p-Index From 2021 - 2026
8.007
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Karakteristik Lirik Lagu Cinta dalam Album Markers and Such Oleh Sal Priadi Salsabila, Nabila; Hidayatullah, Syarif
Action Research Literate Vol. 8 No. 8 (2024): Action Research Literate
Publisher : Ridwan Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46799/arl.v8i8.478

Abstract

Lagu berisikan lirik yang merupakan hasil pemikiran pengarang yang kemudian diberikan melodi atau nada yang khas. Melodi dipilih untuk meningkatkan daya tarik lagu dan memudahkan pendengar dalam menikmatinya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan karakteristik cinta yang tergambar dalam lirik lagu-lagu Sal Priadi yang terdapat pada Album Markers and Such. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Dalam proses pengumpulan data, peneliti berhasil mengumpulkan lirik lagu sesuai dengan sumber data yang ditetapkan. Pada tahap reduksi data, ditemukan bahwa dari 15 lagu yang ada, hanya 12 lagu yang memiliki karakteristik cinta. Selanjutnya, penyajian data dilakukan secara rinci dan sesuai dengan kenyataan yang ada, sehingga penarikan simpulan dapat dilakukan dengan tepat. Dari 15 lagu tersebut, empat lagu hanya menggambarkan rasa suka dengan komponen keintiman saja, tujuh lagu mencerminkan cinta persahabatan yang melibatkan komponen keintiman dan komitmen, satu lagu lainnya menggambarkan cinta romantik yang memiliki komponen keintiman dan hasrat, sedangkan tiga lagu lainnya sama sekali tidak mengandung komponen cinta yang berarti tidak adanya kerakteristik cinta di dalam lagu tersebut. Penelitian juga memberikan gambaran yang jelas mengenai bagaimana berbagai jenis cinta direpresentasikan dalam karya musik Sal Priadi khususnya pada Album Markers and Such.
Peningkatan Wawasan Penerapan Model Pembelajaran Berorientasi HOTS (Higher Order Thinking Skill) Bagi Guru MTs dan MA Puspitasari, Nur Aini; Hidayatullah, Syarif
Jurnal Inovasi Hasil Pengabdian Masyarakat (JIPEMAS) Vol 3 No 2 (2020)
Publisher : University of Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jipemas.v3i2.6131

Abstract

This training aims to improve the ability of teachers to apply HOTS-oriented learning models. The method used in this activity is the method of lecture, discussion, and practice. The result of this activity is an increase in the number of teachers' understanding of HOTS-oriented learning models with a percentage of 88%. Learning activities undertaken have led to high-level thinking (HOTS) reaching a percentage of 83%. The lesson plans made have led to high-level thinking that reaches a percentage of 81%. The learning approach has used SCL which reached a percentage of 84%. Participants have applied HOTS-oriented learning model that includes discovery learning, problem based learning, and project based learning has reached 84%. It can be concluded that this activity has increased the insight of teachers about HOTS-based learning practices theoretically and practically.
Examining the Appropriateness of Betawi Folklore as Literacy Reading Materials for Elementary Schools Hidayatullah, Syarif; Komara, Cahya
Journal of Languages and Language Teaching Vol. 13 No. 2 (2025): April
Publisher : Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jollt.v13i2.14048

Abstract

Betawi folklore holds great potential as both a didactic and creative medium. Integrating Betawi folklore into literacy reading materials for elementary school students can yield positive educational benefits. However, due to the diversity of Betawi folklore, teachers must carefully select appropriate stories and implement effective learning strategies to ensure educational objectives are met. This study examines the appropriateness of Betawi folklore as literacy reading material for elementary school students. Employing a qualitative research approach, it utilizes content analysis techniques to assess intrinsic literary elements—such as themes, plots, characters, and settings—based on children's literature principles and cognitive development theories, particularly Piaget's concrete operational stage. The primary data sources include Cerita Rakyat Betawi 1 and Cerita Rakyat Betawi  by Rahmat Ali. To validate the content analysis findings, teachers were asked to evaluate the suitability of Betawi folklore through a questionnaire. The results indicate that teachers must exercise careful selection, as not all Betawi folklore align with children's literature criteria and cognitive development stages. This study recommends strategies for adapting Betawi folklore to enhance its suitability for literacy activities in elementary schools.
Pelatihan Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) di Mahad Albisat Addiniyah Yalla, Thailand Selatan Puspitasari, Nur Aini; Hidayatullah, Syarif
E-Dimas: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 14, No 3 (2023): E-DIMAS
Publisher : Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/e-dimas.v14i3.13117

