Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Phenomenology Study of Corporate Social Responsibility: Perspective of PT. Petrokimia Gresik Management Eko Widodo; Eko Ganis Sukoharsono; Kliwon Hidayat; M. Sasmito Djati
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 20 No. 4 (2017)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (997.889 KB)

Abstract

This research approach is qualitative research based on phenomenology. The essence of phenomenological study is to describe the views, knowledge, as well as the interpretation of a concept or phenomenon of subjects with a particular phenomenon, therefore, this study aims to understand the meaning of the concept of corporate social responsibility from the perspective of PT. Petrokimia Gresik management. The results showed that PT. Petrokimia Gresik management interprets the concept of corporate social responsibility (1). as accountability to the government; (2). as accountability to shareholders; (3). as accountability to the public; (4). as accountability to the environment; (5). as accountability to employees; and (6). as accountability to customers.
Peran Gereja Dalam Peningkatan Ekonomi Masyarakat Di Tomohon Sulawesi Utara Grace Sumbung; Agus Suman; Kliwon Hidayat; Paulus Kindangen
Wacana Journal of Social and Humanity Studies Vol. 15 No. 4 (2012)
Publisher : Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (532.676 KB)

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk menganalisa peran Gereja Masehi Injil di Minahasa (GMIM) dalam memberdayakan masyarakat sekitar di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Narasumber dalam penelitian ini adalah para aktor yang terlibat langsung dalam pengembangan UKM (Industri Kecil dan Menengah) pengolahan kelapa dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Pola pengembangan masyarakat yang dilakukan oleh GMIM (Gereja Masehi Injili di Minahasa) adalah melalui BLPT (Training Center) Kaaten - Tomohon berdasarkan pengolahan kelapa-kayu telah berhasil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Secara umum, pola yang dilakukan oleh GMIM adalah pemberdayaan ekonomi. Dalam menjalankan usahanya, BLPT melibatkan setiap workfoce siswa drop-out dari sekolah atau tidak menyelesaikan sekolah tinggi, sehingga berpotensi meningkatkan pendapatan masyarakat sekitar, mengurangi jumlah putus sekolah, meningkatkan pengembangan bisnis kreatif, mengurangi kemiskinan dan pengangguran, dan meningkatkan pendapatan untuk kas GMIM. Kata kunci: pemberdayaan, pekerja
PENERAPAN INOVASI TEKNOLOGI RAMAH LINGKUNGAN PADA KOMUNITAS PETANI SAYURAN (Studi di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso, Kabupaten Malang) Gunawan Gunawan; Kliwon Hidayat; Mangku Purnomo
HABITAT Vol. 24 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (120.077 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan pada komunitas petani sayuran. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah menggunakan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian dilaksanakan di Desa Tawangargo, Kecamatan Karangploso. Teknik analisis yang digunakan adalah model interaktif yang dikembangkan Miles dan Huberman. Keabsahan data diuji dengan cara menguji derajad kepercayaan, kriteria keteralihan dan kriteria kepastian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan inovasi teknologi ramah lingkungan pada komunitas petani sayuran adalah sebagai berikut; penggunaan benih unggul, penggunaan pupuk bokashi sebanyak 6-10 ton/hektar, pengurangan pupuk kimia sebanyak 60-70% pada musim kemarau dan 30% pada musim hujan, pengurangan pestisida sebanyak 40% pada musim kemarau dan 25% pada musim hujan. Sedangkan penggunaan tricodherma dan penggunaan pestisida nabati jarang diterapkan.Kata Kunci: penerapan, teknologi ramah lingkungan, petani sayuran  
STRUKTUR PENGUASAAN LAHAN PERTANIAN DAN HUBUNGAN KERJA AGRARIS PADA MASYARAKAT TENGGER (Studi Kasus Di Dusun Krajan, Desa Sapikerep, Kawasan Pegunungan Tengger Lereng Atas) Anik Susanti; Kliwon Hidayat; Keppi Sukesi
HABITAT Vol. 24 No. 1 (2013)
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (87.47 KB)

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk: mendeskripsikan perpecahan dan fragmentasi lahan pertanian,   struktur pemilikan dan pengusahaan lahan pertanian serta hubungan kerja agraris pada masyarakat Tengger lereng atas. Desain studi kasus dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif  digunakan untuk menjawab tujuan penelitian tersebut diatas.     Hasil penelitian menunjukkan bahwa : (1) Perpecahan lahan yang bersifat permanen disebabkan oleh sistem pewarisan dan jual beli lahan pertanian. Sedangkan perpecahan lahan yang bersifat sementara  karena  sewa menyewa, bagi hasil dan gadai. Sementara itu, fragmentasi lahan milik terjadi pada petani berlahan luas. Fragmentasi lahan garapan dialami oleh setiap lapisan petani  yang menambah lahan garapan melalui sewa, bagi hasil dengan dinas pertanian dan pihak  perhutani. (2) Struktur pengusahaan(garapan) lahan lebih merata ketimbang struktur pemilikan lahan pertanian. Luas rata-rata pemilikan lahan adalah 0,55 ha dan luas rata-rata pengusahaan lahan 0,80 ha. Hubungan sosial antar petani lapisan atas, menengah dan bawah terjadi melalui penyerahan hak menggarap untuk sementara waktu dan hubungan kerja agraris. Kata Kunci: Perpencaran dan fragmentasi lahan pertanian, struktur pemilikan dan pengusahaan Lahan Pertanian,masyarakat Tengger
Hubungan Sewa Lahan Antar Pertani pada Usahatani Tembakau di Lombok Tengah ibnu Sulaiman; Kliwon Hidayat; Mangku Purnomo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 1 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.01.5

