hasyimkan hasyimkan
Program Studi Pendidikan Musik, Universitas Lampung

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Pelatihan Tari Bujang Gadis di Sanggar Budaya Ider Budi Sekampung Udik Lam-Tim Twin Destiana Sari; Hasyimkan Hasyimkan; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 5, No 1 (2017): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.179 KB)

Abstract

The formulation of the problem in this research was how the training process of bujang gadis dance in cultural studio Ider Budi Gunung Sugih Besar Village Great Marga Sekampung Udik East Lampung. This descrption qualitative research and to describe the process of dance training bujang gadis. Data collection techniques were : observation, interview, documentation. The theory used was nonformal education theory. Sources of data ware obtained from indigenous elders, chairmen, trainers and 6 Ider Budi students. The instrument of this research is the researcher himself. Training process with training methods learners can observe, listen, and feel the training process directly. This training process participants mimic the movement first taught the trainer, and participants are given the opportunity to practice repeating the movement that has been taught.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakah proses pelatihan tari bujang gadis di Sanggar Budaya Ider Budi Desa Gunung Sugih Besar Marga Sekampung Udik Lampung Timur. Penelitian deskriptif kualitatif ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pelatihan tari bujang gadis. Teknik pengumpulan data yaitu : observasi, wawancara, dokumentasi. Teori yang digunakan yaitu teori pendidikan nonformal. Sumber data diperoleh dari tetua adat, ketua, pelatih dan 6 peserta didik sanggar Ider Budi. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri. Proses pelatihan dengan metode latihan, peserta didik dapat mengamati, mendengarkan, dan merasakan proses pelatihan secara langsung. Proses pelatihan ini peserta menirukan terlebih dahulu gerak yang diajarkan pelatih, dan peserta diberi kesempatan berlatih mengulang gerak yang telah di ajarkan.Kata Kunci : Pelatihan, Tari Bujang Gadis, Sanggar Budaya Ider Budi
PENGGUNAAN MODEL KOOPERATIF TIPE STAD PADA PEMBELAJARAN TARI PIRING DUA BELAS DI SMA NEGERI 1 KALIREJO LAMPUNG TENGAH Devi Nurmalasari; Fitri Daryanti; Muhammad Fuad; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 1, No 2 (2013): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (401.957 KB)

Abstract

AbstractThe objektives of this reseach are to describe the use of the use of stad type of cooperatif model on learning and to describe the result of studen in achievement tari piring dua belas at class XII IPA 2 in SMA Negeri 1 Kalirejo.The research method was descriptive qualitative. The theory which is use were learning and STAD type of cooperative model. The sources of this research were the teacher of arts and culture and the students of class XII IPA 2 which consists of 35 student. The data collecting techiques which is use was observation, dokumentation in form of photo and field note, interview which was done with the teacher of arts and culture and student, practice test and obsevation, student activity, and the observasion of teacher activity.In conducted STAD type of cooperative model on learning tari piring dua belas.. Teacher divide the student into several groups, by using lottery and be define the leader of each group. During th steps and the axact gesture teacher learning process, each group looks antusis in demonstrating tari piring dua belas, but in the implementation still having the weakness that is students still depend the leader of their group.The result of students learning in demonstrating tari piring dua belas at SMA Negeri 1 Kalirejo, include on the category good. It is consider from the students dance ability on each aspects in remembering the gesture steps, include on the category good. The use of property (plate) include on the category very good. The exact gesture with the music include on the category good.Key word : model cooperatif, result, education, tari piring dua belas
PEMBELAJARAN TARI MELINTING MENGGUNAKAN MODEL DISCOVERY LEARNING DI SMA NEGERI 07 BANDAR Rien Gusmi Marisa; Hasyimkan Hasyimkan; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (146.214 KB)

