Claim Missing Document
Check
Articles

Performance Enhancement of Microbial Fuel Cells from Fishery Wastewater Using Boost Converter Device Ibrahim, Bustami; Uju; Subrata, I Dewa Made; Ramadhan, Rahmat Agung
Coastal and Ocean Journal (COJ) Vol 8 No 2 (2024): COJ (Coastal and Ocean Journal)
Publisher : Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan IPB

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/coj.v8i2.55742

Abstract

Electricity is a fundamental need in daily life. Fossil energy is commonly used to generate electricity; however, as a non-renewable resource, it will eventually be depleted without innovations involving renewable energy. Fishery wastewater can generate electricity using the Microbial Fuel Cell (MFC) system. However, the electricity produced is relatively low. This study aims to increase the electrical voltage generated from pindang fish wastewater in an MFC system by integrating a boost converter circuit. The research was conducted using five MFC systems connected in series and linked to a boost converter. The electrical output of the MFC system with the boost converter circuit showed a voltage of 12.13±0.87 V, a current of 0.86±0.20 mA, and a power output of 10.50±3.11 mW. In contrast, the system without the boost converter produced a voltage of 2.24±0.26 V, a current of 0.17±0.03 mA, and a power output of 0.38±0.11 mW. The increase in electricity output demonstrates the functionality of the boost converter circuit. Additionally, the MFC system effectively reduced BOD, COD, and TAN values in the fishery wastewater.
KOMBINASI BAHAN PENYALUT MIKROENKAPSULASI PEPTON DARI IKAN BUSUK MULTISPESIES HASIL TANGKAPAN SAMPINGAN (HTS) Ibrahim, Bustami; Nurhayati, Tati; Swastikawati, Ayu Setiti
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 15 No 1 (2024): FEBRUARI 2024
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24319/jtpk.15.103-114

Abstract

Pepton merupakan salah satu produk yang bersifat higroskopis ketika terkena udara, mudah berikatan dengan air, dan mengalami penggumpalan selama penyimpanan, sehingga mudah mengalami kerusakan mutu secara fisik dan kimiawi. Penelitian ini bertujuan membuat mikroenkapsulat pepton ikan hasil tangkapan sampingan (HTS) multispesies busuk dengan rasio penyalut antara kombinasi bahan penyalut maltodekstrin dan natrium kaseinat yang terbaik. Penelitian ini dilakukan dalam empat tahapan yaitu pembuatan pepton cair dengan ikan HTS yang sudah dibusukkan selama 12 jam, lalu dimikroenkapsulasi dengan bahan penyalut maltodekstrin dan natrium kaseinat, dan kemudian mengujicobakan mikroenkapsulat pepton yang sudah dikarakterisasi untuk media pertumbuhan bakteri S. aureus dan E. coli. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rasio penyalut antara kombinasi bahan penyalut maltodekstrin dan natrium kaseinat yang terbaik adalah 75:25. Mikroenkapsulat pepton ikan HTS multispesies busuk memiliki komposisi kimia yaitu kadar air 6,61%, kadar abu 1,67%, kadar protein 32,40%, dan kadar lemak 0,38%. Karakteristik kimia produk yang dihasilkan antara lain kelarutan 45,28%, total nitrogen 4,20%, α-amino nitrogen bebas 0,21 g/100 g, AN/TN 5%, kadar garam 0,40%, pH 5,66, dan gula pereduksi 16,22%. Karakteristik fisik yang diukur adalah derajat putih dengan nilai 95,37%. Nilai aktivitas air (aw) produk pada saat 4 jam pertama menunjukkan nilai lebih rendah daripada nilai aw standard yaitu ≤0,53. Hasil pengukuran Optical Density (OD) menunjukkan adanya pola pertumbuhan pada bakteri Staphylococcus aureus dan Escherichia coli.
Karakteristik biskuit bagiak dengan substitusi konsentrat protein ikan (KPI) dan tepung tulang ikan : Characteristics of bagiak biscuits with fish protein concentrate and fish bone flour substitution Setyarini, Dian; Ibrahim, Bustami; Santoso, Joko
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 10 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(10)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i10.53054

