Claim Missing Document
Check
Articles

Analisis Spasial Tuberkulosis Paru Ditinjau dari Faktor Demografi dan Lingkungan Nugrahany, Alfina Dewi; Rahayu, Sri Ratna; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 3 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i3.18339

Abstract

Abstrak Kecamatan Bergas merupakan kecamatan yang memiliki angka prevalensi tuberkulosis paru yang meningkat yaitu dari 38/100.000 penduduk menjadi 40,47/100.000 penduduk pada tahun 2016. Penelitian ini dilakukan pada tahun 2017 dan bertujuan untuk menganalisis kejadian TB Paru secara spasial yang ditinjau dari faktor demografi dan lingkungan di wilayah kerja Puskesmas Bergas Kabupaten Semarang. Penelitian ini merupakan penelitian explanatory research dengan menggunakan desain cross sectional. Analisis data menggunakan analisis univariat dan analisis spasial. Berdasarkan analisis spasial, faktor demografi yang mempengaruhi kejadian TB paru di wilayah kerja Kecamatan Bergas yaitu kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah yang tinggi, ketinggian wilayah, dan area buffer zone radius 2 km keberadaan industri. Simpulan penelitian ini yaitu kasus TB paru lebih banyak ditemukan di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, kepadatan rumah tinggi, ketinggian wilayah rendah dan buffer zone radius 2 km dari industri. Abstract Bergas was a sub-district that had an increased prevalence of pulmonary tuberculosis, which was from 38/ 100,000 population to 40.47/ 100,000 population in 2016. This study was conducted in 2017 and aims to analyze the incidence of pulmonary TB spatially in terms of demographic factors and environment in the work area of ​​Bergas Public Health Center, Semarang Regency. This research was an explanatory research used cross sectional design. Data analysis used univariate analysis and spatial analysis. Based on spatial analysis, demographic factors that influence the incidence of pulmonary TB in the work area of ​​Bergas Subdistrict were high population density, high house density, area height, and buffer zone area of ​​2 km radius of industrial presence. The conclusions of this study were that pulmonary TB cases were more common in areas with high population density, high house density, low altitude areas and a buffer zone of 2 km radius from the industry Keyword : Spatial Analysis, Pulmonary TB, Demographic Factors, Environment
Pemanfaatan Kartu JKN-KIS pada Pasien Rawat Inap di RSUD Ungaran Qudsiah, Harizatul; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 2 No 2 (2018): HIGEIA
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v2i2.19741

