hasyimkan hasyimkan
Program Studi Pendidikan Musik, Universitas Lampung

Published : 60 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBELAJARAN TARI MULI SIGER MENGGUNAKAN MODEL DIRECTIVE LEARNING DI SD N 2 Resa Dwi Cahyani; hasyimkan hasyimkan; fitri daryanti
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 3, No 3 (2015): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (135.474 KB)

Abstract

In this research, the background of problem was how to be able learning muli siger dance using directive learning model especially at class VI of SD N 2 Perumnas Way Halim Bandar Lampung academic year 2014/2015. The research purpose was to describe the process and the learning result of muli siger dance by using directive learning model at SD N 2 Perumnas Way Halim Bandar Lampung. The theories which were used in this research were learning, dance, muli siger dance, and directive learning model. The data was collected by observation, interview, documentation, practice test, and non-test by using descriptive qualitative research design. The learning result of muli siger dance was very good criteria with score of 88 and the students activity was very good criteria with score of 84.Rumusan masalah penelitian ini adalah bagaimanakah pembelajaran tari muli siger menggunakan model directive learning di kelas VI C SD N 2 Perumnas Way Halim Bandar Lampung tahun pelajaran 2014/2015. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil belajar tari muli siger menggunakan model directive learning di kelas VI C SD N 2 Perumnas Way Halim Bandar Lampung. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah pembelajaran, seni tari, tari muli siger dan model directive learning. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi, tes praktik, dan nontest dengan menggunakan desain penelitian deskriptif kualitatif. Hasil pembelajaran tari muli siger memperoleh kriteria baik sekali dengan nilai 88, dan aktivitas siswi memperoleh kriteria baik sekali dengan nilai 84. Kata kunci: model directive learning, pembelajaran, tari muli siger.
Pembelajaran Tari Serai Serumpun Dalam Masyarakat Abung Siwo Mego Di Marga Nunyai Kotabumi Lampung Utara Anggun Prameswari; Hasyimkan Hasyimkan; Susi Wendhaningsih
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 2 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (325.927 KB)

Abstract

Serai serumpun dance is a traditional dance in a marriage party that developed in the society of Abung Siwo Mego. Serai serumpun dance is used as a cover dance of mupadun cangget. The costume balancer wears golden caps, singlet clothes, tuho beaks, bowls, temanggol moon necklings, sereti feathers and talo balak, tabuh tarei, and peloh are accompaniment of serumpun dance. This study aims to describe the learning process of Serai Serumpun Dance. The Behavioristic theory is applied in the study. The researcher used descriptive qualitative. Sources of data obtained from direct interviews to the interviewee such as the humanist, the invited guests in Cangget Mupadun, the paper and 5 kinds of dance movements of Serumpun Dance. Observation, documentation, interview are used as data collection of the research.Serai Serumpun dance used  demonstration learning methods. Abung Siwo Mego community did not conduct a special training for custom dance that developed in their area andonly through customs event in the area.Tari serai serumpun merupakan suatu tarian adat dalam pesta perkawinan yang berkembang di masyarakat Abung Siwo Mego. Tari serai serumpun digunakan sebagai tarian penutup cangget mupadun. Anak penyimbang adat memakai busana kopiah emas, baju dalaman (singlet), senjang tuho, punduk, kalung bulan temanggol, bulu sereti  serta talo balak, tabuh tarei, dan panggoh merupakan pengiring tari serai serumpun. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tari serai serumpun. Teori pembelajaran yang digunakan adalah teori behavioristik . Metode penelitian digunakan deskriptif kualitatif. Sumber data diperoleh dari wawancara langsung kepada narasumber seperti budayawan,  tamu undangan di cangget mupadun,  paper dan 5 ragam gerak tari serai serumpun.  Pengumpulan data penelitian yakni observasi, dokumentasi, wawancara.Tari serai serumpun menggunakan metode pembelajaran demonstrasi. Masyarakat Abung Siwo Mego tidak melakaukan pelatihan khusus untuk tari adat yang berkembang didaerahnya hanya melalui acara adat didaerah. Kata kunci : cangget mupadun, tari serai serumpun, pembelajaran, dan pepadun
Pembelajaran Tari Muli Siger Menggunakan Metode Kooperatif Tipe Group To Group Exchange Di Sma Negeri 7 Bandar Lampung I Made Andi Setiawan; I Wayan Mustika; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 3 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (99.088 KB)

