Claim Missing Document
Check
Articles

Revisiting Triple Helix Collaboration for Rural Empowerment through Appropriate Technology Village Cas Rahayu, Sri; Hos, Jamaluddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8088

Abstract

Rural development increasingly requires collaborative and context-sensitive approaches to transform local economic potential into sustainable community empowerment. However, limited attention has been given to how triple helix collaboration operates in village-level practices, particularly when linked to appropriate technology. This study examines the enactment of triple helix collaboration in rural community empowerment through appropriate technology in Tetehaka Village, Konawe Regency, Indonesia. A qualitative case study approach was employed, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation involving five purposively selected informants representing key stakeholders. Data were analyzed using an interactive process of reduction, display, and conclusion drawing. The findings indicate that although the core actors of the triple helix are present, their interaction remains fragmented, program-based, and insufficiently institutionalized. Appropriate technology has supported productive activities by improving efficiency and enabling basic digital practices; however, its impact is constrained by limited technological capacity, weak mentoring continuity, and insufficient coordination. The study highlights that sustainable rural empowerment depends not only on technology availability or actor presence but on the quality of collaboration, role alignment, and continuity of institutional support. This study contributes by extending triple helix theory into a rural village context and repositioning appropriate technology as an empowerment-oriented socio-technical instrument. It also proposes a context-sensitive collaboration model emphasizing structured coordination and continuous facilitation.
Pemberdayaan Nelayan dan Keberlanjutan Perikanan Lokal Dalam Tekanan Lingkungan Saputra, Moh.Zidik; Hos, Jamaluddin
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 1 (2026): Februari - April
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i1.8145

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis bagaimana program pemberdayaan masyarakat nelayan yang dilaksanakan oleh Dinas Perikanan Kabupaten  memengaruhi keberlanjutan perikanan lokal di Desa Padabale, Kecamatan Bungku. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan teknik pemilihan informan secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program pemberdayaan telah berkontribusi pada peningkatan partisipasi masyarakat, pengetahuan tentang praktik perikanan berkelanjutan, serta keterampilan dalam pengelolaan hasil tangkapan dan budidaya. Namun, efektivitas program belum sepenuhnya optimal karena masih terdab    pat ketidaksesuaian antara bantuan yang diberikan dan kebutuhan operasional nelayan, keterbatasan kapasitas ekonomi yang menghambat penerapan keterampilan, serta belum meratanya perubahan perilaku ekologis di tingkat masyarakat. Penelitian ini juga menemukan bahwa keberlanjutan perikanan lokal tidak hanya dipengaruhi oleh kualitas program pemberdayaan, tetapi juga oleh tekanan eksternal, khususnya penurunan kualitas lingkungan perairan akibat aktivitas pertambangan di sekitar wilayah tangkap. Temuan ini menegaskan bahwa pemberdayaan masyarakat nelayan merupakan proses multidimensional yang dipengaruhi oleh interaksi faktor sosial, ekonomi, kelembagaan, dan ekologis. Penelitian ini berkontribusi dalam memperluas pemahaman mengenai hubungan antara pemberdayaan nelayan dan keberlanjutan perikanan lokal, serta menegaskan perlunya pendekatan yang lebih integratif, adaptif, dan kolaboratif dalam pembangunan wilayah pesisir.
Peran Digitalisasi UMKM dalam Transformasi Ekonomi Pedesaan: Studi Peningkatan Pendapatan dan Kemandirian Masyarakat Desa Kibu, Tomy Almijun; Hos, Jamaluddin
Surplus: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Vol. 4 No. 2 (2026): Januari-Juni 2026
Publisher : Yayasan Pendidikan Tanggui Baimbaian