Abstract

ABSTRAK Angka kunjungan pasien rawat inap di RSUD Ungaran tahun 2014-2016 lebih tinggi dibanding RSUD Ambarawa namun angka presentase pemanfaatan JKN-KIS di RSUD Ungaran lebih rendah dibanding RSUD Ambarawa yaitu sebanyak 39,8% sedangkan RSUD Ambarawa sebanyak 47,14%. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada pasien rawat inap di RSUD Ungaran. Jenis penelitian merupakan penelitian observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel penelitian yaitu 75 responden dengan teknik cluster sampling. Data dianalisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Hasil menunjukkan bahwa pekerjaan (PR=0,711; 95% CI=0,520-0,972), pengetahuan (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), sikap (PR=3,923; 95% CI=1,128-13,64), persepsi (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), promosi (PR=1,492; 95% CI=1,053-2,114), kepuasan terhadap pelayanan kesehatan (PR=0,705; 95% CI=0,543-0,915) berhubungan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada pasien rawat inap di RSUD Ungaran. Sedangkan tingkat pendidikan (PR=1,020; 95% CI=0,762-1,366) dan tingkat pendapatan (PR=0,882; 95% CI=0,649-1,197) tidak berhubungan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS pada pasien rawat inap di RSUD Ungaran. Faktor yang paling dominan dengan pemanfaatan kartu JKN-KIS adalah sikap. Abstract The number of inpatient visit at RSUD Ungaran in 2014-2016 was higher than RSUD Ambarawa, but the percentage of the using of JKN-KIS card at RSUD Ungaran was lower than RSUD Ambarawa which was 39,8%, while RSUD Ambarawa was 47,14%. This research aimed to analyze the factors which correlated with the inpatient using of JKN-KIS cards at RSUD Ungaran. The research was analytical observational with cross sectional design. 75 respondents are stated as the sample which use cluster sampling technique. The data were analized unvariete and bivariete using chi-square test. The results shown that occupation (PR=0,711; 95% CI=0,520-0,972), acknowledge (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), behaviour (PR=3,923; 95% CI=1,128-13,64), perception (PR=2,188; 95% CI=1,252-3,822), promotion (PR=1,492; 95% CI=1,053-2,114), and satisfaction to health service (PR=0,705; 95% CI=0,543-0,915) were correlated with the patient usage of JKN-KIS cards at RSUD Ungaran. Education level (PR=1,020; 95% CI=0,762-1,366) and income rate (PR=0,882; 95% CI=0,649-1,197) irrelated with the patient usage of JKN-KIS cards at RSUD Ungaran. The most dominant factor with the patient usage of JKN-KIS card was behavior. Keyword : Use of JKN-KIS card, Patient, Hospital inpatient
Fungsi Manajemen Program ASI Eksklusif dengan Ketercapaian Target Cakupan ASI Eksklusif Astuti, Mira Andri; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 1 (2019): HIGEIA: January 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i1.24653

Abstract

ABSTRAK Angka Cakupan ASI Eksklusif di Kabupaten Semarang pada tahun 2015 adalah 44,8%, dan tahun 2016 sebesar 49,34%. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara fungsi manajemen dengan ketercapaian target cakupan ASI Eksklusif di Puskesmas Kabupaten Semarang. Jenis penelitian observasional, dengan rancangan cross sectional. Jumlah sampel sebanyak 26 responden di 26 Puskesmas, dengan teknik total sampling. Instrumen menggunakan kuesioner terstruktur dan analisis data menggunakan uji Chi-square dengan uji alternatif Fisher. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara fungsi perencanaan (p value=0,014), penggerakan (p value=0,045), dan pengawasan (p value=0,012), berhubungan dengan ketercapaian target cakupan ASI Eksklusif. Sedangkan fungsi pengorganisasian tidak berhubungan (p value= 0,306). Penelitian ini menyimpulkan fungsi pengawasan menjadi fungsi manajemen utama yang berhubungan dengan tercapainya target cakupan ASI Eksklusif. Kata kunci: Fungsi Manajemen, Target Cakupan ASI Eksklusif. ABSTRACT Coverage rate of exclusive breastfeeding at Semarang Regency in 2015 was 44.8%, and 2016 was 49.34%. The purpose of this study was to analyse management function relating to coverate rate target of exclusive breastfeeding at health centres in Semarang Regency. This was an observational study using cross sectional approach. Number of respondents were 26 respondent, 26 health centres in Semarang Regency by total sampling technique. Instrument study using structured questionnaires and analysed using Chi-square test with Fisher test as alternatif test. The results of this research showed that function of planning (p value=0,014), actuating (p value=0,045), and monitoring (p value=0,012) had significant relationship with the target achievement of coverage rate of exclusive breastfeeding. Meanwhile, organizing function was not related (p value= 0,306). This study concludes monitoring function is dominant factor that related to coverage target of exclusive breastfeeding. Keywords: Management Function, Coverage Target of Exclusive Breasfeeding.
Rasio Lingkar Pinggang Panggul dan Persentase Lemak Tubuh dengan Kejadian Hipertensi Ningrum, Trinanda Agustina Sapta; Azam, Mahalul; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 3 No 4 (2019): HIGEIA: October 2019
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v3i4.28809