Abstract

Mahad Albisat Alhaddiniyah Thailand memproyeksikan lulusannya untuk dapat kuliah di luar Thailand, salah satunya Indonesia. Namun perbedaan bahasa Melayu Thailand dengan bahasa Indonesia membuat mereka kesulitan untuk melanjutkan kuliah di Indonesia. Untuk itu, pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan softskills bahasa Indonesia berdasarkan pelafalan huruf dan perkenalan diri. Metode kegiatan yang digunakan adalah pelatihan dengan teknik ceramah, diskusi, dan praktik. Kegiatan tersebut dilakukan dengan pendekatan budaya dan permainan. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah para siswa terdapat peningkatan kemampuan siswa dalam melafalkan huruf dan memperkenalkan dari yang ditunjukkan dari perubahan signifikan antara hasil pretes dan postes.
PELATIHAN MEMBUAT ECOBRICK UNTUK GENERASI MUDA DALAM MENINGKATKAN KEPEDULIAN KEBERSIHAN LINGKUNGAN DI PEDESAAN Hidayatullah, Syarif; Suteja, Suteja; Huda, Ahmad Akromul; Sari, Nasmi Herlina; Tawaqqal, Akbar
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 10 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i10.2872

Abstract

The issue of plastic waste in rural communities has become an urgent environmental concern due to limited waste management facilities and low public awareness of the impacts of plastic pollution. The massive use of plastics without proper disposal systems has led to the accumulation of waste that contaminates the environment. One practical and educational solution that can be implemented is the production of ecobricks, which involves processing plastic waste into environmentally friendly building materials. This activity aimed to enhance the knowledge, awareness, and skills of young people aged 10–16 years in Ambung Village, East Masbagik District, in managing plastic waste through ecobrick-making training. The implementation method consisted of three stages: socialization, training, and evaluation. The socialization stage involved an interactive lecture on the dangers of plastic waste, followed by hands-on practice in making ecobricks using used plastic bottles. Evaluation was conducted using pre-test and post-test instruments to measure participants’ understanding of the reduce, reuse, recycle (3R) concept. The results showed a significant increase in participants’ knowledge levels, with an average pre-test score of 51.5 and a post-test score of 84.5, representing an improvement of 63.4%. Participants gained a better understanding of plastic waste management processes, were able to produce ecobricks independently, and were motivated to apply this knowledge at home while encouraging family members and peers to participate. Moreover, the activity fostered a sense of collaboration and creativity among participants by transforming plastic waste into functional products such as flower pots and garden benches. It can be concluded that ecobrick-making training effectively increased ecological awareness, knowledge, and practical skills among young people in plastic waste management, serving as an initial step toward a cleaner and more sustainable village environment.
RELIGIOSITAS MASYARAKAT BETAWI DALAM FOLKLOR Syarif Hidayatullah
Aksara Vol 32, No 1 (2020): AKSARA, Edisi Juni 2020
Publisher : Balai Bahasa Provinsi Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29255/aksara.v32i1.478.79-94

Abstract

Identitas religiositas masyarakat Betawi begitu kental yang dapat dilihat dalam perayaan-perayaan budayanya. Faktor ini salah satunya dipengaruhi oleh tradisi sastra lisan yang berkembang di masyarakat Betawi yang memunculkan religiositas masyarakatnya sehingga menjadi alat pembelajaran bagi generasi penerusnya. Dalam upaya tersebut penelitian ini berupaya untuk menganalisis religiositas masyarakat Betawi dalam folklor, khususnya dalam cerita rakyat. Untuk itu, metode yang digunakan adalah analisis isi. Data penelitian ini bersumber dari Cerita Rakyat Betawi I dan Cerita Rakyat Betawi II. Data tersebut kemudian diolah dengan tiga tahap, yaitu reduksi data, model data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bentuk religiositas masyarakat Betawi berupa kepercayaan, praktik beragama, perasaan religius, pengetahuan religius, dan efek religius. Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa masyarakat Betawi memiliki kematangan religiositas yang tinggi terhadap kepercayaan yang dianutnya.The religiosity identity of the Betawi community is so thick that it can be seen in its cultural celebrations. This factor is one of them influenced by oral literary traditions that developed in the Betawi community which gave rise to the religiosity of the community so that it became a learning tool for the next generation. In this effort this research attempts to analyze the religiosity of the Betawi community in folklore, especially in prose (folklore). For this reason, the method used is descriptive qualitative. The research data comes from Cerita Rakyat Betawi I and Cerita Rakyat Betawi II. The data is then processed in three stages, namely data reduction, data model, and withdrawal / verification conclusions. The results of this study show the form of religiosity of the Betawi community in the form of religious belifes, religious practices, religious feeling, religious knowledge, and religious effects. Based on this, it can be concluded that the Betawi community has a high religiosity maturity towards the beliefs it adheres to.Keywords: religiosity, Betawi society, folklore
Revitalizing Oral Literature Through Media Training and Time Storytelling for Parents and PAUD / Aisyiah Kindergarten Teachers in South Jakarta Puspitasari, Nur Aini; Hidayatullah, Syarif; Jupri, Abdul Rahman
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 2 No 2 (2019): Volume 2 Nomor 2 Tahun 2019
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (145.267 KB) | DOI: 10.29407/ja.v2i2.12541

