Sudiyono, Nelson
Department Of Physiology, Faculty Of Medicine And Health Sciences, Atma Jaya Catholic University Of Indonesia, Jakarta, Indonesia

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

DETEKSI DINI KELAINAN INTRA-ABDOMEN DAN MUSKULOSKELETAL DENGAN PENAPISAN ULTRASONOGRAFI PADA LANSIA DI PANTI WERDHA MARFATI TANGERANG BANTEN Simargi, Yopi; Ronny, Ronny; Susilo, Fenny; Barus, Jimmy Fransisco Abadinta; Sidharta, Veronika Maria; Sudiyono, Nelson; Gracia, Isadora; Charlee, Michaela Alexandra; Kosim, Fellicia Angelitha; Indrawan, Novelya; Saputro, Aimee Aurelia; Adonai, Amabel
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6182

Abstract

Populasi lansia di dunia meningkat secara pesat, yang berdampak pada meningkatnya prevalensi penyakit seiring berjalannya waktu. Nyeri pada regio abdomen dan muskuloskeletal merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh lansia. Salah satu metode yang efektif untuk mendeteksi kondisi ini adalah dengan menggunakan ultrasonografi (USG). Oleh karena itu, kegiatan bakti sosial ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada lansia dengan keluhan pada muskuloskeletal dan abdomen menggunakan USG. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Werdha Marfati, yang terdiri atas pemeriksaan kesehatan, USG, penatalaksanaan, serta kegiatan interaktif bersama lansia. Sebanyak 70 lansia diperiksa dalam kegiatan ini. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa kelainan terbanyak ditemukan pada regio abdomen (44,29%) diikuti dengan muskuloskeletal (14,29%). Kegiatan baksos ini bermanfaat untuk menapis kelainan regio abdomen dan muskuloskeletal. Selain itu, terdapat temuan tambahan kelainan organ tiroid dan mata melalui pemeriksaan USG. Hasil pemeriksaan yang dilakukan perlu ditindaklanjuti untuk memberikan manfaat yang lebih signifikan. Kegiatan pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkala dengan melibatkan departemen lain, sehingga penyakit lain dapat terdeteksi dan ditatalaksana sejak dini, sekaligus menjadi dasar untuk merancang program pencegahan terhadap penyakit tertentu
PENYULUHAN PENCEGAHAN SARKOPENIA PADA LANSIA DI KLINIK PESONA MEDIKA, SAWAH BESAR, JAKARTA PUSAT Haryono, Rika; Agung, Nawanto; Rahadian, Julia; Heidy, Heidy; Santosa, Mariani; Sudiyono, Nelson; Manalu, Jojor Lamsihar; Situmorang, Evi Ulina Margaretha; Yantho, Erwin; Paul, Clara Stephanie
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6702

Abstract

Abstrak Indonesia telah memasuki fase aging population, ditandai dengan meningkatnya angkaharapan hidup dari 69,81 tahun (2010) menjadi 71,85 tahun (2022), serta peningkatanproporsi lansia menjadi 11,75%. Lansia rentan terhadap sarkopenia, dengan prevalensidi Asia, termasuk Indonesia, mencapai sekitar 40,6%. Untuk itu, edukasi mengenaipentingnya olahraga guna meningkatkan massa dan kekuatan otot menjadi krusial.Kegiatan penyuluhan dilakukan di Klinik Pesona Medika dengan 19 peserta lansia, diukurmelalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan penurunan nilai rata-rata sebesar 8,3%pada post-test, yang kemungkinan disebabkan oleh penurunan daya ingat lansia. Hal inimenunjukkan perlunya edukasi berulang untuk memperkuat pemahaman. Meskipun hasilini belum mewakili populasi lansia secara luas, penyuluhan serupa di berbagai lokasidapat memberikan data yang lebih representatif. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkahawal untuk meningkatkan kesadaran akan pencegahan sarkopenia dan mendukungpeningkatan kebugaran serta kesejahteraan lansia dalam jangka panjang. 
PENINGKATAN PENGETAHUAN LANSIA DAN PENDAMPING LANSIA TERHADAP POSTUR DAN LATIHAN PENGUATAN OTOT PUNGGUNG DI PANTI LANSIA St. ANNA Sudiyono, Nelson; Haryono, Rika; Agung, Nawanto; Rahadian, Julia; Santosa, Mariani; Heidy; Yantho, Erwin; Paul, Clara Stephanie
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i1.5924

Abstract

Jumlah penduduk lansia di Indonesia terus mengalami peningkatan, dari 18 juta jiwa (7,56%) pada tahun 2010 menjadi 25,9 juta jiwa (9,7%) pada tahun 2019. Angka tersebut diperkirakan akan terus meningkat menjadi 48,2 juta jiwa (15,77%) pada tahun 2035. Nyeri punggung bawah adalah penyakit yang umum dijumpai pada lansia yang dapat mengganggu produktivitas serta kualitas hidup seseorang. Pencegahan nyeri punggung dapat dilakukan dengan cara yang sederhana seperti menjaga berat badan agar tetap ideal, pengelolaan stres yang baik, postur tubuh yang benar, serta melakukan aktivitas fisik. Untuk itu, diperlukan proses edukasi untuk meningkatkan pengetahuan caregiver lansia terhadap postur tubuh yang baik dan benar agar dapat mencegah lansia mengalami nyeri punggung. Edukasi dilakukan melalui penyuluhan yang dilakukan di Panti Lansia St. Anna. Penyuluhan diikuti sebanyak 15 peserta yang terdiri dari 11 lansia dan 4 caregiver. Indikator keberhasilan edukasi didapat dengan pengisian pre-test dan post-tes oleh peserta. Dari hasil pre-test dan post-test, sebanyak 93% peserta mengalami peningkatan akan pemahaman mengenai postur tubuh yang benar untuk mencegah nyeri punggung.
DETEKSI DINI KELAINAN INTRA-ABDOMEN DAN MUSKULOSKELETAL DENGAN PENAPISAN ULTRASONOGRAFI PADA LANSIA DI PANTI WERDHA MARFATI TANGERANG BANTEN Simargi, Yopi; Ronny, Ronny; Susilo, Fenny; Barus, Jimmy Fransisco Abadinta; Sidharta, Veronika Maria; Sudiyono, Nelson; Gracia, Isadora; Charlee, Michaela Alexandra; Kosim, Fellicia Angelitha; Indrawan, Novelya; Saputro, Aimee Aurelia; Adonai, Amabel
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6182

Abstract

Populasi lansia di dunia meningkat secara pesat, yang berdampak pada meningkatnya prevalensi penyakit seiring berjalannya waktu. Nyeri pada regio abdomen dan muskuloskeletal merupakan salah satu keluhan yang sering dialami oleh lansia. Salah satu metode yang efektif untuk mendeteksi kondisi ini adalah dengan menggunakan ultrasonografi (USG). Oleh karena itu, kegiatan bakti sosial ini bertujuan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan pada lansia dengan keluhan pada muskuloskeletal dan abdomen menggunakan USG. Kegiatan ini dilaksanakan di Panti Werdha Marfati, yang terdiri atas pemeriksaan kesehatan, USG, penatalaksanaan, serta kegiatan interaktif bersama lansia. Sebanyak 70 lansia diperiksa dalam kegiatan ini. Hasil pemeriksaan USG menunjukkan bahwa kelainan terbanyak ditemukan pada regio abdomen (44,29%) diikuti dengan muskuloskeletal (14,29%). Kegiatan baksos ini bermanfaat untuk menapis kelainan regio abdomen dan muskuloskeletal. Selain itu, terdapat temuan tambahan kelainan organ tiroid dan mata melalui pemeriksaan USG. Hasil pemeriksaan yang dilakukan perlu ditindaklanjuti untuk memberikan manfaat yang lebih signifikan. Kegiatan pemeriksaan kesehatan sebaiknya dilakukan secara berkala dengan melibatkan departemen lain, sehingga penyakit lain dapat terdeteksi dan ditatalaksana sejak dini, sekaligus menjadi dasar untuk merancang program pencegahan terhadap penyakit tertentu
PENYULUHAN PENCEGAHAN SARKOPENIA PADA LANSIA DI KLINIK PESONA MEDIKA, SAWAH BESAR, JAKARTA PUSAT Haryono, Rika; Agung, Nawanto; Rahadian, Julia; Heidy, Heidy; Santosa, Mariani; Sudiyono, Nelson; Manalu, Jojor Lamsihar; Situmorang, Evi Ulina Margaretha; Yantho, Erwin; Paul, Clara Stephanie
Mitramas: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat Vol. 3 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25170/mitramas.v3i2.6702

