Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Evaluasi Program Padat Karya Tunai Desa di Desa Gayam Kecamatan Gayam Kabupaten Bojonegoro Priyono, Priyono; Hidayat, Kliwon; Asmara, Rosihan
SOCIETAS Vol 13 No 2 (2024): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v13i2.6076

Abstract

This research aims to analyze the issues arising from the Cash for Work Village Program, researchers conducted a study to benefit stakeholders. This research utilizes a Mixed Methods approach by combining both quantitative and qualitative methods. The research employs purposive sampling, a technique that involves selecting research subjects based on specific criteria, not randomly, with the aim of obtaining samples relevant to the research objectives. Data collection techniques include questionnaires, interviews, observations, and documentation. The implementation of the Village Cash For Work Village Program in this study goes through several stages, namely the Planning Stage, which is the most important stage in the implementation of the PKTD Program in Gayam Village. This involves the preparation of the Village Government Work Plan (RKP), which itself goes through several stages: 1) Village Meeting for Development Planning (PPD) Team Meeting for Planning, 2) Measurement of Construction Sites, and Preparation of the Budget Plan for all Activities 3) Development Planning Meeting (Musrenbang) 4) Village Meeting for the Establishment of the Village Government Work Plan. Subsequently, the implementation stage takes place in April and May. Involvement of poor and marginalized families: based on the participation of heads of households and family members, 30 respondents participated, representing 42.85%, while 40 respondents did not participate in the program, representing 57.15%.
Farmer Household Livelihood Strategy Around Karst Area in Tuban, East Java Widodo, Slamet; Hidayat, Kliwon; Sukesi, Keppi; Yuliati, Yayuk
HABITAT Vol. 35 No. 3 (2024): December
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2024.035.3.25

Abstract

Karst plays an important role in ecology. However, currently, karst areas in Indonesia are experiencing vulnerability. This study aims to examine the livelihood strategies of households around the karst area. The research was conducted in Leran Wetan Village, Palang District, Tuban Regency. This research uses a qualitative approach with a case study method. This research seeks to complement the Sustainable Lifelihood Framework by using the concept of habitus presented by Bourdieu. The main livelihood strategy of the community remains linked to the agricultural sector, especially as farmers or farm laborers, although agricultural mechanization and traditional institutional changes have occurred. Ecological vulnerabilities, such as flooding, trigger changes in livelihood strategies, including working in other sectors. Although there are limestone mines as a new source of livelihood, they are only enjoyed by a small part of the community. The livelihood strategy taken is influenced by the social construction of actors in interpreting karst areas. These findings further confirm that livelihood strategy is a social practice.
Conservation of Natural Resource Management in the Buffer Village Community of Alas Purwo Banyuwangi National Park East Java Indonesia Based on Local Wisdom Setiawan, Eko; Sukesi, Keppi; Hidayat, Kliwon; Yuliati, Yayuk
Local Wisdom Jurnal Ilmiah Kajian Kearifan Lokal Vol. 13 No. 1 (2021): January 2021
Publisher : University of Merdeka Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26905/lw.v13i1.5109

Abstract

This research describes the life of the people around the buffer village area of Alas Purwo National Park which has local wisdom in the form of a number of traditions, in the form of rules or restrictions that are still valid for generations. This local wisdom has the value of ecological intelligence that is maintained and developed so as not to be driven by modernization. Local wisdom owned by the community is used as a reference in the management of forest areas, both myths, abstinence. The type of research used is descriptive qualitative with sociological approach with case study design. The results showed that the community around Alas Purwo National Park area has local wisdom in the form of a number of traditions, rules or restrictions that are still valid for generations that are then maintained and obeyed until now. The restriction is in the form of a ban on killing peacocks and menco and abstinence in the payang system. DOI: https://doi.org/10.26905/lw.v13i1.5109
The Triad of Influence: How Price, Payment, and Trust Shape Online Purchase Behavior Adzirah Muzaffirah; Wahib Muhaimmin, Abdul; Hidayat, Kliwon; Elita Dewi, Heptari; Zulbetti, Rita; Daffa Dezar, Muhammad
Profit: Jurnal Adminsitrasi Bisnis Vol. 19 No. 2 (2025): Profit: Jurnal Administrasi Bisnis
Publisher : FIA UB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.profit.2025.019.03