Abstract

Oral literature is rarely found in people's lives, especially in terms of storytelling. In fact, in fairy tales, there are values ​​of character education that can be instilled in children or students. For this reason, in an effort to revitalize the storytelling tradition, the team conducted media training and time to tell stories to parents and PAUD / TK Aisyiah teachers in Jakarta Selatan. To improve skills and awareness in storytelling, the team used training methods. In this method, the team gave lectures, discussions, and practices so that the participants were able to understand and apply the material that had been given. This activity was carried out at PAUD Aisyiah Petukangan Utara and TK Aisyiah 29 Jakarta Selatan. The material provided was the use of media in storytelling in the form of book and non-book media and storytelling time. The results of this training activity were that parents and teachers were able to practice storytelling with book and non-book media and understand the timing of storytelling well.
POCITA: Mengenalkan Cita-Cita dan Lingkungan Sejak Dini Aldrian, Andhika Illyas Alhafizh; Hidayah, Nur; Kurniati, Shinta Bella; Amanda, Moni; Hidayatullah, Syarif
Jurnal ABDINUS : Jurnal Pengabdian Nusantara Vol 3 No 2 (2020): Volume 3 Nomor 2 Tahun 2020
Publisher : Universitas Nusantara PGRI Kediri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29407/ja.v3i2.13049

Abstract

The current phenomenon that happens is the lack of children's knowledge about their ideals, which in this modern times, it should be easy for them to obtain those information. This activity must be done so that children can plan their future better. The team conducted a number of methods starting from finding out how far the children knew their ideals, then proceeding to explain the ideals to the child, then seeing the development of the child about knowledge of dreams, after that the team reassured the ideals of each child, and the last to plant trees and depend on the ideals they have written. As a result, the children understood more about what the team had explained about their ideals and found that they could understand it better than before. There are children who initially have an unnatural ideal before and they turned to have a reasonable ideal right after.
Profil Penyelenggaraan Sanggar Sastra di Sekolah pada Era Digital Hidayatullah, Syarif
REFEREN Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/referen.v4i2.21773

Abstract

Minat murid terhadap sastra mengalami penurunan seiring meningkatnya dominasi media digital yang menawarkan hiburan cepat dan visual. Padahal, sastra memiliki peran strategis dalam mengembangkan kemampuan bahasa, empati, kreativitas, dan karakter murid. Sanggar sastra di sekolah muncul sebagai ruang alternatif yang dapat menghidupkan kembali budaya literasi melalui kegiatan membaca, berdiskusi, dan mencipta karya sastra secara terarah. Berbagai penelitian menunjukkan efektivitas sanggar sastra dalam meningkatkan keterampilan literasi murid, namun kajian yang menguraikan profil penyelenggaraannya secara komprehensif dalam konteks era digital masih sangat terbatas. Penelitian ini bertujuan memetakan profil penyelenggaraan sanggar sastra di sekolah pada era digital dengan fokus pada bentuk kegiatan, strategi pelaksanaan, pemanfaatan teknologi, serta hambatan dan peluang pengembangan program. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen di beberapa sekolah yang telah menjalankan sanggar sastra. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sanggar sastra mulai mengintegrasikan teknologi digital, seperti platform penulisan daring, dokumentasi multimedia, dan publikasi karya secara digital. Namun, upaya tersebut belum optimal akibat keterbatasan kompetensi digital guru, sarana teknologi yang belum merata, dan minimnya kebijakan institusional. Meski demikian, sanggar sastra tetap memberikan dampak positif terhadap motivasi, kreativitas, dan kompetensi literasi murid. Penelitian ini menegaskan perlunya dukungan sistemik dan inovasi pemanfaatan teknologi agar sanggar sastra tetap relevan bagi generasi digital.
PENGUATAN LITERASI DIGITAL BAGI SISWA SMA MUHAMMADIYAH SAWANGAN UNTUK MENINGKATKAN PEMANFAATAN INTERNET DALAM PEMBELAJARAN Syarif Hidayatullah; Wini Tarmini; Achmad Abimubarok; Nur Aini Puspitasari
GERVASI: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 10 No. 1 (2026): GERVASI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : LPPM IKIP PGRI Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31571/gervasi.v10i1.9905

Abstract

Sekolah sering kali memanfaatkan teknologi digital sebagai bagian dari pembelajaran. Namun belum ada pelatihan yang menekankan literasi digital. Akibatnya, peserta didik menggunakan internet secara keliru. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah untuk menguatkan kemampuan literasi digital pada peserta didik SMA Muhammadiyah Sawangan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam memanfaatkan internet dalam pembelajaran. Metode pelaksanaan pengabdiannya adalah service learning dengan mengombinasikan ceramah, tanya jawab, dan diskusi kelompok dalam memecahkan studi kasus. Kegiatan ini diikuti oleh 68 peserta. Evaluasi yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini berbentuk tes dengan memanfaatkan platform Wayground. Instrumen yang digunakan berupa tes literasi digital berbasis pilihan ganda yang telah divalidasi oleh ahli. Hasil tes kemudian dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan uji perbandingan skor pretest dan postest. Hasil kegiatan ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan signifikan antara pretest dan postest dengan rata-rata 12% dari seluruh aspek yang dinilai. Dapat disimpulkan kegiatan ini berhasil meningkatkan kemampuan literasi digital peserta.