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71456/sur.v4i2.1773

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran digitalisasi UMKM dalam transformasi ekonomi pedesaan, khususnya dalam meningkatkan pendapatan dan kemandirian masyarakat desa. Digitalisasi UMKM menjadi fenomena penting dalam perkembangan ekonomi berbasis teknologi, terutama di wilayah pedesaan yang masih menghadapi keterbatasan akses pasar dan informasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pelaku UMKM dan perangkat desa, serta didukung oleh dokumentasi dan observasi lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi UMKM di pedesaan masih berada pada tahap awal, di mana pemanfaatan teknologi digital masih terbatas pada penggunaan media sosial sebagai sarana promosi. Dampak digitalisasi terhadap peningkatan pendapatan bersifat tidak merata, karena hanya pelaku UMKM yang memiliki literasi digital dan kemampuan adaptasi yang baik yang mampu memperoleh manfaat ekonomi lebih signifikan. Selain itu, digitalisasi juga mulai mendorong kemandirian ekonomi masyarakat desa melalui berkurangnya ketergantungan terhadap perantara dalam proses distribusi produk. Namun demikian, kemandirian tersebut masih bersifat terbatas karena adanya kendala literasi digital, akses teknologi, dan dukungan ekosistem yang belum optimal. Secara keseluruhan, digitalisasi UMKM memiliki potensi besar dalam mendorong transformasi ekonomi pedesaan, tetapi masih memerlukan penguatan dari aspek sumber daya manusia, infrastruktur, dan kebijakan pendukung agar manfaatnya dapat dirasakan secara lebih merata dan berkelanjutan.
Transformasi Ekonomi Pendesaan Melalui Digitalisasi : Studi Kualitatif Tentang Pemanfaatan Media Sosial oleh Pelaku Usaha Desa Octavia, Aulia Nahda; Hos, Jamaluddin
SINOMIKA JOURNAL: Publikasi Ilmiah Bidang Ekonomi dan Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sinomika.v5i1.3955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis transformasi ekonomi pedesaan melalui digitalisasi, khususnya dalam pemanfaatan media sosial oleh pelaku usaha desa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi untuk memahami pengalaman dan makna yang dibangun oleh pelaku usaha dalam menggunakan media sosial sebagai sarana ekonomi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku usaha desa yang telah menggunakan media sosial seperti WhatsApp dan Facebook dalam aktivitas usahanya. Pemilihan informan dilakukan secara purposive, dengan mempertimbangkan pengalaman dalam memanfaatkan media sosial. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif untuk mengidentifikasi tema-tema utama dari pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media sosial berperan sebagai pemicu awal transformasi ekonomi pedesaan, terutama dalam memperluas jangkauan pasar dan mengubah pola interaksi dengan konsumen. Namun, pemanfaatan media sosial masih bersifat sederhana dan belum optimal, karena keterbatasan literasi digital dan sumber daya. Selain itu, penggunaan media sosial juga dipengaruhi oleh lingkungan sosial serta pengalaman individu, sehingga menghasilkan pemaknaan yang beragam di kalangan pelaku usaha. Penelitian ini menyimpulkan bahwa transformasi ekonomi pedesaan melalui digitalisasi tidak hanya merupakan perubahan teknologi, tetapi juga merupakan proses sosial dan pengalaman subjektif yang kompleks. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan literasi digital serta dukungan lingkungan untuk mengoptimalkan pemanfaatan media sosial oleh pelaku usaha desa
Makna Strategi Bertahan Hidup Pelaku UMKM Desa dalam Menghadapi Ketidak Pastian Ekonomi : Studi Fenomenalogi pada Usaha Lokal Hafidzah M, Nur Qalbi; Hos, Jamaluddin
SINOMIKA JOURNAL: Publikasi Ilmiah Bidang Ekonomi dan Akuntansi Vol. 5 No. 1 (2026): May
Publisher : CV. Lafadz Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/sinomika.v5i1.4149

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memahami makna strategi bertahan hidup pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) desa dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif dengan jenis penelitian fenomenologi. Penelitian ini berfokus pada pengalaman subjektif pelaku UMKM dalam menghadapi kondisi ekonomi yang tidak menentu, seperti fluktuasi harga bahan baku, penurunan daya beli masyarakat, dan ketidakstabilan pendapatan. Data diperoleh melalui wawancara mendalam dan observasi terhadap pelaku UMKM desa yang dipilih secara purposive. Analisis data dilakukan menggunakan pendekatan fenomenologi untuk mengidentifikasi tema-tema utama yang muncul dari pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM desa menghadapi ketidakpastian ekonomi sebagai tekanan yang memengaruhi keberlangsungan usaha. Dalam menghadapi kondisi tersebut, pelaku UMKM menerapkan berbagai strategi bertahan hidup, seperti pengurangan biaya produksi, diversifikasi usaha, dan pemanfaatan relasi sosial. Selain itu, keterbatasan dalam pemanfaatan teknologi menjadi hambatan dalam pengembangan usaha. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa strategi bertahan hidup tidak hanya dipahami sebagai upaya mempertahankan usaha, tetapi juga dimaknai sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan hidup dan menjaga keberlangsungan keluarga. Dengan demikian, strategi bertahan hidup pelaku UMKM desa bersifat adaptif, kontekstual, dan dipengaruhi oleh pengalaman serta makna subjektif individu dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi