Claim Missing Document
Check
Articles

Evaluasi Kenyamanan Visual dan Spasial Ruang Pejalan Kaki Koridor Jalan MT Haryono Berdasarkan Preferensi Masyarakat Muchamad Januar Irfan; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (372.418 KB)

Abstract

Koridor Jalan MT Haryono merupakan koridor jalan yang memiliki berbagai macam aktivitas didalamnya,sebagai salah satu dari lima jalan provinsi lainnya, koridor jalan tersebut merupakan salah satu dari sekian kawasan komersial yang ada di Kota Malang yang memiliki perkembangan yang cukup cepat, perkembangan tersebut menimbulkan pertumbuhan wajah koridor yang tidak terkontrol yang akan mempengaruhi aktivitas masyarakat, citra kawasan, maupun aspek kenyamanan yang ada. Pada dasarnya terdapat empat aspek utama kenyamanan, dua diantaranya adalah kenyamanan visual dan spasial yang mrupakan fokus utama pada penelitian ini. Munculnya aktivitas-aktivitas yang tidak sesuai dengan peraturan maupun ruang yang tersedia akan menimbulkan dampak terhadap aktivitas lainnya, salah satunya adalah ruang pejalan kaki. Penilaian pengguna terhadap karakterisitik fisik lingkungan merupakan hal penting dalam mengetahui tingkat kenyamanan, sehingga dapat menjawab akan kebutuhan kenyamanan ruang pejalan kaki. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif kuantitatif, melalui analisis kualitatif karakteristik fisik koridor jalan dan analisis regresi sederhana untuk mengetahui hasil preferensi masyarakat terhadap kenyamanan pada ruang pejalan kaki koridor Jalan MT Haryono. hasil yang diperoleh kenyamanan visual dan spasial masih belum dapat memenuhi kriteria nyaman hal ini relevan dengan kondisi karakter fisiknya. Kata kunci: Koridor Jalan, karakteristik fisik, kenyamanan visual, kenyamanan spasial  
Persepsi Masyarakat Terhadap Kualitas Visual Ruang Pejalan Kaki pada Koridor Jalan Kayutangan (Basuki Rahmad) Malang Umi Hajar Kholifatul Hidayah; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 6, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (322.864 KB)

