Yudi Mulyana Hidayat
Department Of Obstetrics And Gynecology, Division Of Oncology, Faculty Of Medicine, Universitas Padjadjaran/ Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung

Published : 30 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Hubungan antara Obesitas dengan Faktor Luaran Bayi pada Preeklamsia Berat Arifa Rakhmana Abdullah; Johanes Cornelius Mose; Yudi Mulyana Hidayat
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 5 Nomor 2 September 2022
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v5n2.427

Abstract

Tujuan: Membandingkan luaran berat badan dan panjang badan lahir bayi serta lama perawatan antara kelompok obesitas dan tidak obesitas pada penderita preeklamsia berat.   Metode: Desain penelitian menggunakan metode cohort retrospective dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis. Populasi penelitian adalah ibu hamil penderita preeklamsia berat yang melahirkan di Rumah Sakit Umum Pusat Dr. Hasan Sadikin pada periode 1 Januari 2015 – 31 Desember 2019, dengan teknik pengambilan sampel purposive dan didapatkan total 86 sampel.Hasil: Nilai rata-rata berat lahir kelompok obesitas secara signifikan (P 0.00) lebih berat 908.13 gram dibandingkan kelompok tidak obesitas (95% CI 513.81;1302.46 gram) dan nilai rata-rata panjang badan kelompok obesitas secara signifikan (P 0.00) lebih panjang 4.23 cm  dibandingkan kelompok tidak obesitas (95% CI 1.49;6.48 cm).  Nilai tengah lama perawatan kedua kelompok tidak menunjukkan perbedaan signifikan (P 0.48) dimana pada kelompok tidak obesitas, lama perawatan 4 hari sedangkan kelompok obesitas 5 hari. Kesimpulan:  Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik terhadap luaran bayi berupa berat lahir dan panjang badan lahir bayi antara kelompok obesitas dan tidak obesitas pada penderita preeklamsia berat, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik terhadap lama perawatan antara kelompok obesitas dan tidak obesitas pada penderita preeklamsia berat.Comparison of Neonatal Outcomes and Length of Stay Based on Obesity Status in Severe PreeclampsiaAbstractObjective: To compare the outcome of neonatal birth weight and length as well as the length of stay between the obese and non-obese groups in patients with severe preeclampsia.Methods: This study used a retrospective cohort method and secondary data from medical record.. The population in this was 2055 pregnant women with severe preeclampsia who gave birth at the General Hospital Dr. Hasan Sadikin period January 1st, 2015 to December 31st, 2019.  The sample in this study uses purposive sampling method and the total sample is 86 samples. Result: The results showed that the mean birth weight of the obese group was significantly (P 0.00) heavier 908.13 grams compared to the non-obese group (95% CI 513.81; 1302.46 grams) and the mean birth length of the obese group was significantly (P 0.00) longer 4.23 cm compared to the non-obese group (95% CI 1.49; 6.48 cm). The median length of stay between the two groups did not show a significant difference (P 0.48), in the non-obese group, the length of stay was 4 days while the obese group was 5 days.Conclusion: There was a statistically significant difference in neonatal outcomes in terms of birth weight and birth length between the obese and non-obese groups in patients with severe preeclampsia, but there was no statistically significant difference in the length of stay between the obese and non-obese groups in patients with severe preeclampsia.Key word : Obesity, neonatal outcomes, length of stay, severe preeclampsia
Karakteristik Karsinoma Ovarium Pra-Menopause dengan Kadar CA 125 ≤200 U/mL di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dari Tahun 2019–2021 Yudi Mulyana Hidayat; Eunike Febe Febriani; Ali Budi Harsono; Gatot N. A. Winarno; Andi Kurniadi
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 2 Juli 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia/v6.n2.491