Abstract

Group to group exchange (GGE) is one of the cooperative learning models that emphasizes student-centered learning and requires students to exchange knowledge among groups. Implementation of GGE model in dance learning is not only done by imitating repetitive motion imitated by teacher (imitation), but students exchange knowledge both with their group and information obtained from other group. Research type descriptive research through qualitative approach by observing directly the process and learning outcomes muli siger dance using GGE cooperative learning model type. The results in this study indicate that the learning process undertaken by teachers using the GGE method is to conduct activities to form groups, dividing the different material realm in each group, then share knowledge to other groups or transfer knowledge, discussion, after that practice the movement with the group. Learning outcomes were measured using visual activity indicators, motor activities, and oral activities and with practice compliance tests.Group to group exchange (GGE) merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif  yang  mengedepankan pembelajaran yang berpusat pada siswa dan menuntut siswa untuk saling bertukar pengetahuan antar kelompok. Penerapan model GGE dalam pembelajaran tari tidak hanya dilakukan dengan proses menirukan gerak yang dicontohkan secara berulang-ulang oleh guru (imitasi), namun siswa saling bertukar pengetahuan baik bersama kelompoknya maupun informasi yang didapat dari kelompok lain. Adapun hasil dalam penelitian ini menunjukkan bahwa proses pembelajaran yang dilaksanakan guru menggunakan metode GGE yaitu dengan melakukan kegiatan membentuk kelompok, membagi ranah materi yang berbeda-beda disetiap kelompok, kemudian membagikan ilmu kepada kelompok lain atau menransfer ilmu, berdiskusi, setelah itu mempraktikkan gerak bersama kelompok. Hasil pembelajaran diukur dengan menggunakan indikator visual activities, motor activities, dan oral activities serta dengan tes pengamatan praktik.Kata kunci: metode kooperatif, group to group exchange, tari muli siger.
pembelajaran tari muli siger menggunakan media audio-visual pada ekstrakurikuler di smk muhammadiyah 1 pringsewu atika nur tsabita; susi wendhaningsih; hasyimkan hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 3 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (198.772 KB)

Abstract

Research on the use of audio-visual media and the learning process of muli siger dance in extracurricular activities at SMK Muhammadiyah 1 Pringsewu. This research was conducted to describe the learning process of muli siger dance using audio-visual media. This type of research is descriptive qualitative. The theory used is the theory of constructivism. Data collection techniques were carried out by observation, interviews and documentation. The results of the study there are 6 aspects of the use of audio-visual media, aspect of students observing the muli siger dance video, aspect is the seriousness of students in participating in the learning of muli siger dance, aspect is the activeness of students in asking questions, aspect is understanding the range of motion material in the learning of muli siger dance given by the teacher, aspect is students 'enthusiasm in using media, the sixth aspect is students' ability to utilize learning media. Student learning outcomes in learning muli siger dance get good assessment criteria. Penelitian mengenai penggunaan media audio-visual dan proses pembelajaran tari muli siger pada ekstrakurikuler di SMK Muhammadiyah 1 Pringsewu. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan proses pembelajaran tari muli siger menggunakan media audio-visual. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Teori yang digunakan adalah teori konstruktivisme. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian terdapat 6 aspek penggunaan media audio-visual yaitu siswa mengamati video tari muli siger, keseriusan siswa dalam mengikuti pembelajaran tari muli siger, keaktifan siswa dalam bertanya, pemahaman materi ragam gerak pada pembelajaran tari muli siger yang diberikan oleh guru, antusias siswa dalam menggunakan media, aspek keenam kemampuan siswa dalam memanfaatkan media pembelajaran. Hasil belajar siswa dalam pembelajaran tari muli siger mendapat kriteria penilaian baik. Kata kunci: Pembelajaran, Media audio-visual, Tari Muli Siger.
PEMBELAJARAN GERAK TARI DAN LAGU MENGGUNAKAN METODE DEMONSTRASI DI TK KARTIKA II-31 Sendy Anisa; Hasyimkan Hasyimkan; I Wayan Mustika
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 3 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (544.44 KB)

