Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Kinerja Petugas Pelayanan Rawat Jalan Puskesmas Ngesrep dengan Metode Balanced Scorecard Triyanto, Donna Ayuk; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 2 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penilaian Kinerja Puskesmas Ngesrep berada dalam kategori III dengan total poin sebesar 8.957. Berdasarkan data ketenagakerjaan dan Rencana Tingkat Puskesmas Tahun 2015 terdapat karyawan berjumlah 39 orang. Menurut data terdapat kekurangan tenaga karyawan sebanyak 10 orang yang membuat beberapa petugas harus merangkap pekerjaan yang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kinerja Petugas Pelayanan Puskesmas Ngesrep dengan menggunakan metode Balanced Scorecard. Jenis penelitian ini yaitu kualitatif. Instrumen penelitian adalah panduan wawancara, lembar observasi dan klarifikasi, dimana ada 5 informan utama dan 6 informan triangulasi. Hasil dari penelitian ini yaitu dari empat (4) indikator kinerja berdasarkan Balanced Scorecard, 3 diantaranya belum berjalan secara maksimal sehingga berpengaruh terhadap kinerja petugas rawat jalan. Indikator tersebut adalah perspektif pelanggan (14 indikator, 9 sudah dilaksanakan), perspektif proses bisnis internal (95 indikator, 84 sudah dilaksanakan) dan perspektif pertumbuhan dan pembelajaran (11 indikator, 7 sudah dilaksanakan). Simpulan dari penelitian ini yaitu kinerja petugas pelayanan rawat jalan Puskesmas Ngesrep dengan metode Balanced Scorecard belum terlaksana dengan maksimal. Kata Kunci: Balanced Scorecard, Kinerja, Petugas Rawat Jalan Performance Assessment of Puskesmas Ngesrep was in category 3 with a total of 8957 points. Based on employment were employees amounted to 39 people. According to the data there is a shortage of staff of about 10 people who make some officers had to play another job. This study aims to determine the performance of outpatient services officers’ performance in Puskesmas Ngesrep using the Balanced Scorecard. This was a qualitative research. The research instruments were interview guides, clarification and observation sheets, where there were 5 main informan and 6 informan triangulation. Of the four (4) performance indicators of the Balanced Scorecard, three (3) indicators that has not run optimally so that it affects the performance of officers outpatient. The results of the research from indicator of customer perspective (14 indicators, 9 have been implemented), internal business process perspective (95 indicators, 84 have been implemented) and learning and growth perspective (11 indicators, 7 have been implemented). The conclusion is the performance of outpatient services Puskesmas Ngesrep using Balanced Scorecard had not been done well yet. Keywords: Balanced Scorecard, performance, outpatient officers
Persepsi Ibu Nifas tentang Mutu Pelayanan Postnatal Care dengan Kunjungan Ulang Reinissa, Arindita; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 1 No 3 (2017): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Masa nifas dimulai setelah plasenta lahir dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan sebelum hamil. Saat ini organ-organ reproduksi sedang mengalami proses pemulihan setelah terjadinya proses kehamilan dan persalinan. Ibu nifas juga mengalami perubahan psikologis yaitu melanjutkan pencapaian proses peran maternalnya dan kelekatan dengan bayinya. Sehingga ibu nifas perlu mendapatkan asuhan pelayanan nifas yang bermutu. Mutu tersebut dapat terlihat dari standar waktu dimana ibu nifas dianjurkan untuk melakukan kunjungan nifas paling sedikit 3 kali. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara persepsi ibu nifas terhadap mutu pelayanan postnatal care terhadap minat kunjungan ulang layanan postnatal care di Puskesmas Halmahera Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Sampel penelitian ini adalah 41 orang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara persepsi kehandalan (p=0,031), persepsi daya tanggap (p=0,031), persepsi jaminan (p=0,046), persepsi empati (p=0.023) dan persepsi bukti langsung (p=0,002) dengan minat kunjungan ulang layanan postnatal care. Kata kunci: persepsi, kualitas layanan, niat mengunjungi kembali The postpartum period begins after the placenta is born and ends when the uterus returns as before pregnancy. Currently the reproductive organs are undergoing recovering after the process of pregnancy and childbirth. The puerperal mother also undergoes a psychological change that is continuing the achievement of her maternal role process and attachment to her baby. So the postpartum needs to get good postpartum service quality. The quality can be seen from the standard time in which postpartum mothers are encouraged to make postpartum visits at least 3 times. The purpose of this study was to determine the relationship between perceptions of puerperal mother to quality of postnatal care services to revisit intention postnatal care service at Puskesmas Halmahera Semarang City. This research is a quantitative study using cross sectional approach. The sample of this research is 41 people. The results showed that there was a relationship between the perception of reliability (p = 0.031), perception of responsiveness (p = 0.031), perception of assurance (p = 0.046), perception of empathy (p = 0.023) and the perception of tangible (p = 0.002) with revisit intention postnatal care services. Keywords: perception, service quality, revisit intention
Cakupan Kunjungan Antenatal Care pada Ibu Hamil Nurmawati, Nurmawati; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 1 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Puskesmas Klambu memiliki cakupan K4 (78,94%) terendah tahun 2015 di Kabupaten Grobogan. Meski mengalami kenaikan cakupan K4 (83,26%) pada tahun 2016 tetapi cakupan ini belum mencapai target nasional (90%). Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain cross sectional yang bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan cakupan kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Klambu. Jumlah sampel sebanyak 57 yang diambil dengan teknik purposive sampling. Instrumen menggunakan kuesioner dengan teknik wawancara. Hasil analisis menggunakan uji chi-square menunjukkan nilai p value umur (p = 0,003), pendidikan (p = 0,367), paritas (p = 0,749), jarak kehamilan (p = 0,013), pengetahuan (p = 0,001), media informasi (p = 0,003), fasilitas tempat pelayanan (p = 0,577), dukungan suami (p = 0,007), dan dukungan petugas kesehatan (p = 0,002). Simpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara umur, jarak kehamilan, pengetahuan, media informasi, dukungan suami, dan dukungan petugas kesehatan, serta tidak ada hubungan antara pendidikan, paritas, dan fasilitas tempat pelayanan dengan cakupan kunjungan ANC pada ibu hamil di Puskesmas Klambu Kabupaten Grobogan.  Abstract Klambu Primary Health Center (Puskesmas) had lowest K4 coverage in 2015 (78.94%) in Grobogan. Despite the increased of K4 coverage (83.26%) in 2016, this had not reached the national target (90%). This research was an observational analytic with cross sectional design to analyze factors related to ANC visited coverage in Puskesmas Klambu. The total sample of 57 was taken by purposive sampling technique. The instrument was a questionnaire with interview technique. Analysis result used chi-square test showed p value of age (p = 0.003), education (p = 0,367), parity (p = 0.749), pregnancy spacing (p = 0.013), knowledge (p = 0.001), information media (p = 0.003), service facilitiy (p = 0.577), husband support (p = 0.007), and health officer support (p = 0.002). The study concludes there was a correlation between age, pregnancy spacing, knowledge, information media, husband support, and health officer support with ANC visit coverage, and there was no correlation between education, parity, and service facilitiy with ANC visit coverage to pregnant women in Puskesmas Klambu, Grobogan Regency. Keyword : Coverage K4, Visit of Ante-natal Care, Pregnant women
Analisis Spasial Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Faktor Demografi dan Lingkungan Nugrahany, Alfina Dewi; Rahayu, Sri Ratna; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.18339

