Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

TANTANGAN IMPLEMENTASI GREEN BUILDING DI INDONESIA DAN MALAYSIA: COMPARATIVE REVIEW Syukur, Abdul; Ikaputra, Ikaputra; Rahmawati, Yani
Agora : Jurnal Penelitian dan Karya Ilmiah Arsitektur Usakti Vol. 23 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25105/agora.v23i1.21757

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi tantangan dalam implementasi green building di Indonesia dan Malaysia. Konsep Green Building menjadi perhatian dunia karena dampak perubahan iklim, di mana sektor konstruksi memberikan kontribusi signifikan terhadap kerusakan lingkungan. Meskipun Indonesia dan Malaysia menerapkan sistem penilaian yang berbeda, keduanya memiliki visi yang sama sebagaimana diatur dalam forum Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu mewujudkan pembangunan berkelanjutan pada tahun 2030. Penelitian ini menggunakan metode Comparative Review dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Proses ini dilakukan dengan mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai studi sebelumnya. Temuan menunjukkan bahwa baik Indonesia maupun Malaysia menghadapi tantangan unik dalam menjamin keberlanjutan penerapan Green Building. Oleh karena itu, diperlukan langkah nyata dari berbagai pihak, termasuk kebijakan strategis pemerintah, peningkatan kesadaran masyarakat, serta kontribusi aktif dari sektor swasta.
Living Heritage sebagai Pendekatan Konservasi: Sebuah Studi Literatur Safitri, Ristya Arinta; Ikaputra, Ikaputra
Sinektika: Jurnal Arsitektur Vol 21, No 1: January 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/sinektika.v21i1.2450

Abstract

Aset heritage yang ditinggalkan dari masa lalu memegang peranan penting dalam kehidupan bermasyarakat saat ini. Akan tetapi pelestarian heritage banyak mengalami masalah, terutama pada situs heritage yang masih dihuni. Salah satu pendekatan konservasi yang berkaitan dengan hal tersebut adalah pendekatan Living heritage. Living heritage merupakan sebuah situs heritage yang masih asli, dijaga dan dikembangkan oleh komunitas inti yang berada pada situs tersebut, memiliki nilai-nilai yang terus diwariskan dari generasi ke generasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pendekatan living heritage. Peneliitian dilakukan dengan studi literatur untuk mengetahui pengertian dan prinsip-prinsip living heritage yang dapat dikembangkan sebagai sebuah pendekatan konservasi, serta menelusuri penerapan living heritage pada negara-negara lain. Pada kesimpulanya, pendekatan living heritage merupakan jawaban untuk konservasi situs heritage dan manusia. Living heritage dapat menjadi sebuah pendekatan konservasi yang menjembatani antara orisinalitas masa lalu dan keberlanjutan di masa depan.
Analisis Kesediaan Pengguna Kereta Api terhadap Penerapan Protokol Covid-19 Taufiq Mulyono, Agus; Wismadi, Arif; ikaputra, Ikaputra; Kurniawan, Dwi Ardianta; Harmanto, Jan Prabowo; Puspitasari, Reni; listifadah, listifadah
Warta Penelitian Perhubungan Vol. 33 No. 2 (2021): Warta Penelitian Perhubungan
Publisher : Sekretariat Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/warlit.v33i2.1954

Abstract

Pandemi COVID–19 menyebabkan perlunya penerapan protokol kesehatan pada pengoperasian kereta api. Protokol kesehatan tersebut berbasis pada minimalisasi kondisi 3C (Closed Space, Crowded Place, Closed Contact Setting). Penerapan protokol kesehatan dalam operasional KA memerlukan penerimaan pengguna agar dapat berjalan secara efisien. Untuk mengetahui kemauan pengguna kereta api terhadap penerapan protokol kesehatan, dilakukan survei online dengan metode stated preference. Parameter yang diuji meliputi tarif, kelengkapan dokumen kesehatan, protokol di stasiun, protokol di kereta, serta protokol pribadi. Hasil analisis memperlihatkan tingginya penerimaan penumpang terhadap penerapan protokol Covid pada perkeretaapian, yang diperlihatkan dengan kemauan menggunakan kereta yang lebih tinggi pada penerapan protokol kesehatan secara ketat dibandingkan penerapan secara longgar. Kondisi ini terjadi pada kereta api antar kota maupun kereta Jabodetabek.  Kata kunci: pandemi, covid 19, stated preference, persepsi, kereta api
Tinjauan Literatur: Informalitas Permukiman Informal Perkotaan Amalia, Andi Annisa; Ikaputra, Ikaputra
Jurnal Linears Vol. 7 No. 1 (2024): Jurnal LINEARS
Publisher : Universitas Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/j-linears.v7i1.14344