Abstract

Risiko kejadian hipertensi meningkat hingga 2,6 kali pada subyek laki-laki dengan obesitas dan meningkat 2,2 kali pada subyek perempuan obesitas dibandingkan subyek dengan badan normal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan IMT, Lingkar Pinggang, RLPP dan Persentase Lemak Tubuh dengan Hipertensi. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional . Sampel penelitian ini adalah dengan teknik cluster sampling , dengan sampel besar minimal yaitu 79 sampel. Instrumen yang digunakan adalah skala digital elektronik , microtoise , pita ukur, Bioelectrical Impedance Analysis (BIA), dan lembar observasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-squaredan regresi logistik. Hasil menunjukkan bahwa prevalensi obesitas berdasarkan IMT (59,5%), lingkar pinggang (63,3%), RLPP (63,3%), dan persentase lemak tubuh (55,7%). Prevalensi hipertensi (46,8%). Hasil uji bivariat menunjukkan bahwa semua variabel memiliki hubungan yang signifikan dengan hipertensi. Hasil uji multivariat memperoleh hasil yang paling berhubungan dengan hipertensi adalah RLPP dan Persentase Lemak Tubuh.
Program Santun Lanjut Usia di Puskesmas Cahyani, Ismah Dwi; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 2 (2020): HIGEIA: April 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i2.32746

Abstract

Abstrak Puskesmas Pabelan telah dilaporkan melaksanakan Program Puskesmas Santun Lansia sejak tahun 2016. Namun, cakupan pelayanan kesehatan lansia belum sesuai target dan mengalami penurunan dari 39,92% (2017) menjadi 32,20% (2018). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi Program Puskesmas Santun Lanjut Usia di Puskesmas Pabelan Kabupaten Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Teknik pengambilan data menggunakan metode wawancara mendalam, obeservasi dan dokumentasi. Fokus penelitian adalah input, proses dan output. Pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Hasil menunjukkan bahwa input meliputi penyediaan tenaga kesehatan, pendanaan, dan sarana prasana belum sesuai. Namun sudah terdapat SK Kepala Puskesmas yang mendasari program. Kegiatan perencanaan dilakukan setiap awal tahun. Namun tidak ada pertemuan khusus yang dilakukan dengan Dinas Kesehatan Kabupaten. Pembagian tugas dan wewenang sudah sesuai. Koordinasi terjalin antara penanggung jawab program dengan pelaksana program di kegiatan Lokakarya Mini Puskesmas. Pengawasan dilakukan oleh penanggung jawab program, kepala Puskesmas, dan Pemegang Program Dinas Kesehatan Kabupaten. Simpulan penelitian ini adalah program Puskesmas Santun Lansia belum berjalan baik. Abstract The Pabelan Health Center has been reported to have implemented the Puskesmas Santun Lansia Program since 2016. However, the coverage of elderly health services has not been on target and has decreased from 39.92% (2017) to 32.20% (2018). The purpose of this study was to determine how the implementation of the Puskesmas Santun Lansia Program at the Pabelan Health Center. This study uses qualitative research methods with a case study approach. Data collection techniques using in-depth interviews, observation and documentation. The focus of research is input, process and output. Sampling was done by purposive sampling. The results show that the input includes the provision of health workers, funding, and infrastructure is not appropriate. However, there is already a Decree from the Head of the Puskesmas that underlies the program. Planning activities are carried out at the beginning of each year. However, no special meetings were held with the District Health Office. The division of duties and authority is appropriate. Coordination is established between the person in charge of the program and the program implementers in the Mini Puskesmas Workshop activities. Supervision is carried out by the person in charge of the program, the head of the Puskesmas, and the District Health Service Program Holder. The conclusion of this research is the Elderly Santun Health Center program has not been going well. Keywords : Analysis,Heath center, elderly
Program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) Filariasis Agustini, Alya; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 3 (2020): HIGEIA: July 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i3.33304

