Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

Persepsi Guru dan Orang Tua dalam Mengelola Kelas Inklusif Anak Berkebutuhan Khusus Di SD 12 Prafi Indriyani, Dian; Mubarok, Zaki; Rahmi, Elvi; Saputra, Juni; Yaqinah, Ainul
Elementary Journal : Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar Vol. 8 No. 1 (2025): Elementary Journal: Jurnal Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Publisher : Publikasi dan UKI Toraja Press Universitas Kristen Indonesia Toraja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/hmmdr681

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui  persepsi Guru dan orang tua terhadap implemetasi pendidikan inklusif Sekolah Dasar Inpress 12 Prafi Manokwari, Papua Barat. beberapa tantangan yang dihadapi: 1) tantangan sosial emosional; 2) tantangan yang berkaitan dengan pembelajaran dan perkembangan keterampilan; 3) tantangan yang berkaitan dengan penyiapan dan penataran para profesional (guru) 4) keterbatasan sarana dan prasarana, 5) Beban administrasi dan modifikasi kurikulum, 6) Rendahnya kesadaran orang tua dan  masyarakat terhadap anak berkebutuhan khusus. Sebagai solusinya adalah 1) Peningkatan kualitas in-service training (INSET) berupa awareness programmes, school-based professional development programmes, family support ; 2) Pelatihan co-teaching, yaitu guru dapat berbagi informasi mengenai pembelajaran dengan dengan siswa di kelas, mengurangi beban guru di kelas karena pembelajaran dilakukan oleh dua guru, dan memberikan pengalaman lebih dalam mengajar. Jika guru yang mengajar dapat bekerjasama dengan baik, maka beban mengajar yang dirasakan akan berkurang  3) Perlunya kolaborasi antara pihak sekolah dan orang tua.
Peningkatan Kapasitas Literasi Membaca Pemahaman dan Numerasi di SD Inpres 62 Asai melalui Program Kampus Mengajar Angkatan VII Revisika; Indriyani, Dian; Maturahmah, Enik; Aristanto
TONGKONAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2025): Tongkonan: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : FKIP UKI TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/8pr19k60

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas literasi membaca pemahaman dan numerasi dasar siswa kelas rendah di SD Inpres 62 Asai melalui Program Kampus Mengajar Angkatan VII. Berdasarkan hasil observasi awal, sebagian besar siswa kelas I–III mengalami kesulitan dalam memahami teks sederhana dan menyelesaikan soal matematika dasar. Melalui kolaborasi antara mahasiswa peserta program Kampus Mengajar, dosen pembimbing, dan guru kelas, dilakukan serangkaian intervensi pembelajaran berbasis pendekatan kontekstual dan media belajar sederhana. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa terhadap isi bacaan serta kemampuan berhitung dasar secara signifikan. Program ini juga berhasil memperkuat kemitraan antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan dasar di wilayah 3T.
Pemberdayaan Masyarakat Pedalaman terhadap minat membaca melalui Gerakan literasi berkelanjutan di Momiwaren Ransiki Indriyani, Dian; Mubarok, Zaki; Rahmi, Elvi; Yaqinah, Ainul
TONGKONAN: JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 4 No 1 (2025): Tongkonan: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : FKIP UKI TORAJA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/53geps72

Abstract

Minat dalam membaca Masyarakat pedalaman di Indonesia  relatif rendah karena terbatasnya beberapa unsur diantaranya akses  informasi, infrastruktur, pendidikan dan literasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menilai efektivitas gerakan literasi yang berkelanjutan sebagai strategi untuk memperkuat masyarakat pedalaman dalam meningkatkan minat dalam membaca. Metode yang digunakan adalah studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus di SD Inpres 37 Desa Momiwaren, Manokwari Selatan, Papua Barat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gerakan literasi  berbasis masyarakat, taman baca, pojok baca disetiap kelas, dan pelatihan relawan literasi, mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam kegiatan membaca. Selain itu, sinergi antara pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, dan tokoh adat menjadi faktor penting dalam keberlangsungan program.  Penelitian ini menyimpulkan bahwa literasi berkelanjutan yang disesuaikan dengan kearifan lokal efektif dalam memberdayakan masyarakat pedalaman secara partisipatif dan inklusif.
PHILOSOPHICAL PERSPECTIVES IN INTEGRATING ELT TO BIOLOGICAL EDUCATION AND LITERATURE STUDY: AN INTERDISCIPLINARY APPROACH Indriyani, Dian; Revisika, Revisika
Teaching English as a Foreign Language Overseas Journal Vol. 13 No. 1 (2025): Teaching English as a Foreign Language Overseas Journal: In Press
Publisher : Publikasi dan UKI Press UKI Toraja.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47178/9d5c5z96

Abstract

Philosophy and education have a close relationship. The relationship between the two is inseparable, so sometimes the philosophy of education is called educational theory, and vice versa. The purpose of this article is to analyze how philosophy is viewed in educational practice. The method used is the library study method (library reserch), which is a research activity carried out by collecting data and information with the help of various kinds of materials in libraries and other online media such as reference books, similar previous research results, articles, notes, and various journals related to the problem to be solved. In any science, philosophy is needed because in philosophy we can think deeply about a science, especially in the world of education. The philosophical perspective provides a foundation of thought and conceptual framework for educators in understanding the objectives of the education curriculum, methods and assessments in education. Philosophy can provide various perspectives that can help educators to understand and advance practices in the world of education.
STRATEGI PEMASARAN JASA PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU MANOKWARI PAPUA BARAT ., Revisika; Indriyani, Dian
DINAMIS Vol 17 No 2 Desember (2020): Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Universitas Sains dan Teknologi Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemasaran jasa pendidikan merupakan elemen terpenting untuk menentukan mutu pendidikan bagi kualitas serta global. Strategi peningkatan mutu pendidikan secara khusus akan membahas bagaimanakah pemasaran yang diterapkan kemajuan taraf pendidikan pada suatu lembaga pendidikan. Tulisan ini awal sekolah sebagai lembaga pendidikan nirlaba dan bukan sebagai bagaimana maraknya pemasaran jasa pendidikan beranjak dari konsep yang ditawarkannya. Tujuan penelitian guna mempertahankan keunggulan sekolah dengan kepuasan pelanggan dibuktikan dengan suatu kegiatan yang jelas dan dapat dirasakan pelanggan pendidikan dalam pemasarannya pada sekolah SMPIT Insan Mulia Manokwari, Papua Barat. Pendekatan kualitatif digunakan dalam penelitian ini dengan mengembangkan dan menganalisis mendalam tentang kasus atau beragam kasus atau studi tentang suatu kasus dalam kehidupan. Adapun jenis penelitian menggunakan penelitian studi kasus, dengan mengeksplor terhadap suatu kasus melalui pengumpulan data yang detail dan mendalam dengan melibatkan beberapa sumber informasi dengan wawancara, pengamatan, bahan audiovisual serta dokumen dsb. Hasil penelitian menunjukkan strategi pemasaran di SMP IT sudah dilakukan dengan baik dengan menjalankan konsep 7P sehingga sampai saat ini menghasilkan produk/ siswa dengan mutu yang baik dan berkhaluk karimah ditengah tengah masyarakat minoritas.
ACCEPTANCE OF INTERFAITH VALUES: A CASE STUDY OF ISLAMIC RELIGIOUS EDUCATION IN NON-MUSLIM STUDENTS Indriyani, Dian; Imron, Ali; Deni Wijayatiningsih, Testiana
International Journal of Islamic Education, Research and Multiculturalism (IJIERM) Vol 4 No 1 (2022)
Publisher : The Islamic Education and Multiculturalism Foundation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47006/ijierm.v4i1.146

Abstract

Abstract: This study aims to understand the meaning of the acceptance of interfaith values ​​in learning Islamic religious education for non-Muslim students at STKIP Muhammadiyah Manokwari. Instilling multicultural values, tolerance and pluralism as well as building the character of non-Muslim students. the paradigm of social constructivism used, with a qualitative approach, as well as the type of case study research used in this study. The results of the study showed that non-Muslim students already had good religious, honest (sidq) attitudes (jihad), discipline, consistency (istiqomah), and tolerance (tassamuh) after receiving Al-Islam and Kemuhammadiyahan learning which was integrated with values. Islamic values ​​and understanding of kemuhammadiyahan. Another acceptance is that they are enthusiastic and happy during learning and when doing assignments. Self-confidence in understanding Islamic teachings even though they are non-Muslims and mutual respect between one student and another.
Strengthening The Concept of Religious Moderation for Teenagers Through Short Film Khotimah, Husnul; Rois, Moh.; Indriyani, Dian; Donasari, Renita
Proceeding International Conference on Education Volume 01, Agustus Tahun 2023: International Conference on Education
Publisher : Faculty of Tarbiyah, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Kediri, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The aim of this research is to analyze the existence of short film media in strengthening the concept of religious moderation among teenagers. The research methodology is library research, utilizing various literature sources such as books and relevant articles on the topic. The result shows that teenagers have great potential as agents of religious moderation by maximizing their dual roles, as a producers and consumers of short film. This is supported by various lines, such as (1) diversity of natural resources capable of generating creative ideas in the pre-production process; (2) competent human resources by maximizing artificial intelligence in the production and post-production; (3) government policies both in the education curriculum and through the Ministry of Religion in the RPJMN, and (4) the meaning that includes the four concepts of religious moderation in every film production.
NILAI-NILAI PENDIDIKAN NASIONALISME DI PONDOK PESANTREN DARUSSALAM MANOKWARI PAPUA BARAT Indriyani, Dian; Noviani, Dwi; Imron, Ali
Jurnal Ilmiah Mandala Education (JIME) Vol 8, No 4 (2022): Jurnal Ilmiah Mandala Education (Oktober)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jime.v8i4.3935