Abstract

The problem in this study is how to describes dance movement and song by using demonstration at Kartika II-31 kindergarden Bandar Lampung. This research uses theories  are  learning  and  demonstration  method. The  design  of  this  research  is descriptive qualitative. The subjects of this research are teacher and 16 students in B3 class of  Kartika  II-31 kindergarden  Bandar Lampung. While data collection teachique used in this research is done by observation, interview, documentation, and pratice test. Learning dance movement and song applies three steps teachers explains the material, teacher demonstrates, and students pratice  the movements that have been demonstrated. Learning dance movement and song with average score  68  is  categorized  as  good.  The  assesment is  given  through  three  acspect wiraga,  wirasa,  and  wirama.  Beside there is  an  assessmet  about  the  learning activty in every meeting.  Masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana pembelajaran gerak tari dan lagu di TK Kartika II-31 Bandar Lampung. Teori yang digunakan adalah pembelajaran dan metode demonstrasi. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah guru dan 16 siswa. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, dokumentasi dan tes praktik. Pembelajaran gerak tari dan lagu menggunakan tiga tahap yaitu menjelaskan materi, guru mendemonstrasikan dan siswa mempraktikan gerak yang telah didemonstrasikan. Hasil pembelajaran  gerak tari dan lagu dengan rata-rata nilai 68 sehingga dikategorikan baik. Penilaian diberikan melalui tiga aspek yaitu wiraga, wirasa, dan wirama selain itu juga diadakan penilaian tentang aktivitas belajar siswa pada setiap pertemuan.Kata kunci : demonstrasi, gerak tari dan lagu, pembelajaran.
Proses Pembelajaran Gerak Tari Sigeh Pengunten Pada Siswa Kelas 5 SDN Mandah Lampung Selatan Wahyu Eka Savitri; i wayan musika; agung kurnniawan; hasyimkan hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 1 (2018): Jurnal Seni Dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (260.194 KB)

Abstract

This research was aimed to describe the the process and learning outcomes art of dance by using the theory of constructivism and role play model. This research was conducted at SDN Mandah Lampung Selatan 2017/2018 using types of research qualitative descriptive. Sources of data obtained in this study were 21 female students who formed 3 groups. Techniques used to collect data are literacy study, interview observation, documentation, data analysis, practice test and non test. The result of learning of dance sigeh dance movement by using role playing model is given through three aspects: wiraga, wirama, wirasa, beside that there is also assessment about student learning activity at every meeting. The result of learning process of dance sigeh dance movement using role model on sigeh dance has good criteria. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pada pembelajaran seni tari dengan menggunakan teori konstruktivisme dan model bermain peran. Penelitian ini dilakukan di SDN Mandah Lampung Selatan 2017/2018 dengan menggunakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Sumber data yang diperoleh dalam penelitian ini adalah 21 siswi yang terbentuk 3 kelompok. Teknik yang digunakan untuk mengumpulkan data adalah studi literartur, observasi wawancara, dokumentasi,analisis data, tes praktik dan non tes. Hasil pembelajaran ragam gerak tari sigeh pengunten dengan menggunakan model bermain peran diberikan melalui tiga aspek yaitu wiraga , wirama, wirasa, selain itu juga terdapat penilaian tentang aktivitas belajar siswa pada setiap pertemuan. Hasil proses pembelajaran ragam gerak tari sigeh pengunten menggunakan model bermain peran pada tes tari sigeh pengunten memiliki kriteria baik.Kata kunci: Bermain Peran, Pembelajaran Seni, Sigeh Pengunten
Pembelajaran Tari Sigeh Penguten Menggunakan Media Audio Visual Pada Ekstrakurikuler SMP Negeri 3 Batanghari Lampung Timur Nurul ayu kartika; Agung Kurniawan; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 6, No 4 (2018): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (118.987 KB)

Abstract

Problem formulation in this research is how to learn sigeh penguten dance by using audio visual media at SMP Negeri 3 Batanghari. This study aims to describe the process and learning outcomes sigeh penguten dance in using audio visual media in SMP Negeri 3 Batanghari. The theory used in this research is learning kontruktivisme. This research uses descriptive qualitative type of analysis. The learning process of dance sigeh pengunten in using audio visual media begins with the stage of visual activities, listening activities, and motor activities. The result of observation of students in  sigeh pengunten dance process using visual audio media at visual activity stage get score 35 or 87,50%, listening activities get score 29 or 72,50%, and motor activities get score 23 or 57, 50%. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah pembelajaran tari sigeh penguten dengan menggunakan media audio visual di SMP Negeri 3 Batanghari. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan proses dan hasil pembelajaran tari sigeh penguten dalam menggunakan media audio visual di SMP Negeri 3 Batanghari. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori pembelajaran kontruktivisme. Penelitian ini menggunakan jenis analisis deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan pada penelitian ini adalah observasi, dokumentasi dan wawancara. Proses pembelajaran tari sigeh pengunten dalam menggunakan media audio visual dimulai dengan tahap visual activities, listening activities, dan motor activities. Hasil pengamatan siswa dalam proses tari sigeh pengunten menggunakan media audio visual pada tahapan visual activities memperoleh skor 35 atau 87,50%, listening activities memperoleh skor 29 atau 72,50%, dan motor activities memperoleh skor 23 atau 57, 50%.   Kata kunci : media audio visual, pembelajaran, sigeh panguten
KEMAMPUAN MENARI MELINTING MENGGUNAKAN METODE SAS PADA SISWA SMP NEGERI 3 PEKALONGAN Dwi Tiya Juwita; Wini Tarmini; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 2 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (66.907 KB)

Abstract

The problem in this research is Melinting dance abilities used SAS method of the first grade students in Junior High School 3 Pekalongan. This research aims to describe Melinting dance abilities used SAS method in the first grade students of Junior High School 3 Pekalongan The theory that used is SAS method. Conveying the material used SAS method which is divided into three phases that are structure, analytic and synthesis. The method used in this research is descriptive. Data collecting technique is done by observation, interviews, documentation and pratice test. The source of data in this research is 21 students. Based on data analysis techniques, on analytic test with average value 69 which is good criteria and synthesis test with average value 62 which is enough criteria. So the accumulation result of Melinting dance abilities in the first grade students of Junior High School 3 Pekalongan classified as good criteria with average value is 66.Masalah yang dibahas dalam penelitian ini adalah kemampuan menari Melinting menggunakan metode SAS pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Pekalongan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan menari Melinting menggunakan metode SAS pada siswa kelas VII SMP Negeri 3 Pekalongan. Teori yang digunakan adalah metode SAS. Penyampaian materi menggunakan metode SAS dibagi menjadi tiga tahap yaitu struktur, analitik dan sintesis. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Sumber data dalam penelitian ini adalah siswa yang berjumlah 21. Berdasarkan teknik analisis data, pada tes analitik dengan nilai rata-rata adalah 69 yang tergolong baik dan tes sintesis dengan nilai rata-rata adalah 62 yang tergolong cukup. Sehingga akumulasi hasil kemampuan menari Melinting siswa kelas VII.1 SMP Negeri 3 Pekalongan tergolong baik dengan nilai rata-rata 66.Kata kunci : kemampuan, SAS, tari melinting
PENERAPAN SAVI DALAM PEMBELAJARAN TARI BEDANA DI SMP NEGERI 10 BANDAR LAMPUNG Miftha Ilhamsyah Putra; Fitri Daryanti; Hasyimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 2, No 1 (2014): jurnal seni dan pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (222.59 KB)

Abstract

The purpose of this research is to describe  the applying of SAVI model in Bedana dance learning in Extracurricular activity of SMP Negeri 10 Bandar Lampung Learn Periode 2013/2014. The subjects of this research are 12 girl students who follow artistic dancing extracurricular. Based on the  data analysis, can be discovered that the applying of SAVI model obtained good criteria with score 72. Teacher obtained excellent criteria with score 94 which is obtained from assessment affiliation from art and culture teacher  and  from  the  questionnaire  result  which  is  given  to  the students. And for student activity, it obtained very good criteria with score 84Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan model SAVI dalam pembelajaran tari Bedana pada  kegiatan  Ekstrakurikuler di SMP  Negeri  10  Bandar  Lampung  Tahun Pelajaran  2013/2014. Subyek dalam  penelitian  ini  adalah  siswi  yang  mengikuti kegiatan Ekstrakurikuler seni tari berjumlah 12 orang. Berdasarkan analisis data dapat  diketahui  bahwa  penerapan  model  SAVI  memeroleh  kriteria baik  dengan nilai 72. Penilaian aktivitas guru memeroleh kriteria baik sekali dengan nilai 94 yang  diperoleh  dari  penggabungan  penilaian  dari  guru  seni  budaya  dan  hasil angket  yang  diberikan  kepada  siswa,  sedangkan  aktivitas  siswa  memeroleh kriteria baik sekali dengan nilai 84.  Kata kunci: Penerapan, SAVI, Tari Bedana. 
Manfaat Olah Tubuh Dalam Pembelajaran Tari Pada Kegiatan Ekstrakurikuler Di SMA SWADHIPA Bumisari Natar Sayu Putu Widya Astuti; I Wayan Mustika; Hayimkan Hasyimkan
Jurnal Seni dan Pembelajaran Vol 7, No 2 (2019): Jurnal Seni dan Pembelajaran
Publisher : Jurnal Seni dan Pembelajaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (165.327 KB)