Abstract

Bagiak is a biscuit made of sago flour, tapioca, arrowroot starch, sugar, and other ingredients. Bagiak is high in carbohydrates, but low in proteins. The aim of this study was to determine the best formulation resulting from the substitution of catfish protein concentrate and addition of catfish bone meal in making bagiak biscuits. The study used an experimental method with a completely randomized factorial design (RALF) with two treatments, namely substitution of catfish protein concentrates (FPC) for main meal (0%, 10%, 20%, and 30%) and addition of catfish bone meal (0, 1, 2, 3 %). For the selected formulas, the hedonic test results were analyzed, including protein and calcium levels, and test parameters according to SNI Biscuits 2973:2022. The selected formula was a 10% KPI formulation and 3% fishbone meal. The selected bagiak formulation produced a protein content of 10.90±0.01% and calcium of 572.32 mg/100 g. The protein and calcium levels of the selected bagiak were greater than those of the control and commercial bagiak. Test results for selected water content parameters, total aerobic plate number, Enterobacteriaceae, Salmonella spp., Staphylococcus aureus, heavy metal contamination: Lead (Pb), Cadmium (Cd), Tin (Sn), Mercury (Hg), and (As) met the SNI Biscuit quality requirements, SNI 2973:2022. The 10% FPC formulation and 3% fish bone meal have the potential to be nutritious snacks with better protein and calcium contents than commercial products.
Perancangan Semi Automatic Material Handling and Feeding Machine pada Industri Pembuatan Baut Pratiwi, Widya Prapti; Bustami Ibrahim; Mohammad Haryst Daryaly
Jurnal Teknik: Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik Vol 24 No 1 (2025): Jurnal Teknik - Media Pengembangan Ilmu dan Aplikasi Teknik
Publisher : Fakultas Teknik - Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55893/jt.vol24no1.696

Abstract

Industri manufaktur dan konstruksi di Indonesia menyumbang persentase kecelakaan kerja tertinggi yaitu 63,6%. Salah satu jenis kecelakaan kerja yang umum terjadi adalah terjepit dan tergores. Kedua jenis kecelakaan tersebut berisiko terjadi pada proses material handling dan pemotongan benda. Upaya untuk meminimalisir risiko kecelakaan tersebut berdasarkan hirarki pengendalian risiko adalah dengan mensubstitusi mesin atau proses yang kurang aman dengan mesin atau proses yang lebih aman. Pada penelitian ini akan dilakukan perancangan mesin semi otomatis untuk material handling dan feeding system, menggantikan proses manual yang digunakan saat ini di industri terkait. Rancangan mesin yang dihasilkan tidak hanya dapat meminimalisir risiko keamanan tetapi juga meningkatkan efisiensi produksi. Proses perancangan dilakukan menggunakan metode VDI 2222 meliputi tahap merencana, mengonsep, merancang, dan melakukan penyelesaian desain. Metode VDI 2225 digunakan untuk menentukan konsep rancangan terpilih yang paling optimal secara teknis dan ekonomi. Analisis kekuatan rangka mesin untuk memastikan rangka dapat menopang mesin sehingga mesin dapat beroperasi dengan aman, dilakukan menggunakan software Solidworks. Penelitian ini menghasilkan rancangan semi-automatic material handling and feeding machine menggunakan roller conveyor. Mesin hasil rancangan ini mampu beroperasi dengan lebih efisien yaitu sebesar 72% dibandingkan dengan proses sebelumnya. Mesin hasil rancangan juga mampu meningkatkan kapasitas produksi sebesar 29,75%.
Peningkatan Kapabilitas Pelaku Usaha dalam Pengembangan Produk Berbasis Lele Bidang Pengolahan, Keuangan, dan Pemasaran di Desa Rancabungur, Kabupaten Bogor Pramesti, Nabilla Adhiany; Mandela, Risco; Jayanti, Feby Dwi; Jannah, Arum; Nazihah, Nilna Tsabita; Kurniawan, Farhan; Nurhaliza, Ghefira; Hardiningtyas, Safrina Dyah; Nugraha, Roni; Desniar, Desniar; Ibrahim, Bustami
Bambu Laut: Jurnal Pengabdian Masyarakat VOLUME 2, NOMOR 2, OKTOBER 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35911/bambulaut.v2i2.44290