Abstract

Abstrak Kecamatan Bergas merupakan kecamatan yang memiliki angka prevalensi tuberkulosis paru yang meningkat yaitu dari 38/100.000 penduduk menjadi 40,47/100.000 penduduk pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan untuk menganalisis kejadian TB Paru secara spasial yang ditinjau dari faktor demografi dan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research dengan menggunakan desain cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Berdasarkan analisis spasial, faktor demografi yang mempengaruhi kejadian TB paru  di wilayah kerja Kecamatan Bergas yaitu kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah yang tinggi, ketinggian wilayah, dan area buffer zone radius 2 km keberadaan industri. Simpulan penelitian ini yaitu kasus TB paru lebih banyak ditemukan di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah tinggi, ketinggian wilayah rendah dan buffer zone radius 2 km dari industri.  Abstract Bergas was a sub-district that had an increased prevalence of pulmonary tuberculosis, which was from 38/ 100,000 population to 40.47/ 100,000 population in 2016. This study was conducted in 2017 and aims to analyze the incidence of pulmonary TB spatially in terms of demographic factors and environment in the work area of ​​Bergas Public Health Center, Semarang Regency. This research was an explanatory research used cross sectional design. Data analysis used univariate analysis and spatial analysis. Based on spatial analysis, demographic factors that influence the incidence of pulmonary TB in the work area of ​​Bergas Subdistrict were high population density, high house density, area height, and buffer zone area of ​​2 km radius of industrial presence. The conclusions of this study were that pulmonary TB cases were more common in areas with high population density, high house density, low altitude areas and a buffer zone of 2 km radius from the industry Keyword : Spatial Analysis, Pulmonary TB, Demographic Factors, Environment
Pemanfaatan Kartu JKN-KIS pada Pasien Rawat Inap di RSUD Ungaran Qudsiah, Harizatul; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.19741

Abstract

ABSTRAK Angka kunjungan pasien rawat inap di RSUD Ungaran tahun 2014-2016 lebih tinggi dibanding RSUD Ambarawa namun angka presentase pemanfaatan JKN-KIS di RSUD Ungaran lebih rendah dibanding RSUD Ambarawa yaitu sebanyak 39,8% sedangkan RSUD Ambarawa sebanyak 47,14%. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada pasien rawat inap di RSUD Ungaran. Jenis penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian yaitu 75 responden dengan teknik cluster sampling. Data dianalisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa pekerjaan (PR=0,711; 95% CI=0,520-0,972), pengetahuan (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), sikap (PR=3,923; 95% CI=1,128-13,64), persepsi (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), promosi (PR=1,492; 95% CI=1,053-2,114), kepuasan terhadap pelayanan kesehatan (PR=0,705; 95% CI=0,543-0,915) berhubungan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada pasien rawat inap di RSUD Ungaran. Sedangkan tingkat pendidikan (PR=1,020; 95% CI=0,762-1,366) dan tingkat pendapatan (PR=0,882; 95% CI=0,649-1,197) tidak berhubungan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada pasien rawat inap di RSUD Ungaran. Faktor yang paling dominan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS adalah sikap. Abstract The number of inpatient visit at RSUD Ungaran in 2014-2016 was higher than RSUD Ambarawa, but the percentage of the using of JKN-KIS card at RSUD Ungaran was lower than RSUD Ambarawa which was 39,8%, while RSUD Ambarawa was 47,14%. This research aimed to analyze the factors which correlated with the inpatient using of JKN-KIS cards at RSUD Ungaran. The research was analytical observational with cross sectional design. 75 respondents are stated as the sample which use cluster sampling technique. The data were analized unvariete and bivariete using chi-square test. The results shown that occupation (PR=0,711; 95% CI=0,520-0,972), acknowledge (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), behaviour (PR=3,923; 95% CI=1,128-13,64), perception (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), promotion (PR=1,492; 95% CI=1,053-2,114), and satisfaction to health service (PR=0,705; 95% CI=0,543-0,915) were correlated with the patient usage of JKN-KIS cards at RSUD Ungaran. Education level (PR=1,020; 95% CI=0,762-1,366) and income rate (PR=0,882; 95% CI=0,649-1,197) irrelated with the patient usage of JKN-KIS cards at RSUD Ungaran. The most dominant factor with the patient usage of JKN-KIS card was behavior. Keyword : Use of JKN-KIS card, Patient, Hospital inpatient
Pendekatan Olah Raga Berbasis Sekolah dalam Mengatasi Obesitas pada Anak Indrawati, Fitri
Media Ilmu Keolahragaan Indonesia Vol 5, No 2 (2015): July 2015
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/miki.v5i2.7884

