriano Sri Utami Subhan Ramdlani Syamsun Ramli Syamsun Ramli Syarapuddin Syarapuddin Tatania Lintang Alviani Tito Haripradianto Totok Sugiarto Tri Wahyu Diana U Bayu Santosa Umi Hajar Kholifatul Hidayah wafid irsyadunnas Wahyuni Eka Sari Wasiska Iyati Wayu L Syuhaya Widya Nurul Aisyah H. Windhy Frida Iswara Wirawan Fawaza Wulan Astrini Wulan Novianti Yusfan Adeputera Yusran Yusfan Adeputera Yusran Zai Dzar Al Farisa