Abstract

Despite the growing popularity of online grocery shopping, consumers remain hesitant to purchase fresh produce online. All things that lead to practicality are straightforward to find in every business nowadays, even agricultural companies, as well as payment methods that have begun to switch to digital. This study investigates the factors influencing their purchasing decisions on the K platform. This research took place from January to March 2024. The respondents in this study amounted to 88 in The Greater Jakarta area. Data were obtained and analyzed using Structural Equation Models-Partial Least Square (SEM-PLS). Unlike prior research, we examine the moderating role of consumer trust on the relationship between price and purchasing decisions. Our findings reveal that price and payment methods significantly affect consumer purchasing decisions. However, consumer trust can mitigate the negative impact of price increases on sales. By understanding these dynamics, businesses can develop more effective strategies to attract and retain online customers in the competitive market for fresh produce.
ANALISIS AKSESIBILITAS PANGAN RUMAH TANGGA PEDESAAN (STUDI KASUS DESA GIRIMULYO, KECAMATAN GEDANGAN, KABUPATEN MALANG) Amalia, Iim Fahimatul; Sukesi, Keppi; Hidayat, Kliwon
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 9 No. 2 (2025)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2025.009.02.1

Abstract

Desa Girimulyo merupakan salah satu desa yang tergolong rawan pangan di Kabupaten Malang. Pengkategorian ini diduga disebabkan oleh aksesibilitas pangan yang kurang baik khususnya diwilayah pedesaan. Aksesibilitas pangan merujuk pada kapasitas rumah tangga untuk memperoleh pasokan pangan yang mencukupi, sesuai dengan kebutuhan mereka. Aksesibilitas pangan merupakan salah satu prinsip ketahanan pangan, artinya praktik ketahanan pangan akan baik hanya jika aksesibilitas pangannya baik pula. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis aksesibilitas pangan rumah tangga di Desa Girimulyo yang terdiri dari akses fisik, akses ekonomi, dan akses sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian studi kasus. Informan penelitian ditentukan melalui snowball sampling. Metode analisa data dilakukan menggunakan Model Interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan akses fisik yang buruk karena jarak pasar yang jauh (3-5 km), kondisi jalan yang buruk, variasi makanan yang terbatas, dan ketergantungan pertanian pada iklim. Akses ekonomi cukup baik, dengan semua rumah tangga mampu membeli makanan, tetapi rumah tangga yang lebih miskin membeli makanan yang lebih murah, sementara rumah tangga yang lebih kaya membeli dan menyimpan lebih banyak makanan. Akses sosial cukup baik dengan adanya bantuan pangan dari pemerintah, meskipun distribusinya masih perlu ditingkatkan, serta hubungan sosial pedesaan yang erat dan kearifan lokal “suroan” dan kenduri, yang meningkatkan akses terhadap makanan bergizi.
Transisi Komoditas Kakao menjadi Kelapa Sawit: Peran Pemerintah dan Swasta serta Dampak Sosial, Ekonomi, Ekologi (Studi Kasus di Kecamatan Mappedeceng Kabupaten Luwu Utara) Alam, Muh. Rafiqul; Hidayat, Kliwon; Kustanti, Asihing
Agrikultura Vol 36, No 1 (2025): April, 2025
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/agrikultura.v36i1.62406

