Claim Missing Document
Check
Articles

Creative Performance Self-Efficacy and Mathematical Problem-Solving: Analyzing Students' Strategies in Number Patterns Fidyani, Okta; Winarni, Sri; Marlina, Marlina; Rohati, Rohati; Kumalasari, Ade
Jurnal Pendidikan MIPA Vol 26, No 1 (2025): Jurnal Pendidikan MIPA
Publisher : FKIP Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jpmipa.v26i1.pp429-456

Abstract

Learning mathematics is important for developing critical thinking and problem-solving skills. However, improving students' creativity and self-confidence is still a major concern, especially in solving complex mathematical problems. This study analyzes the relationship between Creative Performance Self-Efficacy (CPSE) and mathematical problem-solving ability on number pattern material. The research method used is descriptive qualitative, with participants of grade VIII students of Jambi City 1 Junior High Schools selected based on high and low CPSE categories. Data was collected through CPSE questionnaires, problem-solving tests, and semi-structured interviews. The study showed that CPSE is not always directly proportional to mathematical problem-solving ability. Students with high CPSE do not always perform better than those with low CPSE. Some students with low CPSE can develop more systematic and practical problem-solving strategies. In contrast, students with high CPSE have difficulty understanding problems and executing the right solutions. Factors such as conceptual understanding, accuracy, and learning experience also influence problem-solving success. The conclusion of this study confirms that a learning approach that only focuses on improving CPSE is not practical enough without strengthening conceptual understanding and problem-solving strategies. Therefore, a scaffolding-based learning approach, problem-based learning (PBL), and differentiated instruction are needed to accommodate the needs of students with different CPSE profiles. In addition, metacognitive strategies such as self-evaluation, error-based learning to identify errors, and reflective discussions to evaluate solutions are also essential to implement.   Keywords: creative performance self-efficacy, mathematical problem-solving, students’ strategies, number patterns.
Strengthening Teachers' Digital Media Competence: A Community-Based Training on Powtoon for Mathematics Educators in Tanjung Jabung Barat Winarni, Sri; Kumalasari, Ade; Rohati, Rohati; Marlina, Marlina; Junita, Ranisa; Nusantara, Duano Sapta
Jurnal Karya Abdi Masyarakat Vol. 9 No. 1 (2025): Jurnal Karya Abdi Masyarakat
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jkam.v9i1.7684

Abstract

This community-based training initiative aims to enhance the digital media competencies of mathematics teachers using Powtoon for developing engaging educational content. The program was implemented in sequential phases: planning, action, observation and evaluation, and reflection. During the planning phase, coordination was established with partner schools and core implementation teams were formed. The training program was then introduced and collaboratively scheduled with the participants. In the action phase, teachers participated in hands-on workshops focused on designing instructional media using the Powtoon application. Observations during the implementation showed active teacher engagement and progressive skill acquisition. The evaluation and reflection phases highlighted the program’s effectiveness and areas for improvement. Follow-up mentoring ensured sustainability by guiding teachers in independently producing animated learning content. Conducted at Senior High School Number 2 Tanjung Jabung Barat—home to the senior high school mathematics teacher’s association (MGMP in Bahasa)—this program successfully enabled senior high school mathematics teachers to integrate Powtoon into their instructional practices. The training not only fostered digital creativity but also promoted collaborative professional development. This initiative demonstrates a scalable model for empowering educators in rural areas with relevant digital tools to enhance teaching quality.
Optimalisasi Limbah Sekam Padi Menjadi Arang Briket di Desa Senaning Kecamatan Pemayung Kabupaten Batanghari Sirait, Jhonatan Brizzy; Napitu, Rizal Aprianto; Kumalasari, Ade
BangDimas Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat Vol 4 No 2 (2025): Jurnal Pengembangan dan Pengabdian Masyarakat (Juli 2025)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jppm.v4i2.40331

