Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENERAPAN BIMBINGAN KELOMPOK TEKNIK PERMAINAN UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB SISWA KELAS X-MIA 3 SMA ISLAM SHAFTA SURABAYA FUDJI LESTARI, SARTIKA; INDAH PRATIWI, TITIN
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 1 (2018)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti di SMA Shafta Surabaya, terdapat siswa-siswi yang memiliki karakter tanggung jawab rendah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan bimbingan kelompok teknik permainan untuk meningkatkan tanggung jawab siswa kelas X-MIA 3 SMA Islam Shafta Surabaya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Bentuk desain yang digunakan dalam penelitian ini adalah one group pretest and posttest design. Alat pengumpul data yang digunakan adalah angket tanggung jawab siswa. Subjek penelitian ini adalah 6 siswa kelas X-MIA 3 SMA Islam Shafta Surabaya yang memiliki tangung jawab rendah. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistic non-parametrik analisis uji tanda. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai ? = 0,016 lebih kecil dari ? = 0,05. Berdasarkan hasil ini maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hasil perhitungan diketahui rata-rata pretest 100 dan rata-rata posstest 121, sedangkan selisih antara rata-rata pretest dan posttest adalah sebesar 21. Hipotesis penelitian ini berbunyi ?Penerapan bimbingan kelompok teknik permainan dapat meningkatkan tanggung jawab siswa kelas X-MIA 3 SMA Islam Shafta Surabaya? dapat diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa penerapan bimbingan kelompok teknik permainan dapat meningkatkan tanggung jawab siswa kelas X-MIA 3 SMA Islam Shafta Surabaya. Kata Kunci: Bimbingan kelompok, Teknik permainan, Tanggung jawab.
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN SOLUTION-FOCUSED BRIEF THERAPY (SFBT) UNTUK MENGURANGI PERILAKU MEMBOLOS SISWA DI SMPN 33 SURABAYA SETYOWATI, PUTRI; INDAH PRATIWI, TITIN
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengurangi perilaku membolos siswa melalui konseling kelompok pendekatan Solution-Focused Brief Therapy (SFBT). Metode penelitian yang digunakan adalah single subject desain AB dengan analisis data visual ? kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah tiga dengan pengumpulan data dilakukan secara observasi yang menunjukkan ciri-ciri dari perilaku membolos dan didukung absensi semester ganjil sebagai data awal. Konseling dilakukan 6 kali dengan satu kali tiap minggu dengan durasi ± 45 menit setiap pertemuan. Berdasarkan data, ketiga subjek selalu melakukan perilaku membolos pada setiap bulannya dengan total ADW sebanyak 23 kali, LRA 22 kali dan KAF 15 kali. Perolehan kecenderungan stabilitas ketiga subjek mengalami penurunan dari fase baseline (20%) ke fase intervensi (0%), hal ini dikarenakan perolehan skor perilaku membolos telah berkurang sebab tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi perilaku membolos. Perolehan data overlap dari subjek LRA 50% dan ADW serta KAF 0%, dimana semakin rendahnya persentase menunjukkan semakin baik pengaruh intervensi. Sehingga dapat disimpulkan penelitian ini berhasil karena intervensi yang diberikan memiliki efek yang baik terhadap konseli dengan ditunjukkannya perilaku membolos sudah berkurang. Peneliti merekomendasikan kepada guru BK sebagai alternatif dalam menghadapi siswa dengan perilaku membolos menggunakan konseling SFBT
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK REALITA UNTUK MENURUNKAN TINGKAT KETERLAMBATAN SISWA SMA NEGERI 1 GRESIK PRATIWI, SEPTI; INDAH PRATIWI, TITIN
