Claim Missing Document
Check
Articles

PEMBINAAN KELOMPOK IBU PKK TERKAIT HIPERTENSI KEHAMILAN DAN PEMANFAATAN TANAMAN HERBAL DI DAUHWARU, JEMBRANA Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Dewa Ayu Ratna Juwita; Komang Trisna Sumadewi; A.A.Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 3 No. 2 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.3.2.2024.143-146

Abstract

Pengetahuan masyarakat terkait adanya hipertensi kehamilan di Kelurahan Dauhwaru masih kurang, terutama komplikasi yang akan dihadapi ibu hamil. Faktor kurangnya pengetahuan ini dipengaruhi oleh sosialisasi yang kurang tentang pentingnya pencegahan maupun kontrol tekanan darah pada ibu-ibu yang hamil. Ada banyak metode untuk menurunkan tekanan darah termasuk pemanfaatan tanaman sayuran sebagai obat herbal, salah satunya adalah pemanfaatan tanaman herbal. Tanaman herbal adalah tanaman yang dapat dipelihara sebagai tanaman lahan sempit di halaman rumah dan dikonsumsi sebagai sayuran atau jus untuk kesehatan. Mitra pengabdian ini adalah kelompok ibu PKK di Kelurahan Dauh Waru. Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan pengetahuan ibu PKK terkait hipertensi kehamilan dan pemanfaatan tanaman herbal kepada ibu-ibu hamil yang ada di lingkungan kelurahan. Metode yang digunakan berupa pembinaan dan praktek langsung cara mengukur tekanan darah mandiri. Selain itu, mitra juga diajarkan cara memelihara tanaman herbal dan memanfaatkannya sebagai tanaman herbal untuk mengontrol tekanan darah tinggi. Mitra juga dievaluasi melakui pre-test dan post-test. Setelah dilaksanakan kegiatan ini, terdapat perbedaan antara post-test dengan nilai pre-test secara signifikan (p < 0,05). Data ini menunjukkan terdapat peningkatan pengetahuan ibu PKK setelah kegiatan.
Pelatihan Pembuatan Alat Permainan Edukatif (APE) Sederhana Asri Prima Dewi AA Ayu; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; Putu Ayunda Trisnia; Komang Trisna Sumadewi; Luh Gde Evayanti; Putu Diah Witari; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Ida Kurniawati
Warmadewa Minesterium Medical Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Warmadewa University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmmj.4.1.2025.67-70

Abstract

Anak – anak identik dengan dunia bermain. Bermain merupakan salah satu media anak untuk mengembangkan kreativitas dan belajar termasuk melatih sel otaknya untuk mempelajari hal baru yang berkaitan dengan kognitif anak. Pada era teknologi saat ini, penggunaan ponsel pintar semakin berkembang dan marak digunakan pada kalangan anak usia dini. Dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan ponsel pintar pada anak usia dini tidak sedikit yang menunjukkan efek buruk seperti penurunan motorik dan sensorik anak, gangguan pada hubungan sosial dan perilaku bahkan penurunan kognitif anak. Permainan edukatif anak yang tersedia pada lingkungan disekitar anak akan dapat membantu pengalihan anak dalam menggunakan ponsel pintar. Dengan menggunakan bahan dan alat yang ada di sekitar kita, permainan edukatif juga dapat dibuat dengan mudah. Posyandu merupakan wadah kegiatan ibu dan anak di wilayah cakupannya yang memiliki kegiatan rutin seperti pemantauan tumbuh kembang anak. Anak biasanya dibawa ke posyandu untuk dimonitor tumbuh kembangnya dan biasanya anak bermain disela kegiatan tersebut. Kader posyandu juga berperan menyampaikan informasi dan edukasi terkait tumbuh kembang anak. Banjar Tengah Blahbatuh memiliki posyandu yang mengadakan kegiatan rutin setiap bulannya. Banjar ini juga memiliki jumlah balita yang cukup banyak. Berdasarkan informasi yang didapat, penggunaan ponsel pintar di kalangan balita pada banjar ini tergolong cukup banyak. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk menyediakan pelatihan kepada kader posyandu Banjar Tengah Blahbatuh terkait pembuatan alat permainan edukatif (APE) sederhana yang dapat digunakan dan diterapkan di wilayahnya. Hasilnya menunjukkan bahwa kader posyandu lebih memahami alat permainan edukatif (APE) dan lebih sering menggunakannya.
Perkiraan Tinggi Badan Berdasarkan Tulang Panjang Usia 17-22 Tahun I Gusti Ngurah Putu Sana; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini; I Ketut Tangking Widarsa; I Nyoman Sueta; I Wayan Suwitra; Komang Trisna Sumadewi
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 1 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.1.2.29.66-70