Abstract

Permukiman informal seringkali berkembang menjadi struktur yang lebih formal namun sulit untuk diidentifikasi secara jelas. Hal ini disebabkan oleh prinsip informalitas belum sepenuhnya dipahami secara teoritis, terutama pada spasial. Dari sudut pandang teritorial, permukiman informal sering tidak terlihat dalam struktur kota formal, bahkan jalanannya tidak tercatat dalam peta formal. Untuk  memahami prinsip informalitas dalam proses perkembangan permukiman informal, langkah awal yang diperlukan adalah melakukan tinjauan literatur. Tujuan studi literatur dalam penelitian ini adalah untuk menemukan prinsip dasar informalitas dalam permukiman informal perkotaan. Metode penelusuran literatur informalitas permukiman informal menggunakan analisis bibliometrik, State of The Art, etimologi, teoretis dan studi kasus di beberapa negara wilayah global selatan sebagai referensi. Adapun hasil tinjauan literatur: 1) Analisis Bibliometrik Vosviewer menghasilkan lima klasterisasi yaitu informal settlement, informal settlements, housing, urban development dan urban morphology; 2) subyek permukiman informal erat dengan urbanisasi, informalitas, perubahan iklim, daerah terbangun dan hunian terjangkau; 3) lokus permukiman informal umumnya terkonsentrasi di pusat kota, bangunan hunian, slum, squater, dan negara berkembang; 4) Informalitas permukiman informal perkotaan muncul dan tumbuh secara generatif melalui pengorganisasian mandiri dan kumpulan adaptif sebagai strategi bermukim, berkembang dengan spontan, tidak terdaftar dan ilegal; 5) Mode produksi permukiman informal adalah irregular (sporadis), inferior, insecure (tidak terjamin), illegal (ilegal), insurgent (perlawanan), incremental (inkremental) dan improvisation (improvisasi). Informalitas dalam permukiman informal diawali dengan urbanisasi informal, mencakup praktik-praktik spasial permukiman yang berasal dari ide dan inisiatif para pemukim. Secara teknis terbentuk di luar jangkauan peraturan, tidak terkendali dan tidak terencana.
MODEL OF EXPERIMENTAL PRAGMATISM IN ARCHITECTURE Widiastuti, Kurnia; Ikaputra, Ikaputra
Border: Jurnal Arsitektur Vol. 2 No. 1 (2020): JUNE 2020
Publisher : Department of Architecture, Faculty of Architecture and Design, Universitas Pembangunan Nasional "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/border.v2i1.28

Abstract

The discourse on experimental pragmatism, as a paradigm in architecture is very limited. Different than experimental architecture, pragmatism in experimental pragmatism architecture adds a dimension of rational actualization in a design speculation, so that it has the potential to answer the challenges of changing world. This study aims to obtain experimental pragmatism paradigm model in architecture using content analysis method. It was learned that experimental pragmatism (PE)in architecture can be modelled as design paradigm that prioritizes the strength of discovery goals (T) and their actualization in the experiment process (P) and design output (L) according to their attributes. Attributes of ‘process’ are method and parameter (MP) while atributs of ‘outputs’ are characteristic and parameters (SP). Experimental architecture and experimental pragmatism are equally related to aspects of goals, processes and outcomes, but differ in emphasis. Experimental architecture emphasizes aspects of the process, while architectural pragmatism emphasizes aspects of goals that are more related to the non-physical stages of architectural programming.
Pengalaman Indra dan Persepsi Manusia: Sebuah Kajian mengenai Sense of Place Pramudito, Sidhi; Ikaputra, Ikaputra
RUAS Vol. 21 No. 1 (2023)
Publisher : Departemen Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Brawijaya, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.ruas.2023.021.01.13

