Claim Missing Document
Check
Articles

Peningkatan stabilitas oksidatif minyak mata tuna dengan metode purifikasi dan penambahan natural astaxanthin (NAst) : Improvement of oxidative stability of tuna eyes oil by purification methods and natural astaxanthin (NAst) addition Nurmaida, Nurmaida; Ibrahim, Bustami; Trilaksani, Wini
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 2 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(2)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i2.48961

Abstract

Minyak ikan merupakan sumber nutrisi asam lemak tak jenuh ganda, khususnya eicosapentaenoic acid (EPA, C20:5 n-3) dan docosahexaenoic acid (DHA, C22:6 n-3) yang bermanfaat bagi kesehatan manusia. Mata tuna mengandung DHA yang tinggi dan unggul, sehingga dapat diolah menjadi minyak mata tuna. Kekurangan minyak mata tuna adalah mudah mengalami kerusakan oksidatif. Astaxanthin sebagai pigmen karotenoid memiliki aktivitas antioksidan kuat dan menghambat peroksidasi lipid penyebab kerusakan oksidatif. Tujuan penelitian ini menentukan konsentrasi terbaik penambahan astaxanthin pada minyak mata tuna hasil permurnianPemurnian minyak mata tuna dilakukan melalui netralisasi dengan NaOH 16oBe, dilanjutkan dengan bleaching menggunakan magnesol 5%. Minyak mata tuna hasil pemurnian, dicampur dengan astaxanthin kulit udang pada konsentrasi berbeda, yaitu 0; 0,2: 0,4: dan 0,6%. Parameter yang dianalisis meliputi asam lemak bebas, bilangan peroksida, bilangan p-anisidin, dan total oksidasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa purifikasi dengan netralisasi NaOH 16oBe dan bleaching magnesol 5% memiliki nilai asam lemak bebas 0,33±0,08%, bilangan peroksida 4,12±0,82 meq/kg, p-Anisidin 2,83±0,22 meq/kg, dan total oksidasi 11,08±1,62 meq/kg. Astaxanthin memiliki nilai IC50 14,14 ppm. Perlakuan penambahan astaxanthin terbaik adalah konsentrasi 0,6% dengan nilai asam lemak bebas 1,03±0,05%, bilangan peroksida 8,08±0,14 meq/kg, bilangan p-Anisidin 9,12±0,02 meq/kg; dan total oksidasi 25,29±0,31 meq/kg terkecil selama 60 hari penyimpanan. Purifikasi dan penambahan natural astaxanthin mampu memperbaiki kualitas mutu dan stabilitas minyak mata tuna selama penyimpanan.
Kinerja membran karagenan-PVA sebagai anode baterai fleksibel: Performance of carrageenan-pva membrane as anode for flexible battery Ibrahim, Bustami; Sumaryanto, Heru; Sriarsy, Nailus; Santosa, Zacky Arivaie
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 27 No. 12 (2024): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 27(12)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v27i12.57204

Abstract

Energi listrik berperan penting dalam kehidupan manusia dan telah menjadi kebutuhan utama dalam aktivitas sehari-hari. Sumber energi listrik yang umum digunakan salah satunya adalah baterai, yang dikenal sebagai sumber energi yang fleksibel karena dapat dimanfaatkan di berbagai tempat dan situasi. Baterai mengandung berbagai bahan kimia yang berbahaya misalnya merkuri, mangan, timbel, nikel, litium, dan kadmium. Kebutuhan akan energi terbarukan dan teknologi penyimpanan yang ramah lingkungan sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan rasio karagenan dan PVA terbaik berdasarkan kinerja membran karagenan-PVA sebagai anode organik dalam aplikasi baterai kertas. Metode yang digunakan meliputi persiapan membran dengan variasi rasio karagenan dan PVA, karakteristik membran, daya serap air, analisis gugus fungsi, kuat tarik, konduktivitas proton dan elektrisitas baterai kertas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa membran dengan rasio 3:1 memberikan hasil terbaik dengan konduktivitas proton tertinggi sebesar 9,310-6 S/cm, daya serap air sebesar 93,91%, arus listrik tertinggi sebesar 0,008±0,001 mA, tegangan listrik tertinggi sebesar 0,24±0,02 V dan daya listrik tertinggi sebesar 0,0019±0,0004 mW. Hasil spektrum FTIR dari membran karagenan-PVA menunjukkan tidak terjadi reaksi kimia atau pembentukan gugus baru. Karagenan-PVA berpotensi menjadi bahan baterai fleksibel yang ramah lingkungan.
Pengaruh metode pengemasan ikan tongkol asap guna menghambat kemunduran mutu pada suhu ruang: Packaging method effect of smoked skipjack tuna to inhibit quality deterioration at room temperature Gustiningrum, Almalia Surya; Nurhayati, Tati; Ibrahim, Bustami
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 3 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(3)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/jphpi.v28i3.61158