Jurnal BK UNESA Vol 9, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku terlambat merupakan suatu tindakan yang menyimpang dengan datang ke sekolah melewati batas waktu yang di tentukan oleh pihak sekolah dan disebabkan oleh beberapa faktor yang salah satunya adalah kurangnya tanggung jawab pada diri siswa. Keterlambatan memang bukan termasuk pelanggaran yang berat, namun jika tidak segera diatasi dan ditindak lanjuti akan berdampak negatif bagi perkembangan dan prestasi belajar siswa. Kondisi seperti ini terjadi pada siswa di SMA Negeri 1 Gresik . Metode pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi dan dokumentasi. Tujuan dari penelitian ini yaitu digunakan untuk menguji penerapan dari konseling kelompok Realita untuk mengurangi tingkat keterlambatan pada siswa SMA Negeri 1 Gresik. Penelitian ini menggunakan desain subjek tunggal dengan jumlah subjek sebanyak 3 orang. Dari hasil level stabilitas ketiga subjek di fase baseline (A) 87% dan di fase intervensi (B) 75%, pada perubahan level ketiga subjek menunjukan level (+) yang artinya adalah ada perubahan yang membaik dari siswa. Dan pada hasil rekaptulasi jejak data pada grafik fase intervensi adalah ( ) mengalami penurunan pada perilaku siswa terlambat. Maka dijelaskan bahwa adanya perubahan hasil skor dan grafik pada perilaku terlambat sebelum dan sesudah diberi konseling realita. Kata kunci : konseling kelompok realita, perilaku terlambat
PENERAPAN TEKNIK METAFORA BERBENTUK HEALING STORIES UNTUK MENGURANGI KECEMASAN BERKOMUNIKASI PADA SISWA KELAS X SMKN 8 SURABAYA JEMIPARERA, NITA; INDAH PRATIWI, TITIN
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRACT This research is background by communication apprehension problem which experienced by students and it caused by negative thought that appear from their self about the judgments of others and self capability. Some of subject experienced unconfidently about their communication capability. Based on this problem the purpose of this research is to know about the effectiveness of applying metaphor technique in the form of healing stories to decrease the communication apprehension of students in the setting of counseling group design. The research design that used is one group pre-test and post test design. The subjects of this research are ten grade students of Vocational High School 8 Surabaya that consist of 4 students. The analysis data technique that used in this research is paired sample t test, because the data has normal distribution. The value of paired sample t test, known that ? = 0,014, this value is less than of significance level ? = 0,05 or (0,014< 0,05). The value is hypothesis o rejected and hypothesis a accepted. So, it can be conclude if there is difference of communication apprehension level before and after metaphor technique in the form of healing stories has applied. Therefore, the value of this research shown if the applying of metaphor technique in the form of healing stories can decrease the level of communication apprehension of the students. It is need the development knowledges toward counseling practice especially in metaphor technique in the form of healing stories and increasing delivering stories skill in order that this intervension can effective to be applying Keywords: communication apprehension, metaphor, healing stories ABSTRAK Penelitian ini dilatarbelakangi oleh masalah kecemasan berkomunikasi yang dialami oleh siswa kelas X SMK Negeri 8 Surabaya yang disebabkan oleh pikiran negative yang muncul pada diri mereka tentang penilaian orang lain dan terhadap kemampuan diri sendiri. Beberapa dari subjek penelitian mengalami ketidakpercayaan diri terhadap kemampuannya dalam berkomunikasi. Berdasarkan latar belakang masalah tersebut tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji efektivitas penerapan teknik metafora berbentuk healing stories untuk mengurangi kecemasan berkomunikasi yang dialami oleh siswa kelas X SMK Negeri 8 Surabaya dalam setting konseling kelompok. Rancangan penelitian yang digunakan adalah one group pre-test post test design. Subjek penelitian adalah siswa kelas X SMK Negeri 8 Surabaya yang terdiri dari 4 orang siswa. Teknik analsis data penelitian yang digunakan adalah uji paired sample t test, karena data yang didapatkan berdistribusi normal. Hasil uji paired sample t test , diketahui ? = 0,014 nilai ini lebih kecil dari taraf signifikansi ? = 0,05 atau (0,014< 0,05). Hasilnya adalah Ho ditolak dan Ha diterima. Sehingga dapat disimpulkan jika terdapat perbedaan tingkat kecemasan berkomunikasi sebelum dan sesudah diterapkannya teknik metafora berbentuk healing stories. Dengan demikian hasil penelitian menunjukkan jika penerapan teknik metafora berbentuk healing stories dapat mengurangi kecemasan berkomunikasi yang dialami oleh siswa. Perlu adanya pengembangan pengetahuan terhadap praktik konseling ini khususnya teknik metafora berbentuk healing stories dan peningkatan keterampilan dalam menyampaikan cerita agar intervensi ini efektif diterapkan. Kata kunci : Kecemasan Berkomunikasi, Metafora, Healing Stories
PENGEMBANGAN MEDIA PERMAINAN DART BOARD INTERAKSI SOSIAL DALAM BIMBINGAN KELOMPOK KELAS X IPA SMA NEGERI 12 SURABAYA HUSNIYAH, LUTFIYATUL; INDAH PRATIWI, TITIN
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di SMA Negeri 12 Surabaya. Hasil dari angket DCM yang telah dibagikan di kelas X dan hasil wawancara dari guru BK bahwa masalah siswa selain keterlambatan yaitu masalah interaksi sosial yang rendah khususnya siswa kelas X yang baru memasuki sekolah baru yang disebabkan karena kurangnya pemahaman antara pribadi dan orang lain. Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk menghasilkan suatu produk pengembangan yaitu media permainan dart board interaksi sosial yang dapat membantu guru BK dalam memberikan suatu layanan bimbingan kelompok pada siswa untuk meningkatkan interaksi sosial. Dalam penelitian ini menggunakan model pengembangan Research and Development (R&D) yang dikembangkan oleh Borg and Gall yang memaparkan 10 tahapan pengembangan. Penelitian ini hanya membatasi sampai 5 tahapan, yaitu (1) penelitian dan pengumpulan informasi awal, (2) perencanaan, (3) pengembangan produk awal, (4) uji coba awal, (5) revisi produk. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif dan kualitatif. Data kuantitatif didapatkan dari hasil akseptabilitas ahli materi 76,51% dengan kategori Baik, Tidak perlu direvisi, ahli media 80,15% dengan kategori Baik, Tidak perlu direvisi, ahli praktisi (konselor) 81,87% dengan kategori Sangat Baik, Tidak perlu direvisi, dan calon pengguna (siswa) 92,75% dengan kategori Sangat Baik, Tidak perlu direvisi. Data kualitatif didapatkan dari saran dan masukan dari ahli dan telah direvisi. Sehingga media permainan dart board interaksi sosial telah memenuhi kriteria akseptabilitas yang mencakup aspek kegunaan, kelayakan, ketepatan, dan kepatutan. Perlu adanya pengembangan pada tahapan uji lapangan sesuai dengan prosedur pengembangan borg and gall serta perlu adanya pengembangan informasi tentang interaksi sosial sesuai dengan kebutuhan siswa dan kebutuhan di lapangan selanjutnya. Kata kunci: pengembangan, dart board interaksi sosial, bimbingan kelompok, interaksi sosial
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK ROLE PLAYING UNTUK MENGENDALIKAN EMOSI MARAH SISWA DI SMPN 3 TAMAN SIDOARJO AMANAH, MIFTAHUL; INDAH PRATIWI, TITIN
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji keefektifan penerapan konseling kelompok dengan teknik role playing untuk mengendalikan emosi marah siswa kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan eksperimen yakni pre exsperimental one group pretest post test. Dalam penelitian, peneliti menggunakan konseling kelompok teknik role playing dengan melibatkan siswa kelas VIII di SMPN 3 Taman Sidoarjo yang memiliki mengendalikan emosi marah rendah. Berdasarkan hasil analisis perhitungan angket mengendalikan emosi marah yang diberikan untuk menentukan subjek penelitian diperoleh 5 siswa yang memiliki skor mengendalikan emosi marah yang rendah. Kemudian diberikan perlakuan berupa konseling kelompok teknik role playing serta di akhir perlakuan diberikan post test. Berdasarkan hasil analisis test statistic uji wilcoxon dengan bantuan SPSS 22 diketahui Asymp. Sig. (2- tailed) bernilai 0,043. Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan konseling kelompok teknik role playing dapat meningkatkan kemampuan mengendalikan emosi marah siswa kelas VII SMPN 3 Taman Sidoarjo. Kata Kunci : Mengendalikan Emosi Marah, Konseling Kelompok, Teknik Role Playing