Abstract

Through interaction, humans build relationships and become part of the environment. The process of interaction will shape the experience of individual senses, memory, and perception on which to create a sense of place. This study aims to determine the process of creating the meaning of places based on perceptions received by the human senses. The method used is qualitative descriptive, with a case (Malioboro) within the scope of sensory experience and perception. Case study analysis uses adaptations of content analysis methods. The results showed that the sense of sight has an important role in responding to a stimulus, producing memory, and perception in a setting. The involvement of other senses besides the sense of sight in the creation of environmental settings is important because through the entire senses will be produced an increasingly specific, distinctive, and personal meaning of place. The resulting meaning will then become a long-term memory that can be expressed to the audience to further reinforce the collective meaning of the place.
Tinjauan Literatur: Peran Bangunan Ikonik dalam Strategi City Branding Putri, Marinda Noor Fajrina Noviana; Ikaputra, Ikaputra
Jurnal Pembangunan Wilayah dan Kota Vol 21, No 4 (2025): JPWK Volume 21 No. 4 December 2025
Publisher : Universitas Diponegoro Publishing Group, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/pwk.v21i4.71539

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran bangunan ikonik dalam meningkatkan daya tarik dan daya saing kota di tengah ketidakstabilan ekonomi global sebagai dampak pandemi Covid-19 melalui strategi city branding. Melalui metode kulitatif dengan pendekatan studi kasus penelitian mengkaji korelasi antara city branding, identitas kota, dan pembangunan ekonomi, dengan fokus khusus pada pengaruh bangunan ikonik terhadap pertumbuhan kota. Hasilnya menunjukkan bahwa city branding merupakan strategi komprehensif yang salah satunya melalui karya arsitek yang ikonik sebagai alat promosi untuk membentuk citra positif dan mendukung pertumbuhan ekonomi berkelanjutan. Penelitian ini menekankan bahwa keberhasilan city branding sangat bergantung pada strategi yang holistik. Keterlibatan bangunan ikonik pada strategi branding terbukti efektif dalam menarik investasi dan turis, serta meningkatkan reputasi kota yang ditunjukan pada studi kasus yang dipilih. Penelitian ini memberikan wawasan tentang strategi branding kota yang efektif dalam meningkatkan ketahanan sebuah kota dalam dialog akademik arsitektur dan perancangan Kota.
Ekowisata : Utopia dalam Keberlanjutan Seliari, Tutun; Ikaputra, Ikaputra
Jurnal Ilmiah Pariwisata Vol 26 No 2 (2021): Jurnal Ilmiah Pariwisata
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat, Institut Pariwisata Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30647/jip.v26i2.1470

Abstract

Ecotourism is a form of tourism activity that is oriented towards the balance of the ecosystem. Ecotourism demands environmental development and changing community needs. Based on several cases, ecotourism has an impact on the environment. Reality shows that ecotourism activities can provide economic incentives for conservation but also have the potential to affect the quality of environmental degradation if not managed properly. The problem raised in this paper is how to realize the concept of ecotourism and environmental balance so that it does not only become a utopia in sustainability. The method used in this paper is a literature review or literature review by reviewing writings related to ecotourism and sustainability. The result obtained is that the natural environment becomes the main basis as an attraction in ecotourism. Ecotourism that is growing rapidly needs to be anticipated so that it does not exceed the limit resulting in natural and cultural degradation. A strategy is needed so that ecotourism does not cause environmental damage, among others, by utilizing local initiatives related to conservation and paying attention to aspects of the area's carrying capacity to support sustainability efforts. Keywords: Ecology, Ecotourism, Sustainable Development, Local Initiatives