Abstract

Perkiraan tinggi badan sangat penting pada antropologi forensik dalam identifikasi jenasah akan tetapi belum ada model yang baku untuk tujuan tersebut. Penelitian ini bertujuan mengembangkan model perkiraan tinggi badan dengan menggunakan tulang panjang sebagai prediktor. Metode penelitian dengan desain observasional melalui studi cross sectional dilakukan terhadap 96 sampel mahasiswa dipilih secara stratified random dari total 199 mahasiswa yang memenuhi kriteria inklusi, usia 17-22 tahun. Tinggi badan diukur menggunakan ZT-120 Health Scale dan panjang tulang humerus, radius, ulna, femur, tibia dan fibula diukur dengan menggunakan spreading caliper. Model estimasi tinggi badan menggunakan model regresi linier berganda dengan panjang tulang panjang sebagai prediktor. Untuk estimasi tinggi badan laki-laki terdapat tiga tulang sebagai prediktor yaitu tulang tibia kiri, humerus kanan, dan radius kanan dengan koefisien regresi 0,94 (±0,3), 0,82 (±0,3), dan 0,79 (±0.4) secara berurutan. Prediktor untuk tinggi perempuan adalah tulang fibula kiri, ulna kiri, dan humerus kiri dengan koefisien regresi 1,13 (±0,3), 1,20 (±0,4), dan 0,85 (±0,4) secara berurutan. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa tulang tibia kiri, humerus kanan, dan radius kanan dapat dipakai memperkirakan tinggi badan laki-laki dan tulang fibula kiri, ulna kiri, dan humerus kiri untuk tinggi badan perempuan.Kata kunci: tinggi badan, tulang panjang, tibia, fibula. [Estimated Stature Based on Long Bone Age 17-22 Years]             The estimation of stature is very important in forensic anthropology in the identification of bodies, but there is no standard model for the purpose. This study aims to develop a model estimated height, using a predictor of long bones. A total of 96 samples of randomly selected students from a total of 199 students, aged 17-22 years. Height was measured using ZT-120 Health Scale and the length of the humerus, radius, ulna, femur, tibia and fibula was measured by using a spreading caliper. Height estimation model using multiple linear regression model with long bone length as a predictor. to estimate the height of men there are three bones as predictors, the left tibia, right humerus and a right radius, with a regression coefficient of 0.94 (±0.3), 0.82 (±0.3), and 0.79 (±0.4) sequentially. Predictors for the high women are left fibula, left ulna and left humerus, with regression koefsien 1.13 (±0.3), 1.20 (±0.4), and 0.85 (±0.4) sequentially. From this study it can be concluded that the left tibia, right humerus and right radius can be used estimate the height of men, and left fibula, left ulna and left humerus can be used estimate the height of women.Keyword: stature, long bone, tibia, fibula.
Korelasi Antara Kadar Leptin dengan IMT, Lingkar Pinggang dan RLPP pada Orang Dewasa Obesitas Usia 19-25 Tahun di Universitas Warmadewa Komang Trisna Sumadewi
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 1 No 2 (2016): November 2016
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.1.2.30.71-82