Abstract

Tujuan: Mendeskripsikan karakteristik karsinoma ovarium pra-menopause dengan kadar CA 125 ≤ 200 U/mL di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung dari tahun 2019 sampai 2021.Metode: Penelitian deskriptif ini menggunakan metode total sampling dari data sekunder pasien kanker ovarium yang memenuhi kriteria inklusi dan memiliki variabel lengkap.Hasil: Penelitian yang melibatkan 32 sampel ini, menunjukkan nilai rata-rata CA 125 sebesar 82,63 U/mL dengan interval 3,3–194,8 U/mL. Mayoritas pasien berada pada rentang usia 40–49 tahun (40,6%), sudah menikah (87,5%), berprofesi sebagai ibu rumah tangga (81,3%), dan tinggal di Kawasan Pembangunan Bandung Raya (34,4%). Sebanyak 37,5% pasien adalah nullipara dan memiliki tipe histopatologis tumor epitel mucinous. Stadium tumor terbanyak adalah stadium I (56,3%). Kebanyakan pasien menjalani surgical staging komplit sebagai terapi penyakitnya (46,8%). Kesimpulan: Sebagian besar pasien karsinoma ovarium pra-menopause dengan kadar CA 125 ≤ 200 U/mL pada tahun 2019–2021 berada pada rentang usia 40–49 tahun, sudah menikah, bekerja sebagai ibu rumah tangga, dan berdomisili di Kawasan Pengembangan Bandung Raya. Kebanyakan pasien berstatus nullipara, memiliki tumor dengan tipe histopatologis epitel mucinous, dan terdiagnosis pada stadium I. Tipe pengobatan yang paling umum ditemui adalah surgical staging komplit.Characteristics of Pre-Menopausal Ovarian Carcinoma with CA 125 Level ≤ 200 U/mL in Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung From 2019–2021Abstract Objective: To describe the characteristics of pre-menopausal ovarian carcinoma patients with CA 125 Level ≤ 200 U/mL in Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung from 2019 until 2021.Method: This descriptive study used the total sampling method of secondary data on ovarian cancer patients that have met the inclusion criterias and have complete variables.Results: This study involving 32 samples showed the average level of CA 125 was 82,63 U/mL with the interval of 3,3 – 194,8 U/mL. Majority of the patients were in the age range of 40 – 49 years old (40,6%), has been married (87,5%), were housewifes (81,3%), and lived in Development Area of Bandung Raya (34,4%). About 37,5% patients were nullipara and had mucinous epithelial histopatology type of tumor. The most abundant tumor stage were stage I (56,3%). Most patients had undergoing complete surgical staging for their therapy (46,8%). Conclusion: Most of pre-menopausal ovarian carcinoma patients with CA 125 level ≤ 200 U/mL  in 2019–2021 were in the age range of 40 – 49 years old, has been married, had profession as housewifes, and domiciled in Development Area of Bandung Raya. Majority of patients were nullipara, had tumor with mucinous epithelial histopatology type, and were diagnosed at the stage I. The most found therapy were complete surgical staging.Key words: ovarian cancer, CA 125, cancer antigen 125, characteristic
EFEK TERAPI PURIFIED PROTEIN DERIVATIVE TERHADAP KADAR INTERLEUKIN-12 SERUM PASIEN KUTIL ANOGENITAL Oki Suwarsa; Pati Aji Achdiat; Rasmia Rowawi; Yudi Mulyana Hidayat; Muhammad Nasir Shafiee; Hendra Gunawan; Reiva Farah Dwiyana; Reyshiani Johan
Media Dermato-Venereologica Indonesiana Vol 49 No 4 (2022)
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Kulit dan Kelamin Indonesia (PERDOSKI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33820/mdvi.v49i4.413

Abstract

Anogenital warts (AGWs) are benign epithelial proliferation of the skin/mucosa, caused by human papillomavirus (HPV), with clinical manifestation of warts in the genital/perianal areas. Cellular immunity plays a role in the elimination of HPV, which characterized by the expression of cytokines with Thelper (Th)-1 cell pattern, namely interleukin (IL)-12 which will increases Tcell proliferation and differentiation into Th-1, pro-inflammatory cytokines secretion, also induce natural killer cells to increase proliferation and pro-inflammatory cytokines. In in vitro studies, PPD increased IL-12 expression in serum verruca vulgaris patients (p<0,05) compared to control. There are no study of serum IL-12 levels in AGWs petients who received intralesional PPD injection in Indonesia, so this is the aim of this study. This research isone group pre- and post-test design based on an experimental analytic study. The samples were 14 serum of AGWs patients before and after receiving PPD therapy. Serum IL-12 levels meassured by enzyme linked immunosorbent assay. Results showedserum IL-12 levels before receiving therapy was 45.73±53.186pg/ml. After receiving PPD therapy, serum IL-12 levels increased by an average of 45.9pg/ml, became 91.68±79.321pg/ml (p=0,158). As conclusion,level of IL-12 in the serum of AGWs patients does not increase after receiving PPD therapy.
ANALISIS PERAN FAKTOR PENYEBAB KEMATIAN MATERNAL YANG DAPAT DICEGAH TERHADAP KETERLAMBATAN RUJUKAN DAN PENANGANAN DI KABUPATEN KARAWANG PROVINSI JAWA BARAT Jasmi ati; Firman F Wirakusumah; Hadyana Sukandar; Farid Husin; Yudi Mulyana Hidayat; Unggul Yudatmo
Indonesian Trust Health Journal Vol 2 No 2 (2019): Indonesian Trust Health Journal
Publisher : Universitas Murni Teguh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37104/ithj.v2i2.38