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK BEHAVIOR TEKNIK SELF-MANAGEMENT UNTUK MENGURANGI PERILAKU MEROKOK SISWA KELAS XI SMK NURUL HIDAYAH BUNGAH GRESIK AINI MAWALIYAH, RIFQI; INDAH PRATIWI, TITIN
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku merokok merupakan kegiatan yang dilakukan oleh seseorang untuk mengkonsumsi batang rokok yang telah dibakar dengan cara di hisp. Adanya fenomena di lapangan yang mengarah pada perilaku merokok siswa maka perlu peran serta berbagai pihak terutama guru BK dalam membantu siswa mengurangi perilaku merokok yaitu dengan menggunakan teknik self-management. Tujuan dari penelitian ini untuk menguji efektifitas konseling kelompok behavior teknik self-management untuk mengurangi perilaku merokok siswa kelas XI SMK Nurul Hidayah Bungah Gresik. Penelitian ini merupakan jenis penelitian pre experiment dengan rancangan penelitian yaitu one grup pretest ? post test. metode pengumpulan data berupa angket. Teknik analisis dalam penelitian ini yaitu uji statistik non parametrik menggunakan uji wilcoxon. Subyek dalam penelitian ini adalah 6 siswa dari kelas XI memperoleh hasil pretest termasuk dalam kategori perilaku merokok tinggi. Berdasarkan hasil analisis test statistic uji wilcoxon diketahui Asymp. Sig. (2- tailed) bernilai 0,027, Sehingga dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan konseling kelompok behavior teknik self-management dapat mengurangi perilaku merokok siswa kelas XI SMK Nurul Hidayah Bungah Gresik. Kata kunci: Konseling Kelompok Behavior,Teknik Self-Management,Perilaku Merokok
PENERAPAN KONSELING INDIVIDU DENGAN TEKNIK AVERSI UNTUK MENGURANGI PERILAKU AGRESIF SISWA SMPN 3 GRESIK NIMATUL ULA, RISNANDA; INDAH PRATIWI, TITIN
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 1 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perilaku agresif adalah perilaku yang dilakukan oleh suatu individu dengan tujuan untuk menyakiti, menyerang dan melukai individu lain, objek lain bahkan pada dirinya sendiri. Perilaku agresif ini sering terjadi di lingkungan sekolah dan dapat mempengaruhi suasana serta proses pembelajaran di dalam kelas. Penelitian ini berfokus pada perilaku agresif. Perilaku ini terjadi di kelas VIII-E SMPN 3 Gresik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengurangi perilaku yang tidak dikehendaki (agresif) pada siswa di kelas VIII-E SMPN 3 Gresik setelah diberikan perlakuan dengan teknik aversi. Desain penelitian ini menggunakan pendekatan Single Subject Design dengan menggunakan desain A-B. Pada penelitian ini berfokus kepada 4 subyek. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan menunjukkan keempat subyek mengalami perubahan sehingga terdapat penurunan rata-rata skor untuk fase baseline maupun fase intervensi. Subyek yang pertama MF pada fase baseline memiliki rata-rata skor 11.6, pada fase intervensi rata-rata skor 9.6. Subyek yang kedua NRRS pada fase baseline memiliki rata-rata skor 11.5, pada fase intervensi rata-rata skor 9.9. Subyek yang ketiga APR pada fase baseline memiliki rata-rata skor 9.4, pada fase intervensi rata-rata skor 6.2. Subyek yang terakhir MRR pada fase baseline memiliki rata-rata skor 9, pada fase intervensi rata-rata skor 7.1. Data ini menunjukkan bahwa keempat subyek mengalami penurunan pada masa intervensi dan penurunanya bersifat positif bagi subyek. Dapat disimpulkan terdapat penurunan rata-rata skor pada perubahan perilaku agresif dari keempat subyek MF, NRRS, APR dan MRR setalah diberikan perlakuan konseling individu dengan menggunakan teknik aversi. Kata Kunci: Konseling Individu, Aversi, Perilaku Agresif
PENGEMBANGAN MEDIA “PETA MANAJEMEN KONFLIK” PADA SISWA KELAS VIII DI SMPN 2 CANDI SIDOARJO AYU PUTRI ISTIHA, DIANI; INDAH PRATIWI, TITIN
