Claim Missing Document
Check
Articles

Found 18 Documents
Search

Pengaruh Ecoliteracy untuk Meningkatkan Kesadaran Lingkungan pada Mahasiswa Irawan, Yoga; Fitriani, Annisa
Imajeri: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 7 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. Dr. Hamka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/imajeri.v7i2.16997

Abstract

Masalah dalam penelitian ini adalah kesadaran lingkungan yang dimiliki oleh mahasiswa masih memprihatinkan. Untuk itu, perlu adanya perbaikan dengan menggunakan pelatihan ecoliteracy sebagai metode treatment. Tujuan penelitian ini ada dua, yaitu 1) mengetahui pengaruh pelatihan ecoliteracy terhadap peningkatan kesadaran lingkungan dan 2) mengetahui perbedaan kesadaran lingkungan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol setelah mendapatkan pelatihan ecoliteracy. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah quasi eksperimen dengan menggunakan rancangan two group pretest postest design. Sampel penelitian ini terdiri atas 60 mahasiswa yang belum pernah mengikuti pelatihan ecoliteracy. Sampel tersebut dibagi menjadi dua kelas, 30 mahasiswa sebagai kelompok eksperimen dan 30 mahasiswa sebagai kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan mean skor kesadaran lingkungan pada kelompok eksperimen. Skor pretest sebesar 25,40, sedangkan skor posttest meningkat menjadi 55,90 setelah diberikan pelatihan ecoliteracy. Adapun kelompok kontrol tidak menunjukkan peningkatan mean skor yang signifikan. Skor pretest sebesar 27,23, sedangkan skor posttest meningkat menjadi 28,57. Kelompok eksperimen juga mengalami peningkatan kesadaran lingkungan dengan nilai Sig. (2 tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang bermakna mean skor kelompok eksperimen sebesar 30,5 berbanding kelompok kontrol sebesar 1,34.
Anti Rasisme dalam Perspektif Tafsir Fi Zilalil Qur’an dan Tafsir Al Azhar Abdillah, Muhammad Auzan; Masruchin, Masruchin; Irawan, Yoga
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.28908

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penafsiran Surah Al-Ḥujurāt ayat 11 dalam dua kitab tafsir kontemporer, yakni Fī Ẓilāl al-Qur’ān karya Sayyid Quthb dan Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka, dalam konteks ajaran anti-rasisme. Ayat ini mengandung larangan terhadap olok-olokan, ejekan, dan pemberian julukan buruk antarsesama manusia—perilaku-perilaku yang menjadi akar diskriminasi dan rasisme. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui studi kepustakaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua tafsir memiliki komitmen yang sama dalam menolak rasisme, namun dengan pendekatan yang berbeda. Sayyid Quthb menafsirkan ayat ini dalam kerangka pembebasan sosial dan etika keimanan universal, sementara Buya Hamka memberikan penafsiran yang aplikatif dengan contoh-contoh nyata dari kehidupan masyarakat Indonesia. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tafsir atas ayat tersebut relevan dalam membangun nilai-nilai keadilan sosial, kesetaraan, dan etika bermasyarakat yang bebas dari prasangka rasial dan diskriminasi sosial.
Integrasi Tari Tradisional Bonet ke dalam Pembelajaran Pendidikan Jasmani sebagai Upaya Pelestarian Kearifan Lokal Talan, Rudobertus; Nay, Florianus Aloysius; Pratama, Rivan Saghita; Irawan, Yoga
Journal of SPORT (Sport, Physical Education, Organization, Recreation, and Training) Vol 9, No 2 (2025): Journal of S.P.O.R.T
Publisher : Pendidikan Jasmani Universitas Siliwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37058/sport.v9i2.15536

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengintegrasikan tarian tradisional Bonet ke dalam pembelajaran PJOK sebagai langkah strategis dalam melestarikan warisan budaya lokal di Kabupaten Timor Tengah Utara. Peneliti menggunakan metode campuran, yaitu pendekatan deskriptif kualitatif dan kuantitatif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi langsung, wawancara, serta dokumentasi. Subjek penelitian meliputi guru PJOK di lima sekolah menengah pertama serta seorang tokoh budayawan lokal. Peneliti kemudian menyusun RPP dan LKPD yang menggabungkan tarian Bonet ke dalam materi senam ritmik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengintegrasian tarian Bonet dalam pembelajaran mampu meningkatkan pemahaman siswa terhadap budaya lokal, mendorong partisipasi siswa hingga 30%, serta memberikan kontribusi peningkatan kebugaran fisik sebesar 25%. Guru dan siswa merespons positif pendekatan ini karena mampu memadukan nilai-nilai budaya dengan aspek kebugaran secara relevan dan kontekstual. Disimpulkan bahwa Tarian Bonet berperan strategis dalam pendidikan jasmani sebagai sarana pengembangan fisik sekaligus pelestarian budaya yang memperkuat karakter dan identitas peserta didik di era globalisasi.
Studi Komparatif Tasawuf Modern: Buya Hamka dan Buya Kamba Mey Melitasari; Suhandi; Yoga Irawan; M. Afif Anshori; Melitasari, Mey; Suhandi, Suhandi; Irawan, Yoga; Ansori, M. Afif
JURNAL JAWI Vol 7 No 2 (2024): Media, Resistance and Social Harmony
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jawi.v7i2.23630