Abstract

Maternal mortality rate is an important indicator of public health quality. Most of the causes of maternal mortality are preventable factors such as patients, health workers, health facilities and referral. The purpose of this study was to analyze of the role of factors maternal mortality could have been prevented to delays in referral and treatment. This is a sequential explanatory mixed method research. The first stage is carried out through quantitative cross sectional study with data capture as much as 65 maternal mortality could have been prevented retrieved from 2015’s Maternal Perinatal Audit (AMP) documents in Karawang Regency. The second stage is through qualitative approach with Focused Group Discussion (FGD) and in-depth interviews.The results of quantitative research shows that the majority (52 cases or 80,0%) of maternal mortality could have been prevented with delays in referral and treatment and there is a significant role of patient factors, health workers, health facilities with delays in referral and treatment while the referral factor does not have a significant role. Qualitative research results indicate that maternal mortality is caused by patient factors such as mother’s attitude toward risk, delayed and/or refusing treatment; factors of health workers due to lack of early detection, poor quality of service, lack of skilled professionals and late treatment; health facilities factors due to poor facility; referral factors such as referral refusal, referral inaccuracies and referral delays due to patient’s financial factor and team coordination and cross-sectoral cooperation is also contributing factors. The failure of early detection and decision-making due to lack of capacity of health personnel to recognize and capture high-risk cases and failure to effectively provide information, education and communication (KIE) are factors that cause delays in referral and treatment. Therefore, active participation of society, stakeholders, health professionals and policy makers are required to improve the quality of obstetric care to reduce maternal mortality. Abstrak Kematian maternal menjadi indikator penting derajat kesehatan masyarakat. Sebagian besar penyebab kematian maternal dapat dicegah meliputi faktor pasien, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan dan rujukan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis peran faktor penyebab kematian maternal yang dapat dicegah terhadap keterlambatan rujukan dan penanganan. Desain penelitian menggunakan sequensial eksplanatory mixed method. Tahap pertama secara kuantitatif yaitu cross sectional dengan pengambilan data dari dokumen Audit Maternal Perinatal (AMP) tahun 2015 sebanyak 65 kematian maternal yang dapat dicegah di Kabupaten Karawang. Tahap kedua secara kualitatif melalui Focus Group Discussion (FGD) dan wawancara mendalam. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan sebagian besar kematian maternal yang dapat dicegah mengalami keterlambatan rujukan dan penanganan yaitu 52 kasus (80,0%) dan terdapat peran yang bermakna dari faktor pasien, tenaga kesehatan, fasilitas kesehatan terhadap keterlambatan rujukan dan penanganan sedangkan faktor rujukan tidak terdapat peran yang bermakna. Hasil penelitian kualitatif didapatkan penyebab dari faktor pasien karena karakteristik ibu berisiko, terlambat mencari penanganan dan menolak pengobatan, dari faktor tenaga kesehatan karena kurangnya deteksi dini dan kualitas pelayanan, kurangnya tenaga profesional dan terlambat penanganan, dari faktor fasilitas kesehatan karena kurang fasilitas, dari faktor rujukan karena menolak rujukan, kurang tepatnya rujukan dan keterlambatan rujukan terkait biaya dan koordinasi tim serta kerja sama lintas sektor juga merupakan faktor yang berperan. Keterlambatan deteksi dini dan pengambilan keputusan karena kurangnya kemampuan tenaga kesehatan mengenali dan menjaring kasus risiko tinggi serta tidak efektif memberikan komunikasi informasi dan edukasi (KIE) yang menyebabkan keterlambatan rujukan dan penanganan. Diperlukan peran serta masyarakat, stakeholder, tenaga kesehatan dan pengambil kebijakan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan untuk menurunkan kematian maternal.
The Effect of Mixed-Fruit Juice on Uterine Contractions and Cervical Dilatation During the First Stage of Delivery Martasari, Bellia Loranthifolia; Cahyadi, Wisnu; Nugraha, Gaga Irawan; Husin, Farid; Susiarno, Hadi; Hidayat, Yudi Mulyana; Satari, Mieke Hemiawati
Global Medical & Health Communication (GMHC) Vol 7, No 1 (2019)
Publisher : Universitas Islam Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (349.214 KB) | DOI: 10.29313/gmhc.v7i1.2908