Abstract

Usahatani kelapa sawit menjadi usaha yang dianggap menjanjikan oleh sebagian besar petani yang telah melakukan transisi komoditas kakao menjadi sawit di Kecamatan Mappedeceng, Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis peranan dan keterlibatan pemerintah serta swasta dalam kasus transisi komoditas, selain itu penelitian ini juga melakukan analisis terhadap dampak yang ditimbulkan secara sosial, ekonomi dan ekologi. Metode penelitian dilakukan menggunakan pendekatan kualitatif dengan total informan sebanyak 17 orang, kemudian dilakukan analisis triangulasi sumber dan data yang diperoleh dari lapang yang menjawab tujuan penelitian dengan hasil yang valid dari berbagai informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemerintah berperan dalam mendukung petani sawit tetapi tidak terlibat dalam mengajak maupun mempromosikan komoditas sawit kepada petani, sektor swasta juga tidak berperan banyak karena hanya terlibat dalam penjualan hasil sawit dan pengolahannya, sehingga tidak memiliki kerjasama dengan petani. Dampak yang ditimbulkan dari transisi kakao menjadi sawit ditandai dengan perubahan sosial masyarakat termasuk kerjasama dan partisipasi kelompok tani, secara ekonomi berdampak positif terhadap stabilitas perekonomian petani dan aspek ekologi terjadi perubahan habitat hewan sekitar serta perubahan daya serap tanah dengan terbentuknya beberapa genangan air yang susah terserap di tanah.
A PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS DAN ECO ENZYME DI KOTA MALANG: PELATIHAN PENGOLAHAN SAMPAH ORGANIK MENJADI PUPUK KOMPOS DAN ECO ENZYME DI KOTA MALANG Handono, Setiyo Yuli; Yuliati, Yayuk; Sukesi, Keppi; Hidayat, Kliwon; Kustanti, Asihing; Purnomo, Mangku; Utomo, Medea Ramadhani; Pertiwi,; Laili, Fitrotul; Fitriana, Yusti Dian; Siswantoro, Ajik; Zamroni, Mufid; Isaskar, Riyanti
Jurnal ABDI: Media Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2023): JURNAL ABDI : Media Pengabdian Kepada masyarakat
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/abdi.v9i1.21881

Abstract

Potensi sampah di RW 09 Kelurahan Merjosari Kota Malang sangat besar, bahkan sampah membuat resahsebagian besar warga yang dekat dengan tempat pembuangan sementara di Jalan Kembar Joyogrand RW09 Kelurahan Merjosari. Padahal sampah memiliki potensi secara finansial atau ekonomi, ekologi, dan sosialjika sampah dikelola secara profesional. Harapan sampah membawa berkah bagi masyarakat RW 09 sangatbesar, sehingga Lab Sosiologi Pertanian dan Pemberdayaan Masyarakat (SP2M) Fakultas PertanianUniversitas Brawijaya berusaha membantu RW 09 Merjosari dalam pengelolaan sampah (baikpendampingan maupun pelatihan). Sehingga tujuan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihanpembuatan kompos dan eco enzyme serta pendampingan pengelolaan sampah secara profesional (minimalterbentuk kelembagaan yang peduli terhadap pengelolaan sampah). Metode pelaksanaan pengabdian iniadalah pelatihan, pendampingan sampah organik menjadi kompos dan eco enzyme yang memiliki nilai jualsecara ekonomi dan ekologi. Hasil pengabdian di RW 09 Merjosari Kota Malang Jatim yaitu antusiasmetinggi dari peserta yang didominasi oleh Ibu-Ibu RW 09 Merjosari karena pembuatan kompos dan ecoenzyme merupakan keterampilan yang baru bagi para peserta. Simpulan dan saran dari pelatihanpendampingan sampah organic (kompos) dan pembuatan eco enzim telah berjalan dengan baik. Ibu-ibuRW 09 Merjosari Kota Malang perlu mengoptimalkan lagi dalam pembuatan eco enzim dengan cara sharingatau diskusi tentang eco enzim dalam setiap pertemuan PKK RW 09 Merjosari Kota Malang. Tindak lanjutdari pelatihan dan pendampingan ini adalah peserta pelatihan membuat kompos dan eco enzyme padaskala rumah tangga.
PERANAN PEMERINTAH DESA DALAM PEMBANGUNAN PERTANIAN DI DESA KUMPULREJO KECAMATAN KAPAS BOJONEGORO Witono, Witono; Hidayat, Kliwon; Yuliati, Yayuk
Agros Journal of Agriculture Science Vol 26, No 2 (2024): Edisi Juli
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Janabadra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37159/jpa.v26i2.4729