Abstract

The research purpose was to discribe the process of Melinting dance learning result by using discovery learning model at SMA N 07 Bandar Lampung. This research was using descriptive qualitative research design with sources of data in study were 39 students and teacher. Data collection techniques used in this research were observation, interview, documentation, test and nontest. Discovery learning model began with 5 stage of learning, they were stimulation, problem statement, data collection, data proscessing, verification, and generalization. The result of student observation in the learning process of Melinting dance by using discovery learning model obtainedan an average value of 62 with a sufficient criterion. Practice test result was in good criteria with an average value of 79.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari Melinting menggunakan model Discovery Learning di SMA Negeri 07 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan sumber data guru dan siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik, dan nontes. Model Discovery Learning memiliki 5 tahap pembelajaran yaitu pemberian rangsangan, identifikasi masalah, pengumpulan data, pengolahan data, pembuktian, menarik kesimpulan. Hasil pengamatan aktivitas siswa dalam proses pembelajaran tari Melinting menggunakan model Discovery Learning mendapat niali 62 dengan kriteria cukup. Hasil tes praktik mendapat nilai 79 tergolong dalam kriteria baik.Kata kunci : pembelajaran, tari melinting, model discovery learning.
PENGGUNAAN MEDIA AUDIO VISUAL PADA PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN DI SMP NEGERI I TANJUNG RAYA MESUJI Nengah Sekarini; I Wayan Mustika; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 2 (2015): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (287.629 KB)

Abstract

The question in this research is how to use of audio visual media to teach tari sigeh pengutenin SMP Negeri 1 Tanjung Raya. This research aims to describe the teaching process and the use of audio visual media in sigeh pengutendance teaching process in SMP Negeri 1 Tanjung Raya Mesuji. This Research use descriptive qualitative approach. The source of movements of the dance sigeh penguten dance is 18 movements which are done by the teacher of art and culture. The data collecting technique that is used is the research of literature, documentation, interview, observation and practice test.The use of sigeh pengutendance can help both the studentsto see all of the movements, expressions, backsound and the costum. The average result variety of the practice test from the head movements, hands movements, legs movements, the sequence recitation of the movements and the accuracy of the movements with the music include in the good category.Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimanakahpenggunaan media audio visual padapembelajarantarisigehpengutendi SMP Negeri 1 Tanjung Raya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pembelajaran dan penggunaan media audio visual pada tari sigeh penguten di SMP Negeri 1 Tanjung Raya. Teori yang digunakan teori pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data ragam gerak tari sigeh penguten yang berjumlah 18 ragam gerak yang dilakukan oleh guru seni budaya. Teknik pengumpulan data yang digunakan penelitian kepustakaan, dokumentasi, wawancara, observasi serta tes praktik. Penggunaan video tari sigeh penguten dapat membantu guru dan siswa untuk melihat semua ragam gerak, ekspresi, iringan musik maupun busana yang digunakan. Hasil rata-rata pengamatan tes praktik dari sikap gerak kepala, sikap gerak tangan, sikap gerak kaki, hafalan urutan gerak serta ketepatan gerak dengan musik tergolong dalam katagori baik.Kata kunci :media audio visual, tari sigeh penguten, tes praktik
Pembelajaran Tari Rakot di Sanggar Bulan Bara Kecamatan Kotaagung Kabupaten Tanggamus Hermita Puri; Hasyimkan Hasyimkan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 1 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (55.125 KB)

Abstract

This research examines the process of learning Rakot dance in the Bulan Bara studio, Tanggamus district. This research is based on behavioral theory. This type of research is a qualitative descriptive that describes the learning process rates. Data collection techniques are observation, interviews and then performed data analysis by reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The learning process of Rakot dance was attended by 6 students and carried out during 8 meetings. Instruments Assessing practical tests are memorization of moves, memorizing floor patterns and adjusting musical accompaniment. This learning process learners mimic the range of motion requested by the trainer, then students ask for the opportunity to be trained to repeat the range of motion that has been learned and is expected to memorize the range of motion that has been supported to be classified in either category.Penelitaian ini mengkaji tentang proses pembelajaran tari rakot di sanggar Bulan Bara kabupaten Tanggamus. Penelitian ini berlandaskan teori behavioristik. Jenis penelitian ini adalah deskriftif kualitatif yang mendeskripsikan proses pembelajaran tari. Teknik mengumpulkan data yaitu observasi, wawancara, dokumentasi kemudian dilakukan analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Proses pembelajaran tari rakot ini diikuti oleh 6 peserta didik dan dilakukan selama 8 kali pertemuan. Instrument penilaian tes praktik yaitu hafalan gerak,hafalan pola lantai dan menyesuaikan iringan musik. Proses pembelajaran ini peserta didik menirukan terlebih dahulu ragam gerak yang diajarkan oleh pelatih, kemudian peserta didik diberi kesempatan berlatih mengulang ragam gerak yang sudah dipelajari dan diharapkan mampu menghafal ragam gerak yang telah diajarkan hingga tergolong dalam kategori baik. Kata kunci: Pembelajaran, Tari Rakot,  Sanggar Bulan Bara.
Pelatihan Tari Kreasi Lampung Dengan Konsep Koreografi Di Sanggar Gardancestory Bandarlampung Qodri Febriansyah; Susi Wendhaningsih; Hasyimkan Hasyimkan; Riyan Hidayatullah
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (30.81 KB)

Abstract

The aim of this study was to describe the process and the result of Lampung creation dance with the concept of choreography in Gardancestory gallery Bandarlampung. The problem of this research was how the process and the result of Lampung creation dance are. There are some variety of motion which given by the trainer, they are nyiau bias, injak tai manuk, melayang, timbangan. The process of Lampung creation dance using concept of choreography started by using audiovisual step, in this step the trainer showed a video contains creation dance to the student. In exploring step, the trainer instantiated the motion of traditional dance to be created or developed. In improving and forming step, the score was taken. The result of Lampung creation dance with choreography concept shows that the students can produce motion quality with good criteria.Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pelatihan tari kreasi Lampung dengan konsep koreografi di sanggar Gardancestory Bandarlampung. Rumusan masalahnya yakni, bagaimana proses dan hasil pelatihan tari kreasi Lampung. Ada beberapa ragam gerak yang di berikan oleh pelatih yaitu nyiau bias, injak tai manuk, melayang, timbangan. Proses pelatihan tari kreasi Lampung dengan konsep koreografi dimulai menggunakan tahap audio visual, pada tahap ini pelatih memberikan tayangan video tari kreasi kepada peserta didik, tahap eksplorasi pada tahap ini pelatih memberikan contoh gerak tari tradisi untuk dikreasikan atau dikembangkan, untuk tahap improvisasi dan tahap pembentukan dilakukan pengambilan nilai tes praktik. Hasil pelatihan tari kreasi Lampung dengan konsep koreografi menunjukan bahwa peserta didik dapat menghasilkan kualitas gerak dengan kriteria baik.Kata Kunci: koreografi, pelatihan, sanggar, tari.
PEMBELAJARAN TARI BEDANA MENGGUNAKAN METODE COOPERATIVE LEARNING TIPE GROUP INVESTIGATION DI SMK PGRI PASIR SAKTI LAMPUNG TIMUR Ani Asmara; hasyimkan hasyimkan; susi wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 8, No 2 (2020): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (592.347 KB)

Abstract

This research aimed to describe the process and results of Bedana dance learning in extracurricular activity at SMK PGRI Pasir Sakti by using cooperative learning method of group investigation type. This study used descriptive qualitative research. The data sources obtained in this study were students who took extracurricular activities through dance learning provided by researchers as trainers. The data collecting technique were participant observation, interview, documentation, and practical test. The steps in using group investigation method were arranging the students into group, planning the assignment that would be learnt, conducting investigation, preparing the final report, presenting the final report, and evaluating. Assessment is given through observation of the students’ activities with visual aspects of activities, listening activities, motor activities. The implementation of bedana dance learning using the cooperative learning method group investigation type shows that children are included in sufficient criteria.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari Bedana pada kegiatan ekstrakurikuler di SMK PGRI Pasir Sakti menggunakan metode cooperative learning tipe Group Investigation. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber datayang diperoleh dalam penelitian ini adalah siswi yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler melalui pembelajaran tari yang diberikan oleh peneliti sebagai pelatih. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi partisipan, wawancara, dokumentasi. Langkah-langkah penggunaan metode group investigation, mengatur siswa ke dalam kelompok, merencanakan tugas yang akan dipelajari, melaksanakan investigasi, menyiapkan laporan akhir, mempresentasikan laporan akhir, dan evaluasi. Penilaian diberikan melalui pengamatan terhadap aktivitas siswa dengan aspek visual activities, listening activities, motor activities. Pelaksanaan pembelajaran tari bedana dengan menggunakan metode cooperative learning tipe group investigation menunjukkan bahwa anak-anak masuk dalam kriteria cukup.Kata Kunci : cooperatif learning, group investigation, tari bedana
PEMBELAJARAN TARI MELINTING MENGGUNAKAN METODE DRILL PADA EKSTRAKURIKULER SMK MUHAMMADIYAH 3 METRO Aliman Surya; Hasyimkan Hasyimkan; Agung Kurniawan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 4, No 1 (2016): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (270.592 KB)