Abstract

Kota Malang merupakan kota yang mengandung nilai sejarah, salah satunya adalah kawasan kayutangan (Jalan Basuki Rahmad). Kayutangan merupakan kawasan bersejarah yang menjadi pusat keramaian dengan berbagai usaha, antara lain perdagangan, perkantoran, jasa, dan lain-lain yang dapat memicu adanya peningkatan wisatawan pejalan kaki yang berkunjung. Namun seiring berjalannya waktu pengguna ruang pejalan kaki yang melintas pada koridor jalan tersebut sangatlah minim dikarenakan terdapat adanya bangunan-bangunan modern yang tidak sesuai dengan citra kawasan dan penggunaan ruang pejalan kaki yang tidak sesuai dengan fungsinya.  Penggunaan kombinasi metode yakni kualitatif dengan penyebaran kuesioner dan kuantitatif dengan menggunakan software Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa persepsi masyarakat terhadap kualitas visual ruang pejalan kaki pada koridor tersebut cukup baik dengan variabel yang berpengaruh yaitu kotor-bersih dan sesak-lapang.   Kata kunci: kualitas visual, ruang pejalan kaki
Penilaian Persepsi Pengunjung Mahasiswa Terhadap Gaya Interior Restoran di Jalan Soekarno-Hatta Malang Nindhi Kurnia Astiti; Herry Santosa; Damayanti Asikin
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 2 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Peningkatan jumlah mahasiswa di Kota Malang berdampak pada pertumbuhan kawasan komersil, khususnya koridor pengembangan baru Jalan Soekarno-Hatta. Peningkatan jumlah mahasiswa dan keberadaan perguruan tinggi di jalan ini berdampak pada perkembangan dunia industri kuliner, termasuk restoran pada wilayah ini. Mahasiswa masa kini cenderung senang berkumpul, bertatap muka, berbincang, dan bersantai di restoran. Restoran harus memiliki daya tarik yang berbeda untuk menarik perhatian pengunjung. Hal ini dapat diperoleh dengan mengolah gaya interior restoran. Penelitian ini bertujuan ingin mengetahui persepsi pengunjung mahasiswa terhadap gaya interior restoran di Jalan Soekarno-Hatta. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan bantuan kuesioner untuk mengetahui persepsi pengunjung mahasiswa. Pada pengukuran data kuesioner menggunakan skala Thurstone dan skala semantik general evaluative dan aesthetic evaluative. Hasil penelitian menunjukkan gaya yang paling disukai berdasarkan persepsi pengunjung mahasiswa adalah gaya interior vintage modern dan country modern. Hasil penelitian berupa kriteria desain yang spesifik diperoleh dari persepsi pengunjung mahasiswa pada restoran di Jalan Soekarno-Hatta Malang.Kata kunci: Persepsi, gaya interior, restoran, kriteria desain
Penilaian Persepsi Visual Pengunjung terhadap Elemen Interior Koridor Pusat Perbelanjaan di Surabaya (Studi Kasus: Pakuwon Mall Surabaya) Windhy Frida Iswara; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pakuwon Mall yang merupakan pusat perbelanjaan terbesar di Surabaya dibangun dengan konsep menyediakan seluruh kebutuhan dalam satu tempat. Oleh karena itu, desain interior ruang merupakan salah satu faktor pendukung tecapainya konsep tersebut yaitu agar pengunjung dapat melakukan aktivitas dalam memenuhi semua kebutuhannya dengan nyaman. Koridor sebagai “jembatan” bagi pengunjung menuju toko atau tujuan lainnya di dalam mal memiliki peran penting untuk menjaga kenyamanan dan ketertarikan pengunjung. Kenyamanan dapat dicapai melalui persepsi visual dimana persepsi ini dapat mempengaruhi perilaku. Sehingga terdapat keterkaitan antara interior koridor mal dan persepsi visual guna terciptanya kenyamanan. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana persepsi visual pengunjung terhadap elemen interior koridor Pakuwon Mall. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif yang dengan analisis mean score. Hasil penelitian menunjukkan persepsi visual pengunjung terhadap koridor titik A Pakuwon Mall yang mana merupakan koridor menuju Grand Atrium mendapat penilaian sangat baik dilihat dari mean score yang didapatkan terbesar dibandingkan kedua titik koridor lainnya.
Pola Perubahan Desain Rumah Dome Pasca Bencana Gempa di Prambanan, Sleman, Yogyakarta Dandi Raviandaru Pratama; Herry Santosa; Muhammad Satya Adhitama
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 4 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1008.815 KB)

Abstract

Rumah dome adalah sebuah rumah bantuan dari pemerintah. Seiring dengan berjalannya waktu rumah dome mengalami perkembangan yang didasari oleh beberapa faktor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola perubahan rumah dome dari awal terhuni pada tahun 2007 hingga sekarang. Setelah itu akan menginvestigasi penyebab terjadinya pola perubahan yang terjadi pada rumah dome dan dapat mengevaluasi apakah warga setempat berhak apabila menerima bantuan berupa rumah dome kembali. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis dan metode evaluatif. Terdapat tiga pola perubahan yang terjadi pada rumah dome, yaitu pola perubahan kecil, sedang, dan besar. Pola perubahan didominasi oleh perubahan sedang, yang ditandai banyak perubahan yang dilakukan dengan melakukan penambahan/perubahan bentuk dan sebagian penambahan/perubahan pada tampilan. Penelitian ini menunjukkan bahwa rumah dome ini kurang sesuai. Kekurangsesuaian rumah dome ini karena desain rumah yang awalnya sebuah bantuan dengan konsep rumah inti tumbuh ternyata tidak terwujud. Bahan material dan bentuk pada rumah dome ternyata mempersulit warga untuk mengembangkan rumah. Pada akhirnya banyak warga yang menambahkan dengan membangun bangunan sendiri diluar rumah dome.Kata kunci: Rumah Dome, Evaluasi, Pola Perubahan, Bentuk dan Tampilan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Dengan Pendekatan Arsitektur Ramah Lingkungan Bagus Suryo Atmojo; Herry Santosa; Tito Haripradianto
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 4, No 3 (2016)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (882.364 KB)