Abstract

Obesitas berdampak secara fisik maupun psikologis yang berkaitan dengan sindrom metabolik dan penyakit kardiovaskuler. Pengukuran antropometri seperti Indeks Massa Tubuh (IMT), lingkar pinggang, lingkar panggul dan rasio lingkar pinggang panggul (RLPP) digunakan untuk identifikasi obesitas. Leptin berasal dari jaringan adiposa yang dapat mengindikasikan banyaknya timbunan lemak yang terdapat dalam tubuh. Leptin dapat bekerja secara sentral sebagai hormon metabolik melalui mekanisme umpan balik negatif untuk menekan nafsu makan dan meningkatkan pembakaran kalori melalui peningkatan aktivitas tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan adanya korelasi antara kadar leptin dengan IMT, lingkar pinggang, RLPP pada orang dewasa obesitas usia 19-25 tahun di Universitas Warmadewa. Penelitian ini merupakan penelitian analitik korelasi dengan teknik pengambilan data cross sectional. Pengambilan 52 sampel darah baik laki-laki maupun perempuan yang mengalami obesitas dilakukan di Universitas Warmadewa dan diperiksa di Laboratorium Biologi Molekuler Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa. Setiap sampel diperiksa tinggi badan, berat badan, lingkar pinggang, lingkar panggul dan kadar serum leptinnya dengan metode sandwich ELISA. Selanjutnya dilakukan analisis deskriptif dan korelasi. Hasil yang didapatkan, leptin berkorelasi signifikan dengan IMT (p=0,000; r=0,871 untuk perempuan; p=0,001; r=0,549 untuk laki-laki), lingkar pinggang (p=0,001; r=0,695 untuk perempuan; p=0,003; r=0,490 untuk laki-laki); RLPP (p=0,041; r=0,485 untuk perempuan; p=0,019; r=0,401 untuk laki-laki). Interval kepercayaan sebesar 95%. Kadar serum leptin memiliki korelasi positif dan signifikan dengan IMT, lingkar pinggang dan RLPP.Kata kunci: Leptin, IMT, lingkar pinggang, RLPP, obesitas. [Positive Correlation between Leptin Concentration, Body Mass Index, Waist Circumference and Waist-Hip Circumference Ratio in Obese Adults Aged 19-25 Years Old at Warmadewa University].Obesity causes negative impacts both psychologically as well as physically related to metabolic syndrome and cardiovascular diseases. Anthropometric measurements such as Body Mass Index (BMI), waist circumference, hip circumference, waist-hip circumference ratio (WHR) are used to identify obesity. Leptin originates from adipose tissue which can be used to identify obesity. Leptin works centrally as metabolic hormone through feedback negative mechanism to inhibit appetite and to increase calorie combustion along with increased body activity. This study aimed to confirm the correlation between leptin concentration and BMI, waist circumference, and WHR in adult obese individuals aged 19-25 years old at Warmadewa University. This study was an analytic correlation study carried out with a cross sectional data collection technique. Fifty two blood samples were collected from adult obese individuals at Warmadewa University, which were examined in Biomolecular Laboratory, Faculty of Medicine Warmadewa University. Fifty two adult obese individuals aged 19-25 years old, male and female, were measured for their height, weight, waist circumference, hip circumference and leptin concentration, by using sandwich ELISA method. Data were analyzed descriptively as well as statistically to assess the correlation. From this study, it was found that serum leptin concentration had a correlation with BMI (r=0.871 in females; p=0.001; r=0.549 in males), waist circumference (p=0.001; r=0.695 in females; p=0.003; r=0.490 in males); WHR (p=0.041; r=0.485 in females; p=0.019; r=0.401 in males). Confidence Interval (CI) 95%. Serum leptin concentration has significant positive correlation with BMI, waist circumference and WHR.Keywords: Leptin, BMI, waist circumference, WHR, Obesity.
The Correlation of Body Composition and Fitness Level of Students in Medical Faculty Unwar Wayan Rusni; Komang Trisna Sumadewi; Tanjung Subrata
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 4 No 2 (2019): November 2019
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.4.2.1044.61-65

Abstract

Medical students beside they are as a member of the medical rescuer, the team is also to have good physical fitness due to consider that Indonesia involves a disaster drawn area. The study was conducted on a member of Tim Bantuan Medis (Medical Rescuer Team) of FKIK Warmadewa University. This simple random sampling was carried out to choose the sample. The data was analyzed using the Spearman correlation test to find out the correlation between body composition and physical fitness. The result from body composition showed that the highest percentage is in the average category (40.7%) and the smallest percentage is in the fair category (3.35%). Whereas the level of physical fitness that assessed through muscle endurance and cardio-respiratory endurance show a level in the poor as follow 38,5% and 85,7%. The conclusion is a significant correlation (relatively strong)between body composition and physical fitness (muscle endurance and cardio-respiratory endurance ) (r=0.30 dan r=0.18)
The Differences of 10% Neutral Buffered Formalin, 4% Paraformaldehyde, and Bouin Solution in Newborn Rat Brain Luh Gde Evayanti; Ni Putu Diah Witari; Komang Trisna Sumadewi; A.A.Ayu Asri Prima Dewi; Fransiscus Fiano Anthony Kerans; Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini
WMJ (Warmadewa Medical Journal) Vol 9 No 1 (2024): May 2024
Publisher : Warmadewa University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/wmj.9.1.9180.1-4