Abstract

Abstrak Puskesmas Bonang I merupakan puskesmas dengan jumlah penderita filariasis tertinggi di Kabupaten Demak, pada tahun 2016 (8 kasus), 2017 (10 kasus), dan 2018 (12 kasus), sedangkan cakupan minum obat pencegahan filariasis pada tahun 2016 – 2018 mengalami penurunan, yaitu 87%, 85,64 %, dan 84,88% sasaran yang meminum obat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis implementasi program Pemberian Obat Pencegahan Massal (POPM) filariasis di Puskesmas Bonang I Kabupaten Demak. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Informan dalam penelitian ini berjumlah 9 orang yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah pedoman wawancara semi terstruktur dengan analisis data deskriptif. Hasil penelitian menunjukan pelaksanaan program belum optimal seperti, pada sosialisasi sudah diselenggarakan, namun tingkat kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang program masih kurang. Informasi pelaksanaan program belum tersampaikan secara maksimal. Sumber daya manusia dari aspek kader masih kurang. Serta belum adanya pengawasan atas obat yang diminum di rumah, untuk memastikan obat sudah diminum oleh sasaran. Kesimpulan penelitian ini yaitu program POPM filariasis di Puskesmas Bonang I sudah berjalan namun belum optimal. Abstract Bonang I health center is the health center with the highest number of patients with filariasis in Demak Regency, 8 cases in 2016, 10 cases in 2017 and 12 cases in 2018, while the coverage of taking filariasis prevention drugs in 2016 - 2018 has decreased, namely 87%, 85.64%, and 84.88% of the targets were taking drugs. The purpose of this study was to analyze the implementation of the filariasis Mass Drug Administration (MDA) program in the Bonang I health center, Demak. This type of research is descriptive qualitative research. There were 9 informants in this study who were selected through a purposive sampling technique. The instrument used was a semi-structured interview guide with descriptive data analysis. The results showed that the implementation of the program was not optimal as in socialization, but the level of awareness and understanding of the community about the program was still lacking. Information on program implementation has not been conveyed to the fullest. Human resources in terms of cadres are still lacking. And there is no supervision of drugs taken at home, to ensure the drugs have been taken by the target. The conclusion of this study is that the POPM filariasis program at Puskesmas Bonang I is already running but is not yet optimal.
Pengaruh Bauran Pemasaran terhadap Minat Kunjungan Ulang di Balai Kesehatan Masyarakat Shalamah, Umy Hani; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 1 (2021): HIGEIA: January 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i1.35334

