Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Al-Qalam

FAHAM THEOLOGI DAN KAITANNYA DENGAN ETHOS KERJA PENGUSAHA MUSLIM DI UJUNGPANDANG Muhammad arsyad
Al-Qalam Vol 9, No 2 (1997)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.084 KB) | DOI: 10.31969/alq.v9i2.603

Abstract

Pada masa lampau di Nusantara ini,dikenal adanya istilah 5 (lima) "S" singkatandari : Saudagar, Saudara, Syahbandar, Sufi,dan Sastrawan. Istilah tersebut melahirkanpola-pola interaksi sosial di kalangan masyarakatMuslim maupun masyarakat nonMuslim. Kehadiran para Saudagar Muslimdi bumi Nusantara ini, dimungkinkan berperanganda. Disatu sisi mereka secaraprofesional berperan sebagai pedagang, danpada sisi lain mereka berperan mengembangsuatu missi (Dakwatul Islamiyah). Padamasa kini di Ujungpandang sebutan Saudagardigantikan oleh sebutah Pengusaha. Merekaada pada kategori golongan Perusahaan/-Perdagangan Besar, Perdagangan Menengah,dan Perdagangan Kecil. Dalamorganisasi professi mereka tergabung dalam :KADIN (Kamar Dagang Indonesia), HIPMI(Himpunan Pengusaha Muda Indonesia),GAPENSI (Gabungan Pengusaha NasionalIndonesia), dan Perhimpunan Pengusaha danPedagang Kecil. Baik pada masa lampaumaupun di masa kini, kondisi kemitraanantara golongan aqniya (hartawan) dengangolongan umara' (Pemerintah) harmonis, atasdasar prinsip ukhuwah dan prinsip ta'awun.Namun sampai kini belum ada suatu penelitianyang mampu mengungkap tentang ethoskerja yang dimiliki para pengusaha (Saudagar)muslim di masa lampau kaitannyadengan faham theologis yang mereka anut.
KERUKUNAN fflDUP ANTAR UMAT BERAGAMA MELALUI SEKEHA TEMPEK DI DESA MEDEWI KECAMATAN PEKUTATAN KABUPATEN JEMBRANA PROPINSI BALI Muhammad arsyad
Al-Qalam Vol 6, No 1 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (49.419 KB) | DOI: 10.31969/alq.v6i1.632

Abstract

Satu hal yang menarik bahwa, asalmula dibukanya lahan persawahan danperkebunan sertapemukiman DesaMedewi,diprakarsai oleh orang-orang Islam. Sejakpemerintahan secara resmi dari tahun 1941sampai dengan tahun 1945 dikepalai olehorang Islam.Ada dua umat yang mendiami wilayahDesa Medewi, di wilayah Desa Adat dihunioleh mayoritas Umat Hindu, disebagiankecil wilayah Desa (Kelurahan) dinas dihunioleh minoritas Umat Islam.Masyarakat adalah suatu satuankehidupan sosial manusia yang menempatisuatu wilayah tertentu, yang keteraturandalam kehidupan sosial tersebut telahdimungkinkan karena adanya seperangkatpranata-pranata sosial yang telah menjaditradisi dan kebudayaan yang mereka milikibersama. (Suparlan, 1982 : 82).
PEMBINAAN DAKWAH DI LEMBAGA PEMASYARAKATAN KLS. I UJUNG PANDANG Muhammad arsyad
Al-Qalam Vol 6, No 2 (1994)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31969/alq.v6i2.625

Abstract

Manusia diciptakan oleh AllahSubhanahu Wataala mempunyai kecenderungan,yaitu kecenderungan pada ha! -hal yang tidak terpuji "fasiq" dankecenderungan pada hal - hal yang taatatau yang terpuji "taqwa". 1)Kecenderungan tersebut di atas merupakanpotensi bagi diri pribadi setiapmasyarakat Sulawesi Selatan padaumumnya, dan masyarakat KotamadyaUjung Pandang pada khususnya, yang jugadisebut Sink (istilah lokal) yang berartiharga diri atau gengsi.
PENGEMBANGAN PEMIKIRAN KEAGAMAAN DI SELAYAR (KASUS MUHDI AKBAR BINANGA BENTENG)* Muhammad arsyad
Al-Qalam Vol 8, No 2 (1996)
Publisher : Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (42.681 KB) | DOI: 10.31969/alq.v8i2.616

Abstract

Salah satu gejala yang menonjoldewasa ini adalah munculnya pluralismeagama. Pluralisme agama dibarengidengan timbulnya pluralitas teologi,filsafat, sistem nilai ideologi dan pandanganhidup. Peter L. Berger melukiskanpluralisme sebagai situasi yang didalamnyatersedia lebih dari satu pandanganhidup bagi masyarakat, yaitu situasi persaingandi antara pandangan hidup(Berger, dalam Sastrapateja, 1982 : 33).Kompetisi berbagai pandangan hidupyang tumbuh dalam masyarakat. dapatterjadi di antara kelompok-kelompok yangmengikuti suatu faham keagamaan tertentu.Terlepas dari apakah faham keagamaanitu merupakan produk dari pemikirandan pemahaman yang sumbernyadiambil dari teks-teks kitab suci; ataufaham keagamaan yang sudah bercampurbaur dengan tradisi lokal.Fenomena p l u r a l i s m e keyakinankeagamaan di antara kelompok ataupenganut faham keagamaan sudah berlangsunglama