Abstract

Sewa lahan merupakan salah satu pranata sosial di bidang petanian dan selalu berkembang mengikuti pola pertanian di pedesaan. Di Lombok Tengah, sewa lahan dilakukan oleh petani yang berasal dari Desa Semoyang di setiap musim kemarau dan hanya ditujukan untuk usahatani tembakau. Mayoritas dari mereka menyewa lahan di Desa Gapura. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan bentuk hubungan sosial antara petani penyewa yang berasal dari Desa Semoyang dengan pemilik lahan yang berada di Desa Gapura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Lokasi penelitian ini ditentukan dengan cara purposive di Desa Semoyang dan Desa Gapura, Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat pada bulan Agustus 2021. Informan dalam penelitian ini dipilih dengan metode snowball, dengan petani tembakau Desa Semoyang sebagai key informan-nya. Data penelitian dikumpulkan melalui dokumen, wawancara, dan observasi lalu dianalsisis menggunakan teori pertukaran sosial Peter M. Blau dan teknik analisis data Miles dan Huberman. Data diuji kebasahaanya menggunakan triangulasi sember dan teknik. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa penyewa dengan pemilik lahan membentuk hubungan yang saling menguntungkan pada aspek ekonomi dan memeguhkan jalinan pertemanan pada aspek sosial melalui spesialisasi peran yang dikembangkan. Petani penyewa menjadi “bos baru” sementara petani pemilik menjadi pekerja tetap. Penyewa diuntungkan dengan adanya peningkatan lahan produksi dan kemudahan tenaga kerja. Sementara pemilik lahan mendapkan kepastian pendapatan dan luasnya lapangan pekerjaan.
Perubahan Sosial Akibat Perkembangan Pariwisata Pantai Di Dusun Karanggongso, Desa Tasikmadu, Kabupaten Trenggalek Marifatul Nikmah; Kliwon Hidayat; Edi Susilo
Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis Vol 7, No 3 (2023)
Publisher : Department of Agricultural Social Economics, Faculty of Agriculture, Brawijaya University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jepa.2023.007.03.7

Abstract

Resources that have been provided by nature have a potential to be developed to support human life. One of them is the coastal area that can be developed, namely Karanggongso Beach in trenggalek. This research examines social change that occurs as a result of development of tourism on Karanggongso Beach. The rapid development of tourism brings many changes to the condition of society (Ini yang berubah kebiasaan? Kalo iya tambahin habit dibelakangnya). This research focused on social change that occurred in 2010 - 2020 in line with the development of tourism in Karanggongso beach. This research uses a qualitative approach. Data collection methods used in this research are interview, observation, and documentation. The results show tourism changes occurred since Karanggongso became accessible to local or non-local tourists.Changes that occur due to the existing facilities such as infrastructure improvement, attraction, various tourist rides, various photo spots, good kiosk arrangement and adequate sanitation. Due to facilities and infrastructures, attracted visitors, thereby causing cultural, interactional, and structural changes. Social changes that happen namely diversification of livelihood, division of labor, hospitality, education, language, lifestyles, and interaction with nature. Those changes can affect the sustainability of tourism and the condition of the community in the future so it needs to be guided and managed properly by all related parties.
Strategi Komunikasi Ketua Dalam Meningkatkan Eksistensi Kelompok (Kasus di Kelompok Tani Sidodadi di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu Jawa Timur) Agus Subhan Prasetyo; Reza Safitri; Kliwon Hidayat
HABITAT Vol. 30 No. 1 (2019): April
Publisher : Department of Social Economy, Faculty of Agriculture , University of Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.habitat.2019.030.1.4