Abstract

This research aims to describe and identify supporting and inhibiting factors in the role of village government and analyze the influence of the role of village government in supporting/inhibiting factors in agricultural development in Kumpulrejo Village, Kapas Bojonegoro District. This type of research includes descriptive qualitative, the presence of the researcher as a research instrument, data mining techniques are carried out using interviews, observations and field notes involving participants as sources of research data. Data analysis techniques are carried out by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. Based on the results of data analysis carried out by the government of Kumpulrejo Village, Kapas Bojonegoro District, it is carrying out its role as Regulator, Dynaminsator, Facilitator and Catalyst in rice development so that rice farming in the village can continue and farmers can more easily obtain agricultural needs. Supporting factors are support from the central government, farmer participation, while the obstacles are limited development funds/budgets and minimal participation in planning.
Adopsi Inovasi Budidaya Melon (Cucumis Melo L.) Dengan Teknologi Greenhouse Di Kecamatan Wates Kabupaten Blitar Cahyani, Riza Dwi; Hidayat, Kliwon; Kustanti, Asihing
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 2 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.02.14

Abstract

Climate change is a major factor that can threaten sustainable food production, and efforts have been put in place to prevent potential food shortages in the future. One of the mitigations and adaptations carried out by farmers in Wates District, Blitar Regency is adopting greenhouse technology in melon cultivation. This research was conducted to analyze the process of adoption of greenhouse innovations in melon cultivation in Wates District, Blitar Regency. This study uses a qualitative approach. Data were collected by observation, in-depth interviews, documentation and literature studies using purposive sampling techniques to determine informants and snowball sampling to determine supporting informants. The result of this research is that the greenhouse innovation in melon cultivation has been successfully adopted from the knowledge stage to the confirmation stage, because it is considered according to the needs of farmers. The word-of-mouth system is a system for disseminating initial information. It is also known that Facebook, Instagram, and YouTube are the communication channels used to disseminate greenhouse innovations. Farmers' ability to use greenhouses influences their view of innovation characteristics.
Perubahan Sosial Ekonomi Karena Penggunaan Mesin Panen Padi Combine Harvester Di Desa Persil Raya, Kecamatan Seruyan Hilir, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah Haris, Abdul Har; Hidayat, Kliwon; Sukesi, Keppi
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2024.008.01.25

Abstract

Sektor pertanian pangan memiliki peran penting dalam memberi lapangan pekerjaan  dan memenuhi kebutuhan pangan masyarakat lokal maupun nasional. Salah satu aspek penting dalam pertanian adalah  teknologi pertanian khususnya mesin panen yang terus berkembang dan membawa  perubahan sosial ekonomi dalam masyarakat pedesaan. Teknologi mekanis ini memiliki karakteristik yang relatif sulit dijangkau oleh petani, karena harga per unitnya tergolong  mahal, namun alat ini mulai banyak digunakan di kalangan petani di Kabupaten Seruyan, Kecamatan Seruyan Hilir, Kalimantan Tengah. Oleh karena itu, yang menjadi pertanyaan penelitian ini adalah bagaimana teknologi baru mesin panen padi combine harvester diperkenalkan, diterima dan dikembangkan dalam masyarakat petani di Desa Persil Raya dan perubahan sosial ekonomi apa yang terjadi dalam masyarakat petani sejalan dengan penerapan telnologi mesin panen tersebut? Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis proses teknologi baru mesin panen padi combine harvester diperkenalkan, diterima dan dikembangkan dalam masyarakat petani di Desa Persil Raya dan menganalisis perubahan  sosial ekonomi masyarakat petani  sejalan dengan penerapan mesin panen tersebut. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah  kualitatif, dengan  desain studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknologi mesin panen padi combine harvester  pertama kali diperkenalkan oleh penyuluh pemerintah kepada kelompok tani yang ada di desa Persil Raya pada tahun 2015. Bersamaan dengan itu, kelompok tani setempat mendapat bantuan satu unit mesin panen tersebut. Tetapi kemudian di tahun berikutnya mesin panen padi combine harvester bertipe lebih besar diperkenalkan oleh pihak swasta melalui usaha jasa penyewaan mesin kepada petani. Sampai saat ini mesin panen yang sering digunakan petani adalah milik swasta atau perorangan. Selanjutnya perubahan sosial ekonomi terjadi dalam masyarakat petani desa Persil Raya meliputi perubahan pranata ketenagakerjaan dalam panen dari system tolong menolong dan system upah natura menjadi system persewaan mesin panen, system pemasaran gabah bertahap menjadi langsung dan perubahan efisiensi biaya panen.