Abstract

Energy imbalance in delivery can inhibit the action of glycolytic enzymes and interfere with chemical reactions in muscle cells. These nuisances may interfere with uterine contractions that obstruct cervical dilatation. Therefore, mothers require a nutritional alternative which is practical, generates energy quickly and supplies glucose needed for uterine contractions. These can be fulfilled with a mixed-fruit juice beverage. Mixed-fruit juice consists of fruits, Tunisian dates, honey, and red beans. This study aims to analyze the effect of the mixed-fruit extract on uterine contraction and cervical dilatation during the first stage of delivery. This study used a randomized controlled trial design. The target population was all the mothers who would give birth in Bandung city in March−April 2017. The samples of this study were the gravida <4 who would give birth at the Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Dasar/PONED (Basic Emergency Obstetric and Neonatal Care/BEONC) Puskesmas (Public Health Center) Ibrahim Ajie, Puter, Garuda, Pagarsih, and Padasuka, consisting of 30 subjects as the treatment group and other 30 subjects as the control group. Uterine contractions and cervical dilatation were measured clinically and recorded on partograph. The analysis of data was done using the chi-square test, independent t test, and Mann-Whitney test. The results showed that there was the effect of mix-juice on the frequency, the duration and the intensity of uterine contractions and cervical dilatation with p value<0.05 and relative risk (RR) values respectively of 1.3, 3.3, 2.6, 1.7. In conclusion, consuming mixed-fruit juice during the first stage of delivery give a significant impact on the progress of uterine contractions and cervical dilatation.PENGARUH PEMBERIAN MINUMAN MIX JUICE TERHADAP KONTRAKSI UTERUS DAN PEMBUKAAN SERVIKS SELAMA KALA I PERSALINANKetidakseimbangan energi saat persalinan dapat menghambat kerja enzim glikolitik dan mengganggu reaksi kimia dalam sel otot sehingga dapat menghambat kontraksi otot dan pembukaan serviks. Perlu alternatif nutrisi ibu bersalin yang praktis, cepat menghasilkan energi, dan memberikan asupan glukosa yang dibutuhkan untuk kontraksi uterus dalam bentuk minuman mix juice. Mix juice ini mengandung buah-buahan, kurma tunisia, madu, dan kacang merah. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh pemberian minuman mix juice terhadap kontraksi uterus dan pembukaan serviks selama kala I persalinan. Penelitian ini menggunakan desain randomized controlled trial. Populasi target adalah semua ibu yang akan melahirkan di Kota Bandung pada bulan Maret−April 2017. Sampel dalam penelitian ini adalah gravida <4 yang akan melahirkan di Puskesmas Pelayanan Obstetri Neonatus Emergensi Dasar (PONED) Ibrahim Ajie, Puter, Garuda, Pagarsih, dan Padasuka, yaitu 30 subjek pada kelompok perlakuan dan 30 subjek pada kelompok kontrol. Kontraksi uterus dan pembukaan serviks diukur secara klinis dan dicatat pada partograf. Analisis data menggunakan uji chi-kuadrat, uji t independen, dan Uji Mann-Whitney. Hasil penelitian didapatkan pengaruh pemberian minuman mix juice terhadap frekuensi, lama dan intensitas kontraksi uterus, serta pembukaan serviks dengan nilai p<0,05 dan nilai RR masing-masing sebesar 1,3; 3,3; 2,6; 1,7. Simpulan, pemberian minuman mix juice selama kala I persalinan berpengaruh terhadap kemajuan kontraksi uterus dan pembukaan serviks.
Karakteristik Tumor Trofoblas Gestasional Risiko Tinggi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung Tahun 2019 – 2021 Hidayat, Yudi Mulyana; Megantari, Salsa Bila; Harsono, Ali Budi; Suardi, Dodi; Mantilidewi, Kemala Isnainiasih
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 6 Nomor 3 November 2023
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v6i3.493