Abstract

Sekam padi merupakan limbah pertanian yang melimpah namun sering tidak dimanfaatkan secara optimal, sehingga dapat mencemari lingkungan jika dibiarkan menumpuk atau dibakar sembarangan. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan konsep Pengelolaan Sampah Unggul dalam mengolah sekam padi menjadi arang briket sebagai produk ekonomis yang ramah lingkungan. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa Senaning, Kecamatan Pemayung, Kabupaten Batanghari dengan pendekatan partisipatif melalui pelatihan langsung kepada masyarakat. Metode yang digunakan melibatkan proses karbonisasi sekam padi, pencampuran dengan bahan perekat alami, pencetakan, serta pengeringan briket. Hasilnya menunjukkan bahwa briket sekam padi yang dihasilkan memiliki nilai kalor tinggi, kadar air rendah, dan daya tahan bakar yang baik, sehingga layak digunakan sebagai bahan bakar alternatif pengganti kayu bakar atau batu bara. Selain berkontribusi dalam mengurangi pencemaran lingkungan, program ini juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa. Diharapkan kegiatan ini dapat direplikasi di daerah lain sebagai solusi terpadu untuk pengelolaan limbah pertanian dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Analisis Kesulitan Memahami Konsep Matematis Dalam Menyelesaikan Soal Berdasarkan Self-Efficacy Siswa Pasaribu, Jellyna; Rohati, Rohati; Kumalasari, Ade
Kognitif: Jurnal Riset HOTS Pendidikan Matematika Vol. 5 No. 3 (2025): July - September 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/kognitif.v5i3.3118

Abstract

Penelitian ini menyelidiki fenomena rendahnya pemahaman konsep matematika di kalangan siswa menengah atas, karena beberapa diantara mereka mengalami kesulitan dalam menyelesaikan soal-soal yang memerlukan pemahaman konseptual. Tujuan dari penelitian untuk mengidentifikasi kesulitan atau hambatan yang dihadapi siswa terkait dengan pemahaman konsep dalam mengerjakan soal, berdasarkan dari keyakinan (self –efficacy) siswa. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik purposive sampling, dengan partisipan siswa kelas XII F5 SMA N 7 Kota Jambi. Instrumen yang dipakai meliputi angket self-efficacy, uraian soal, serta pedoman wawancara. Data dikumpulkan melalui angket, soal tes, dan wawancara. Pemilihan subjek dilakukan berdasarkan hasil angket self-efficacy untuk mengidentifikasi siswa dalam kategori self-efficacy sedang. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan memberikan tes uraian matriks serta wawancara mendalam. Pengolahan data dilakukan dengan 3 langkah reduksi data, penyajian data, dan penarik kesimpulan. Penelitian ini mengindikasikan bahwa 12 siswa yang memiliki kemampuan self-efficacy sedang yang mampu menyelesaikan beberapa pertanyaan dengan benar, namun beberapa siswa melakukan kesalahan terkait beberapa aspek pemahaman konseptual, yaitu mengklasifikasi objek-objek menurut sifat-sifat tertentu, mengembangkan syarat perlu dan syarat cukup dan mengaplikasikan konsep atau algoritma pemecahan masalah. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa siswayang memiliki self-efficacy sedang cenderung bersikap untu bertahan menghadapi kesulitan.
Analisis Karakteristik Parameter Butir dan Keterampilan Berpikir Kritis Matematis Siswa dengan Partial Credit Model (PCM) Putri Kunanti, Rts. Ocha; Falani, Ilham; Kumalasari, Ade
Jurnal Cendekia : Jurnal Pendidikan Matematika Vol 9 No 3 (2025): Jurnal Cendekia: Jurnal Pendidikan Matematika Volume 9 Nomor 3 Tahun 2025
Publisher : Mathematics Education Study Program

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cendekia.v9i3.4229

Abstract

Pengukuran merupakan salah satu aspek yang perlu diperhatikan untuk mengetahui sejauh mana kualitas pembelajaran yang telah dilaksanakan. Pendidikan memiliki peran untuk membangun kualitas SDM guna menghadapi perkembangan abad 21 tepatnya pada keterampilan berpikir kritis matematis. Namun, sebagian besar proses pengukuran masih menggunakan pendekatan klasik yang belum memberikan hasil pengukuran mendalam untuk menganalisis instrumen dan kemampuan siswa. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis instrumen serta mengukur keterampilan berpikir kritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode deskripsi kuantitatif. Data yang digunakan berasal dari hasil respon siswa berdasarkan indikator berpikir kritis yang disekor dengan model PCM. Analisis dilakukan dengan berbantuan aplikasi Winsteps yang berbasis Rasch Model. Hasil penelitian ini didapatkan bahwa penggunaan PCM dapat memberikan hasil pengukuran yang akurat dan rinci terhadap variabel kemampuan dan butir instrumen. Analisis kecocokan model menunjukkan dari seluruh peserta didik 88,89% cocok dengan model. Tingkat kesukaran butir instrumen cukup beragam dan sesuai dengan kemampuan siswa. Berdasarkan fungsi informasi tes diperoleh bahwa instrumen tes cocok untuk siswa dengan kemampuan tinggi dan rendah.
English-Speaking Learning for Fifth-Grade Elementary School Students Using a Contextual Learning Model Assisted by Flashcards Kurniati, Erisa; Kumalasari, Ade
Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi Vol 24, No 2 (2024): Juli
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/jiubj.v24i2.5221