Abstract

Berdasarkan data kunjungan pasien jumlah kunjungan pasien Balkesmas wilayah Ambarawa pada 3 tahun terakhir mengalami penurunan, pada tahun 2016 yaitu sebanyak 18.098 pasien, pada tahun 2017 sebanyak 17.214 pasien dan pada tahun 2018 yaitu sebanyak 15.857 pasien. Bila dilihat dari pengkategori pasien baru dan lama. Jumlah pasien lama pada tahun 2016 sebanyak 12.293 pasien, tahun 2017 sebanyak 11.601 pasien dan pada tahun 2018 sebanyak 11.161 pasien. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bauran pemasaran terhadap minat kunjungan ulang layanan kesehatan di Balkesmas wilayah ambarawa. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan cross sectional. Sampel yang ditetapkan dalam penelitian adalah 100 pasien rawat jalan. Teknik pengambilan sampel secara proportionate stratified random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Data dianalisis dengan menggunakan chi square dengan bantuan SPSS. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara bauran pemasaran produk (p=0,000), harga (p=0,000), promosi (p=0,004), tempat (p=0,005), proses (p=0,001), bukti fisik (p=0,001) terhadap minat kunjungan ulang serta tidak ada hubungan antara bauran pemasaran orang (p=0,708) dan layanan pelanggan (p=0,088) terhadap minat kunjungan ulang layanan kesehatan di Balkesmas Wilayah Ambarawa. Saran yang diberikan dalam penelitian ini adalah pihak Balkesmas Wilayah Ambarawa sebagai penyedia layanan kesehatan dalam manajemen pemasaran jasa harus memperhatikan dan mempertimbangan strategi pemasaran jasa salah satunya bauran pemasaran. ABSTRACT Based on patient visit data, that the number of Balkesmas patient visits in the Ambarawa region in the last 3 years decreased, in 2016 as many as 18,098 patients, in 2017 as many as 17,214 patients and in 2018 as many as 15,857 patients. When viewed from the categorization of new and old patients. The number of old patients in 2016 was 12,293 patients, in 2017 there were 11,601 patients and in 2018 there were 11,161 patients. The purpose of this study was to determine the effect of the marketing mix on the interest in revising health services in the Balkesmas ambarawa area. This type of research is observational analytic with cross sectional design. The sample set in the study was 100 outpatients. The sampling technique is proportionate stratified random sampling. The instrument used was a questionnaire. Data were analyzed using chi square with SPSS. The results showed that there was a relationship between product marketing mix (p= 0,000), price (p= 0,000), promotion (p= 0.004), place (p= 0.005), process (p = 0.001), physical proof (p = 0.001) to the interest in return visits and there is no relationship between the marketing mix of people (p= 0.708) and customer service (p=0.088) to the interest in health service re-visits in the Balkesmas Wilayah Ambarawa. The advice given in this research is the Balkesmas Wilayah Ambarawa as a health service provider in service marketing management must pay attention to and consider service marketing strategies, one of which is the marketing mix.
Penatalaksanaan Program Pengendalian Tuberkulosis Multi Drug Resistant Komalasari, Wiwid; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No Special 4 (2020): HIGEIA: December 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4iSpecial 4.37527

Abstract

Abstrak Multidrug Resistance Tuberculosis TB (atau TB MDR) adalah salah satu jenis resistensi bakteri TB terhadap minimal dua obat anti TB lini pertama, yaitu Isoniazid dan Rifampicin yang merupakan dua obat TB yang paling efektif. Pengobatan TB Resistan Obat ditetapkan menjadi bagian dari program Pengendalian TB nasional. Total kasus Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) di Kota Semarang dari tahun 2014 s.d tahun 2018 sebanyak 165 kasus. Dikaitkan dengsan proporsi kejadian TB MDR pada kasus TB Baru dan TB Kambuh di tahun 2018 terdapat 71 kasus baru TB MDR. Angka kesembuhan kasus TB Kota Semarang dalam kurun waktu 5 (lima) tahun terakhir tidak pernah mencapai target nasional, yang tertinggi sebesar 65% CR di tahun 2017, yang terendah sebesar 64 % di tahun 2013. Rata-rata pencapaian CR pertahunnya baru sebesar 18,32% di bawah target CR nasional. Puskesmas Bandarharjo merupakan salah satu fasilitas kesehatan tingkat pertama yang telah melaksanakan program pengendalaian TB MDR. Pasien yang terdata pada tahun 2019 sebanyak 10 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penatalaksanaan program pengendalian Tuberkulosis Multi Drug Resistant (TB MDR) di Puskesmas Bandarharjo Kota Semarang. Jenis dan rancangan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskripstif kualitatif. Penelitian dilakukan pada bulan oktober sampai dengan novemver 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penatalaksanaan program pengendalian TB MDR di Puskesmas Bandarharjo sudah dilaksanakan dengan baik tetapi belum maksimal. Hal ini dilihat dari kurangnya tersedia sarana dan prasarana yang mendukung, serta tidak adanya penyuluhan yang diberikan kepada petugas TB dan PMO. Abstract Multidrug Resistance Tuberculosis TB (or MDR TB) is one type of TB bacterial resistance to at least two first-line anti-TB drugs, namely Isoniazid and Rifampicin which are the two most effective TB drugs. Drug-resistant TB treatment is determined to be part of the national TB Control program. Total cases of Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR TB) in Semarang City from 2014 to 2018 were 165 cases. Associated with the proportion of MDR TB cases in New TB and Kambuh TB cases in 2018 there were 71 new MDR TB cases. The cure rate of Semarang City TB cases in the past 5 (five) years has never reached the national target, the highest of 65% CR in 2017, the lowest of 64% in 2013. The average annual CR achievement is only 18, 32% below the national CR target. The Bandarharjo Health Center is one of the first-level health facilities that has implemented an MDR TB control program. There are 10 patients recorded in 2019. The purpose of this study was to determine the management of the Multi Drug Resistant Tuberculosis (MDR TB) control program at the Bandarharjo Health Center in Semarang City. The type and design of the study used in this study is qualitative descriptive. The study was conducted from October to November 2019. The results showed that the management of the MDR TB control program at the Bandarharjo Puskesmas was well implemented but not yet optimal. This can be seen from the lack of available supporting facilities and infrastructure, as well as the lack of counseling given to TB and PMO officers.
Pemanfaatan Rumah Tunggu Kelahiran (RTK) Ulumia, Ni'matul; Indrawati, Fitri
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 4 No 4 (2020): HIGEIA: October 2020
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v4i4.39547

