Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

PERBANDINGAN POLA SIDIK BIBIR BERDASARKAN JENIS KELAMIN SEBAGAI IDENTIFIKASI ODONTOLOGI FORENSIK PADA ETNIS BANJAR Muhammad Khairul Ikhsan; Bayu Indra Sukmana; Debby Saputera; Irnamanda D.H; Huldani Huldani
Dentin Vol 8, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v8i2.13107

Abstract

ABSTRACTBackground: Forensic identification for criminal investigations can utilize thebite record method. In certain cases where bite record data is unavailable, thetechnique of cheiloscopy can be employed. A forensic odontology identification method called cheiloscopy uses thelips' mucosal surface grooves and wrinkle patterns to identify individuals. Lip print patterns are distinctive and reliable evidence in criminal cases since they don't change from as early as six weeks of pregnancy until themoment of death. Purpose: Thepurpose of this study is to investigate thedifferences in lip print patterns between men and women. Methods: Theresearch methodology employed is an analytical survey with a cross-sectional design. Thestudy sample comprises 21 pairs of male and female active pre-clinical students from theclass of 2020-2022. Red lipstick was placed consistently to thevermilion border of therespondents' lips, and then printed with transparent tape. Thelip prints were analyzed by categorizing them into six quadrants using theSuzuki-Tsuchihasi classification method in order to identify thespecific lip print pattern. Results: Thechi-square test analysis revealed a statistically significant difference between thetwo groups, with a p-value below 0.05. Men had a higher prevalence of Type III lip prints, whereas women showed a higher prevalence of Type I lip prints. Conclusion: Men's and women's lip print patterns differ significantly from one another.Keywords : Lip Prints; Gender; Banjar Ethnic ABSTRAK Latar Belakang: Identifikasi forensik untuk investigasi kriminal dapat menggunakan metode catatan gigit, namun dalam kasus tertentu metode yang lain dapat digunakan jika data catatan gigit tidak tersedia ialah cheiloscopy. Cheiloscopy merupakan salah satu metode identifikasi odontologi forensik yang memerlukan media berupa pola sidik bibir yang terdapat pada mukosa bibir manusia sebagai sarana identifikasi.Pola sidik bibir dapat menjadi barang bukti dalam penanganan kasus kejahatan karena memiliki sifat yang unik dan stabil antar individu. Pola sidik bibir juga tidak dapat berubah sejak 6 minggu kehidupan seorang manusia pada masa kehamilan hingga meninggal dunia. Tujuan: Penelitian bertujuan untuk menganalisis perbandingan pola sidik bibir antara pria dan wanita. Metode Penelitian: Desain cross-sectional dan survei analitik adalah metode penelitian yang digunakan. Sebanyak 21 pasang mahasiswa preklinik aktif pria dan wanita dari preklinik angkatan tahun 2020-2022 menjadi sampel penelitian. Lipstik merah diaplikasikan secara merata pada batas vermilion bibir responden lalu dicetak dengan selotip bening dan hasil cetakan ditempelkan pada buku penelitian. Cetakan sidik bibir dianalisis dengan membagi menjadi 6 kuadran menggunakan metode klasifikasi Suzuki-Tsuchihasi untuk menentukan tipe pola sidik bibir. Hasil: Hasil analisis uji chi-square menunjukkan <0,05 sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara pria dengan wanita. Pola sidik bibir tipe III dominan pada pria dan tipe I pada wanita. Kesimpulan: Adanya perbedaan yang bermakna antara pola sidik bibir pria dan wanita. Kata kunci :  Etnis Banjar, Jenis Kelamin, Sidik Bibir
PEWARISAN RUGAE PALATINA ORANGTUA PADA ANAK SEBAGAI SARANA IDENTIFIKASI ODONTOLOGI FORENSIK PADA ETNIS BANJAR Muhammad Wafii Ramadhan; Bayu Indra Sukmana; Isyana Erlita; Irnamanda D.H.; Huldani Huldani
Dentin Vol 8, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v8i1.12200

Abstract

Background: Rugae palatine is a forensic organ that can survive and not be altered by any trauma such as from burns. Rugae palatina is one of the organs in the oral cavity that is unique in that there is no same pattern between individuals. This pattern also has peculiarities between individuals and gender. Palatine rugae can also be inherited from parents to children. Purpose: To analyze the inheritance of palatine rugae from parents to children in Banjar Ethnicity. Method: The method used in this research is analytic research with cross sectional method. This study was conducted on 32 families or 96 people whose number of students was divided into 16 men and 16 women. This study was conducted with photographic techniques using fullframe cameras and lenses, occlusal mirrors, LED lights. The results of photography are carried out in the editing stage in the photoshop application with the pentool feature. The data obtained and analyzed using the contingency coefficient correlation test. Results: The results showed a correlation in palatal rugae patterns. The father-offspring and mother-offspring contingency coefficient scores (0.708, 0.760) respectively which indicated a strong correlation in shape patterns between offspring and their parents. These correlations were statistically significant (p value ≤ 0.05). Conclusion: There is a strong and significant inheritance of palatine rugae between father and mother in children. Fathers and mothers have an equal chance of inheriting palatine rugae.Keywords : Banjar Tribe, Forensics, Inheritance, Palatine Rugae, Personal Identification.
HUBUNGAN ANTARA GOLONGAN DARAH ABO DENGAN POLASIDIK BIBIR SEBAGAI IDENTIFIKASI FORENSIK PADA ETNIS BANJAR (Tinjauan Mahasiswa/i FKG ULM) Bulqis Az Zahra; Bayu Indra Sukmana; Norlaila Sarifah; Irnamanda D.H; Huldani Huldani
Dentin Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/dentin.v9i1.16558

Abstract

Latar Belakang: Metode dalam penanganan tindak kriminalitas perlu di tingkatkan untuk memudahkanidentifikasi terhadap pelaku maupun korban. Noda-noda seperti noda darah dan bekas lipstik di TKPdapat digunakan sebagai barang bukti yang akurat. Pemeriksaan pola sidik bibir berdasarkan golongan darah dapat menjadi suatu media untuk menentukan identitas seseorang secara akurat. Tujuan: Menganalisis hubunganantara golongan darah ABO dengan pola sidik bibir sebagai identifikasi forensik pada etnis Banjar. Metode: Desain penelitian yang digunakan adalah penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Sidik bibir diklasifikasi berdasarkan Suzuki dan Tsuchihashi kemudian dikelompokkan sesuai golongan darahsampel. Hasil: Hasil dari analisa data uji korelasi koefisien kontingensi menunjukkan p value 0.033 <0.05yangberarti antar variabel memiliki hubungan signifikan. Nilai korelasi 0.499 bermakna kekuatan antar variabel cukup kuat. Kesimpulan: Golongan darah ABO dan pola sidik bibir pada etnis Banjar memiliki hubunganyangcukup kuat.Kata kunci : golongan darah ABO, pola sidik bibir, identifikasi forensik, etnis Banjar
PERBEDAAN NILAI FEV1 DAN FVC ANTARA MAHASISWA TERLATIH FUTSAL DAN BASKET DI PSKPS FKIK ULM Febryan, Marcellino; Asnawati, Asnawati; Huldani, Huldani; Fakhrurrazy, Fakhrurrazy; Marisa, Dona
Homeostasis Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v8i2.18401

Abstract

Abstract: Sport is a physical activity that significantly improves physical fitness including respiratory system, such as futsal and basketball. Futsal and basketball have differences in the use of body extremities that affect lung ventilation capacity. Assessment of lung ventilation capacity can be measured using a spirometer. This study aims to determine the difference in the value of forced expiratory volume in one second (FEV1) and forced vital capacity (FVC) between futsal and basketball trained students at Lambung Mangkurat University. This analytical observational study with a cross sectional approach used purposive sampling technique on 19 futsal trained students and 20 basketball trained students. The results of the independent t test showed a value of p = 0.883 for FEV1 and p = 0.167 for FVC. The conclusion of this study is that there is no significant difference in FEV1 and FVC values between futsal and basketball trained students at Lambung Mangkurat University. Abstrak: Olahraga merupakan aktivitas fisik yang memberikan dampak yang signifikan untuk meningkatkan kebugaran fisik termasuk sistem pernapasan, seperti olahraga futsal dan basket. Olahraga futsal dan basket memiliki perbedaan dalam penggunaan ekstremitas tubuh yang kemudian memengaruhi kapasitas ventilasi paru. Penilaian kapasitas ventilasi paru dapat diukur menggunakan spirometer. Penelitian ini bertujuan mengetahui perbedaan nilai forced expiratory volume in one second (FEV1) dan forced vital capacity (FVC) antara mahasiswa terlatih futsal dan basket di PSKPS FKIK ULM. Penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional ini menggunakan teknik purposive sampling pada 19 mahasiswa terlatih futsal dan 20 mahasiswa terlatih basket. Hasil uji t tidak berpasangan menunjukkan nilai p = 0,883 untuk nilai FEV1 dan p = 0,167 untuk nilai FVC. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tidak terdapat perbedaan bermakna pada nilai FEV1 dan FVC antara mahasiswa terlatih futsal dan basket di PSKPS FKIK ULM. 
HUBUNGAN ANTARA JUMLAH LANGKAH KAKI HARIAN DENGAN TEKANAN DARAH PADA MAHASISWA Rachman, M. Fathur; Kaidah, Siti; Hendriyono, Franciscus Xaverius; Huldani, Huldani; Devi, Wivina Riza
Homeostasis Vol 8, No 2 (2025)
Publisher : Universitas Lambung Mangkurat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20527/ht.v8i2.18400

Abstract

Abstract: Hypertension remains a prevalent global health issue. Many international health organizations recommend physical activity, such as walking, as an intervention for hypertension. This study aimed to examine the relationship between daily step count and blood pressure. The research employed an analytical observational method with a cross-sectional design. Daily step count data were collected using smartphones, and blood pressure measurements were taken using a digital sphygmomanometer. This study population consisted of all students in the PSKPS FKIK ULM class of 2023, with purposive sampling selecting 22 participants. Pearson correlation tests revealed no significant relationship between the average daily step count and systolic blood pressure (p = 0.446) or diastolic blood pressure (p = 0.239). The study concludes that the average daily step count of 2786±997 is not associated with either systolic or diastolic blood pressure among PSKPS FKIK ULM class of 2023 students. Abstrak: Hipertensi merupakan masalah kesehatan yang masih banyak diderita di seluruh dunia. Banyak organisasi kesehatan dunia yang merekomendasikan aktivitas fisik sebagai intervensi terhadap hipertensi,  salah satunya berjalan kaki. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan jumlah langkah kaki harian dengan tekanan darah. Metode penelitian berupa observasional analitik dengan desain potong lintang. Pengumpulan data rerata jumlah langkah kaki harian menggunakan smartphone dan data tekanan darah menggunakan sfigmomanometer digital. Populasi penelitian ini adalah seluruh mahasiswa PSKPS FKIK ULM angkatan 2023. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah subjek sebanyak 22 mahasiswa. Hasil uji korelasi pearson antara rerata jumlah langkah kaki harian dengan tekanan darah sistolik diperoleh nilai p=0,446, dengan tekanan darah diastolik diperoleh nilai p=0,239. Kesimpulan penelitian ini adalah rerata jumlah langkah kaki harian 2786±997 tidak mempunyai hubungan dengan rerata tekanan darah sistolik dan diastolik pada mahasiswa PSKPS FKIK ULM angkatan 2023.