Abstract

The objective of this research was to describe the process of Melinting dance learning by using Drill method in extracurricular activity in Muhammadiyah 3 Vocational School in Metro. This was a descriptive qualitative research. The result showed that teachers conducted learning activities in three stages; planning, implementation, and evaluating. Learning plan was made by teachers based on daily activity plan component of dancing extracurricular activity. Learningimplementation was exercised by teacher and students by including preliminary activity, main activity, and closing activity related to observation sheet of Drill method; observing, practicing, associating, and communicating. Learning evaluation was conducted by teacher during learning process and teacher evaluated students with process result observation sheet, Drill method observation sheet and observation sheet of practice test.Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bagaimana proses Pembelajaran Tari Melinting menggunakan Metode Drill pada kegiatan ekstrakurikuler di SMK Muhammadiyah 3 Metro. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru sudah melakukan kegiatan pembelajaran dengan tiga tahap yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian pembelajaran. Perencanaan pembelajaran dibuat guru berdasarkan komponen RKH pada kegiatan Ekstrakurikuler Tari. Pelaksanaan pembelajaran dilakukan guru dan siswa yang mencakup kegiatan pendahuluan, kegiatan inti, dan kegiatan penutup yang dikaitkan dengan lembar pengamatan Metode Drill yaitu mengamati, mempraktikan, mengasosiasi, dan mengkomunikasikan. Penilaian pembelajaran dilakukan guru selama proses pembelajaran berlangsung dan menilai siswa melalui penilaian Lembar Pengamatan Hasil Proses, Lembar Pengamatan Metode Drill dan Lembar Pengamatan Tes Praktek.Kata kunci : pembelajaran, tari melinting, metode drill
PEMBELAJARAN TARI SIGEH PENGUTEN MENGGUNAKAN MODEL KOOPERATIF TIPE TGT Anarika Sasmita; Susi Wendhaningsih; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (101.754 KB)

Abstract

This research aimed to describe  sigeh penguten dance lessons by using cooperative models TGT and also to find out the outcomes of the students’ learning process in Sigeh Penguten dance at SMP Al-Azhar 1 Bandar Lampung. The research used qualitative description method. The sources of the data in this research were 9 students. The researcher used some techniques to collect the data. Those are the observation, video recording, field notes, test of dance, and interview. Research instruments are observation guide, documentation guide, field recording guide, observation sheets of practice tests and nontest. Considering the skill of dancing, the result of the learning in demonstrating Sigeh Penguten dance in SD Al-Azhar 1 Bandar Lampung  is categorized as good, it was observed from the ability in dancing based on the order movement aspect, the accuracy of movement based on music and the harmony within groups, the mean of those aspects should be 74.Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan pembelajaran tari sigeh penguten menggunakan model kooperatif tipe TGT dan hasil belajar siswi dalam pembelajaran tari Sigeh Penguten di SMP Al-Azhar 1 Bandar Lampung. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data dalam penelitian ini adalah 9 siswi.Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni pengamatan, dokumentasi, wawancara, tes praktik, pengamatan aktivitas siswa dan pengamatan aktivitas guru. Instrumen penelitian menggunakan panduan observasi, panduan dokumentasi, panduan pencatatan lapangan, lembar pengamatan tes praktik dan nontes. Hasil belajar siswa dalam mendemonstrasikan tari Sigeh Penguten di SMP Al-Azhar 1 Bandar Lampung tergolong dalam kategori baik, hal ini ditinjau dari kemampuan menari siswa berdasarkan aspek hafalan urutan gerak, ketepatan gerak dengan musik dan kekompakan dalam kelompok dengan rata-rata nilai dari ketiga aspek tersebut yaitu 74.Kata kunci: pembelajaran, tari sigeh penguten, TGT
Penggunaan Media Audio Visual Dalam Kemampuan Siswa Menari Piring 12 di Ekstrakurikuler SMA Negeri 2 Kotaagung Risma Intan Kartika; Hasyimkan Hasyimkan; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 9, No 2 (2021): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (245.87 KB)

