Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Redesain Kemasan Produk Keripik Manggleng dengan Quality Function Deployment (QFD) dan Value Engineering Patricia, Anggita Ramadhani Whi Whi; Muhammad, Katon; Al Hakim, Reza Azizul Nasa; Irawan, Heri
Jurnal Optimalisasi Vol 10, No 2 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jopt.v10i2.9906

Abstract

Poetra Roti merupakan UMKM yang terus berkembang pesat yang menciptakan inovasi produk dengan memanfaatkan bahan baku lokal. Saat ini Poetra Roti telah memproduksi 26 jenis makanan. Menurut pemilik UMKM, produk keripik manggleng merupakan produk yang kurang laku karena sepi peminat dan terdapat kompetitor yang menjual produk sejenis. mengindikasikan perlu adanya perbaikan untuk meningkatkan penjualan keripik manggleng. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan karakteristik teknis yang diprioritaskan menggunakan House of Quality (HoQ) dan menentukan nilai terbaik menggunakan metode Value Engineering dalam merancang ulang kemasan produk keripik manggleng. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu Quality Function Deployment dan Value Engineering. Metode QFD dapat mengetahui atribut kebutuhan konsumen (whats) untuk merancang respon teknis (hows). Selain itu, metode QFD dapat mengubungkan spesifikasi produk dengan kebutuhan pasar. Hasil dari Metode QFD yaitu didapatkan 18 atribut kebutuhan konsumen dan 12 respon teknis. Kemudian pada metode Value Engineering menggunakan analisis fungsi dari nilai yang dapat mengendalikan biaya tanpa mengurangi kualitas, estetika dan reabilitas yang diharapkan konsumen. Hasil dari metode VE yaitu dibuat 2 rancangan alternatif dan dipilih dengan alternatif dengan nilai value tertinggi yaitu alternatif A1 (A3B2C1D2E2F1) dengan value sebesar 0,937, nilai performansi 25,844 dan biaya sebesar Rp. 3370. Kepuasan konsumen dinilai meningkat secara signifikan dengan presentase tertinggi sebesar 110,5%.
Total Productive Maintenance Analysis of Wrapping Machine Line 4 through Overall Equipment Effectiveness and Six Big Losses at PT XY, Cirebon – West Java Ayu Anggraeni Sibarani; Katon Muhammad; April Yanti
Jurnal Rekayasa Sistem & Industri Vol 7 No 02 (2020): Jurnal Rekayasa Sistem & Industri
Publisher : School of Industrial and System Engineering, Telkom University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/jrsi.v7i2.425

Abstract

PT. XY is a company engaged in the food industry, namely instant noodles. The problem encountered atPT XY was that one of the machines that used in instant noodle production often stopped operating due toa breakdown. The machine that often experiences breakdowns is the Wrapping Line 4 machine, which is apackaging machine for cup noodle products. This results in a long machine downtime so that theproduction target is not achieved. One approach to addressing this problem is Total ProductiveMaintenance (TPM) which is measured through Overall Equipment Effectiveness (OEE) and Six BigLosses. This study aims to calculate the Overall Equipment Effectiveness (OEE) value, calculate the valueof the Six Big Losses factor and determine the root cause of the dominant problem of the Six Big Lossesfactor using a fishbone diagram. The calculation results show that the OEE value on the Wrapping Line 4is below the international standard, which is 78.03%. Dominant factors that cause machine effectivenesswas low are quality defect losses by 63,54% and reduce speed losses by 24,87%.
PENGENDALIAN KUALITAS PRODUKSI BULU MATA PALSU MENGGUNAKAN METODE FAILURE MODE AND EFFECT ANALYSIS (FMEA) DAN FAULT TREE ANALYSIS (FTA) Ananditya, Devanda Diar; Muhammad, Katon; Iswahyudi, Sachrul; Permanajati, Indra
Journal of Industrial and Mechanical Engineering Vol 3 No 2 (2025): Journal of Industrial and Mechanical Engineering
Publisher : Department of Industrial Engineering, Universitas Jenderal Soedirman.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jimien.2025.3.2.16824

Abstract

Industri bulu mata palsu di Indonesia, khususnya PT Hyup Sung Indonesia (HSI) di Purbalingga, menghadapi tantangan dalam menjaga kualitas produksi akibat tingginya tingkat produk cacat. Penelitian ini bertujuan menganalisis risiko dalam proses produksi menggunakan metode Failure Mode and Effects Analysis (FMEA) dan Fault Tree Analysis (FTA). FMEA digunakan untuk mengidentifikasi potensi kegagalan dan menentukan prioritas perbaikan berdasarkan nilai Risk Priority Number (RPN), sedangkan FTA digunakan untuk menemukan akar penyebab kegagalan secara sistematis. Hasil analisis FMEA menunjukkan tiga risiko utama dengan RPN tertinggi, yaitu knotting bergeser saat dibuka (RPN 150), cairan perekat yang diberikan terlalu sedikit (RPN 140), dan knotting keriting saat dibuka (RPN 140). Analisis FTA mengungkap bahwa penyebab utama dari ketiga kegagalan ini meliputi faktor alat, metode kerja operator, serta ketidaktepatan dalam proses oven. Berdasarkan temuan tersebut, disusun berbagai usulan perbaikan, seperti penggantian rak dan kuas, penambahan timer otomatis, standardisasi prosedur kerja, dan pelatihan operator. Penerapan langkah-langkah ini diharapkan dapat menekan risiko kegagalan dan menjaga kualitas produk.
Implementation of Good Manufacturing Practice and Marketing Digitalization at KWT Karya Tani in Purbalingga Muhammad, Katon; Safitri, Telma Anis; Sari, Suci Wulan
REKA ELKOMIKA: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 7, No 1 (2026): Reka Elkomika
Publisher : Institut Teknologi Nasional, Bandung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26760/rekaelkomika.v7i1.52-59