Abstract

Ikan asap merupakan salah satu produk olahan perikanan yang digemari karena rasanya khas dan aromanya yang sedap spesifik. Proses pengasapan menggunakan teknik konvensional memiliki umur simpan yang lebih pendek. Penjualan ikan asap tanpa pengemasan memungkinkan terpaparnya mikrob dan kapang kontaminan yang dapat memengaruhi mutunya. Pengemasan dengan metode modified atmosphere packaging (MAP) dan pengemasan plastik vakum merupakan upaya memperpanjang umur simpan dan mempertahankan mutu ikan asap. Tujuan penelitian ini, yaitu menentukan metode pengemasan dan lama waktu penyimpanan terbaik ikan tongkol (Euthynus affinis) asap yang disimpan pada suhu ruang. Metode eksperimen rancangan acak lengkap faktorial (RALF) dilakukan pada penelitian ini dengan variabel perlakuan metode pengemasan plastik nonvakum, vakum, dan MAP) serta lama waktu penyimpanan (hari ke-0, 1, 2, dan 3). Hasil uji mutu ikan asap yang diproduksi pada sentra pengasapan ikan bengkorok bakteri (Salmonella spp., S. aureus, E. coli) dan benzo[a]piren memenuhi standar SNI 2725:2013. Hasil analisis histamin pada setiap perlakuan selama penyimpanan sesuai standar SNI ikan asap, yaitu ≤100 mg/kg dengan nilai terendah pada metode pengemasan MAP, yaitu 52,32 mg/kg. Hasil analisis kimia dan mikrob pada pengemasan MAP dan plastik vakum hingga hari terakhir penyimpanan memenuhi standar SNI 2725:2013, kadar air < 60%, log total mikrob < 4,7 log CFU/g, dan log total kapang < 2 log CFU/g.
PENGARUH PENAMBAHAN TRIPSIN TERHADAP KARAKTERISTIK SURIMI IKAN NILA MERAH (Oreochromis niloticus) Nurhayati, Tati; Ibrahim, Bustami; Abdullah, Asadatun; Nurjanah; Pamungkas, Irama Dramawanti
Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis Vol. 14 No. 2 (2022): Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis
Publisher : Department of Marine Science and Technology, Faculty of Fisheries and Marine Science, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29244/jitkt.v14i2.33622

Abstract

Ikan nila memiliki daging yang berwarna putih sehingga sangat baik digunakan dalam pembuatan surimi. Dari segi tekstur surimi ikan nila memiliki tekstur daging yang agak padat yang menjadikan hasil akhir kamabokonya agak keras. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penambahan enzim pada surimi ikan nila sehingga mendapatkan tekstur kamaboko lebih lembut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis karakteristik surimi ikan nila merah dengan penambahan enzim tripsin yang diekstrak dari usus ikan. Metode yang digunakan yaitu rancangan percobaan sederhana dengan penambahan enzim tripsin 0%, 1%, 2%, 3% dan 4%. Parameter yang diamati yaitu analisis proksimat, protein larut garam (PLG), pH, derajat putih, particle size analysis (PSA), texture profile analysis (TPA), water holding capacity (WHC) dan analisis sensori. Berdasarkan hasil analisis, penambahan enzim tripsin mampu meningkatkan karakteristik dari surimi ikan nila merah. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil parameter yang diukur yaitu pada chewiness, hardness, gummines, uji lipat dan uji gigit yang menunjukkan bahwa tekstur dari surimi ikan nila menjadi lebih baik serta lebih lembut.
Characteristics of DHA-rich masked tuna eye oil and its application in fortified lokum formulation: Characteristics of DHA-rich masked tuna eye oil and its application in fortified lokum formulation Suseno, Sugeng Heri; Trilaksani, Wini; Santoso, Joko; Ibrahim, Bustami; Santosa, Zacky Arivaie
Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia Vol. 28 No. 12 (2025): Jurnal Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia 28(12)
Publisher : Department of Aquatic Product Technology IPB University in collaboration with Masyarakat Pengolahan Hasil Perikanan Indonesia (MPHPI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17844/01dy9s27