Abstract

Penelitian ini membantah pendapat Francis Fukuyama, dalam bukunya The End of History and the Last Man (2006) yang menyatakan bahwa nasionalisme sudah mati dan tidak perlu diajarkan. Dewey (2010) yang menyebutkan bahwa pendidikan nasionalisme bagi siswa membentuk karakteristik kehidupan yang demokratis yang tidak bisa dilepaskan dalam pembelajaran. Penelitian ini  menunjukkan bahwa (1) Ideologi nasionalisme perlu diajarkan di pendidikan formal karena dianggap sudah mati; (2) Pendidikan nasionalisme merupakan dasar untuk menguatkan semangat persatuan dan kebangsaan; (3) Penguatan nasionalisme lewat jalur pendidikan formal (sekolah maupun pesantren) merupakan salah satu langkah efektif menekan disintegrasi bangsa. Sumber utama penelitian adalah berbagai hasil penelitian dan dokumentasi tentang kajian keislaman dan ketradisionalan, dengan masyarakat majemuk menganut agama mayoritas Nasrani serta kekuatan gerakan Organisasi Papua Merdeka. Pengambilan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi yang dianalisis melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologisPenelitian ini membantah pendapat Francis Fukuyama, dalam bukunya The End of History and the Last Man (2006) yang menyatakan bahwa nasionalisme sudah mati dan tidak perlu diajarkan. Dewey (2010) yang menyebutkan bahwa pendidikan nasionalisme bagi siswa membentuk karakteristik kehidupan yang demokratis yang tidak bisa dilepaskan dalam pembelajaran. Penelitian ini  menunjukkan bahwa (1) Ideologi nasionalisme perlu diajarkan di pendidikan formal karena dianggap sudah mati; (2) Pendidikan nasionalisme merupakan dasar untuk menguatkan semangat persatuan dan kebangsaan; (3) Penguatan nasionalisme lewat jalur pendidikan formal (sekolah maupun pesantren) merupakan salah satu langkah efektif menekan disintegrasi bangsa. Sumber utama penelitian adalah berbagai hasil penelitian dan dokumentasi tentang kajian keislaman dan ketradisionalan, dengan masyarakat majemuk menganut agama mayoritas Nasrani serta kekuatan gerakan Organisasi Papua Merdeka. Pengambilan dengan cara observasi, wawancara dan dokumentasi yang dianalisis melalui penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologis
Nationalism Education: Dialectical Relations Between Darussalam Islamic Boarding School Education and Tradition of the Manokwari Society of West Papua Syarifah, Ma’isyatusy; Indriyani, Dian; Almachim, Ainul Churria
IJIBS Vol. 1 No. 2 (2023): International Journal of Islamic Boarding School
Publisher : LP2M UIN Kiai Haji Achmad Siddiq Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35719/ijibs.v1i2.28

Abstract

Research refutes the opinion of Francis Fukuyama, in his book The End of History and the Last Man (2006) which states that nationalism is dead and does not need to be taught. This thesis was written to strengthen previous research which also questioned the existence of nationalism in the world of education such as Coulby and Zambeta (2007) which stated that the old ideology of nationalism which in certain aspects was universalistic, humanistic conceptualized by intellectuals, lost "truth" and the power to captivated many people in the west. A new concept is needed to strengthen nationalism education which strengthens 'national stability' in areas transitioning towards industrial culture. Dewey ( 2010 ) stated that nationalism education for students forms the characteristics of a democratic life that cannot be separated from learning. Maksu>d (2008) states that nationalism education is an effort to raise national personality and pride in the homeland. Efforts to strengthen these values cannot be denied through teaching at all levels of education. This research shows that (1 ) the ideology of nationalism needs to be taught in formal education because it is considered dead; (2) Nationalism education is the basis for strengthening the spirit of unity and nationality; (3) Strengthening nationalism through formal education (schools and Islamic boarding schools) is one of the effective steps to suppress national disintegration. The main sources of this thesis are various research results and documentation relating to the dynamics of the pesantren in Manokwari which are synonymous with Islamic studies and traditionalism, with a pluralistic society adhering to the majority Christian religion and the strength of the Free Papua Organization movement. the dealektics of the educational tradition of nationalism in the Darussalam Islamic Boarding School and the cultural traditions of the local community which are implemented in behavior and attitudes within the people of West Papua. To obtain these data, observations, interviews and documentation were carried out which were analyzed through qualitative research with a phenomenological approach.