Abstract

Usaha Mikro Kecil Menengah produk perikanan di Desa Rancabungur mengalami kendala dalam akses biaya dan pengetahuan manajemen. Tim Mahasiswa Teknologi Hasil Perairan, Institut Pertanian Bogor, merancang program pengabdian masyarakat melalui pembentukan Asosiasi Profesi Pengolah Ikan Lele (APRIL). Program ini berfokus pada sektor pengolahan, keuangan, dan pemasaran dengan pendekatan partisipatif, sosialisasi, pencerdasan, pelatihan, dan pendampingan kepada 45 warga dari 4 RW. Program dilaksanakan pada Agustus–Oktober 2023 dengan sasaran 1 kelompok usaha utama dan 5 pelaku usaha individu. Peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat signifikan 22,14% bidang pengolahan produk, pengelolaan keuangan, dan strategi pemasaran. Program pengabdian masyarakat telah tercapai dengan indikator keberhasilan 90% dan kategori baik. Kegiatan ini berhasil menciptakan produk inovatif berbasis ikan lele “CLARINET” (Clarias with Innovation and Integrity) dan meningkatkan pendapatan pelaku usaha Rp400.000/minggu. Program pengabdian mampu mendukung peningkatan kapabilitas pelaku usaha serta memperkuat kolaborasi antara akademisi, pihak desa, mitra, dan masyarakat dalam pengembangan perekonomian desa berbasis potensi lokal.
Use Of Chitosan-Natural Zeolite Composite As Membrane Separator In Surimi Wastewater Microbial Fuel Cell Ibrahim, Bustami; Uju, Uju; Yanti, Mudji Ana
Jurnal Perikanan Terpadu Vol 4, No 2 (2023): Jurnal Perikanan Terpadu Volume 4 Nomor 2
Publisher : Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jpterpadu.v4i2.8478

Abstract

Microbial Fuel Cell (MFC) is a technology that uses exoelectrogenic bacteria to produce electrical energy. This study aims to determine the effect of the ratio of natural chitosan and zeolite on the characteristics of the chitosan / zeolite composite membrane as a PEM separator in MFC, to determine the performance of MFC in producing electricity, and to determine the performance of reducing the organic load of fishery wastewater in MFC technology applications. The chitosan/zeolite separator membrane was made with different ratio of chitosan and natural zeolite 1: 3, 1:1, 3: 1, and without a membrane (w/w). The chitosan / zeolite separator membrane is a proton exchange membrane that can transfer 20% positive ions. Separator membrane with a ratio of 3: 1 resulted in a tensile strength value of 0,855 MPa and a water uptake value of 1,8%, and ratio of 1:1 produced the highest conductivity value of 10,57 S/cm, the highest electric voltage was 0,59 V, the highest electric current was 0,51 mA, and the highest electric power was 0,30 mW. The values of COD, BOD, and TAN decreased by 45%, 46%, and 92%, and the pH value increased to 8,4.
TEKNIK MIKROENKAPSULASI PEPTON IKAN MULTISPESIES BUSUK MENGGUNAKAN PERBEDAAN KECEPATAN HOMOGENISASI Nurhayati, Tati; Ibrahim, Bustami; Arumsari, Theresia Puspita
Jurnal Teknologi Perikanan dan Kelautan Vol 14 No 1 (2023): MEI 2023
Publisher : Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2954.845 KB) | DOI: 10.24319/jtpk.14.45-54

Abstract

Pepton bersifat higroskopis sehingga perlu dilindungi dengan teknik mikroenkapsulasi. Tujuan penelitian ini adalah menentukan pengaruh perbedaan kecepatan homogenisasi terhadap mikroenkapsulasi pepton ikan menggunakan tingkatan kecepatan 16.000 rpm, 22.000 rpm, dan 28.000 rpm serta aplikasinya sebagai media bakteri. Stabilitas ukuran globula terbaik diperoleh menggunakan kecepatan homogenisasi 22.000 rpm. Nilai rendemen sebesar 41,76%. Mikroenkapsulat pepton memiliki kadar air sebesar 8,21%, kadar abu 1,69%, kadar lemak 0,64%, dan kadar protein 15,5%. Nilai hasil uji kelarutan sebesar 75,5%, total nitrogen 1,656%, kadar garam 1,53%, gula pereduksi 23,78%, dan pH sebesar 6,013. Nilai derajat putih sebesar 95,91%. Asam amino mikroenkapsulat pepton ikan mengandung 15 jenis asam amino. Asam amino terbaik pada mikroenkapsulat pepton ikan yaitu alanina dan asam glutamat.
Profil asam lemak minyak dari jeroan ikan nila dan mas dengan rasio pelarut yang berbeda: Fatty acid profiles of fish oil from tilapia and carp with different solvent ratio Suseno, Sugeng Heri; Pari, Rizfi Fariz; Ibrahim, Bustami; Ramadhan, Rizki Tri Kurnia; Listiana, Desi; Nurjannah, Farah; Adha, As Syaffa Amalia
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 26 No. 3 (2023): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 26 (3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v26i3.45781