Abstract

Tujuan: Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi karakteristik demografi dan klinis pasien TTG risiko tinggi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2019 – 2021.Metode: Penelitian ini menggunakan analisis secara deskriptif yang didapatkan melalui rekam medis pasien TTG risiko tinggi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2019 – 2021 dengan metode total sampling. Hasil: Terdapat 69 rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Hasil tersebut menunjukkan banyaknya pasien yang memiliki pendidikan terakhir pada jenjang SMA (49%), tidak memiliki pekerjaan (84%) yang didominasi oleh ibu rumah tangga, beretnis Sunda (93%), berasal dari daerah wilayah IV Priangan (54%), berusia lebih dari 40 tahun (57%), multipara (61%), memiliki riwayat mola (71%), interval dengan kehamilan sebelumnya 7 hingga 12 bulan (54%), kadar β-hCG yang diukur sebelum terapi sebanyak 10.000 - <100.000 mIU/mL (42%), tidak terjadi metastasis (68%)  diikuti hasil terjadinya metastasis pada paru-paru (26%), tidak memiliki hasil pemeriksaan tipe histopatologi (61%) diikuti hasil tipe histopatologi koriokarsinoma (33%), dan memiliki stadium I  (59%).Kesimpulan: Kasus TTG risiko tinggi di RSUP Dr. Hasan Sadikin Bandung pada tahun 2019 – 2021 lebih umum terjadi pada pasien yang memiliki pendidikan terakhir pada jenjang SMA, tidak memiliki pekerjaan yang didominasi oleh ibu rumah tangga, beretnis Sunda, berasal dari daerah wilayah IV Priangan, berusia lebih dari 40 tahun, riwayat multipara, riwayat mola, interval dengan kehamilan sebelumnya 7 hingga 12 bulan, kadar β-hCG yang diukur sebelum terapi sebanyak 10.000 - < 100.000 mIU/mL, tidak terjadi metastasis, dan memiliki stadium I.Characteristics of High Risk Gestational Trophoblast Neoplasia at Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung in 2019 – 2021AbstractObjective: This research aims to identify the demographic and clinical characteristics of patients with high-risk GTN at Dr. Hasan Sadikin Bandung in 2019–2021.Method: This research used descriptive analysis, which was obtained from the medical records of patients with high-risk GTN at Dr. Hasan Sadikin General Hospital Bandung in 2019–2021 using the total sampling method.Results: 69 patient medical records met the inclusion and exclusion criteria. These results show that the number of patients who have had their last education at the high school level (49%), do not have a job (84%), are dominated by housewives, are of Sundanese ethnicity (93%), and come from region IV Priangan (54%), aged over 40 years (57%), multiparous (61%), had a history of molar (71%), an interval with a previous pregnancy of 7 to 12 months (54%), β-hCG level measured before therapy of 10,000– 100,000 mIU/mL (42%), no metastases (68%) followed by lung metastases (26%), no histopathological type (61%) followed by choriocarcinoma histopathological type (33%), and staging I (59%).Conclusion: High-risk GTN cases at Dr. Hasan Sadikin Bandung in 2019 – 2021 are more common in patients who have the last education at the high school level, do not have a job dominated by housewives, are of Sundanese ethnicity, come from the IV Priangan region, are over 40 years old, have a history of multiparas, a history of moles, an interval with a previous pregnancy of 7 to 12 months, β-hCG level measured before therapy was 10,000– 100,000 mIU/mL, no metastases occurred, and had stage I.Key words: Characteristics, Demographic, Gestational Trophoblastic Neoplasia, High Risk
PENDIDIKAN KESEHATAN PEMERIKSAAN PAYUDARA SENDIRI (SADARI) MELALUI MEDIA SOSIAL TIKTOK PADA REMAJA PUTRI Halimatussa'adiah , Melly; Hidayat, Yudi Mulyana; Anwar , Ruswana
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol. 11 No. 2 (2024): November
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v11i2.452