Abstract

This research examined the process of students’ ability in piring 12 dance by using qualitative descriptive method in a way of describing the learning process of the dance in extracurricular at SMA N 2 Kotaagung. The data were collected by using observation, interview, documentation, observation sheets and practice tests. The result of this research showed that the learning process had hot administered optimally since one of the components of learning implementation that was learning planning was not committed structurally in accordance with the provisions or the standard of the implementation of the learning process. In order to find out now the students’ ability in learning the dance was, the teacher used observation sheets in every meeting and conducted practice tests every 3 meetings in which the aspects that were judged were wiraga, wirama, wirasa. According to the result that was conducted during 8 meetings using audio visual media, it can be said it was success since the students were be able to dance well Penelitian ini mengkaji tentang proses kemampuan anak dalam tari piring 12 dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif dengan mendeskripsikan proses pembelajaran tari di kegiatan ekstrakurikuler SMA Negeri 2 Kotaagung. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, lembar pengamatan dan tes pratik. Hasil penelitiaan menunjukan bahwa pelaksanaan proses pembelajaran belum berjalan maksimal, dikarenakan dalam komponen pelaksanaan pembelajaran tidak dilakukan perencanaan pembelajaran secara terstruktur sesuai dengan standar proses pelaksanaan pembelajaran. Untuk melihat bagaimana hasil dari kemampuan siswa belajar tari piring 12, guru menggunakan lembar pengamatan siswa di setiap pertemuan dan melakukan tes praktik di pertiga kali pertemuan dengan aspek yang dinilai wiraga, wirama, wirasa. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan selama delapan kali pertemuan dengan menggunakan media audio visual dapat dikatakan berhasil, dikarenakan siswa dapat dikatakan mampu menari dengan baikKata Kunci: ekstrakurikuler, proses, tari piring 12
Co-Authors Afila Leoni Yunanda Agung Hero Hernanda Agung Hero Hernanda Agung Kurniawan Agung Kurniawan agung kurnniawan Al Fisqy Kayyasah Amaliyyah Alfian Ramadhan Aliman Surya Anarika Sasmita Anggun Prameswari Ani Asmara Ari Palawi Ari Widodo Armayyeni Nurillia Marsim Arum Chandrawati Arum Sage Cani Arwina Indira Purnama aryusma suhada Asep Supriadi atika nur tsabita Barnawi, Erizal Basa Natalia Angelia Lubis Destiana Fatma Sari Devi Nurmalasari Dian Astrini Dirga Harto Pratomo Dwi Tiya Juwita Dwiyana Hapsary Eka Putrika Mutia Elisabeth Hesti era aryani sasiwi Erizal Barnawi Febrilyan Sakuntala Devi Fitri Daryanti Fitry Daryanti Fivita Ayu Hanna Difetra Alfath Hermita Puri Hernanda, Agung Hero I Gusti Bagus Wiksuana I Made Andi Setiawan i wayan musika I Wayan Mustika Ika Irmanita Ilham Sanjaya Imam Rejana Khalis Cundoko Manik Kuat Slamet Widodo Luphita Tiontinov Maulida Sopia Muhamad Fuad MUHAMMAD FUAD Nengah Sekarini Ni Made Dwi Septianingsih Nikko Mazlan, Chamil Arkhasa Nurul ayu kartika Pamungkas, Bian Puguh Nurohim Putri Stephanie Qodri Febriansyah Rahmawati pamungkas Rani Nurma Anggreini Resa Dwi Cahyani Rien Gusmi Marisa Risa Alufha Risma Intan Kartika Riyan Hidayatullah Riyan Hidayatullah Riyan Hidayatullah, Riyan Rizky Suci Pratiwi Sayu Putu Widya Astuti Sendy Anisa Siti Mutiara Barokah Supriyadi Supriyadi Susi Wedhaningsih Susi Wendhaningsih Susi Wendhaningsih Susi Wendhaningsih Susi Wenhdaningsih Tejapermana, Prisma Tejapermana Trinandi Hari Widaqdo Twin Destiana Sari Ucha Nia Gusna Uswatul Hakim Vita Fauzia Ulfa Wahyu Eka Savitri Wini Tarmini Wita Asiyah Zairi Zairi