Abstract

Extraction of fish oil from the by-products of tilapia and carp can be achieved using an appropriate extraction process. The purpose of this study was to determine the proportion of acetone and fish oil solvents in relation to the oxidation parameters, iodine number, and concentration profile of omega-3 fatty acids present in tilapia and goldfish oil. This study utilized a completely randomized design, in which the treatment ratios of acetone and oil solvent were varied as 3:1, 4:1, 5:1, 6:1, and 7:1 (v/v). The following parameters were examined: the chemical composition, free amino acids, acid value, peroxide value, p-anisidine, total oxidation, iodine value, and fatty acid profile.The omega-3 levels in tilapia and carp were 1.20% and 1.53%, respectively. An Iodine Number Test was employed to identify the most effective solvent treatment, revealing a 5:1 (v/v) ratio as the optimal solution. The increase in the value of omega-3 in tilapia oil amounted to 1.76%, whereas that in carp oil increased from 0.78% to 2.96%, resulting in an average increase of 2.31%.
Peningkatan stabilitas oksidatif minyak mata tuna dengan metode purifikasi dan penambahan natural astaxanthin (NAst) : Improvement of oxidative stability of tuna eyes oil by purification methods and natural astaxanthin (NAst) addition Nurmaida, Nurmaida; Ibrahim, Bustami; Trilaksani, Wini
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i2.48961

Abstract

Minyak ikan merupakan sumber nutrisi asam lemak tak jenuh ganda, khususnya eicosapentaenoic acid (EPA, C20:5 n-3) dan docosahexaenoic acid (DHA, C22:6 n-3) yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Mata tuna mengandung DHA yang tinggi dan unggul, sehingga dapat diolah menjadi minyak mata tuna. Kekurangan minyak mata tuna adalah mudah mengalami kerusakan oksidatif. Astaxanthin sebagai pigmen karotenoid memiliki aktivitas antioksidan kuat dan menghambat peroksidasi lipid penyebab kerusakan oksidatif. Tujuan penelitian ini menentukan konsentrasi terbaik penambahan astaxanthin pada minyak mata tuna hasil permurnianPemurnian minyak mata tuna dilakukan melalui netralisasi dengan NaOH 16oBe, dilanjutkan dengan bleaching menggunakan magnesol 5%. Minyak mata tuna hasil pemurnian, dicampur dengan astaxanthin kulit udang pada konsentrasi berbeda, yaitu 0; 0,2: 0,4: dan 0,6%. Parameter yang dianalisis meliputi asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan p-anisidin, dan total oksidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa purifikasi dengan netralisasi NaOH 16oBe dan bleaching magnesol 5% memiliki nilai asam lemak bebas 0,33±0,08%, bilangan peroksida 4,12±0,82 meq/kg, p-Anisidin 2,83±0,22 meq/kg, dan total oksidasi 11,08±1,62 meq/kg. Astaxanthin memiliki nilai IC50 14,14 ppm. Perlakuan penambahan astaxanthin terbaik adalah konsentrasi 0,6% dengan nilai asam lemak bebas 1,03±0,05%, bilangan peroksida 8,08±0,14 meq/kg, bilangan p-Anisidin 9,12±0,02 meq/kg; dan total oksidasi 25,29±0,31 meq/kg terkecil selama 60 hari penyimpanan. Purifikasi dan penambahan natural astaxanthin mampu memperbaiki kualitas mutu dan stabilitas minyak mata tuna selama penyimpanan.
Kinerja membran karagenan-PVA sebagai anode baterai fleksibel: Performance of carrageenan-pva membrane as anode for flexible battery Ibrahim, Bustami; Sumaryanto, Heru; Sriarsy, Nailus; Santosa, Zacky Arivaie
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i12.57204