Abstract

Rats are widely used in the study of embryological development of the central nervous system and its congenital disorders. Therefore, tissue fixation is very important in obtaining a good picture of the central nervous system, especially in newborn rats. This study aims to determine the difference in fixation using a solution of 10% neutral buffered formalin, 4% paraformaldehyde, and Bouin solution in the brain tissue of newborn rats. This experimental study used a post-test only controlled-group design with 18 newborn rats aged zero day. After randomization, the pups were grouped into 3 treatment groups, namely: fixation with 10% neutral buffered formalin solution (P1, n = 6), and fixation with 4% paraformaldehyde solution (P2, n = 6), and fixation with Bouin solution (P3, n = 6). Assessment using Hematoxylin Eosin staining, and analyzed by blinding based on the histology of the cerebral tissue (cell nucleus staining, cytoplasmic staining, staining clarity, uniformity of staining). Five cerebrum fields were examined. Data analysis used Kruskall Wallis test and post hoc Mann Whitney test using SPSS. The result was a significant difference in the histology of the brain tissue of newborn rats with the fixation of a solution of 10% neutral buffered formalin, 4% paraformaldehyde and Bouin solution (p = 0.001). Brain tissue fixation using 10% neutral buffered formalin solution showed better quality of histological pictures compared to 4% solution of paraformaldehyde solution and Bouin solution (p <0.05).
Hubungan Pemberian ASI dengan Kejadian ISPA pada Bayi Usia 4-6 Bulan di RSUD Sanjiwani Gianyar dan BRSUD Tabanan Tahun 2016-2020 Ni Putu Eka Gloria Puspawan; Ni Kadek Elmy Saniathi; Komang Trisna Sumadewi
Aesculapius Medical Journal Vol 1 No 1 (2021): October
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.1.1.2021.13-19

Abstract

ABSTRAK Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) termasuk masalah utama bagi kesehatan anak dibawah lima tahun di Negara Indonesia. Persentase balita dengan ISPA menurut Kemenkes RI (2019) didapatkan 56,51%. ISPA dapat dicegah melalui pemberian ASI khususnya bagi anak umur 0-6 bulan karena kandungan zat antibodi yang mampu melindunginya dari beragam penyakit seperti ISPA dan diare. Penelitian bertujuan untuk mengetahui korelasi antara pemberian ASI dan kejadian ISPA yang menyerang anak umur 4-6 bulan di RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar dan BRSUD Tabanan tahun 2016-2020. Desain penelitian adalah analitik observasional dengan pendekatan cross-sectional. Adapun populasi penelitian yaitu semua bayi usia 4-6 bulan dengan ISPA yang datang atau di rawat di RSUD Sanjiwani Gianyar serta BRSUD Tabanan dari bulan Januari 2016 - Desember 2020 dengan teknik pengambilan sampel Consecutive- sampling yang memenuhi syarat inklusi serta eksklusi. Instrumen yang dipergunakan ialah rekam medis, analisis data menerapkan analisis univariat, bivariat yaitu pengujian Chi- square serta multivariat yaitu pengujian regresi logistik biner. Dari 102 total sampel didapatkan hasil pengujian bivariat p=0,048 yang selanjutnya dilakukan uji statistik multivariat dan diperoleh p=0,035 yang merepresentasikan pemberian ASI mempunyai korelasi signifikan pada kejadian ISPA. Sehingga dari penelitian ini dapat disimpulkan adanya korelasi antara pemberian ASI dan kejadian ISPA bagi bayi umur empat sampai enam bulan yang ada pada RSUD Sanjiwani Kabupaten Gianyar dan BRSUD Tabanan tahun 2016-2020. Kata kunci: Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), Air Susu Ibu (ASI), bayi usia 4-6 bulan ABSTRACT Acute Respiratory Infection (ARI) is a major problem for the health of children under five years old in Indonesia. The percentage of children under five with ARI according to the Indonesian Ministry of Health (2019) was 56.51%. ARI can be prevented through breastfeeding, especially for children aged 0-6 months because it contains antibodies that can protect them from various diseases such as ARI and diarrhea. This study aims to find out the correlation between breastfeeding and the incidence of ARI that attacks children aged 4-6 months in Sanjiwani Hospital, Gianyar Regency and BRSUD Tabanan in 2016-2020. The research design is analytical observational with a cross-sectional approach. The study population was all infants aged 4-6 months with ARI who came or were treated at the Sanjiwani Hospital Gianyar and BRSUD Tabanan from January 2016 - December 2020 with a Consecutive-sampling sampling technique that met the inclusion and exclusion requirements. The instruments used are medical records, data analysis applies univariate analysis, bivariate Chi-square testing and multivariate binary logistic regression testing. Of the 102 total samples, the results of the bivariate test were p = 0.048 which was then carried out by multivariate statistical tests and obtained p = 0.035 which represented that breastfeeding had a significant correlation on the incidence of ARI. So from this study it can be concluded that there is a correlation between breastfeeding and the incidence of ARI for infants aged four to six months in Sanjiwani Hospital, Gianyar Regency and BRSUD Tabanan in 2016-2020. Keywords: Acute Respiratory Infection (ARI), breastfeeding, infants aged 4-6 months
Hubungan antara Self Efficacy dengan Tingkat Stres Mahasiswa Baru FKIK Universitas Warmadewa Angkatan 2020 Putu Ayu Pradnya Paramita; Sagung Putri Permana Lestari Murdhana Putere; Komang Trisna Sumadewi
Aesculapius Medical Journal Vol 1 No 2 (2022): February
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.1.2.2022.44-50