Abstract

This research aims to increase students’ speaking ability by using flashcard props (picture cards). The method used is qualitative. The sample of this research is the students of class V SDN 205/IV Jambi, Academic Year 2022/2023. The results showed an increase in English speaking skills, which refers to the results of the final test and interviews given to students. Thus, the use of contextual learning models assisted by flashcards can improve the English speaking skills of students in class V SDN 205/IV Jambi.
Strategy for Utilizing Duolingo as an Interactive Learning Media to Improve Vocational High School Students' Oral Communication Skills Kurniati, Erisa; Kumalasari, Ade; Mukhoiyaroh, Siti Enik; Waldo, Kevin; Akbar, Risky; Suhardi, Suhardi
Tekno - Pedagogi : Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 15 No. 2 (2025): Tekno-Pedagogi
Publisher : Program Magister Teknologi Pendidikan Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/teknopedagogi.v15i2.48542

Abstract

This study investigates the strategic use of Duolingo as an interactive learning medium to enhance oral communication skills among vocational high school students. Employing a mixed-methods convergent parallel design, data were collected from 30 students and two English teachers through pre- and post-speaking tests, motivation and engagement questionnaires, classroom observations, and semi-structured interviews. The data were analyzed using complementary quantitative and qualitative techniques. The quantitative results demonstrated significant improvements across all speaking dimensions, with the most tremendous gains in communicative competence (M gain = +1.6). The questionnaire findings revealed high levels of motivation and engagement, driven by Duolingo's gamification features, although self-regulation remained a challenge. Qualitative data confirmed that students developed greater confidence and improved vocabulary retention, while teachers emphasized the benefits of integrating Duolingo with communicative tasks, such as role-playing and group discussions. Classroom observations further indicated progressive increases in participation, vocabulary use, and enthusiasm throughout the intervention. These findings suggest that Duolingo is most effective when strategically embedded within interactive classroom practices, aligning with the Merdeka Belajar curriculum by fostering learner autonomy, motivation, and communicative competence. This research offers a novel contribution by demonstrating that, despite these challenges, the effectiveness of technology-enhanced learning ultimately hinges on the overlooked yet critical roles of teacher mediation and institutional support.
Pelatihan Pengembangan Strategi Pemecahan Masalah dalam Pembelajaran Matematika pada MGMP Matematika SMP Muaro Jambi Rohati Rohati; Ade Kumalasari; Marlina Marlina; Sri Winarni; Sofnidar Sofnidar
ABDI: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol 7 No 3 (2025): Abdi: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Labor Jurusan Sosiologi, Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/abdi.v7i3.1292