Abstract

Abstrak Indonesia telah memasuki fase aging population, ditandai dengan meningkatnya angkaharapan hidup dari 69,81 tahun (2010) menjadi 71,85 tahun (2022), serta peningkatanproporsi lansia menjadi 11,75%. Lansia rentan terhadap sarkopenia, dengan prevalensidi Asia, termasuk Indonesia, mencapai sekitar 40,6%. Untuk itu, edukasi mengenaipentingnya olahraga guna meningkatkan massa dan kekuatan otot menjadi krusial.Kegiatan penyuluhan dilakukan di Klinik Pesona Medika dengan 19 peserta lansia, diukurmelalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan penurunan nilai rata-rata sebesar 8,3%pada post-test, yang kemungkinan disebabkan oleh penurunan daya ingat lansia. Hal inimenunjukkan perlunya edukasi berulang untuk memperkuat pemahaman. Meskipun hasilini belum mewakili populasi lansia secara luas, penyuluhan serupa di berbagai lokasidapat memberikan data yang lebih representatif. Diharapkan kegiatan ini menjadi langkahawal untuk meningkatkan kesadaran akan pencegahan sarkopenia dan mendukungpeningkatan kebugaran serta kesejahteraan lansia dalam jangka panjang. 
The effect of 4 weeks chair-based exercise on cognitive function in the elderly Roy Mal; Mariani Santosa; Nawanto Agung Prastowo; Nelson Sudiyono; Ignatio Rika Haryono
Indonesian Journal of Biomedicine and Clinical Sciences Vol 57 No 4 (2025)
Publisher : Published by Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/inajbcs.v57i4.12067

Abstract

Degenerative processes in the central nervous system contribute to in cognitive function decline in the elderly. Physical exercise may prevent this decline. However, elderly people often require modified forms of activity to ensure both safety and effectiveness. This study aimed to investigate the the effect of chair-based exercise (CBE) on cognitive function in elderly people. This study was conducted a two nursing homes using a two-group pretest and posttest experimental design with a control group. All participants were informed about the procedures of study, provided written informed consent, and underwent an initial cognitive assessment using the mini-mental state examination (MMSE). Participants in the intervention group engaged in CBE sessions over a four-week period. Following the intervention, cognitive function was reassessed in both groups. The Wilcoxon signed-rank test was used to analyze within-group changes, while independent t-tests were used to assess between-group differences in cognitive function scores. A significant improvement in cognitive function was observed in the intervention group after the four-week CBE program (p = 0.008). Moreover, a significant between-group difference in cognitive score changes was found (p = 0.003), favoring the intervention group. In conclusion, a four-week CBE program significantly improved cognitive function among elderly participants. These findings support the use of CBE as an accessible and effective intervention to promote cognitive health in elderly people.
Effect of Asana Pranayama Yoga on Sleep Quality: Implications for Stress Management and Healthy Lifestyle in Young Adults Adella, Abigail Sherolyn; Lilis, Lilis; Sudiyono, Nelson; Cahyadi, Alius; Gracia, Isadora
Althea Medical Journal Vol 12, No 4 (2025)
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15850/amj.v12n4.3799