Abstract

Angka kelahiran di Indonesia saat ini termasuk cukup tinggi, sehingga harus diimbangi dengan kuantitas tenaga kesehatan yang memadai, sehingga akan timbul angka tingkat kesehatan yang tinggi. Kuantitas dan kualitas tenaga kesehatan dapat diciptakan salah satunya dengan pengembangan sekolah tinggi ilmu kesehatan. Saat ini di Indonesia masih sedikit jumlah bangunan yang masuk kategori ramah lingkungan dan diantaranya belum terdapat bangunan pendidikan. Metode desain yang digunakan adalah pragmatik dan kanonik. Metode kanonik diterapkan pada perancangan ruang luar dan ruang dalam bangunan, sedangkan metode pragmatik lebih difokuskan untuk perancangan ruang luar dengan permodelan dalam bentuk dua dan tiga dimensi dengan deskripsi tekstual, sketsa-sketsa dan gambar dokumentasi. Langkah awal adalah dengan melakukan evaluasi bangunan eksisting pada Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Kepanjen, kemudian hasil yang diperoleh digunakan sebagai acuan untuk rencana pengembangan yang disesuaikan dengan standar GBCI (Green Building Council Indonesia). Berdasarkan hasil kajian, ada 4 kelompok variabel atau kriteria desain yang dijadikan sebagai acuan dalam perancangan pada bangunan, yaitu tata masa dan lingkungan bangunan, efisiensi energi dan konservasi air, lingkungan ruang dalam, serta material ramah lingkungan yang akan diterapkan pada rencana pengembangan bangunan STIKES Kepanjen dengan konsep arsitektur ramah lingkungan.Kata kunci: sekolah tinggi, kesehatan, arsitektur ramah lingkungan
Tipologi Elemen Visual Pada Masjid Cheng Ho di Jawa inayatul fikriyah; Herry Santosa
Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur Vol 7, No 4 (2019)
Publisher : Jurnal Mahasiswa Jurusan Arsitektur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAK   Perkembangan arsitektur bangunan masjid di Indonesia khususnya Masjid Cheng Ho sangat dipengaruhi oleh perkembangan budaya lokal (Jawa) dan budaya luar (Tionghoa). Masjid Cheng Ho di Jawa ditengarai menggunakan unsur dan prinsip desain arsitektur Islam, arsitektur Jawa dan arsitektur Tionghoa. Masing-masing bangunan Masjid Cheng Ho di Jawa memiliki konsep dan prinsip yang menciptakan keunikan bangunan. Arsitektur Masjid Cheng Ho di Jawa ditengarai memiliki persamaan dan perbedaan. Penelitian ini berfokus pada elemen visual terhadap lima Masjid Cheng Ho di Jawa dan kaitannya dengan tipologi elemen visual pada Masjid Cheng Ho di Jawa. Penelitian ini adalah penelitian arsitektur dengan paradigma konstruktivisme, menggunakan metode kualitatif-deduktif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Penelitian ini mengkaji tipologi elemen visual pada bangunan masjid. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi lapangan. Analisis data dilakukan dengan interpretasi kritis terhadap bahan sumber, memilih tema, dan mensistematisasikan dan meringkas data pengamatan. Pembahasan dengan membahas tema analisis dengan teori eklektik, kemudian interpretasi. Temuan penelitian menunjukkan bahwa arsitektur Masjid Cheng Ho di Jawa memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Elemen visual Bentuk, Ornamen, dan warna di Masjid Cheng Ho di Jawa adalah hasil dari konsep arsitektur eklektik yang menggabungkan gaya arsitektur Islam (Arab), gaya arsitektur Jawa, dan gaya arsitektur Tionghoa. Tema-tema pemikiran eklektisisme yang digunakan di Masjid Cheng Ho di Jawa adalah referensi sejarah, sifat, fungsi, seni, simbol, dan gagasan individu.   Kata kunci:  Tipologi, elemen visual, Masjid Cheng Ho, Eklektik.
Ekspresi Lanskap-Agrikultur dan Pola Permukiman Masyarakat Peladang di Madura Timur Redi Sigit. F; Lisa Dwi Wulandari; Herry Santosa
RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies) Vol 14, No 2 (2016)
Publisher : RUAS (Review of Urbanism and Architectural Studies)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (598.557 KB) | DOI: 10.21776/ub.ruas.2016.014.02.2