Abstract

Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit kanker payudara secara dini. Kanker payudara bisa dideteksi lebih dini melalui beberapa pemeriksaan salah satunya dengan SADARI. Kurangnya pengetahuan yang dimiliki oleh para remaja tentang SADARI menjadi suatu masalah yang penting. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh pendidikan kesehatan SADARI dengan media sosial TikTok terhadap pengetahuan dan sikap deteksi dini kanker payudara pada remaja putri di SMA Terpadu Alqudwah. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif (quasi eksperimen) dengan pendekatan pre test- post test with control group design. Penentuan sampel menggunakan jenis Non Probabiltiy sampling secara purposive sampling sehingga didapatkan responden sebanyak 28 orang setiap kelompoknya .Hasil penelitian menunjukan media sosial TikTok dapat meningkatkan pengetahuan (p<0,005) dan sikap (p<0,005). Terdapat peningkatan pengetahuan remaja kelompok TikTok lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lembar balik (p= 0,006). Peningkatan sikap remaja putri pada kelompok TikTok lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok lembar balik (p= 0,009). Simpulan hasil penelitian adalah Pendidikan Kesehatan pemeriksaan payudara sendiri melalui media social TikTok meningkatkan pengetahuan dan sikap ramaja putri bila dibandingkan dengan lembar balik.
HALP and SII: Innovative Biomarkers for Diagnosing Ovarian Cancer in Both Epithelial and Non-Epithelial Subtypes Ridwan, Steven; Mantilidewi, Kemala Isnainiasih; A.W., Gatot Nyarumenteng; Kurniadi, Andi; Suardi, Dodi; Salima, Siti; Rauf, Syahrul; Hidayat, Yudi Mulyana
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 8 Nomor 2 July 2025
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v8i2.882

Abstract

Objective: To evaluate the diagnostic utility of PHAL (Platelet, Hemoglobin, Albumin, and Lymphocyte), SII (Systemic Immune Inflammation Index), and SIRI (Systemic Inflammatory Response Index) for both epithelial and non-epithelial ovarian cancer.Methods: A cross-sectional study of 156 patients with ovarian masses was conducted using preoperative laboratory data to calculate PHAL, SII, and SIRI scores. Histopathology confirmed diagnoses. Population I included all ovarian cancer types and benign tumors, while Population II included only non-epithelial ovarian cancer and benign tumors. Statistical analysis using SPSS 25.0, involved ROC curve and validity testing to assess diagnostic performance.Result: SII showed the best performance in the overall population (AUC 0.738; sensitivity 71.25%; specificity 72.37%; accuracy 71.79%; LR+ 2.58; LR– 0.40). In the subgroup of non-epithelial ovarian cancer versus benign tumors, PHAL had the highest diagnostic accuracy (AUC 0.819; sensitivity 81.81%; specificity 73.68%; accuracy 75.51%; LR+ 3.11; LR– 0.25).Conclusion: PHAL and SII are effective, accessible, and low-cost biomarkers that can support ovarian cancer diagnosis through routine blood tests.PHAL dan SII: Biomarker Inovatif untuk Diagnosis Kanker Ovarium Subtipe Epitel dan Non-Epitel Abstrak Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi nilai diagnostik dari PHAL (Platelet, Haemoglobin, Albumin, dan Limfosit), SII (Systemic Immune Inflammation Index), dan SIRI (Systemic Inflammatory Response Index) pada kanker ovarium epitelial dan non-epitelial. Metode: Penelitian dengan metode potong lintang ini melibatkan 156 pasien dengan massa ovarium. Data laboratorium pra-operatif digunakan untuk menghitung skor PHAL, SII, dan SIRI. Diagnosis ditegakkan melalui pemeriksaan histopatologi. Populasi I mencakup semua jenis kanker ovarium dan tumor jinak, sedangkan Populasi II hanya mencakup kanker ovarium non-epitelial dan tumor jinak. Analisis statistik dilakukan menggunakan SPSS 25.0, termasuk analisis kurva ROC dan uji validitas untuk menilai kinerja diagnostik. Hasil: Hasil penelitian menyimpulkan bahwa SII memiliki performa terbaik pada seluruh populasi (AUC 0,738; sensitivitas 71,25%; spesifisitas 72,37%; akurasi 71,79%; LR+ 2,58; LR– 0,40). Pada subkelompok kanker ovarium non-epitelial dibandingkan dengan tumor jinak, PHAL menunjukkan akurasi diagnostik tertinggi (AUC 0,819; sensitivitas 81,81%; spesifisitas 73,68%; akurasi 75,51%; LR+ 3,11; LR– 0,25). Kesimpulan: PHAL dan SII merupakan biomarker yang efektif, mudah diakses, dan berbiaya rendah yang dapat mendukung diagnosis kanker ovarium melalui pemeriksaan darah rutin. Kata kunci: Kanker ovarium, Skor PHAL (Platelet-Hemoglobin-Albumin-Limfosit), Systemic Immune-Inflammation Index, Systemic Inflammatory Response Index
Anencephaly with Prior Caesarean Section: A Management Dilemma for Lethal Fetal Condition to Perform Labor Induction Rotinggo, Rico; Siddiq, Amillia; Hidayat, Yudi Mulyana
Indonesian Journal of Obstetrics & Gynecology Science Volume 7 Nomor 3 November 2024
Publisher : Dep/SMF Obstetri & Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/obgynia.v7i3.756