Abstract

Abstrak Penurunan angka kematian ibu selama kurun waktu 3 tahun di Kabupaten Semarang belum tercapai seperti yang diharapkan. Jumlah AKI di Kabupaten Semarang pada tahun 2017 terjadi peningkatan dibandingkan tahun 2016. Pada tahun 2016 jumlah AKI di Kabupaten sebanyak 103,39/100.000 KH (14 kasus), sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 111,83/100.000 KH (15 kasus). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan pemanfaatan RTK Tengaran tahun 2019. Penelitian ini merupakan penelitian analitik observasional dengan pendekatan cross sectional. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 70 orang dengan pengambilan sampel menggunakan teknik proportional stratified random sampling. Instrument dalam penelitian ini menggunakan kuesioner. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan uji chi square. Penelitian dilaksanakan pada bulan maret-april 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel yang berhubungan dengan pemanfaatan RTK adalah pengetahuan (p=0,026), media informasi (p=0,043), dukungan keluarga (0,012) dan persepsi kebutuhan (p=0,017). Simpulan dalam penelitian ini adalah terdapat hubungan antara pengetahuan, media informasi, dukungan keluarga dan persepsi kebutuhan dengan pemanfaatan RTK. Abstract The decrease of Maternal Mortality Rate (MMR) over 3 years in Semarang Regency not yet reached as it expected. MMR in Semarang Regency in 2017 the was an increase compared to 2016. In 2016, the number of MMR in Semarang Regency was 103,39/100.000 KH (14 cases). Whereas in 2017, it was 111,83/100.000 KH (15 cases). The aims of this research is to study the factors that associated with utilization of Birth Waiting House (BWH) in Tengaran 2019. The type of this research is analytic observational with cross sectional design. The sample on this study amount to 70 people selected by proportional stratified random sampling technique. Data collection used questionnaires. Data were analyzed univariately and bivariately with chi square test. Research carried out at march-april 2020. The results of this study showed that variables associated with the use BWH is knowledge (p=0,026) , media information (p=0,043), family support ((0,012), and perception of relationship needs (0,017) related to utilization of BWH in Tengaran 2019. The results concluded that there was a relationship between knowledge, media information, family support and perception of relationship needs with utilization of BWH in Tengaran 2019.
Pemberdayaan Berbasis Innovative Community-Centered Dengue-Ecosystem Management untuk Menurunkan IR DBD Sukendra, Dyah Mahendrasari; Indrawati, Fitri; Hermawati, Bertakalswa; Santik, Yunita Dyah Puspita; Maharhani, Arvia Dhitya; Fitri, Anisa
HIGEIA (Journal of Public Health Research and Development) Vol 5 No 2 (2021): HIGEIA: April 2021
Publisher : Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/higeia.v5i2.42045