Abstract

Abstract [The Relationship between Self Efficacy and Stress Levels in New Students of the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University Class of 2020] Stress is a psychological problem that many children, adolescents and adults encounter. In Riskesdas (2018), 9.8% of the 15-year-old Indonesian population has emotional problems such as stress. Freshmen will face various difficulties due to different learning situations from the past. This will affect the psychological status of students, one of which is characterized by stress, which interferes with daily activities or leads to suicidal ideation. Self-efficacy is an internal factor that affects the level of stress. When self-efficacy is high, stress levels are low. The purpose of this study is to understand the relationship between self-efficacy and freshmen's stress level. This study is an analytical observational study using a cross-sectional study model. The measurement tools used are the DASS-42 questionnaire to assess stress levels and the GSES questionnaire to measure self-efficacy. The sample used was a 2020 batch of 100 new FKIK University Warmadewa students, who were selected using simple random sampling. The collected data is analyzed using the SPSS application. The hypothesis test used is Spearman rank correlation test as a bivariate analysis, which shows that there is a significant negative effect between self-efficacy and stress level (r = -0.620 and p-value = 0.000) The chi-square test showed that compared with high self-efficacy, the risk of experiencing stress with low self-efficacy was 18.857 times higher (95% CI = 2,413 – 146,727 and p-value = 0.000). Keywords: stress level, self-efficacy
Hubungan Adiksi Internet dengan Depresi dan Kecemasan pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Warmadewa Angkatan 2018 dan 2019 Kadek Ayu Trishanti Devi; Komang Trisna Sumadewi; I Wayan Eka Arsana
Aesculapius Medical Journal Vol 2 No 3 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.2.3.2022.181-187

Abstract

Excessive use of internet can cause internet addiction condition especially in students. Internet addiction has negative impact on the onset of psychiatric symptoms such as depression and anxiety. The aims of this research was to determine the relationship between internet addiction with depression and anxiety in medical students of the Faculty of Medicine and Health Sciences, Warmadewa University class of 2018 and 2019. The type of this research was an analytic correlation study with a cross-sectional design which conducted from November – December 2021 used simple random sampling for the sampling technique then obtained 80 samples. Data of internet addiction level, depression level and anxiety level collected by questionnaire. Data univariate analysis used frequency distribution and bivariate analysis used Spearman rank correlation test. The final result of bivariate analysis showed p value <0,05 which means there is a significant positive correlation between internet addiction with depression (p=0,003) and between internet addiction with anxiety (p=0,003). It also showed the correlation between internet addiction with anxiety (r=0,332) greater than the correlation between internet addiction with depression (r=0,323).
Hubungan antara Pola Interaksi Orang Tua-Anak dengan Perilaku Agresif pada Remaja di SMP Negeri 1 Kuta Utara Ni Kadek Sonia Pratiwi; Komang Trisna Sumadewi; I Gusti Rai Tirta
Aesculapius Medical Journal Vol 2 No 3 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Warmadewa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22225/amj.2.3.2022.155-160