Abstract

Introduction: A failure of cranial neuropore closure during the third to fourth week of gestation is called anencephaly. It leads to the lack of a significant part of the brain, skull, and scalp. The recommended method of delivery in lethal conditions, such as anencephaly, is vaginal delivery. This case report describes anencephalic pregnancy with a history of prior cesarean section. Labor induction held a dilemma to perform, but cesarean section poses a risk of morbidity to the mother and will not improve fetal outcomes.Case Illustration: A 37-year-old woman, G4P3A0, 26-27 weeks of pregnancy, presented with a planned termination of pregnancy. The patient was known to have congenital malformation and anencephaly. The patient had a history of prior cesarean section. During admission, the patient showed no signs of delivery. The patient was then planned for labor induction with misoprostol 50 mcg on the posterior fornix. The delivery outcome was no uterine rupture or significant bleeding.Conclusion: Vaginal delivery is the first choice for the delivery method in cases with poor prognosis. Avoiding a cesarean section will protect the mother from further morbidity from a cesarean section.Anensefali dengan Riwayat Seksio Sesarea: Dilema Manajemen untuk Kondisi Janin Yang Lethal dalam Melakukan Induksi PersalinanAbstrakPendahuluan: Kegagalan penutupan neuroporus kranial selama minggu ketiga hingga keempat kehamilan disebut anensefali. Kondisi ini menyebabkan hilangnya sebagian besar otak, tengkorak, dan kulit kepala. Metode persalinan yang direkomendasikan dalam kondisi janin yang tidak bisa bertahan hidup, seperti anensefali, adalah persalinan melalui vagina. Laporan kasus ini akan menggambarkan kehamilan dengan anensefali pada pasien dengan riwayat seksio sesarea sebelumnya. Induksi persalinan menimbulkan dilema untuk dilakukan, namun seksio sesarea meningkatkan risiko morbiditas bagi ibu tanpa memperbaiki hasil pada janin.Ilustrasi Kasus: Seorang wanita berusia 37 tahun, G4P3A0, usia kehamilan 26 - 27 minggu, datang dengan rencana terminasi kehamilan. Pasien diketahui memiliki malformasi kongenital dan anensefali. Pasien juga memiliki riwayat seksio sesarea sebelumnya. Saat masuk rumah sakit, pasien tidak menunjukkan tanda-tanda persalinan. Pasien kemudian direncanakan untuk induksi persalinan dengan misoprostol 50 mcg yang dimasukkan ke fornix posterior. Hasil persalinan tidak menunjukkan adanya ruptur uterus atau perdarahan yang signifikan.Kesimpulan: Persalinan melalui vagina adalah pilihan pertama untuk metode persalinan pada kasus dengan prognosis buruk. Menghindari seksio sesarea akan melindungi ibu dari morbiditas lebih lanjut akibat seksio sesarea.Kata kunci: Anensefali; Induksi; Letal; Manajemen Persalinan; Riwayat Seksio Sesarea
Akt–the Mammalian Target of Rapamycin (mTOR) Pathway Inhibition Increases Cervical Cancer Cell Chemosensitivity to Active Form of Irinotecan (SN-38) Septiani, Leri; Hidayat, Yudi Mulyana; Effendi, Yusuf Sulaeman; Djuwantono, Tono; Luftimas, Dimas Erlangga; Faried, Ahmad
International Journal of Integrated Health Sciences Vol 1, No 1 (2013)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1048.106 KB)

