Claim Missing Document
Check
Articles

Found 33 Documents
Search

Developing a Salutogenic Food-Based Taiyaki to Strengthen Family and Community Capacity for Healthy Eating Salsabila Romadona; Rita Ismawati
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. SI1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.ISI1.2026.199-207

Abstract

Background: Strengthening family and community capacity for healthy eating remains a key challenge in health promotion, particularly in Indonesia, where child stunting persists. Objective: This study aimed to develop a salutogenic food-based taiyaki using moringa leaves and mung bean flour and to interpret its potential role in strengthening family and community capacity for healthy eating. Methods: A two-phase descriptive analytic design was applied. Phase 1 involved experimental food product development through five formulation trials using partial substitution with moringa leaves and mung bean flour, followed by expert sensory evaluation and nutritional content analysis using NutriSurvey software. Phase 2 consisted of a literature-based salutogenic health promotion analysis guided by salutogenesis theory, health promotion principles, and a social marketing framework to interpret potential contributions to capacity building. Results: The optimized taiyaki formulation with moringa leaves and mung bean flour demonstrated good sensory acceptability by expert panelists, alongside improved nutritional content, particularly in protein, iron, zinc, dietary fiber, and selected vitamins. These findings indicate that familiar snack foods can be nutritionally enhanced using locally available ingredients without compromising their acceptability. A Salutogenic perspective showed that the product’s familiar format and clear nutritional value enhance comprehensibility, the use of accessible ingredients supports manageability, and the culturally acceptable, child-friendly presentation strengthens meaningfulness. Conclusion: Food-based taiyaki modified with moringa leaves and mung bean flour shows potential as a salutogenic health promotion strategy to strengthen family and community capacity for healthy eating and provides a foundation for future community-based implementation.
Penerapan Mesin Spiner Dan Penataan Managemen Untuk Peningkatkan Produksi Dan Kualitas Alen-Alen Di UMKM Alen-Alen Bendorejo, Pogalan Trenggalek Muhaji Muhaji; Rita Ismawati; Ita Fatkhur Romadhoni; Noor Rohmah Mayasari
Jurnal Abdisci Vol 1 No 1 (2023): Vol 1 No 1 Tahun 2023
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v1i1.112

Abstract

Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek merupakan sentra/pusat pembuat dan penjual alen-alen dan makanan khas Trenggalek. Alen-alen adalah makanan khas daerah Trenggalek yang bentuknya seperti cincin. Masyarakat Trenggalek menjadikan alen-alen sebagai camilan sehari-hari di kala musim hujan maupun musim panas sebagai teman minum kopi dan ada juga yang dijadikan pelengkap makan seperti krupuk. Permasalahan di IKM mitra (“RESTU IBU’’ dan “ANUGERAH”) adalah: (1) permasalahan aspek produksi, yakni rendahnya kualitas dan kuantitas produksi alen-alen disebabkan oleh proses penirisan minyak yang kurang maksimal, karena masih menggunakan alat peniris minyak seadanya sehingga hasilnya tidak optimal (kandungan minyak masih banyak dan mudah tengik) dan (2) permasalahan aspek manajemen yakni lemahnya pengelolaan manajemen UMKM pembuat alen-alen yang mencakup manajemen keuangan, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia dan manajemen pemasaran. Solusi yang ditawarkan untuk memecahkan permasalahan yang dialami oleh industri mitra adalah: 1) dibuatkan mesin spiner (peniris minyak) yang terbuat dari steanlis steel yang digerakkan oleh motor listrik dengan kecepatan putaran yang bisa diatur sesuai kebutuhan/tergantung jumlah dan jenis produk; 2) perbaikan manajemen yakni lemahnya pengelolaan manajemen UMKM pembuat alen-alen yang mencakup manajemen keuangan, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia dan manajemen pemasaran. Hasil pelaksanaan PKM-UMKN menunjukkan bawa mesin spiner yang telah dihasilkan dan dilaksanakan pengujian, hasilnya layak digunakan untuk penirisan minyak. Hasil uji lama penirisan menunjukkan bahwa dengan menggunakan spiner dengan penggerak motor listrik lebih cepat 12 kali jika dibandingkan dengan peniris tradisional, lebih cepat 4 kali jika dibandingkan dengan alat peniris yang digerakkan dinamo. Produksi penirisan menghasilkan 18 kg/jam, hal ini naik 4 kali jika dibandingkan dengan mesin penggerak dinamo dan naik 12 kali jika dibandingkan dengan peniris tradisional. Sedang dari hasil pelatihan dan pendapingan manajemen keuangan, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia dan manajemen pemasaran, menjukkan semua peserta mengikuti sangat antusias, dan 15% peserta pelatihan menyatan puas, 85% peserta pelatihan menyatan sangat puas terhadap pelaksanaan pelatihan.
KARAKTERISTIK KELUARGA DENGAN BALITA GIZI BURUK DI KOTA SURABAYA Amalia Ruhana; Choirul Anna Nur Afifah; Rita Ismawati; Veni Indrawati; Siti Sulandjari; Rahayu Dewi
LENTERA: JOURNAL OF GENDER AND CHILDREN STUDIES Vol 1 No 1 (2019): Lentera: Journal of Gender and Children Studies ( 2019 )
Publisher : LPPM Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lentera.v1i1.6812

Abstract

Gizi buruk merupakan suatu keadaan balita yang apabila dilihat secara antropometri dengan menggunakan indeks berat badan per umur, memiliki ambang batas di bawah -3 Z-Score. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik keluarga yang memiliki balita gizi buruk. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional Study. Hasil dari penelitian rata-rata umur ibu dan standar deviasi adalah 33,75±6,79 tahun, sebagian besar ayah (41,9%) berpendidikan SMA dan sebagian besar ibu juga berpendidikan SMA (46,2%), sebagian besar ibu merupakan ibu rumah tangga (68,7%), dan sebagian besar keluarga (78.75%) memiliki pendapatan dibawah upah minimum kota Surabaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keluarga yang memiliki balita gizi buruk memiliki Ibu berumur dewasa, sebagian besar orang tua memiliki pendidikan tertinggi SMA, sebagian besar ibu menjadi Ibu Rumah Tangga dan sebagian besar pendapatan keluarga berada di bawah Upah Minimum Kota Surabaya