Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Pengaruh Source Credibility dan Message Credibility di Tiktok Live Streaming Terhadap Impulsive Buying Behavior Putri Nila Rahmataini; Reza Safitri; Bambang Dwi Prasetyo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i9.13596

Abstract

Dalam era pesatnya perilaku pembelian impulsif melalui live streaming shopping, fenomena ini menjadi sorotan utama, terutama di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi apa yang mendorong individu untuk terlibat dalam impulsive buying behavior saat menonton TikTok live streaming. Penelitian ini menggunakan Elaboration Likelihood Model (ELM) untuk menganalisis peran message credibility sebagai jalur sentral dan source credibility sebagai jalur periferal dalam membentuk perceived persuasiveness dan perilaku pembelian impulsif. Penelitian ini dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan pendekatan berbasis jalur untuk menjelaskan karakteristik terkait dengan masing-masing rute. Hasil studi ini mengungkapkan bahwa kedua jalur persuasi, yaitu message credibility sebagai jalur sentral dan source credibility sebagai jalur periferal, memiliki pengaruh signifikan dalam membentuk sikap individu. Namun, hanya jalur periferal yang memengaruhi secara signifikan perubahan perilaku dalam pembelian impulsif. Temuan ini tidak hanya memiliki dampak teoritis pada literatur tentang perdagangan streaming langsung dan ELM, tetapi juga memiliki implikasi praktis yang relevan bagi para profesional di industri perdagangan streaming langsung.
Representasi Maskulinitas Make Up Artist (M.U.A) Bubah Alfian pada Account Instagram Sari, Diaz; Wulandari, Maulina Pia; Prasetyo, Bambang Dwi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v9i8.16062

Abstract

Keberadaan pria sebagai Make Up Artist (MUA) masih sering dipandang negatif di masyarakat Indonesia, yang cenderung mengasosiasikan profesi ini dengan wanita. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi maskulinitas Bubah Alfian sebagai seorang MUA melalui akun Instagramnya. Penelitian ini menggunakan metodologi Critical Discourse Analysis (CDA) yang dikemukakan oleh Norman Fairclough untuk menganalisis 25 video reels yang diunggah oleh Bubah Alfian. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi mendalam dan analisis teks serta gambar yang terdapat pada video reels tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Bubah Alfian berhasil menggabungkan elemen maskulin dan feminin dalam identitasnya sebagai seorang MUA, yang menantang stereotip gender tradisional. Temuan ini menunjukkan bahwa maskulinitas dapat diungkapkan dengan lebih cair dan fleksibel melalui media sosial, terutama dalam konteks profesi yang umumnya diasosiasikan dengan perempuan. Selain itu, representasi maskulinitas yang ditampilkan oleh Bubah Alfian memberikan perspektif baru tentang bagaimana pria dalam profesi kecantikan dapat memanfaatkan media sosial untuk membentuk identitas gender yang unik dan otentik. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam bidang studi komunikasi, khususnya dalam kajian representasi gender di media sosial dan menunjukkan bagaimana media sosial dapat digunakan sebagai alat untuk perubahan sosial.