Abstract

Strategi komunikasi yang tepat akan menjadikan anggota mampu menerima dengan baik pesan yang disampaikan oleh ketua. Kasus di kelompok tani Sidodadi di Desa Junrejo, Kecamatan Junrejo Kota Batu Jawa Timur, keberhasilan kelompok tani bergantung pada bagaimana ketua kelompok tani Sidodadi memaknai tanggung jawabnya sebagai pemimpin kelompok tani. Apabila ketua kelompok tani Sidodadi mampu memaknai hal tersebut, maka akan berdampak pada tingkat tanggung jawab ketua, sehingga keberhasilan kelompok tani Sidodadi akan mudah tercapai. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan dan menganalisis strategi komunikasi dan hambatan ketua dalam meningkatkan eksistensi kelompok tani Sidodadi. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis diskriptif kualitatif. Proses analisis data dimulai dengan menalaah seluruh data yang didapatkan dari hasil wawancara dan pengamatan yang sudah ditulis dalam catatan lapangan. Hasil penelitian diperoleh bahwa ketua kelompok tani Sidodadi memaknai perannya sebagai pemimpin kelompok tani yaitu, sebagai pemimpin harus mampu menjalankan tugasnya dengan jujur apa adanya dan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh kegiatan kelompok tani. Oleh karena itu, ketua kelompok tani Sidodadi melakukan strategi komunikasi untuk meningkatkan eksistensi kelompok tani. Strategi komunikasi yang dilakukan ketua kelompok tani Sidodadi yaitu komunikasi dialogis dan komunikasi interpersonal.
Sustainability Analysis of Yard Management in Ecological Aspects Arini, Nadia; Hidayat, Kliwon; Cahyono, Edi Dwi
Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari Vol. 15 No. 2 (2024): Jurnal Pembangunan dan Alam Lestari
Publisher : Postgraduate School of Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jpal.2024.015.02.06

Abstract

The yard is one land use formed through human interaction with the environment. This research uses human ecology theory, which discusses the reciprocal relationship between the Trucuk village community (social system) and the yard (biophysical system). This study aims to describe the yard's condition and identify the meaning, function, and factors influencing yard management. This study used a combined quantitative and qualitative approach (mixed methods). The design used for the quantitative approach is a survey, and a case study for the qualitative approach. The sampling technique in this study was cluster sampling. Most communities in Trucuk village have a yard with an area of <120 m2. 75% of the communities manage their yards, while 25% neglect them. The meaning of the yard in the Trucuk Village Community is to refurbish the houses and food barns, increase family income, empty land use, plant hobbies, and act as an asset. The functions of the yard include gene resource conservation and socio-economic and aesthetic functions. This research can be used as a reference for empowerment activities or village community development. Keywords: food barns, human ecology, socio-economic, yard
How to develop an inclusive strategy to strive the social stratification of female entrepreneurs Herlina, Fristi; Hidayat, Kliwon; Kustanti, Asihing
JOURNAL OF SOCIOECONOMICS AND DEVELOPMENT Vol 7 No 2 (2024): October
Publisher : Publisher of Widyagama University of Malang (UWG Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31328/jsed.v7i2.6039

Abstract

Social stratification affects certain aspects of life, including gender equality in entrepreneurship. This study aims to analyze social stratification between women entrepreneurs who are members of the Melati Women’s Cooperative and non-members in Campurejo Village, Bojonegoro Sub-district, and their impact on their entrepreneurial output. This research uses a quantitative approach with descriptive comparative tests and linear regression analysis. Data were collected through questionnaires from 140 female entrepreneurs. The results show that the social stratification of cooperative member women entrepreneurs, characterized by socioeconomic status, education, wealth, honor, and social interaction, significantly differs from that of the non-member. Cooperative members have better access to resources, business networks, and economic opportunities than non-members. They experience strong solidarity and support among members, helping them overcome business challenges. Non-members face isolation and difficulties competing in the market due to limited access to capital and business networks. This study confirms that cooperative membership can reduce social stratification and enhance women entrepreneurs’ economic empowerment. This study also revealed that social stratification significantly influences entrepreneurial output, with cooperative members showing better business outcomes. These findings are crucial for developing policies that support cooperatives as a mechanism of social mobility for female entrepreneurs with the aim of creating a more inclusive and equitable society.JEL Classification  D10; P13; Q13
Implementasi Program Keluarga Harapan dalam Kesejahteraan Masyarakat Anam, Choirul; Sugiyanto, Sugiyanto; Hidayat, Kliwon
SOCIETAS Vol 13 No 2 (2024): Societas: Jurnal Ilmu Administrasi Dan Sosial
Publisher : Universitas Musamus, Merauke, Papua

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35724/sjias.v13i2.6061

Abstract

The government has done its best to solve cases of poverty in Indonesia. However, the efforts made by the government have been implemented but the government has not been able to complete optimally and thoroughly and prosper the Indonesian people, this becomes a prolonged problem. In this case the government issued Keluarga Harapan Program (PKH). Implementation of PKH program located in Margomulyo village, Balen sub district, Bojonegoro district due to Rumah Tangga Sangat Miskin (RTSM) so this should get special attention from the government. The method used in this research is qualitative method with descriptive research type. The results of the research say that PKH is able to eradicate poverty in Margomulyo village and able to bring prosperity to the community, so that the community is very grateful for the existence of this PKH in the village, and reduce the existing poverty. Obstacles obtained are the manipulation / forgery of data by people who are not entitled to receive PKH funds.