Abstract

Prevalensi obesitas pada anak-anak akhir ini terus meningkat. Pada anak sekolah, kejadian kegemukan dan obesitas merupakan masalah yang serius karena akan berlanjut hingga usia dewasa. Kegemukan dan obesitas terjadi akibat asupan energi lebih tinggi daripada energi yang dikeluarkan.Asupan energi tinggi oleh konsumsi makanan sumber energi dan lemak tinggi, sedangkan pengeluaran energi yang rendah disebabkan karena kurangnya aktivitas  sik dansedentary life style.Oleh karena itu dipandang perlu untuk mengembangkan intervensi dalam rangka mengurangi prevalensi obesitas pada anak-anak.Dengan demikian obesitas pada anak memerlukan perhatian yang serius dan penanganan yang tepat dengan melibatkan peran orang-orang yang dekat dalam lingkungan hidupnya seperti orang tua dan guru di sekolah.
RASIO LINGKAR PINGGANG PANGGUL DAN PERSENTASE LEMAK TUBUH DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI Ningrum, Trinanda Agustina Sapta; Azam, Mahalul; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.28809

Abstract

Risiko kejadian hipertensi meningkat hingga 2,6 kali pada subyek laki-laki dengan obesitas dan meningkat 2,2 kali pada subyek perempuan obesitas dibandingkan subyek dengan badan normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan IMT, Lingkar Pinggang, RLPP dan Persentase Lemak Tubuh dengan Hipertensi. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional . Sampel penelitian ini adalah dengan teknik cluster sampling , dengan sampel besar minimal yaitu 79 sampel. Instrumen yang digunakan adalah skala digital elektronik , microtoise , pita ukur, Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-squaredan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi obesitas berdasarkan IMT (59,5%), lingkar pinggang (63,3%), RLPP (63,3%), dan persentase lemak tubuh (55,7%). Prevalensi hipertensi (46,8%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa semua variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi. Hasil uji multivariat memperoleh hasil yang paling berhubungan dengan hipertensi adalah RLPP dan Persentase Lemak Tubuh.
PENGARUH PERAN PENGAWAS MENELAN OBAT (PMO) TERHADAP KEPATUHAN PENDERITA TUBERKULOSIS DALAM MENGIKUTI PROGRAM PENGOBATAN DOTS (DIRECTLY OBSERVED TREATMENT SHORTCOUSE) Sa’adatar Rohmah, Nilna; Ratna Rahayu, RR. Sri; Indrawati, Fitri
MEDIA ILMU KESEHATAN Vol 8 No 2 (2019): Media Ilmu Kesehatan
Publisher : Universitas Jenderal Achmad Yani Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (160.569 KB) | DOI: 10.30989/mik.v8i2.302