Abstract

Modernisasi telah menimbulkan krisis spiritual dan kekosongan dalam kehidupan manusia modern. Dalam upaya mencari jawaban atas kondisi ini, banyak individu beralih ke tasawuf sebagai jalan solusi, yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk baru yang disebut tasawuf modern. Penelitian ini berfokus pada pemikiran dua tokoh tasawuf modern Indonesia, Buya Hamka dan Buya Kamba, yang meskipun memiliki latar belakang berbeda, keduanya mengajarkan inti ajaran tasawuf yang sesuai dengan perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji persamaan dan perbedaan dalam pandangan mereka tentang tasawuf modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konten untuk menggali pemikiran kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan pandangan mereka mengenai tazkiyatun-nafs, pedoman tasawuf modern, dan konsep zuhud. Namun, perbedaan muncul dalam pandangan mereka terkait tarekat, sumber penyakit mental, dan maqamat. Relevansi kajian ini sangat penting dalam konteks modern, di mana tasawuf dapat menawarkan solusi terhadap krisis spiritual yang banyak dialami oleh masyarakat di era modern, dengan mengajarkan keseimbangan antara aspek batin dan kehidupan duniawi. 
Social Motives and Group Commitment on Volunteer Involvement in Five Social Communities in The City of Bandar Lampung Fitriani, Annisa; Rasyidin, Yusafrida; Irawan, Yoga; Zalmansyah, Achril
ANFUSINA: Journal of Psychology Vol. 6 No. 1 (2023): ANFUSINA: Journal of Psychology
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/00202361658600

Abstract

        AbstractVolunteers are people who decide to be involved in volunteering activities based on careful calculation. The activities by volunteers are voluntary and without expecting external rewards. The population in the study came from five social communities in Bandar Lampung: 1) Jendela Lampung Community, 2) Komunitas Peduli Generasi with Yayasan Rumah Singgah Peduli Lampung, 3) Komunitas Sedekah Lampung, 4) Komunitas Berbagi (Kombi), and 5) Itera Mengajar. From these five social communities, the researchers obtained a population of 202 volunteers. The researchers obtained a sample of 60 volunteers through purposive sampling techniques and screening. This study employed Likert scales data collection method, which includes a volunteer involvement scale, a social motive scale, and a group commitment scale. The data were analyzed using two predictor multiple regression analysis techniques assisted by the JASP 0.16.1.0 program for Windows. The results showed that the correlation value (r) was 0.337 with a significant p-value of 0.041 (p-value smaller than 0.05). The hypothesis is accepted; therefore, a significant relationship exists between social motives and group commitment on volunteer involvement. The R2 value of 0.155 states that the two independent variables effectively contribute 15.5%.Keywords: Volunteer Involvement, Social Motives, and Group Commitment
Construction of the Meaning of Ayat Kursi: An Analysis of Al-Munir and At-Ta'wil An-Najmiyyah Interpretations Through Roland Barthes' Semiotics Approach : (Konstruksi Kandungan Makna Ayat Kursi: Telaah Tafsir Al-Munir Dan At-Ta’wil An-Najmiyyah Melalui Pendekatan Semiotika Roland Barthes) Ali, Khansa Fathinatul Mawaddah; Masykuroh, Siti; Irawan, Yoga
Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2025): Available online since 26 August 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Al Multazam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57163/almuhafidz.v5i2.249