Abstract

The empowerment of the Women Farmers’ Group (Kelompok Wanita Tani/KWT) Karya Tani in Purbalingga Kidul Village was carried out through the implementation of Good Manufacturing Practice (GMP) and marketing digitalization to enhance the production capacity of “Nata Baya” aloe vera candied products. This study employed a participatory action research approach, involving 12 KWT members as research subjects. The interventions consisted of four main activities: (1) training on the use of an aloe vera peeling machine, (2) socialization of quality control practices and food safety standards, (3) training on optimal working posture, and (4) the creation of marketplace accounts along with digital marketing training. The findings revealed a 50% increase in production efficiency, with production capacity rising from 10 kg to 20–22 kg per day. The implementation of GMP improved participants’ understanding of food safety by 25%. The marketing digitalization program successfully enhanced digital marketing skills, with 100% of members able to use Canva and 75% capable of creating promotional posts independently. Furthermore, the rebranding efforts through packaging design transformation received positive responses.
Workload Analysis and Determination of Financial Service Employee Requirements using the Full-Time Equivalent Method Rivelia Maryani; Rani Aulia Imran; Katon Muhammad; Tri Wisudawati
Performa: Media Ilmiah Teknik Industri Vol 24, No 1 (2025): Performa: Media Ilmiah Teknik Industri
Publisher : Industrial Engineering, Faculty of Engineering, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/performa.24.1.74501

Abstract

Company performance is supported by employee productivity, so an ideal workload is one way to maintain good company performance. PT. XYZ is a company engaged in financial services. Interviews with several employees revealed overlapping work, despite each having their job description. This imbalance in employee workload potentially leads to excessive workloads. This study aims to determine the workload received by PT employees. XYZ and choose the required number of employees based on workload calculations. This study uses the full-time equivalent (FTE) method, which analyzes workload based on employee working time converted into an FTE index value. The results show that 17% of employees have an inload workload, 33% are overloaded, and 50% are underloaded. When evaluated based on the field of work, workload equalization needs to be carried out. The separation of work involves adding two employees in the General and Participant Service division and one employee in the Administration and Membership division and reducing two employees in the Finance and Accounting division. Equalizing the workload needs to be done to help employees be more effective and productive in their work.
Pengaruh Parameter Printing dan Durasi Curing Digital Light Processing (DLP) terhadap Akurasi Dimensi Spesimen Uji ASTM D790-03 Menggunakan Desain Faktorial Azizul, Reza; Muhammad, Katon; Dahlan, Sakuri; Kistianto, Daru Gilang
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 3 (2026): JPTI - Maret 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.1414

Abstract

Teknologi additive manufacturing terus berkembang, salah satunya melalui metode Digital Light Processing (DLP) yang menawarkan kecepatan proses tinggi dan fleksibilitas desain. Namun, tantangan utama pada teknologi ini adalah pencapaian akurasi dimensi produk cetak yang dipengaruhi oleh parameter printing dan proses pasca-curing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh curing time, base time, dan layer height, serta durasi curing terhadap akurasi dimensi spesimen uji ASTM D790-03 termodifikasi menggunakan desain faktorial . Analisis data dilakukan menggunakan ANOVA, uji lanjut Tukey, dan pendekatan desirability untuk menentukan kombinasi parameter optimal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa base time dan layer height berpengaruh signifikan terhadap akurasi dimensi panjang, layer height berpengaruh signifikan terhadap akurasi dimensi lebar, serta interaksi base time dan layer height berpengaruh signifikan terhadap akurasi dimensi tinggi. Hasil uji Tukey menunjukkan bahwa variasi level layer height memberikan perbedaan signifikan pada dimensi panjang dan lebar, sementara variasi base time tidak menunjukkan perbedaan signifikan pada dimensi panjang. Kombinasi parameter optimal diperoleh pada waktu curing 600 detik, base time 15 detik, dan layer height 200 µm, dengan nilai composite desirability sebesar 69,42%, yang menghasilkan penyimpangan dimensi paling kecil. Hasil ini menunjukkan potensi optimasi parameter DLP untuk meningkatkan kualitas dimensi spesimen uji.