Jurnal BK UNESA Vol 10, No 3 (2019)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan studi pendahuluan di SMPN 2 Candi, dari hasil wawancara dan angket yang disebar kepada 100 orang siswa kelas VIII dapat terlihat bahwa bentuk konflik interpersonal yang dialami oleh siswa di SMPN 2 Candi sangat beragam, dan akibat yang terjadi cenderung ke arah negatif. Maka peneliti menganggap perlu untuk segera melakukan layanan yang dapat meningkatkan keterampilan manajemen konflik interpersonal pada siswa kelas VIII di SMPN 2 Candi. Tujuan penelitian ini adalah menghasilkan media berupa ?Peta Manajemen Konflik? untuk siswa kelas VIII di SMPN 2 Candi Sidoarjo. Penelitian pengembangan ini menggunakan model pengembangan Borg and Gall yang disederhanakan oleh tim Puslitjaknov, 2008 (dalam Sari, 2017: 1-7). Hasil penelitian menerangkan bahwa media ?Peta Manajemen Konflik? memenuhi syarat akseptabilitas. Dari uji validitas diperoleh rata-rata penilaian ahli materi 93,75% untuk penilaian akseptabilitas media Peta Manajemen Konflik, dan 95,835% untuk penilaian akseptabilitas buku panduan, hasil rata-rata penilaian ahli media sebanyak 85,59% untuk penilaian akseptabilitas media Peta Manajemen Konflik, dan 84,375% untuk penilaian akseptabilitas buku panduan, untuk uji ahli pengguna (konselor) mendapatkan nilai rata-rata sebanyak 93,75% untuk penilaian akseptabilitas media Peta Manajemen Konflik, dan 90,105% untuk penilaian akseptabilitas buku panduan, uji calon pengguna (siswa) mendapatkan rata-rata nilai sebesar 83,2%. Hasil penilaian tersebut bila diimplementasikan dalam kriteria penilaian mendapatkan kategori sangat baik sehingga tidak perlu dilakukan revisi, maka media ?Peta Manajemen Konflik? untuk siswa kelas VIII SMPN 2 Candi Sidoarjo memenuhi kriteria akseptabilitas dan dapat digunakan di sekolah.
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DENGAN TEKNIK SHAPING UNTUK MENINGKATKAN TANGGUNG JAWAB BELAJAR PADA SISWA KELAS VIII DI UPT SMP NEGERI 29 GRESIK ISNUGRAHANI, RIZKI; INDAH PRATIWI, TITIN
Jurnal BK UNESA Vol 11, No 3 (2020)
Publisher : Jurnal BK UNESA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar belakang penelitian ini yaitu berdasarkan hasil wawancara dengan guru BK dan melakukan penyebaran angket tanggung jawab belajar kepada 100 siswa kelas VIII yang menunjukkan 25 % siswa UPT SMP Negeri 29 Gresik mengalami tanggung jawab belajar yang rendah. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa melalui konseling kelompok dengn teknik shaping yang didalamnya diberikan reinforcement untuk mempertahankan perilaku baru yang muncul. Munculnya penelitian ini dilator belakangi oleh fenomena yang terjadi yaitu, 1) tidak ada niat mengerjakan tugas yang diberikan oleh guru secara jujur, 2) siswa kurang memanfaatkan waktu belajar dengan baik dan benar. Belajar harus dilakukan dengan rasa tanggung jawab agar hasil yang diperoleh dapat memuaskan diri dan menjadi kebanggan diri pribadi. Melalui teknik shaping diharapkan dapat meningktkan tanggung jawab belajar siswa. Kategori dalam penelitian ini yaitu peneltiaan kuantitatif pre-experimental dengan one group pretest and post-test design. Metode pengumpulan data melalui angket tanggung jawab belajar siswa. Subjek dalam penilitian ini adalah siswa kelas VIII-B di UPT SMP Negeri 29 Gresik. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistic non-parametrik dengan metode uji Paired Sample t Test. Berdasarkan dari hasil uji Paired Sample t Test, diketahui nilai Asymp.Sig (2-tailed) sebesar 0,035 lebih kecil dari 0,05 dapat dikatakan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa penerapan konseling kelompok dengan teknik shaping dapat meningkatkan tanggung jawab belajar siswa di kelas VIII-B UPT SMP Negeri 29 Gresik. Dari penelitian yang telah dilakukan dapat memberikan saran kepada guru BK atau Konselor dapat menggunakan teknik shaping dalam konseling kelompok untuk meningkatkan tanggung jawab belajar siswa. Penelitian ini terbuka untuk dikaji ulang dengan metode dan sampel berbeda. Kata Kunci: shaping, tanggung jawab belajar, konseling kelompok