p-Index From 2021 - 2026
8.007
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

REPRESENTASI EKRANISASI NOVEL DEAR NATHAN KARYA ERISCA FEBRIANI Prima Gusti Yanti; Syarif Hidayatullah; Richa Khairani
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 1 No. 1 (2018)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk-bentuk ekranisasi yang terdapat dalam novel Dear Nathan karya Erisca Febriani yang dibandingkan dengan film Dear Nathan. Untuk mengetahui hal tersebut, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dalam terdapat tiga bentuk ekranisasi novel Dear Nathan berupa penciutan/pemotongan, penambahan, dan perubahan bervariasi di dalam film Dear Nathan. Hal tersebut terdapat pada unsur intrinsik novel, yaitu alur, penokohan, dan latar. Di dalam alur terdapat pemotongan pada alur sebanyak 7 kali, penambahan alur sebanyak 3 kali, dan perubahan bervariasi pada alur sebanyak 13 kali. Di dalam tokoh, terdapat penciutan tokoh sebanyak 7 tokoh dan penambahan tokoh sebanyak 2 tokoh. Di dalam latar terdapat penciutan latar sebanyak 5 kali dan perubahan bervariasi pada latar sebanyak 9 kali.
Analisis Kebutuhan Media Literasi Berbasis Digital pada Anak Usia Dini Syarif Hidayatullah; Syihabuddin Syihabuddin; Vismaia Damayanti
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 6, No 3 (2022)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v6i3.1183

Abstract

Masalah literasi yang rendah di Indonesia telah menarik banyak perhatian peneliti Indonesia. Namun belum ada upaya untuk mengatasi permasalahan ini dari akarnnya, yaitu anak usia dini. Guru dan orang tua pada jenjang ini selalu berharap anaknya dapat berkembang opitimal terutama dalam literasi sehingga mereka dapat sukses dalam belajar saat sekolah. Akan tetapi, belum ada media yang membuat usaha guru dan orang tua sejalan. Untuk itu penelitian ini berupaya menganalisis kebutuhan guru dan orang tua untuk kegiatan literasi anak di sekolah dan di rumah dalam bentuk media literasi berbasis digital. Metode yang digunakan adalah dengan angket dan wawancara yang dilakukan kepada 28 guru TK dan 15 orang tua murid. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa guru dan orang tua berharap bahwa media literasi tersebut dapat dimainkan lintas gender, berisi aktivitas bernyanyi, menggambar, bercerita, dan bermain. Dengan hasil ini, diharapkan ada media digital yang memuat aktivitas tersebut sehingga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan literasi pada anak usia dini
Peningkatan Wawasan Penerapan Model Pembelajaran Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skill) Bagi Guru MTs dan MA Nur Aini Puspitasari; Syarif Hidayatullah
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 3, No 2 (2020): Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v3i2.6131

Abstract

This training aims to improve the ability of teachers to apply HOTS-oriented learning models. The method used in this activity is the method of lecture, discussion, and practice. The result of this activity is an increase in the number of teachers' understanding of HOTS-oriented learning models with a percentage of 88%. Learning activities undertaken have led to high-level thinking (HOTS) reaching a percentage of 83%. The lesson plans made have led to high-level thinking that reaches a percentage of 81%. The learning approach has used SCL which reached a percentage of 84%. Participants have applied HOTS-oriented learning model that includes discovery learning, problem based learning, and project based learning has reached 84%. It can be concluded that this activity has increased the insight of teachers about HOTS-based learning practices theoretically and practically.
PELATIHAN MODEL BERCERITA BULENG BAGI GURU PAUD SEBAGAI UPAYA REVITALISASI TRADISI LISAN BETAWI Nur Aini Puspitasari; Syarif Hidayatullah; Khusniyati Masykuroh
Abdimas Galuh Vol 4, No 1 (2022): Maret 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i1.7125

Abstract

Buleng merupakan salah satu model bercerita tradisi lisan Betawi yang perlu direvitalisasi karena keberadaannya telah jarang ditemui dalam situasi sosial budaya masyarakat Betawi. Untuk itu perlu dilakukan revitalisasi terhadap model bercerita ini. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengimplementasi teknik bercerita ini dalam kegiatan pembelajaran.  Untuk mewujudkan hal tersebut, maka diperlukan kegiatan pelatihan teknik bercerita buleng. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pelatihan dengan tahapan metode pelaksanaan, yaitu identifikasi masalah bersama mitra, perumusan masalah bersama mitra, perumusan solusi permasalahan bersama mitra, penyusunan materi dan instrumen evaluasi, pelaksanaan kegiatan dan sosialisasi, dan evaluasi program bersama mitra. Hasil kegiatan ini diperoleh bahwa kemampuan para guru dalam bercerita dengan teknik buleng sudah baik dan dapat diimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran.
GAYA BAHASA PUISI HAIKU DAN TANKA DALAM KUMPULAN PUISI PEMUDA RERANTING Syarif Hidayatullah
p-ISSN 2356-0576
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Universitas Muhammadiyah Purworejo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.986 KB) | DOI: 10.37729/btr.v7i1.6357