Abstract

This study investigates how ideological meaning is constructed in Ayat Kursi through Roland Barthes’ semiotic approach, using Tafsir al-Munir and At-Ta’wil al-Najmiyyah as primary references, and how its transformation of meaning is manifested in Muslim religious practices. Ayat Kursi, widely recited and regarded as a means of protection, is often understood normatively, without further exploration of the sign systems embedded in its textual formulations. This research highlights that each expression in the verse holds broader and more complex meanings that go beyond literal interpretation. The findings show that, at the denotative level, Ayat Kursi describes Allah’s majesty and absolute power. At the connotative level, it conveys symbols of divine protection, spiritual strength, and Islamic identity. At the mythical level, the verse represents transcendent authority that governs human existence, portraying faith as a protective force through Allah’s unlimited power to repel danger, ward off evil, and bring peace. Furthermore, the study identifies three patterns in the transformation of Ayat Kursi’s meaning within religious practice: (1) a shift from spiritual-transcendental protection to its use as a magical-sympathetic object; (2) its role as a marker of identity and sacred space; and (3) a reduction of its rich, complex meanings into simplified, practical functions. By combining semiotic analysis with exegetical perspectives, this research contributes to deepening the study of Qur’anic interpretation and demonstrates the continued relevance of Ayat Kursi for contemporary Islamic discourse.
Construction of the Meaning of Ayat Kursi: An Analysis of Al-Munir and At-Ta'wil An-Najmiyyah Interpretations Through Roland Barthes' Semiotics Approach : (Konstruksi Kandungan Makna Ayat Kursi: Telaah Tafsir Al-Munir Dan At-Ta’wil An-Najmiyyah Melalui Pendekatan Semiotika Roland Barthes) Ali, Khansa Fathinatul Mawaddah; Masykuroh, Siti; Irawan, Yoga
Al Muhafidz: Jurnal Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir Vol. 5 No. 2 (2025): Available online since 26 August 2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Sekolah Tinggi Ilmu Al-Qur'an Al Multazam Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57163/almuhafidz.v5i2.249

Abstract

This study investigates how ideological meaning is constructed in Ayat Kursi through Roland Barthes’ semiotic approach, using Tafsir al-Munir and At-Ta’wil al-Najmiyyah as primary references, and how its transformation of meaning is manifested in Muslim religious practices. Ayat Kursi, widely recited and regarded as a means of protection, is often understood normatively, without further exploration of the sign systems embedded in its textual formulations. This research highlights that each expression in the verse holds broader and more complex meanings that go beyond literal interpretation. The findings show that, at the denotative level, Ayat Kursi describes Allah’s majesty and absolute power. At the connotative level, it conveys symbols of divine protection, spiritual strength, and Islamic identity. At the mythical level, the verse represents transcendent authority that governs human existence, portraying faith as a protective force through Allah’s unlimited power to repel danger, ward off evil, and bring peace. Furthermore, the study identifies three patterns in the transformation of Ayat Kursi’s meaning within religious practice: (1) a shift from spiritual-transcendental protection to its use as a magical-sympathetic object; (2) its role as a marker of identity and sacred space; and (3) a reduction of its rich, complex meanings into simplified, practical functions. By combining semiotic analysis with exegetical perspectives, this research contributes to deepening the study of Qur’anic interpretation and demonstrates the continued relevance of Ayat Kursi for contemporary Islamic discourse.
Studi Komparatif Tasawuf Modern: Buya Hamka dan Buya Kamba Mey Melitasari; Suhandi; Yoga Irawan; M. Afif Anshori; Melitasari, Mey; Suhandi, Suhandi; Irawan, Yoga; Ansori, M. Afif
JURNAL JAWI Vol 7 No 2 (2024): Media, Resistance and Social Harmony
Publisher : Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24042/jawi.v7i2.23630

Abstract

Modernisasi telah menimbulkan krisis spiritual dan kekosongan dalam kehidupan manusia modern. Dalam upaya mencari jawaban atas kondisi ini, banyak individu beralih ke tasawuf sebagai jalan solusi, yang kemudian dipresentasikan dalam bentuk baru yang disebut tasawuf modern. Penelitian ini berfokus pada pemikiran dua tokoh tasawuf modern Indonesia, Buya Hamka dan Buya Kamba, yang meskipun memiliki latar belakang berbeda, keduanya mengajarkan inti ajaran tasawuf yang sesuai dengan perkembangan zaman. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji persamaan dan perbedaan dalam pandangan mereka tentang tasawuf modern. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan studi literatur dan analisis konten untuk menggali pemikiran kedua tokoh tersebut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat kesamaan pandangan mereka mengenai tazkiyatun-nafs, pedoman tasawuf modern, dan konsep zuhud. Namun, perbedaan muncul dalam pandangan mereka terkait tarekat, sumber penyakit mental, dan maqamat. Relevansi kajian ini sangat penting dalam konteks modern, di mana tasawuf dapat menawarkan solusi terhadap krisis spiritual yang banyak dialami oleh masyarakat di era modern, dengan mengajarkan keseimbangan antara aspek batin dan kehidupan duniawi.