Abstract

Corn is the cultural identity of the Madurese, they being called as maize eaters and included an agrarian society with a kind of shifting agriculture landscape called “ekologi tegal”. Cornfield was once the most important hierarchy in tanèyan lanjhèng. The pattern of rural settlement in Madura is a combination of several clusters tanèyan lanjhèng formed by main moor space hierarchy, then occupancy. Indigenous land use occupancy states should not diminish arable land. But the shift in consumption from maize to rice and Islamic land inheritance system that is uksorilokal and matrilocal changing land use as residential space hierarchy utama.Tujuan this paper is to seek the embodiment and the relationship between the agricultural landscape (dost) with occupancy (tanèyan lanjhèng) so as to form a pattern of settlement , to do with a shift in consumption and a system of inheritance. Discussion method uses anthropologicalarchitectural approach. So characteristic of farming communities in eastern Madura is a problem: the hierarchy of space, the position of women, kinship, social system, as well as the limits of hierarchy, related to settlement patterns. The physical manifestation of settlements tend to the meaning and philosophy of Islam.Keywords: tegal ecology, settlement patterns, tanèyan lanjhèng, meaning and philosophy of Islam
DOMAIN RUANG PEREMPUAN PADA HUNIAN MASYARAKAT PELADANG DESA JURUAN LAOK MADURA TIMUR Redi Sigit Febrianto; Lisa Dwi Wulandari; Herry Santosa
Tesa Arsitektur Vol 15, No 1 (2017)
Publisher : Unika Soegijapranata Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24167/tesa.v15i1.1014

Abstract

Primodial domain ruang perempuan pada masyarakat peladang di Madura timur tak jauh berbeda dengan masyarakat agraris nusantara lain, yaitu tak lepas dari formasi gender. Domain ruang laki mengandung nilai primer, maskulin bersifat terbuka, sedangkan domain ruang perempuan mengandung nilai sekunder, feminin dan bersifat tertutup. Dengan strategi etnografi dan rancangan kualitatif, penelitian ini berusaha mendeskripsikan bagaimana domain ruang perempuan (lingkup mikro) pada hunian masyarakat peladang etnis Madura desa Juruan Laok, Madura timur. Pengumpulan data primer utama berupa wawancara mendalam dengan tak-tik pertanyaan terbuka dan sampling bertujuan. Validasi internal menggunakan observasi, pengukuran dan dokumentasi arsitektural, mengingat sifat subsistensinya dan kepala desa bukan narasumber utama. Diambil empat kasus hunian terpilih berdasarkan civitas, aktivitas, pola hunian, pola lanskap pertanian dan eksistensi obyek penyimpanan panen (jhuurung). Analisis bersifat induktif terhadap kerangka tema-tema, diawali analisis tematik kemudian dikomparasi dengan konsep human space dan space syntax dan dilanjutkan komparasi studi terkait dengan analisis lanjutan teknik flip-flop. Hasil penelitian yang diperoleh setidaknya dua hal yaitu: deskripsi domain ruang perempuan terbentuk berdasarkan hirarki privasi ruang dan organisasi pola ruang; juga ditemukannya obyek tempat penyimpanan panen sebagai kategorisasi penelitian etnografi dalam hunian yang bersifat intim, selalu ada dan menjadi domain ruang perempuan, disebut: jhuurung.
Retracted: Ruang Budaya Pada Proses Daur Hidup (Pernikahan) dan Tradisi Wiwit di Desa Sumber Polaman, Lawang Jawa Timur Fifi Damayanti; Agung Murti Nugroho; Herry Santosa
EMARA: Indonesian Journal of Architecture Vol. 3 No. 1 (2017): EIJA | August ~ October 2017 Edition
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (413.134 KB) | DOI: 10.29080/emara.v3i1.98