Abstract

Energi listrik berperan penting dalam kehidupan manusia dan telah menjadi kebutuhan utama dalam aktivitas sehari-hari. Sumber energi listrik yang umum digunakan salah satunya adalah baterai, yang dikenal sebagai sumber energi yang fleksibel karena dapat dimanfaatkan di berbagai tempat dan situasi. Baterai mengandung berbagai bahan kimia yang berbahaya misalnya merkuri, mangan, timbel, nikel, litium, dan kadmium. Kebutuhan akan energi terbarukan dan teknologi penyimpanan yang ramah lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio karagenan dan PVA terbaik berdasarkan kinerja membran karagenan-PVA sebagai anode organik dalam aplikasi baterai kertas. Metode yang digunakan meliputi persiapan membran dengan variasi rasio karagenan dan PVA, karakteristik membran, daya serap air, analisis gugus fungsi, kuat tarik, konduktivitas proton dan elektrisitas baterai kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran dengan rasio 3:1 memberikan hasil terbaik dengan konduktivitas proton tertinggi sebesar 9,310-6 S/cm, daya serap air sebesar 93,91%, arus listrik tertinggi sebesar 0,008±0,001 mA, tegangan listrik tertinggi sebesar 0,24±0,02 V dan daya listrik tertinggi sebesar 0,0019±0,0004 mW. Hasil spektrum FTIR dari membran karagenan-PVA menunjukkan tidak terjadi reaksi kimia atau pembentukan gugus baru. Karagenan-PVA berpotensi menjadi bahan baterai fleksibel yang ramah lingkungan.
Co-Authors . Heriyanto . Prantommy . Uju . Uju Ade Komalasari Suhendar Adenia Cahyatie Aprillia Adha, As Syaffa Amalia Agus Muhamad Soleh Ahmad Zahid Aldo Reshwara Alvi Nur Yudistira Alvindo Chrisna Mukti Anna C. Erungan Arumsari, Theresia Puspita Asadatun Abdullah Aulia Andhikawati Bagus Sukma Agung Dadi Rochnadi Sukarsa Desniar - - Dewi Mutamimah Dyah Safrina Hardiningtyas Ella - Salamah ETI KURNIAWATI Farell Pramuja Fariz Pari, Rizfi Faza Maulida Giri Rohmad Barokah Gustiningrum, Almalia Surya Henggu, Krisman Umbu Heru Sumaryanto Hijrah Amin Hirda Umayyah I Dewa Made Subrata Iffani Nabila Zain Iriani Setyaningsih Irma Irma Jannah, Arum Jayanti, Feby Dwi Joko Santoso Kurniawan, Farhan Kustiariyah Tarman Laode Muhamad Hazairin Nadia Linda Aryanti Listiana, Desi Maglory Siburian Mandela, Risco Mohammad Haryst Daryaly Muhamad Reza Fahlepi Muhammad Zaki Dama Nazihah, Nilna Tsabita NONI DWI SARI Nur Shasqia Malewa Nurhaliza, Ghefira Nurjanah Nurjannah, Farah Nurmaida Nurmaida, Nurmaida Nurul - Hak Pamungkas, Irama Dramawanti Patmawati Patmawati Pipih Suptijah Pramesti, Nabilla Adhiany Prapti Pratiwi, Widya Ramadhan, Rahmat Agung Ramadhan, Rizki Tri Kurnia Ravellino Fahlepi Reni Lobo Ridho Orilda Roni Nugraha Rudy Nistibaskara safrina dyah hardiningtyas Santosa, Zacky Arivaie Setyarini, Dian Shabrina Itsnaini Oktafira Sita Permata Sari Slamet Hermanto Sriarsy, Nailus Steffen Sugeng Heri Suseno Swastikawati, Ayu Setiti syeila - rosmalawati TATI NURHAYATI Uju Uju Uju Uju Uju Uju Uju Uju Untung Sudadi Wini - Trilaksani Yanti, Mudji Ana Yogaswara, Ghema Yulia Oktavia YULYA FITRIA Zhalindri Noor Adjani