Abstract

Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gaya bahasa puisi Haiku dan Tanka dalam Kumpulan Puisi Pemuda Reranting karya Achmad Abi Mubarok, dkk. Buku ini merupakan hasil dari kegiatan pembelajaran menulis puisi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis dengant teknik analisis isi. Dari dua puluh puisi Haiku dan Tanka dalam kumpulan puisi ini, dipilih sepuluh puisi. Objek penelitian ini adalah gaya bahasa yang digunakan dalam sepuluh puisi Haiku dan Tanka. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gaya bahasa yang digunakan dalam sepuluh puisi Haiku dan Tanka tersebut terdiri dari gaya bahasa kiasan, perumpamaan, penginsanan, dan hiperbola. Kata Kunci: Puisi, Haiku, Tanka, Gaya Bahasa. 
Kriteria Bahan Bacaan Literasi Berdasarkan Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar dan Relevansinya dengan Cerita Rakyat Betawi Syarif Hidayatullah; Nur Aini Puspitasari; Trie Utari Dewi
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.3790

Abstract

Kegiatan literasi di sekolah dasar belum didukung oleh kriteria penentuan bahan bacaan literasi yang sesuai dengan tahap perkembangan moral sehingga dapat menjadi tolok ukur relevansi bahan bacaan literasi seperti cerita rakyat dengan perkembangan moral. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria bahan bacaan literasi yang sesuai dengan tahap perkembangan moral siswa sekolah dasar serta relevansi cerita rakyat Betawi sebagai bahan bacaan literasi di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk menentukan kriteria bahan bacaan literasi, menggunakan studi pustaka mengenai perkembangan moral Kohlberg dan penelitian perkembangan moral di sekolah dasar. Berdasarkan kriteria tersebut cerita rakyat kemudian dikaji dengan teknik analisis isi. Hasilnya, penelitian ini merekomendasikan tiga kiteria dari tiga tahap perkembangan moralitas siswa sekolah dasar. Untuk kriteria bahan bacaan literasi siswa kelas 1-3 adalah kepatuhan tokoh terhadap aturan, untuk kelas 4-6 adalah keputusan positif dari tokoh cerita, dan untuk kelas 5-6 adalah kerealistisan hidup. Penelitian ini juga merekomendasikan cerita rakyat Betawi sebagai bahan bacaan literasi untuk siswa sekolah dasar berdasarkan perkembangan moralnya. Dari 13 cerita, ada 10 cerita rakyat yang cocok, terdiri atas 4 cerita rakyat untuk siswa kelas 1-3, 1 cerita rakyat untuk kelas 4-6, dan 5 cerita rakyat untuk kelas 5-6.
Konsep Integrasi Al-Islam Kemuhammadiyahan Pada Proses Pembelajaran Bahasa Indonesia Nani Solihati; Ade Hikmat; Syarif Hidayatullah
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 5 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v5i1.9435

Abstract

Integrasi Al-Islam Kemuhammadiyah (AIK) dalam kegiatan pembelajaran telah banyak dilakukan. Namun, integrasi AIK dalam pembelajaran bahasa Indonesia belum banyak dilakukan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan berbagai bentuk integrasi AIK dalam pembelajaran Bahasa Indonesia serta bagaimana persepsi mahasiswa terhadap integrasi tersebut. Penelitian ini menggunakan teknik observasi dan portofolio dengan melihat proses pembelajaran dan komponen pembelajaran. Untuk mengetahui respons mahasiswa terhadap temuan observasi dan portofolio tersebut, peneliti menyebarkan kuesioner kepada delapan mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi AIK dalam pembelajaran bahasa Indonesia dilakukan dalam aspek sikap dan pengetahuan. Mayoritas mahasiswa di setiap komponen kuesioner menjawab sangat setuju terhadap konsep-konsep tersebut.
PELATIHAN DONGENG DIALOGIS DENGAN MEDIA DIGITAL UNTUK MENINGKATKAN LITERASI EMERGEN Syarif Hidayatullah; Abdul Rahman Jupri; Khusniyati Masykuroh
Abdimas Galuh Vol 4, No 2 (2022): September 2022
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ag.v4i2.8371