Abstract

Based on data from the Central Java Province Health Profile in 2019, it was stated that the IR of Central Java's DHF was 25.9 per 100,000 population with a CFR of 1.5%. Karanganyar Regency is recorded to have the highest IR DBD in Central Java, namely 94.5 per 100,000 population, and the last 3 years, DHF cases have jumped to 30% compared to the previous year which only occurred 76 cases. This study aims to determine differences in the level of knowledge of PKK mothers regarding dengue hemorrhagic fever and its prevention practices in RT 2 and RT 3 Sabrang Kulon sub Village of Matesih Village through innovative community-centered dengue-ecosystem management based empowerment. This research was conducted in August and September 2020. This study used an experimental design using a one-group before-after study design and instruments using a questionnaire. There was no difference in the knowledge scores of PKK mothers about DHF before and after being given training (p = 0.102). In conclusion, there is no difference in the knowledge of PKK RT 2 and RT 3 Sabrang Kulon Village women regarding dengue hemorrhagic fever and its prevention practices before and after counseling. Keywords: Knowledge, Community, Dengue Haemmoragic Fever, Prevention
Co-Authors Abdillah, Azizah Nur Afri Mughni Rufiati Agustini, Alya Ananditya, Vika Rifti Anik Setyo Wahyuningsih Arulita Ika Fibriana Aryati, Ferry Tri Ash Shiddieqy, Muhammad Hasbi Asropi Asropi Astuti, Mira Andri Astuti, Mira Andri Atikah Nurusshohwah Bambang Budi Raharjo Bambang Wahyono Cahyani, Ismah Dwi Chatila Maharani Defi, Rahma Den, Emilia Van Donna Ayuk Triyanto, Donna Ayuk Dyah Mahendrasari Sukendra Evi Widowati Eviyan, Putri Fauziah, Rizki Febriani, Yulanda Datu Fitri, Anisa Hakam, Mohammad Abdul Hermawati, Bertakalswa Indah Septiani Insiyah, Nita Safaatul Intan Zainafree, Intan Isnaini, Dewi Nur Komalasari, Wiwid Kristian, Samuel Latifah, Meliana Lestari, Jihan Mega Lukman Fauzi Mahalul Azam Maharhani, Arvia Dhitya Maidira Kariyanti Maretalinia, Maretalinia Muhim Sajida Tholfa Munawwaroh, Alissa Ikrima Mustafidah, Malikhatul Nilna Sa’adatar Rohmah Ningrum, Trinanda Agustina Sapta Novisa Hamdani Nugrahany, Alfina Dewi Nugrahany, Alfina Dewi Nugroho, Kaori Risma Fauzia Nur Mahmudah, Laras Tsany Nur Siyam Nurjannah, Fani Eka Nurmawati Nurmawati Oktia Woro Kasmini Handayani Patriajat, Maria M. Rosaria Pratiwi, Eka Dian Puspita Santik, Yunita Dyah Qudsiah, Harizatul Qudsiah, Harizatul Rahmadani, Haeda Dyah Masna Rahmah, Rizqi Habiibah Ratnaningtyas, Meiska Anggita Reinissa, Arindita Reinissa, Arindita Rr. Sri Ratna Rahayu Sa’adatar Rohmah, Nilna Shalamah, Umy Hani Shanisa, laurell Sri Rahayu, Neneng Suhito, Hanif Pandu Supriatin Supriatin, Supriatin Syukria, Nadia Tamalla, Putri Nur Ulumia, Ni'matul Ummi Nur Laila Sulistyani Wahyono, Bambang Wahyono Wahyugiono, Puji Wahyuti Risma Dhani Widya Hary Cahyati Yunita Dyah Puspita Santik, Yunita Dyah Puspita Yunus, Mohd