Abstract

We hereby announce that the article entitled "Ruang Budaya Pada Proses Daur Hidup (Pernikahan) dan Tradisi Wiwit di Desa Sumber Polaman, Lawang Jawa Timur" published in Vol 3 No in 2017 has been withdrawn / retracted at the request of the author on October 13, 2021. The reason for the withdrawal is because it is indicated that the paper quoted without mentioning the source (misconduct) on the article "Nilai Kosmologi Pada Tata Spasial Pada Permukiman Desa Kapencar Lereng Gunung Sindoro Wonowsobo (https://journal.ugm.ac.id/mft/article/view/654) Thus, we convey this notice so that it can be used properlyThis withdrawal was made at the conscious request/initiative of the author ( Fifi Damayanti)
Co-Authors abidah fitrianita Adli Bulain Agatha Christina Felia Rampi Agung Murti Nugroho Ajeng Dyosta Lucandhary Almira Firdania Isna Johanda Anggi Delizvi Anggraeni Annisa Putri Fudali Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Antariksa Bagus Suryo Atmojo Bambang Yatnawijaya Baskoro Azis Bayu Setyanugraha Rushadi Beta Suryokusumo bilal muhammad hasan Chairil Budiarto Amiuza Cyndhi Dewi Rukmana Damayanti Asikin Dandi Raviandaru Pratama Dewa Ayu Natih Ninggra Deviyanti Dila Dayita Diyan Lesmana Edwin Abdullah Almuhaimin Eni Zuliana Eni Zuliana Erni Kesuma Wardani Exacorinna Azalia Sucipto Fadhil Muhammad Kashira Farah Rosa Bela Asnawi fenny widiana Fifi Damayanti Geldy Desdiandra Inayatul Fikriyah Insani Aulia Qisti Iwan Wibisono Jenny Ernawati Jenny Ernawati Jenny Ernawati Jenny Ernawati Jenny Ernawati Jhon Andrew Hasudungan Juniawan Adhari Karysa Ranaziza Kevin Tjahyono Knasatra Saraswati Lavica Vioveta Lisa Dwi Wulandari Magvira Ardhia Pratiwi Muchamad Januar Irfan Muhammad Faisol Muhammad Farhan Shaukat Muhammad Satya Adhitama Muhammad Syafrudin Hilal Nabila Ramanindhita nadira nuswantoro Nenchi Rana Mustika Nindhi Kurnia Astiti Novi Sunu Sri Giriwati Novi Sunu Sri Giriwati Nur Faragita Anjani Nur Fauziah Nurachmad Sujudwijono Nurina Hendri Wardina Olivia Caterine Dora Maran Olivia Caterine Dora Maran Oni Wibisono Parada Ichwan Parnanda Pipiet Arini Putri Putri Nabila Zatibayani Rahmat Sepa Indrawan Redi Sigit Febrianto Redi Sigit. F Restica Hapsari Widyastuti Retno Ulvi Setiamurdi Reynaldi Reynaldi Ridha Aulia Ridjal, Abraham Mohammad Rinawati Pudji Handajani Riswanda Setyo Addino Safira Rizki Damayanti Sevilla Tiara Nugroho Shafna Puspita Abhipraya Sinaga, Andriano Sri Utami Subhan Ramdlani Syamsun Ramli Syamsun Ramli Syarapuddin Syarapuddin Tatania Lintang Alviani Tito Haripradianto Totok Sugiarto Tri Wahyu Diana U Bayu Santosa Umi Hajar Kholifatul Hidayah wafid irsyadunnas Wahyuni Eka Sari Wasiska Iyati Wayu L Syuhaya Widya Nurul Aisyah H. Windhy Frida Iswara Wirawan Fawaza Wulan Astrini Wulan Novianti Yusfan Adeputera Yusran Yusfan Adeputera Yusran Zai Dzar Al Farisa