Abstract

Tuna eye oil is a source of omega-3 fatty acids, particularly docosahexaenoic acid (DHA); however, its application in food products remains limited because of its strong fishy odor and high susceptibility to oxidation. This study aimed to determine the most effective masking treatment for tuna eye oil to reduce fishy odor and improve oxidative stability and sensory acceptance in fortified lokum. The study was conducted in three stages: (1) extraction of tuna eye oil using centrifugation, (2) oil masking with lemon or ginger oil at concentrations of 12.5, 25, and 37.5%, and (3) formulation of fortified lokum using the selected masked oil. The extracted oil exhibited a free fatty acid (FFA) content of 0.42%, peroxide value (PV) of 7.44 meq/kg, anisidine value (AnV) of 9.98 meq/kg, and total oxidation (TOTOX) value of 24.84 meq/kg. Masking with lemon oil or ginger oil at 37.5% reduced oxidation parameters (FFA 0.12–0.28%; PV 4.49–6.61 meq/kg; p-AnV 3.08–3.75 meq/kg; TOTOX 12.06–16.96 meq/kg), enhanced antioxidant activity (IC₅₀ 140.76–166.41), and preserved the fatty acid profile, with DHA accounting for 29–30% of the total fatty acids. Fortification of lokum with masked tuna eye oil increased fat, EPA, and DHA levels, accompanied by measurable reductions in hardness and chewiness. Overall, masking tuna eye oil with 37.5 % %lemon and ginger oils effectively improved oxidative stability, with lemon oil showing the most balanced performance in terms of oxidation parameters, antioxidant activity, and sensory acceptance of fortified lokum.
Co-Authors . Heriyanto . Prantommy . Uju . Uju Ade Komalasari Suhendar Adenia Cahyatie Aprillia Adha, As Syaffa Amalia Agus Muhamad Soleh Ahmad Zahid Aldo Reshwara Alvi Nur Yudistira Alvindo Chrisna Mukti Anna C. Erungan Arumsari, Theresia Puspita Asadatun Abdullah Aulia Andhikawati Bagus Sukma Agung Dadan Heryada Wigenaputra Dadi Rochnadi Sukarsa Desniar - - Dewi Mutamimah Ella - Salamah ETI KURNIAWATI Farell Pramuja Fariz Pari, Rizfi Giri Rohmad Barokah Gustiningrum, Almalia Surya Henggu, Krisman Umbu Heru Sumaryanto Hijrah Amin Hirda Umayyah I Dewa Made Subrata Iffani Nabila Zain Iriani Setyaningsih Irma Irma Jannah, Arum Jayanti, Feby Dwi Joko Santoso Kurniawan, Farhan Kustiariyah Tarman Laode Muhamad Hazairin Nadia Linda Aryanti Listiana, Desi Maglory Siburian Mandela, Risco Mohammad Haryst Daryaly Muhamad Reza Fahlepi Muhammad Zaki Dama Nazihah, Nilna Tsabita NONI DWI SARI Nur Shasqia Malewa Nurhaliza, Ghefira Nurjanah Nurjannah, Farah Nurmaida Nurmaida, Nurmaida Nurul - Hak Pamungkas, Irama Dramawanti Patmawati Patmawati Pipih Suptijah Pramesti, Nabilla Adhiany Pratiwi, Widya Prapti Purwadi, Wiwik Raffiq, Fathurrizqi Ramadhan, Rahmat Agung Ramadhan, Rizki Tri Kurnia Ravellino Fahlepi Reni Lobo Ridho Orilda Roni Nugraha Rudy Nistibaskara safrina dyah hardiningtyas Santosa, Zacky Arivaie Setyarini, Dian Shabrina Itsnaini Oktafira Sidik, Adi Permana Sita Permata Sari Slamet Hermanto Sriarsy, Nailus Steffen Sugeng Heri Suseno Surya Herlambang, Firhan Swastikawati, Ayu Setiti syeila - rosmalawati TATI NURHAYATI Uju Uju Uju Uju Uju Uju Uju Uju Untung Sudadi Wini - Trilaksani Yanti, Mudji Ana Yogaswara, Ghema Yulia Oktavia YULYA FITRIA Zhalindri Noor Adjani