Abstract

Objective: To investigate the molecular pathway of the cytotoxic effect of SN-38 in human cervical cancer cell lines.Methods: Two human cervical cancer cell lines were treated with various concentrations of irinotecan for 24–72 hours and the sensitivity was analysed using the MTT assay. Apoptosis was further observed through microscopic examinations. The protein expression was determined using Western blot analysis.  Results: CaSki cells demonstrated the highest sensitivity to SN-38, whereas HeLa cells showed the lowest. In cervical cancer cells, SN-38 induced apoptosis through an intrinsic- and extrinsic-pathways. In addition, we showed that SN-38 downregulated the phosphorylation of Akt-mTOR pathways in CaSki cells, but not in HeLa cells. Interestingly, in HeLa cells, which were more suggestive of a resistant phenotype, pre-treatment with LY294002 and rapamycin inhibited activation of Akt-mTOR signaling and significantly enhanced the sensitivity of HeLa cells to SN-38. Conclusions: Irinotecan exerts its anti-neoplastic effects on cervical cancer cells by inducing apoptosis through caspase-cascade. Inhibition of Akt-mTOR, LY294002 and rapamycin, which is targeted to Akt-mTOR pathways, may sensitize irinotecan-resistant cervical cancer cells.Keywords: Akt-mTOR pathways anti-neoplastic drugs, cervix cancer cells, LY294002, rapamycin DOI: 10.15850/ijihs.v1n1.103
Co-Authors A.W., Gatot Nyarumenteng Ahmad Faried Ali Budi Harsono Ali Budi Harsono Ali Budi Harsono Amillia Siddiq, Amillia Andi Kurniadi, Andi Anwar , Ruswana Aprilina Aprilina Arieff Kustiandi Arifa Rakhmana Abdullah Astri Novianti Benny Hasan Purwara Berland Budiman Deni K. Sunjaya Dimas Erlangga Luftimas Dodi Suardi Edhyana Sahiratmadja Edwin Armawan Elsa Pudji Setyawati Eunike Febe Febriani Farid Husin Farid Husin Farid Husin Farisa Raudina Firman Fuad Wirakusumah Gaga Irawan Nugraha Gatot N. A. Winarno Gatot N. A. Winarno Hadyana Sukandar Halimatussa'adiah , Melly Hanom Husni Syam Harjito, Vanessa Natasha Harsono, Ali Budi Hendra Gunawan Herman Susanto Herry Herman Hiroshi Koyama Huda Toriq Husin, Farid Indah Amelia Indah Amelia Jasmi ati Johanes C Mose Johanes C. Mose Johanes Cornelius Mose Kemala Isnainiasih Mantilidewi Kevin Dominique Tjandraprawira LAURENS DAVID PAULUS LAURENS DAVID PAULUS, LAURENS DAVID Leri Septiani M. Rizkar Arev Sukarsa MARINGAN DIAPARI LUMBAN TOBING Martasari, Bellia Loranthifolia Megantari, Salsa Bila Mieke Hemiawati Satari Mieke Hemiawati Satari Muhammad Nasir Shafiee Mutakin Mutakin Nanan Sekarwana Niken Bayu Argaheni Oki Suwarsa Pati Aji Achdiat Putu Giri Saputro R. M. Sonny Sasotya Radiastomo Samekta Budi Ramdan Panigoro Rasmia Rowawi Reiva Farah Dwiyana Reyshiani Johan Rezah Andriani Rizky Abdulah Rohmawati, Enny Rotinggo, Rico Salima, Siti Siti Salima Sofie R. Krisnadi Steven Ridwan, Steven Supriadi Gandamihardja SUPRIADI GANDAMIHARJA Supriadi Gandamiharja Susiarno, Hadi Syahrul Rauf Sylvia Rachmayati Tono Djuwantono Unggul Yudatmo Vanessa Natasha Harjito Wiryawan Permadi Yopi Wulandhari Yuli Astuti Yusuf Sulaeman Effendi