Abstract

Background: Tuberculosis (TBC) treatment regimens require the introduction of PMO (Drugs Swallowing Drug) standardized on International Standards for Tuberculosis Care (ISTC) with DOTS strategy (Directly Observed Treatment Shortcouse). The goal of controlling new challenges such as TB/HIV co-infection, Multi Drug Resistance (MDR), Extensively Drug Resistance (XDR) and Loss to follow-up. Objective: Type of cross sectional study. Population 35 PMO using saturated samples. Methods: The instruments used are questionnaires and in-depth interviews. Data analysis is univariate, bivariate and multivariate. Results: The result of the study was the relationship between the role of PMO from family members in the supervision of taking medicine (p=0,024), there was a relationship between the role of PMO from family members in drug taking assistance in Fasyankes (p=0,002) and there was relationship between the influence of PMO role from family member accompaniment of sputum checks in Fasyankes (p=0,005) to TBC patient compliance. Conclusion: There is a statistical correlation between the roles of PMO from the family towards adherence to tuberculosis patients. Suggestion of research is given to related parties be reformed TBC control policy related to election criteria of PMO coming from family member in Semarang regency.
THE INFLUENCE OF VEGETATION AND HOUSE INDEX ON MALE MOSQUITOES DHF VECTOR ABUNDANCE ON KAWENGEN SUB-DISTRICT Sukendra, Dyah Mahendrasari; Santik, Yunita Dyah Puspita; Wahyono, Bambang Wahyono; Siyam, Nur; Indrawati, Fitri
Unnes Journal of Public Health Vol 9 No 1 (2020): Unnes Journal of Public Health
Publisher : Universitas Negeri Semarang in cooperation with Association of Indonesian Public Health Experts (Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI))

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (874.555 KB) | DOI: 10.15294/ujph.v9i1.34714

Abstract

The environmental conditions of an area can be a major risk factor for potential outbreaks of DHF. Dense areas with a variety of vegetation are facilitated as breeding sites and have an impact on vector density. The high of vector population give an effect the speed of transmission vector-borne diseases. DHF vector population is related to the vector DHF mating pattern. Adult male mosquitoes vector DHF plays an important role in the pattern of mating DHF. The proportion of mating between adult male and females mosquitoes is 1: 1. Thus it can be seen the density of male mosquitoes, it can be easily estimated the number of female mosquitoes which fertilize and lay eggs. Conducted using observational analytics with male mosquito population surveillance approach. This research aimed to effect of vegetation and House Index (HI) on the abundance of male mosquito populations. Adult mosquitoes taken using light traps with a total sampling technique. Using spatial vegetation analysis shows that Kawengen residents, has a variety of monoecious groups and rice fields. Variety of fruit trees (banana,mango,guava,soursop), flower plants (frangipani,hibiscus), bamboo, another plant (i.e teak). Vegetation density is in the low-moderate category. Kawengen included in the category of moderate density (HI=36%). The number of Aedes sp. male mosquitoes trapped by light traps, of the total trapped mosquito was 6.52%. Variety and density of plants give a support the abundance of male mosquitoes. As a resting and feeding place. HI in moderate density category, indicates there is a positive container or a place for laying eggs. The larvae density affects the sex ratio of mosquitoes.
PROGRAM SANTUN LANJUT USIA DI PUSKESMAS Cahyani, Ismah Dwi; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.32746

