Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Pemberdayaan Kolaboratif Guru dan Siswa Berbasis Teknologi Digital pada Isu Kesehatan Lingkungan: Sebuah Transformasi Literasi Sains Suciari, Ni Komang Dina; Paraniti, Anak Agung Inten; Ratnani, Dewa Ayu Sri; Septianingsih, Ni Kadek Intan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 4 No. 2 (2025): Bulan November
Publisher : Bhinneka Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58266/jpmb.v4i2.743

Abstract

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi sains dan keterampilan komunikasi visual guru serta siswa di SMKS Kesehatan Bali Medika Denpasar melalui pelatihan berbasis teknologi digital. Program dilaksanakan sebagai tindak lanjut hasil analisis kebutuhan yang menunjukkan rendahnya kemampuan peserta dalam memahami teks ilmiah dan memvisualisasikan data. Metode kegiatan meliputi sosialisasi, pemaparan materi interaktif, workshop pembuatan infografis menggunakan Canva dan Piktochart, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata nilai guru dari 70 menjadi 91 dan siswa dari 65 menjadi 85, yang mencerminkan peningkatan pemahaman konsep ilmiah dan kemampuan berpikir kritis. Kegiatan ini efektif memperkuat integrasi literasi sains dengan teknologi digital serta menumbuhkan kesadaran peserta terhadap pentingnya penerapan sains dalam konteks kesehatan lingkungan sekolah.
Persepsi Literasi Sains Calon Guru IPA: Domain Manakah yang Bermasalah? Anak Agung Inten Paraniti; Ni Komang Dina Suciari; Putu Budi Adnyana
Jurnal Pendidikan Biologi Undiksha Vol. 13 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pendidikan Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23887/jjpb.v13i2.115819

Abstract

Literasi sains merupakan kompetensi esensial untuk membentuk masyarakat yang responsif terhadap isu lingkungan dan kemajuan teknologi. Mahasiswa calon guru IPA memegang peran kunci dalam mewujudkan generasi melek ilmiah, sehingga penguasaan domain literasi sains yang komprehensif menjadi keharusan. Penelitian survei deskriptif kuantitatif ini mengeksplorasi persepsi literasi sains 216 mahasiswa calon guru di wilayah Bali, Lombok, dan Nusa Tenggara Timur yang berasal dari lima institusi pendidikan.Temuan menunjukkan bahwa secara umum persepsi responden berada pada kategori "baik" (98,6%). Namun, domain "etika sains" memerlukan perhatian khusus karena 20,4% responden masih berada pada kategori "rendah". Rendahnya pemahaman pada domain ini berisiko menciptakan pemisahan antara sains modern dan nilai-nilai etnosains (kearifan lokal). Tanpa dasar etika sains yang kuat, calon guru cenderung menganggap kearifan lokal sekadar tradisi budaya dan bukan ilmu pengetahuan yang valid, sehingga gagal mengintegrasikannya ke dalam pembelajaran kontekstual. Hal ini menegaskan bahwa penguatan etika sains dalam kurikulum persiapan guru sangat krusial untuk memastikan efektivitas pendidikan sains yang mampu menjembatani ilmu pengetahuan dengan realitas sosial-budaya siswa.