Abstract

Aggressive behavior can be interpreted as an act intended to injure or hurt another person, both physically and psychologically, resulting in harm or harm to others. There are various forms of aggressive behavior that can be observed in our daily life, including berating, mocking, cursing, rioting, and all kinds of behavior that lead to acts of violence. This study aims to explain the relationship between parent-child interaction patterns with aggressive behavior in adolescents at SMP Negeri 1 Kuta Utara. The design used was analytic and a cross sectional approach. This research was done at SMP Negeri 1 Kuta Utara. The samples was 100 people that selected by the proportional stratified random sampling method. The data was obtained from filling out the PACHIQ-R questionnaire and the aggressiveness questionnaire by the respondents, then the data were analyzed using univariate analysis and bivariate analysis using the Pearson Correlation Test. The results of the study with the Pearson Correlation Test found that the correlation coefficient between parent-child interaction patterns with adolescent aggressive behavior was -0.216 with a significance of 0.031 where the value was smaller than the significant level <0.05, the strength of the relationship was weak with the correlation value. 0.216. The direction of the correlation is negative (-) which means that the better the parent-child interaction pattern, the lower the aggressive behavior of adolescents.
Co-Authors A. A. Ayu Asri Prima Dewi A.A.Ayu Asri Prima Dewi Aanak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Asri Prima Dewi Anak Agung Ayu Istri Prima Dewi Anny Eka Pratiwi Anny Pratiwi Asri Lestarin Asri Lestarini Asri Prima Dewi AA Ayu Aulia Iefan Datya Aulia Iefan Datya Cahyawati, Putu Nita Cokorda Istri Swandewi Puspasari Putri Cokorda Istri Swandewi Puspasari Putri D.A.A.A Suka Astini Desak Putu Citra Udiyani Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suka Astini Dewa Ayu Ratna Juwita Fransiscus Fiano Anthony Kerans Fransiscus Fiano Anthony Kerans FRANSISKUS SALESIUS ONGGANG Gede Dalem Gilang Mahajaya Putra Gede Giofany Achaldy Indra Pradnya Rudi Suryantara Heru Santoso Wahito Nugroho I Dewa Gede Amara Putra Wibawa I Gde Nengah Adhilaksman Sunyamurthi Wirawan I Gusti Ngurah Bagus Jaya Wisesa I Gusti Ngurah Bagus Jaya Wisesa I Gusti Ngurah Putu Sana I Gusti Ngurah Suryantha I Gusti Rai Tirta I Kadek Adi Aryatama I Ketut Gama I Ketut Sudiantara I Komang Ary Setia Kurniawan I Nyoman Sueta I Wayan Eka Arsana I Wayan Eka Arsana I Wayan Mustika I Wayan Sudiarta I Wayan Suwitra Ida Bagus Made Agastya Pranata Ida Bagus Tatwa Yatindra Ida Kurniawati Ida Kurniawati Ida Kurniawati Jane Leo Mangi K Tangking Widarsa Kadek Ayu Astuti Kadek Ayu Trishanti Devi Kadek Ayu Trishanti Devi Kamilus Mamoh Luh Gde Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Evayanti Luh Gede Pradnyawati Luh Gede Sri Yenny Made Sudarjana Matje Meriati Huru Ni Kadek Elmy Saniathi Ni Kadek Sonia Pratiwi Ni Luh Putu Putri Ni Made Ayu Pratiwi Wedantari Ni Made Ayu Pratiwi Wedantari Ni Made Kharisma Praba Yuanika Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari Ni Putu Diah Witari, Ni Putu Ni Putu Eka Gloria Puspawan Ni Putu Sukarini Ni Wayan Rusni Ni Wayan Rusni Putu Aryagiri Prebawa Putu Asih Primatanti Putu Ayu Pradnya Paramita Putu Ayunda Trisnia Putu Diah Witari Ratna Juwita Sagung Putri Permana Lestari Murdhana Putere Saktivi Harkitasari Saktivi Harkitasari, Saktivi Sanglar Polnok Saraswati Laksmi Dewi Sri Ratna Dewi Sri Ratna Dewi Suka Astini Dewa Ayu Agung Alit Suparji Suparji Tanjung Subrata Tanjung Subrata Tanko Titus AUTA Tjok Istri Putra Parwati Tri Johan Agus Yuswanto Tri Krisnanda Pramarta Tri Krisnanda Pramarta Wayan Rusni