Abstract

Masalah (problem) adalah suatu kesenjangan atau perbedaan dalam situasi sekarang dan apa yang terjadi. Masalah yang terjadi bisa saja bersifat universal dimana situasi yang sama juga akan terjadi untuk semua orang atau mungkin secara khusus kepada individu atau sekelompok orang tertentu. Konsep pemecahan masalah (problem-solving) menjadi satu pendekatan baru yang berkembang untuk menjadi solusi dalam menyelesaikan masalah dalam pembelajaran matematika. Akan tetapi, beberapa penelitian yang berkaitan dengan proses pemecahan masalah matematis menunjukkan bahwa belum banyak guru yang menerapkan pendekatan pemecahan masalah dalam pembelajaran di kelas. Oleh karena itu, tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang akan dilakukan ini adalah melaksanakan suatu pelatihan kepada guru matematika untuk mampu menerapkan berbagai strategi dalam pemecahan masalah matematis. Metode pengabdian dilakukan dengan pemodelan dimana tim pengabdian kepada masyarakat mendemonstrasikan teknik dan strategi pemecahan masalah, selanjutnya dilakukan simulasi dengan memberikan beberapa problem yang harus diselesaikan oleh guru matematika yang tergabung dalam MGMP Muaro Jambi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat telah dilaksanakan pada tanggal 18 September 2024 di SMP Negeri 30 Muaro Jambi. Peserta yang hadir dalam kegiatan ini adalah guru matematika yang berjumlah 27 orang yang merupakan guru MGMP Matematika SMP Kabupaten Muaro Jambi dengan informan (narasumber) adalam tim pengabdian kepada masyarakat Prodi Pendidikan Matematika FKIP UNJA. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa guru dapat meningkatkan kemahiran mereka dalam pemecahan masalah yang pada akhirnya memberdayakan mereka untuk menumbuhkan keterampilan berpikir kritis pada siswa secara efektif. Berdasarkan data hasil pengabdian, dapat disimpulkan bahwa perlu terus dikembangkan strategi pemecahan masalah yang dilakukan oleh guru agar keterampilan berpikir matematis siswa semakin meningkat.  
THE INFLUENCE OF SCIENTIFIC ATTITUDE, ACTIVE LEARNING, AND FRIENDLY CHARACTER ON SCIENCE LEARNING OUTCOMES IN JUNIOR HIGH SCHOOL STUDENTS Ilhami, Mohamad; Amanah, Siti; Rahmawati, Sophia; Priyanto, Priyanto; Kumalasari, Ade; Kurniati, Erisa; Hayati, Suci; Nusantara, Duano Sapta
Jurnal Ilmiah Ilmu Terapan Universitas Jambi Vol. 9 No. 1 (2025): Volume 9, Nomor 1, March 2025
Publisher : LPPM Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22437/jiituj.v9i1.41809

Abstract

This research investigates the combined influence of scientific attitude, active learning, and friendly character on the science learning outcomes of junior high school students in Kota Jambi. It explores how these factors contribute to student's academic performance and social development in science education. A mixed-methods approach was used, integrating quantitative data from questionnaires with qualitative insights from interviews. The sample consisted of junior high school students in Kota Jambi. Data analysis was performed using multiple regression tests with SPSS to examine the relationship between the variables. The results indicate that scientific attitude, active learning, and friendly character significantly and positively affect students' science learning outcomes. Active learning enhanced students’ engagement and critical thinking skills, while a strong scientific attitude improved their curiosity and problem-solving abilities. Students with well-developed, friendly character traits also demonstrated better social interactions, leading to more effective collaboration in group-based learning activities. Despite these positive outcomes, the study highlights the challenge of translating scientific concepts into real-world applications, which requires greater emphasis on contextual learning and motivation. This study offers a fresh perspective by integrating social-emotional traits such as friendly character into analyzing science learning outcomes, an area often overlooked in previous research. It provides actionable insights into how fostering active learning and positive social interactions can create a more engaging and effective science learning environment.
Capturing Students’ Creative Thinking: An Analysis of Middle Schoolers’ Processes in Solving Mathematical Reasoning Problems Rohati Rohati; Marlina Marlina; Ade Kumalasari; Sri Winarni
Journal of Mathematics Instruction, Social Research and Opinion Vol. 5 No. 1 (2026): March
Publisher : MASI Mandiri Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58421/misro.v5i1.1187

Abstract

Schools play a critical role in enabling students to discover, develop, and express their creative potential. However, instructional practices that explicitly promote students’ creative thinking skills in mathematics learning remain limited. Therefore, this study aims to examine and describe the creative thinking processes of junior high school students in solving mathematical reasoning problems. This study employed a qualitative case study design involving 35 eighth-grade students. A mathematical reasoning test was administered to identify students’ levels of creative thinking. Based on the results, four students representing different categories of creative thinking (imitative, routine, creative, and very creative) were purposively selected as research subjects. Data were collected through students’ written work, in-depth interviews, and document analysis. The findings indicate that each category demonstrates distinctive characteristics in terms of problem-solving strategies, flexibility of ideas, and originality in constructing solutions. Students in the higher creative categories tended to generate multiple strategies and more original solution processes. These findings emphasize the importance of designing mathematics learning activities that encourage exploration of diverse strategies, idea generation, and reflective thinking.