Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Sari Pediatri

Hubungan Kadar Serum Aminotransferase dengan Derajat Perlemakan Hati pada Remaja Obesitas Febianne Eldrian; Yusri Dianne Jurnalis; Hirowati Ali; Hafni Bachtiar; Rozetti Rozetti
Sari Pediatri Vol 17, No 5 (2016)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp17.5.2016.361-366

Abstract

Latar belakang. Prevalensi penyakit perlemakan hati non alkoholik (PPHNA) meningkat bersamaan dengan peningkatan obesitas pada anak dan remaja. Sebagian besar PPHNA asimtomatis sehingga penting deteksi dini terutama pada remaja obes karena progresifitas dapat meningkatkan morbiditas dan mortalitas sirosis pada dewasa muda.Tujuan. Menganalisis hubungan kadar serum aminotransferase (aspartat aminotransferase dan alanin aminotransferase) dengan derajat perlemakan hati pada remaja obesitas.Metode. Penelitian cross sectional pada remaja obesitas di Kota Padang dengan jumlah subyek penelitian 43 orang.Hasil. Rerata kadar serum ALT lebih tinggi daripada rerata kadar serum AST. Tidak ada subyek pada kelompok bukan PPHNA yang mengalami peningkatan kadar serum aminotransferase. Berdasarkan pemeriksaan USG abdomen, gambaran perlemakan hati derajat I (mild), derajat II (moderate), derajat III (severe) berturut-turut 25 (64%), 8 (20,5%), dan 6 (15,2%) orang. Tidak terdapat hubungan antara kadar serum aminotransferase dengan derajat perlemakan hati pada remaja obesitas.Kesimpulan. Rerata kadar serum aminotransferase pada kelompok PPHNA lebih tinggi daripada kelompok bukan PPHNA. Tidak terdapat hubungan antara kadar aminotransferase dengan perlemakan hati pada remaja obes. Berdasarkan pemeriksaan ultrasonografi abdomen sebagian besar perlemakan hati adalah derajat I (mild).
Hubungan Kadar Docosahexaenoic Acid Terhadap Perlemakan Hati Non Alkoholik Remaja Obesitas Dhina Lidya Lestari; Yusri Dianne Jurnalis; Hirowati Ali
Sari Pediatri Vol 23, No 2 (2021)
Publisher : Badan Penerbit Ikatan Dokter Anak Indonesia (BP-IDAI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14238/sp23.2.2021.82-7

Abstract

Latar belakang. Penyakit hati berlemak non alkohol (NAFLD) adalah penyakit yang ditandai dengan timbunan lemak yang signifikan di hepatosit dari parenkim hati yang menyebabkan kerusakan hati berupa peradangan. Prevalensi NAFLD meningkat seiring dengan meningkatnya obesitas pada anak dan remaja. Docosahexaenoic acid (DHA) merupakan salah satu pengobatan farmakologis untuk NAFLD dan belum ada data terbaru yang spesifik untuk pengukuran DHA pada anak NAFLD. Tujuan. Menganalisis hubungan DHA dengan NAFLD , dan mengukur nilai DHA setiap derajat NAFLD. Metode. Lima puluh delapan remaja obesitas (31 laki-laki, 27 perempuan), berusia 14-18 tahun yang terpantau di kota Padang, sejak Juni – Juli 2017. Penelitian ini bersifat observasional cross sectional. Hasil. Tidak ada perbedaan jenis kelamin yang diamati pada NAFLD. Indeks massa tubuh pada kelompok NAFLD lebih tinggi daripada non-NAFLD 30,30±4,21kg/m2 vs 28,70±2,65 kg/m2. Pengukuran derajat penyakit perlemakan hati non alkohol dengan hasil USG masing-masing derajat ringan, sedang dan berat adalah 12(37,5%), 15(46,8%) dan 5(15,6%). Selain itu, kandungan DHA memiliki perbedaan yang signifikan pada masing-masing kelompok, penyakit perlemakan hati non-alkohol vs non-NAFLD 40,46±19,23 menjadi 89,26±41,21µg/ml dengan p<0,0001. Kesimpulan. Nilai DHA signifikan lebih rendah pada kelompok penyakit hati berlemak non alkohol yang dikonversi dengan non-NAFLD. Manajemen diet dengan DHA tinggi penting untuk mencegah dan mengelola obesitas dengan lebih baik.