Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Penerapan Model Pembelajaran Inquiri Untuk Meningkatkan Hasil Belajar pada Mata Pelajaran IPA Materi Ciri-Ciri Khusus Makhluk Hidup di Kelas VI SD Hobatete Laboya Barat Jenahut, Konradus Silvester; Hadi, Melkianus Pote
Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 1 No. 1 (2020): Edukasi Tematik: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar - Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/edukasitematik.v1i1.26

Abstract

Pendidikan merupakan suatukompentensi yang harus dimiliki sebuah bangsa untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas sebagai penunjang pembangunan bangsa tersebut. Pendidikan juga seharusnya berorientasi pada kreasi-kreasi baru dan kepada sifat dan hakekat anak didik. Tujuan pendidikan nasional adalah mencerdaskan kehidupan bangsa. Pendidikan mempelajari segala sesuatu yang terjadi maupun yang sedang atau akan terjadi dalam kehidupan manusia. Tak terkecuali pendidikan IPA karena IPA adalah sebuah ilmu pasti yang menjadi dasar dari imulain, sehingga ilmu pengetahuan alam saling berkaitan dengan ilmu yang lain. Penerapan model pembelajaran yang baik harus dilakukan agar mendukung proses pembelajaran sehingga dapat meningkatkan hasil belajar. Hal ini berlaku untuk semua mata pelajaran termasuk pendidikan IPA di sekolah .Permasalahan dalam penelitian ini adalah Bagaimana Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada materi ciri-ciri khusus makhluk hidup, dengan menggunakan Metode Inquiri, Siswa Kelas VI SD Inpres Hobatete? Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang melibatkan refleksi berulang dan terdiri dari empat tahapan yaitu: perencanaan, pelaksanaan, pengamatan dan refleksi. Subyek penelitian siswa kelas VI SD Inpres Hobatete tahun pelajaran 2016/2017sebanyak 25siswa. Hasil penelitian siklus I dengan menerapkan Model Pembelajaran Inquri pada pokok bahasan Ciri-Ciri khusus Makluk Hidup diperoleh persentase ketuntasan belajar klasikal (KB) 92 % dan sudah mencapai criteria ketuntasan minimum (KKM) yaitu 75 dan siklus II yang menekankan pada perbaikan pada siklus I dengan menerapkan model Pembelajaran Inquiri pokok bahasan Ciri-Ciri khusus Makluk Hidup diperoleh persentase ketuntasan belajar klasikal yaitu100 %. Hal ini menunjukan bahwa KKM sudah tercapai. Kesimpulannya penerapan Model Pembelajaran Inquiri dapat meningkatkan hasil belajar IPA pada pokok bahasan Ciri-Ciri khusus Makluk Hidup siswa kelas VI SD Inpres Hobatete.
Development of Traditional Game Model 'Etu' to Improve Physical Fitness with Sportsmanship in Elementary School Students in Nagekeo Regency Jenahut , Konradus Silvester; Maure, Osniman Paulina; Ajito, Timoteus
Journal Of Social Science (JoSS) Vol 4 No 11 (2025): Journal of Social Science
Publisher : Al-Makki Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57185/svvckz75

Abstract

This research aims to develop a physical education teaching model for elementary school students to develop and improve physical fitness with sportsmanship characteristics. This research was carried out because of students' difficulties participating in physical education lessons, and students tend to spend time playing on gadgets and online games. Physical education learning is part of the overall educational process, aiming to improve human performance through physical activity to develop and maintain the body. Based on these problems, researchers are increasingly confident in innovating by developing a traditional game model, 'Etu' (Traditional Boxing), to improve physical fitness with sportsmanship characteristics in elementary school students in Nagekeo district, East Nusa Tenggara. This type of research is Research and Development (R&D), which is used to develop the traditional game model 'Etu' (Traditional Boxing) to improve physical fitness with sportsmanship characteristics. The R&D research used by researchers is the ADDIE development model developed by Dick and Carry. The ADDIE model consists of 5 development stages: analysis, design, development, implementation, and evaluation. Research results from research on developing the traditional Etu (traditional boxing) game model to improve physical fitness characterized by sportsmanship as a learning model equipped with a guidebook. After the physical education learning research products are validated by experts, they are suitable for a physical education lesson. It is a learning model that develops and improves the physical fitness and sportsmanship character of elementary school students.
EKSPLORASI ETNOMATEMATIKA PADA PERMAINAN BANGA MASYARAKAT MANGGARAI TIMUR Jenahut, Konradus Silvester; Maure, Osniman Paulina
Inspiratif Pendidikan Vol 9 No 1 (2020): JUNE
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/ip.v9i1.16350

Abstract

Matematika sering kali dianggap sebagai suatu ilmu abstrak yang tidak memiliki keterkaitan dengan suatu budaya. Namun tanpa disadari, sejak zaman dahulu manusia sudah mengaplikasikan berbagai konsep matematika dalam kebudayaan mereka. Keterkaitan antara budaya dan matematika ini dapat dikaji dan dianalisis melalui etnomatematika. Salah satu unsur kebudayaan masyarakat adalah permainan tradisional. Seiring perkembangan IPTEK, eksistensi permainan tradisional di tengah kehidupan masyarakat kian memudar. Salah satu alternatif mempertahankan kelestarian permainan tradisional ini adalah melibatkannya dalam proses pendidikan. Dengan demikian, penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi etnomatematika pada permainan banga. Permainan ini merupakan permainan tradisional masyarakat Manggarai Timur. Alat yang digunakan dalam banga ini adalah biji mente. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan etnografi. Data penelitian berupa data primer yang diperoleh dari wawancara dan dokumentasi pemain banga serta data sekunder yang diperoleh dari hasil studi pustaka. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat aspek etnomatematika pada permainan banga yaitu konsep membilang, konsep penjumlahan, konsep pengurangan, konsep jarak, konsep bangun datar, konsep himpunan, dan konsep peluang. Hasil penelitian ini dapat digunakan guru sebagai pengetahuan awal untuk mengantarkan siswa kepada konsep matematika secara abstrak. Matematika seringkali dianggap sebagai suatu ilmu abstrak yang tidak memiliki keterkaitan dengan suatu budaya. Namun tanpa disadari, sejak zaman dahulu manusia sudah mengaplikasikan berbagai konsep matematika dalam kebudayaan mereka. Keterkaitan antara budaya dan matematika ini dapat dikaji dan dianalisis melalui etnomatematika. Salah satu unsur kebudayaan masyarakat adalah permainan tradisional. Seiring perkembangan IPTEK, eksistensi permainan tradisional di tengah kehidupan masyarakat kian memudar. Salah satu alternatif mempertahankan kelestarian permainan tradisional ini adalah melibatkannya dalam proses pendidikan. Dengan demikian, penelitianinibertujuanuntukmengeksplorasi etnomatematika pada permainan banga. Permainan ini merupakan permainan tradisional masyarakat Manggarai Timur. Alat yang digunakan dalam banga ini adalah biji mente. Jenis penelitianiniadalahpenelitiankualitatif dengan pendekatan etnografi. Data penelitian berupa data primer yang diperolehdariwawancara dan dokumentasi pemain banga serta data sekunder yang diperoleh dari hasil studipustaka. Berdasarkan hasil penelitian ini terdapat aspeketnomatematikapada permainan banga yaitukonsep membilang, konsep penjumlahan, konsep pengurangan, konsep jarak, konsep bangun datar, konsep himpunan, dan konsep peluang. Hasil penelitian ini dapat digunakan guru sebagai pengetahuan awal untuk mengantarkan siswa kepada konsep matematika secara abstrak.