Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBERDAYAAN DI PANTI ASUHAN AL HASANAH MELALUI E - COMMERCE DALAM MENINGKATKAN KEMANDIRIAN Herman Herman; Indra Safri; Syapril Abdullah; Yolanda Velinsca; Waddha Waddha
BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Vol. 5 No. 1 (2025): BHAKTI NAGORI (Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat) Juni 2025
Publisher : LPPM UNIKS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36378/bhakti_nagori.v5i1.4238

Abstract

Panti Asuhan merupakan organisasi nonprofit yang berfungsi sebagai tempat tinggal bagi anak yatim dan atau piatu. Mereka didanai secara sukarela oleh masyarakat, sehingga tingkat kesejahteraannya tidak terjamin. Terdapat banyak hal atau kegiatan yang dapat dilakukan oleh Civitas Akademik atau Perguruan tinggi, mulai dari peningkatan sumber daya manusia pada panti asuhan, hingga kegiatan lainnya, yang salah satunya adalah melakukan pemberdayaan terhadap pengelola panti asuhan serta anak asuh yang ada pada panti asuhan. Pemberdayaan sebagai suatu cara di mana orang, organisasi dan masyarakat diarahkan untuk mampu menguasai kehidupannya. Pemberdayaan berasal dari kata “empowerment” yang mengandung arti kekuatan atau memberikan daya. Salah satu pemberdayaan tersebut adalah dengan melakukan pelatihan e-commerce di Panti Asuhan Alhasanah dalam rangka meningkatkan kemandirian. Kedepannya diharapkan agar pengelola panti asuhan dan anak asuh mampu memanfaatkan e-commerce untuk memasarkan prduk-produk yang dihasilan pada panti asuhan tersebut.
Karakteristik Partisipasi Masyarakat pada Pengelolaan Sampah di TPS3R Tanjung Selatan Bersinar Kabupaten Tabalong Muhammad Noor Ifansyah; Herman; Ferizaldi
Jurnal PubBis Vol 10 No 2 (2026)
Publisher : stiatabalong.ac.id

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35722/jurnalpubbis.v10i2.1560

Abstract

This study analyses the characteristics of community participation in waste management at the Tanjung Selatan Bersinar Reduce, Reuse, Recycle Waste Management Centre (TPS3R) in Tabalong Regency, from a public administration perspective. Using a descriptive qualitative approach involving interviews, observation and documentation, the study found that participation had reached the ‘citizen power’ level on the ladder of participation, where Community Self-Help Groups (KSM) played a central role in planning, implementation, monitoring and innovation, such as the River Waste Processing Technology (TOSS). The findings demonstrate the effectiveness of the participatory governance paradigm through Law No. 18 of 2008, with a 20.59 per cent improvement in waste management (SIPSN 2021–2025) despite a 29.01 per cent increase in waste generation. The TPS3R model reflects a transition from bureaucratic administration to accountable and transparent multi-stakeholder collaboration. The theoretical implications enrich the discourse on good governance, whilst the policy recommendations emphasise national replication of the Sustainable Development Goals (SDGs).