Abstract

Background: Sleep is a fundamental human need. Young adults, such as medical students, are particularly vulnerable to poor sleep quality due to the academic pressures.  Yoga has a relaxing effect that may help improve sleep quality. This study aimed to evaluate the effects of Asana Pranayama yoga on sleep quality among female medical students.Methods: This quasi-experimental and case-control study was conducted in September 2023, including preclinical female medical students from the Atma Jaya Catholic University of Indonesia. Sleep quality was assessed using the Indonesian version of the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI-I). The intervention group (n=24) had performed yoga Asana Pranayama six times per week for four weeks, with each session lasting 45 minutes, whereasthe control group had received no intervention. Data were analyzed using the Wilcoxon signed-rank test to compare pre- and post-intervention PSQI scores, and Spearman’s correlation to examine the relationship between yoga frequency and PSQI scores (p<0.05).Results: The intervention group showed a significant improvement in sleep quality (p=0.002). A significant negative correlation was found between yoga practice frequency and post-test PSQI scores (r=-0.607), indicating that higher consistency in yoga practice was associated with better sleep quality.Conclusion: Regular practice of asana pranayama yoga can improve sleep quality among female medical students. Incorporating yoga into daily routines may serve as a practical, non-pharmacological approach to promote wellness in young adults.
The effect of 4 weeks chair-based exercise on cognitive function in the elderly Roy Mal; Mariani Santosa; Nawanto Agung Prastowo; Nelson Sudiyono; Ignatio Rika Haryono
Indonesian Journal of Biomedicine and Clinical Sciences Vol 57 No 4 (2025)
Publisher : Published by Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/inajbcs.v57i4.12067

Abstract

Degenerative processes in the central nervous system contribute to in cognitive function decline in the elderly. Physical exercise may prevent this decline. However, elderly people often require modified forms of activity to ensure both safety and effectiveness. This study aimed to investigate the the effect of chair-based exercise (CBE) on cognitive function in elderly people. This study was conducted a two nursing homes using a two-group pretest and posttest experimental design with a control group. All participants were informed about the procedures of study, provided written informed consent, and underwent an initial cognitive assessment using the mini-mental state examination (MMSE). Participants in the intervention group engaged in CBE sessions over a four-week period. Following the intervention, cognitive function was reassessed in both groups. The Wilcoxon signed-rank test was used to analyze within-group changes, while independent t-tests were used to assess between-group differences in cognitive function scores. A significant improvement in cognitive function was observed in the intervention group after the four-week CBE program (p = 0.008). Moreover, a significant between-group difference in cognitive score changes was found (p = 0.003), favoring the intervention group. In conclusion, a four-week CBE program significantly improved cognitive function among elderly participants. These findings support the use of CBE as an accessible and effective intervention to promote cognitive health in elderly people.
Pemahaman Anatomi Klinis dalam Praktik Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi di Jakarta Sudiyono, Nelson; Liemanto, Hans; Uinarni, Herlina; Djuartina, Tena; Irawan, Robi; Sasmita, Poppy Kristina
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 32 No 4 (2026): JULI
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v32i4.4095

Abstract

Introduction: Anatomical knowledge is a fundamental foundation in the practice of physical medicine and rehabilitation specialists (physiatrists), particularly in diagnosis and medical management. Studies have shown that understanding of anatomy may decline over time, potentially affecting diagnostic accuracy and the success of medical interventions. This has encouraged researchers to investigate the understanding of clinical anatomy in PM&R specialists practice in Jakarta. Purpose: To describe the level of understanding, perception, and application of clinical anatomy in daily PM&R specialists’ practice. Methods: This study was a descriptive study. The respondents were PM&R specialists in Jakarta, with a total sample of 40 participants. Data were collected through electronic questionnaires completed by respondents who met the inclusion criteria. Results: Data collection included an anatomy quiz, with a mean score of 70.9. A total of 52.5% of respondents scored above the mean. The most commonly used anatomy learning methods were clinical-based (50%) and integrative (57.5%). Anatomical knowledge, particularly in physical examination, was applied by 90% of respondents in daily practice. Conclusion: A proportion of respondents demonstrated an adequate level of anatomical knowledge, as they consistently integrate anatomical understanding into daily clinical practice. However, there remains room for improvement through continuing professional development related to clinical anatomy.