Abstract

Literasi emergen dapat dikembangkan dengan kegiatan dongeng dialogis. Namun, kemampuan guru dalam hal tersebut masih rendah. Oleh karena itu kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan guru dalam ekspresi, vokal, dan interaksi. Bahan yang digunakan dalam kegiatan pengabdian aplikasi cerita rakyat atau cerita anak yang sudah dikembangkan menjadi media digital yang diunduh dari google playstore. Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode diskusi dan praktik. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa kemampuan guru dalam ekspresi, vokal, dan interaksi telah berkembang dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan perubahan yang signifikan dari penilaian pretes dan postes. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan pengabdian masyarakat ini telah memberikan kesadaran dan kemampuan pada guru untuk mengimplementasikan dongeng dialogis menggunakan media digital. Kegiatan pengabdian ini menyarankan pentingnya pelatihan vokal dalam satu kegiatan khusus dan waktu yang lebih lama agar kemampuan vokal guru berkembang maksimal.
Kriteria Bahan Bacaan Literasi Berdasarkan Perkembangan Moral Siswa Sekolah Dasar dan Relevansinya dengan Cerita Rakyat Betawi Syarif Hidayatullah; Nur Aini Puspitasari; Trie Utari Dewi
Jurnal Basicedu Vol 6, No 6 (2022): December 2022
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/basicedu.v6i6.3790

Abstract

Kegiatan literasi di sekolah dasar belum didukung oleh kriteria penentuan bahan bacaan literasi yang sesuai dengan tahap perkembangan moral sehingga dapat menjadi tolok ukur relevansi bahan bacaan literasi seperti cerita rakyat dengan perkembangan moral. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menentukan kriteria bahan bacaan literasi yang sesuai dengan tahap perkembangan moral siswa sekolah dasar serta relevansi cerita rakyat Betawi sebagai bahan bacaan literasi di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Untuk menentukan kriteria bahan bacaan literasi, menggunakan studi pustaka mengenai perkembangan moral Kohlberg dan penelitian perkembangan moral di sekolah dasar. Berdasarkan kriteria tersebut cerita rakyat kemudian dikaji dengan teknik analisis isi. Hasilnya, penelitian ini merekomendasikan tiga kiteria dari tiga tahap perkembangan moralitas siswa sekolah dasar. Untuk kriteria bahan bacaan literasi siswa kelas 1-3 adalah kepatuhan tokoh terhadap aturan, untuk kelas 4-6 adalah keputusan positif dari tokoh cerita, dan untuk kelas 5-6 adalah kerealistisan hidup. Penelitian ini juga merekomendasikan cerita rakyat Betawi sebagai bahan bacaan literasi untuk siswa sekolah dasar berdasarkan perkembangan moralnya. Dari 13 cerita, ada 10 cerita rakyat yang cocok, terdiri atas 4 cerita rakyat untuk siswa kelas 1-3, 1 cerita rakyat untuk kelas 4-6, dan 5 cerita rakyat untuk kelas 5-6.
Ekranisasi Novel Silam Karya Risa Saraswati ke Dalam Film Silam Sutrada Jose Poernomo Azka Davia; Nabila Salsabila; Rahmayanti Puteri Rizanti; Syarif Hidayatullah
REFEREN Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (944.963 KB) | DOI: 10.22236/referen.v1i2.10495

Abstract

Abstrak Genre film horor merupakan genre yang paling banyak menarik minat penonton. Uniknya genre tersebut banyak mengangkat dari novel. Salah satu novel tersebut adalah novel Silam. Penelitian bertujuan untuk mengetahui perubahan novel ke film yang meliputi penciutan, penambahan serta perubahan bervariasi pada film novel silam karya Risa Saraswati ke dalam film silam sutrada Jose Poernomo. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk mengkaji ekranisasi pada novel Silam karya Risa Saraswati ke dalam film Silam sutrada Jose Poernomo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskripsi kualitatif dengan teknik analisis isi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa semua aspek unsur sastra, yaitu alur, tokoh, dan latar mengalami penciutan, penambahan, dan perubahan bervariasi. Namun hal tersebut tidak mengubah konsep cerita novel secara keseluruhan. Dapat disimpulkan bahwa tidak ada perbadaan yang signifikan antara novel dengan film. Kata kunci: Ekranisasi; Novel; Film; Genre Horor   Abstract The horror film genre is the genre that attracts the most attention from the audience. Uniquely, this genre lifts a lot from the novel. One such novel is the Silam novel. The aim of this research is to find out the changes from novel to film which include shrinking, adding and varying changes from Risa Saraswati's past novel into Jose Poernomo's past film. This study uses a qualitative descriptive method to examine the ecranization of Risa Saraswati's Silam novel into the Silam film directed by Jose Poernomo. The method used in this study is a qualitative description method with content analysis techniques. The results of the research show that all aspects of literary elements, namely plot, characters, and setting experience reduction, addition, and varied changes. But this does not change the concept of the novel as a whole. It can be concluded that there is no significant difference between the novel and the film. Keywords: Ecranization; Novel; Film; Horror genre