Abstract

This research is benefits of body exercise in learning dance in extracurricular activities at SMA SWADHIPA Bumisari Natar was conducted to see the process and learning outcomes of bedana dance based on behavioristic theory. This research using a qualitative descriptive which directly observes the process and results of bedana dance learning using role playing learning models. Sources of data in this study were 8 students who participated in extracurricular activities as well as teachers of extracurricular dance. Data obtained in this study was carried out by observation, interviews, documentation, and practical tests. The result showed the students, in the first and second meetings there were only 3 students (37.5%), in the third meeting there were 4 students (50%), at the meeting fourth there are 6 students (75%), in the fifth meeting there are 7 students (87.5%), and the sixth meeting 8 students (100%).Penelitian ini mengenai manfaat olah tubuh dalam pembelajaran tari pada kegiatan ekstrakurikuler di SMA SWADHIPA Bumisari Natar dilakukan untuk melihat proses dan hasil belajar tari bedana dengan teori behavioristik. Jenis penelitian ini deskriptif kualitatif yang mengamati proses dan hasil manfaat olah tubuh dari pembelajaran tari bedana menggunakan model pembelajaran bermain peran. Sumber data dalam penelitian ini adalah 8 siswa dan guru ekstrakurikuler. Data yang diperoleh melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes praktik. Hasil pengamatan siswa yang diperoleh pada pertemuan pertama dan kedua hanya terdapat 3 siswa (37,5%), pada pertemuan ketiga terdapat 4 siswa (50%), pada pertemuan keempat terdapat 6 siswa (75%), pada pertemuan kelima terdapat 7 siswa (87,5%), dan pertemuan keenam 8 siswa (100%). Kata kunci : Olah tubuh,Pembelajaran,Tari Bedana
Co-Authors Afila Leoni Yunanda Agung Hero Hernanda Agung Hero Hernanda Agung Kurniawan Agung Kurniawan agung kurnniawan Al Fisqy Kayyasah Amaliyyah Alfian Ramadhan Aliman Surya Anarika Sasmita Anggun Prameswari Ani Asmara Ari Palawi Ari Widodo Armayyeni Nurillia Marsim Arum Chandrawati Arum Sage Cani Arwina Indira Purnama aryusma suhada Asep Supriadi atika nur tsabita Barnawi, Erizal Basa Natalia Angelia Lubis Destiana Fatma Sari Devi Nurmalasari Dian Astrini Dirga Harto Pratomo Dwi Tiya Juwita Dwiyana Hapsary Eka Putrika Mutia Elisabeth Hesti era aryani sasiwi Erizal Barnawi Febrilyan Sakuntala Devi Fitri Daryanti Fitry Daryanti Fivita Ayu Hanna Difetra Alfath Hermita Puri Hernanda, Agung Hero I Gusti Bagus Wiksuana I Made Andi Setiawan i wayan musika I Wayan Mustika Ika Irmanita Ilham Sanjaya Imam Rejana Khalis Cundoko Manik Kuat Slamet Widodo Luphita Tiontinov Maulida Sopia Muhamad Fuad MUHAMMAD FUAD Nengah Sekarini Ni Made Dwi Septianingsih Nikko Mazlan, Chamil Arkhasa Nurul ayu kartika Pamungkas, Bian Puguh Nurohim Putri Stephanie Qodri Febriansyah Rahmawati pamungkas Rani Nurma Anggreini Resa Dwi Cahyani Rien Gusmi Marisa Risa Alufha Risma Intan Kartika Riyan Hidayatullah Riyan Hidayatullah Riyan Hidayatullah, Riyan Rizky Suci Pratiwi Sayu Putu Widya Astuti Sendy Anisa Siti Mutiara Barokah Supriyadi Supriyadi Susi Wedhaningsih Susi Wendhaningsih Susi Wendhaningsih Susi Wendhaningsih Susi Wenhdaningsih Tejapermana, Prisma Tejapermana Trinandi Hari Widaqdo Twin Destiana Sari Ucha Nia Gusna Uswatul Hakim Vita Fauzia Ulfa Wahyu Eka Savitri Wini Tarmini Wita Asiyah Zairi Zairi