Abstract

Abstrak             Puskesmas Pabelan telah dilaporkan melaksanakan Program Puskesmas Santun Lansia sejak tahun 2016. Namun, cakupan pelayanan kesehatan lansia belum sesuai target dan mengalami penurunan dari 39,92% (2017) menjadi 32,20% (2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi Program Puskesmas Santun Lanjut Usia di Puskesmas Pabelan Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data menggunakan  metode wawancara mendalam, obeservasi dan dokumentasi. Fokus penelitian adalah input, proses dan output. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa input meliputi penyediaan tenaga kesehatan, pendanaan, dan sarana prasana belum sesuai. Namun sudah terdapat SK Kepala Puskesmas yang mendasari program. Kegiatan perencanaan dilakukan setiap awal tahun. Namun tidak ada pertemuan khusus yang dilakukan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten. Pembagian tugas dan wewenang  sudah sesuai. Koordinasi terjalin antara penanggung jawab program dengan pelaksana program di kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas. Pengawasan dilakukan oleh penanggung jawab program, kepala Puskesmas, dan Pemegang Program Dinas Kesehatan Kabupaten. Simpulan penelitian ini adalah program Puskesmas Santun Lansia belum berjalan baik.  Abstract             The Pabelan Health Center has been reported to have implemented the Puskesmas Santun Lansia Program since 2016. However, the coverage of elderly health services has not been on target and has decreased from 39.92% (2017) to 32.20% (2018). The purpose of this study was to determine how the implementation of the Puskesmas Santun Lansia Program at the Pabelan Health Center. This study uses qualitative research methods with a case study approach. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and documentation. The focus of research is input, process and output. Sampling was done by purposive sampling. The results show that the input includes the provision of health workers, funding, and infrastructure is not appropriate. However, there is already a Decree from the Head of the Puskesmas that underlies the program. Planning activities are carried out at the beginning of each year. However, no special meetings were held with the District Health Office. The division of duties and authority is appropriate. Coordination is established between the person in charge of the program and the program implementers in the Mini Puskesmas Workshop activities. Supervision is carried out by the person in charge of the program, the head of the Puskesmas, and the District Health Service Program Holder. The conclusion of this research is the Elderly Santun Health Center program has not been going well.   Keywords : Analysis,Heath center, elderly
Co-Authors Abdillah, Azizah Nur Afri Mughni Rufiati Agustini, Alya Ananditya, Vika Rifti Anik Setyo Wahyuningsih Arulita Ika Fibriana Aryati, Ferry Tri Ash Shiddieqy, Muhammad Hasbi Asropi Asropi Astuti, Mira Andri Astuti, Mira Andri Atikah Nurusshohwah Bambang Budi Raharjo Bambang Wahyono Cahyani, Ismah Dwi Chatila Maharani Defi, Rahma Den, Emilia Van Donna Ayuk Triyanto, Donna Ayuk Dyah Mahendrasari Sukendra Evi Widowati Eviyan, Putri Fauziah, Rizki Febriani, Yulanda Datu Fitri, Anisa Hakam, Mohammad Abdul Hermawati, Bertakalswa Indah Septiani Insiyah, Nita Safaatul Intan Zainafree, Intan Isnaini, Dewi Nur Komalasari, Wiwid Kristian, Samuel Latifah, Meliana Lestari, Jihan Mega Lukman Fauzi Mahalul Azam Maharhani, Arvia Dhitya Maidira Kariyanti Maretalinia, Maretalinia Muhim Sajida Tholfa Munawwaroh, Alissa Ikrima Mustafidah, Malikhatul Nilna Sa’adatar Rohmah Ningrum, Trinanda Agustina Sapta Novisa Hamdani Nugrahany, Alfina Dewi Nugrahany, Alfina Dewi Nugroho, Kaori Risma Fauzia Nur Mahmudah, Laras Tsany Nur Siyam Nurjannah, Fani Eka Nurmawati Nurmawati Oktia Woro Kasmini Handayani Patriajat, Maria M. Rosaria Pratiwi, Eka Dian Puspita Santik, Yunita Dyah Qudsiah, Harizatul Qudsiah, Harizatul Rahmadani, Haeda Dyah Masna Rahmah, Rizqi Habiibah Ratnaningtyas, Meiska Anggita Reinissa, Arindita Reinissa, Arindita Rr. Sri Ratna Rahayu Sa’adatar Rohmah, Nilna Shalamah, Umy Hani Shanisa, laurell Sri Rahayu, Neneng Suhito, Hanif Pandu Supriatin Supriatin, Supriatin Syukria, Nadia Tamalla, Putri Nur Ulumia, Ni'matul Ummi Nur Laila Sulistyani Wahyono, Bambang Wahyono Wahyugiono, Puji Wahyuti Risma Dhani Widya Hary Cahyati Yunita Dyah Puspita Santik, Yunita Dyah Puspita Yunus, Mohd