Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

KARAKTERISTIK KELUARGA DENGAN BALITA GIZI BURUK DI KOTA SURABAYA Ruhana, Amalia; Nur Afifah, Choirul Anna; Ismawati, Rita; Indrawati, Veni; Sulandjari, Siti; Dewi, Rahayu
LENTERA: JOURNAL OF GENDER AND CHILDREN STUDIES Vol 1 No 1 (2019): Lentera: Journal of Gender and Children Studies ( 2019 )
Publisher : LPPM Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/lentera.v1i1.6812

Abstract

Gizi buruk merupakan suatu keadaan balita yang apabila dilihat secara antropometri dengan menggunakan indeks berat badan per umur, memiliki ambang batas di bawah -3 Z-Score. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui karakteristik keluarga yang memiliki balita gizi buruk. Penelitian ini menggunakan metode Cross Sectional Study. Hasil dari penelitian rata-rata umur ibu dan standar deviasi adalah 33,75±6,79 tahun, sebagian besar ayah (41,9%) berpendidikan SMA dan sebagian besar ibu juga berpendidikan SMA (46,2%), sebagian besar ibu merupakan ibu rumah tangga (68,7%), dan sebagian besar keluarga (78.75%) memiliki pendapatan dibawah upah minimum kota Surabaya. Kesimpulan dari penelitian ini adalah keluarga yang memiliki balita gizi buruk memiliki Ibu berumur dewasa, sebagian besar orang tua memiliki pendidikan tertinggi SMA, sebagian besar ibu menjadi Ibu Rumah Tangga dan sebagian besar pendapatan keluarga berada di bawah Upah Minimum Kota Surabaya
PENGARUH KEMANDIRIAN BELAJAR DAN RESPON PEMBELAJARAN TERHADAP HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK Nokiawati, Novik; Rijanto, Tri; Ismawati, Rita; Marniati; Cholik, Mochamad
Jurnal Ilmiah Pendidikan Citra Bakti Vol. 10 No. 4 (2023)
Publisher : STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jipcb.v10i4.1747

Abstract

Pembelajaran pascapademi Covid-19 menuntut adanya banyak penyesuaian, dikarenakan pembelajaran tatap muka belum dapat berjalan secara optimal dan peserta didik lebih banyak melaksanakan pembelajaran secara online di rumah. Peserta didikpun dituntut untuk memiliki kemadirian belajar atau self-regulated learning (SRL) sebagai faktor penting dalam pencapaian kompetensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kemandirian belajar dan respon pembelajaran peserta didik terhadap hasil belajar mata pelajaran Boga Dasar. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan metode pengambilan sampel teknik sampling jenuh dengan jumlah sampel 150 peserta didik pada SMK N 1 Kertosono dan SMK Kusuma Negara Kertosono yang sedang mendapatkan mata pelajaran Boga Dasar, dengan variabel kemandirian belajar (X1), respon pembelajaran (X2) dan hasil belajar (Y). Instrumen untuk kemandirian belajar dan respon pembelajaran Boga Dasar menggunakan skala likert dengan teknik analisis data menggunakan regresi linier berganda, uji t dan uji F berbantuan software SPSS. Hasil penelitian menujukkan terdapat pengaruh kemandirian belajar terhadap hasil belajar dengan nilai signifikansi 0,048<0,05 dan nilai t hitung 1,993>t tabel 1,976, terdapat pengaruh respon pembelajaran terhadap hasil belajar dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 dan nilai t hitungnya 5,491>t tabel 1,976, dan terdapat pengaruh kemandirian belajar dan respon pembelajaran secara bersama terhadap hasil belajar dengan nilai signifikansi 0,000<0,05 dan nilai F hitung 52,594>F tabel 3,06 dengan pengaruh sebesar 41,7%.
Stres akademik dan frekuensi konsumsi kopi dengan hiperkolesterolemia pada mahasiswa gizi Siahaan, Ruth Elisa Putri; Mayasari, Noor Rohmah; Ismawati, Rita; Sholihah, Lini Anisfatus
Jurnal Gizi Klinik Indonesia Vol 22, No 1 (2025): Juli
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/ijcn.105855

Abstract

Academic stress and coffee consumption frequency with hypercholesterolemia among nutrition studentsBackground: Hypercholesterolemia is a condition where total blood cholesterol exceeds 200 mg/dL, caused by diet, lack of physical activity, environmental factors, and stress. Objective: This study aimed to investigate the relationships among academic stress, coffee consumption frequency, and hypercholesterolemia among nutrition students. Methods: This cross-sectional study was conducted from April 2024 to February 2025 at Universitas Negeri Surabaya. A total of 92 undergraduate students from the Nutrition Study Program, classes of 2021, 2022, and 2023, were selected using proportional random sampling. Data collection was conducted through interviews using the Perceived Sources of Academic Stress (PASS) questionnaire and the Food Frequency Questionnaire (FFQ), along with cholesterol level measurements obtained via fingertip blood tests. Data were analyzed using the Chi-Square test and Fisher’s Exact Test with a 95% confidence level and a significance level of p<0.05.Results: Most respondents experienced high academic stress (87%), rarely consumed coffee (76%), and had hypercholesterolemia (59%). Statistical analysis showed no significant relationship between academic stress and hypercholesterolemia (p = 0.978), and no significant relationship between coffee consumption frequency and hypercholesterolemia (p = 0.589). Conclusions: There is no significant association between academic stress or coffee consumption frequency and hypercholesterolemia among nutrition students.
Developing a Salutogenic Food-Based Taiyaki to Strengthen Family and Community Capacity for Healthy Eating Salsabila Romadona; Rita Ismawati
Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Education Vol. 14 No. SI1 (2026): Jurnal Promkes: The Indonesian Journal of Health Promotion and Health Educat
Publisher : Universitas Airlangga

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20473/jpk.V14.ISI1.2026.199-207

Abstract

Background: Strengthening family and community capacity for healthy eating remains a key challenge in health promotion, particularly in Indonesia, where child stunting persists. Objective: This study aimed to develop a salutogenic food-based taiyaki using moringa leaves and mung bean flour and to interpret its potential role in strengthening family and community capacity for healthy eating. Methods: A two-phase descriptive analytic design was applied. Phase 1 involved experimental food product development through five formulation trials using partial substitution with moringa leaves and mung bean flour, followed by expert sensory evaluation and nutritional content analysis using NutriSurvey software. Phase 2 consisted of a literature-based salutogenic health promotion analysis guided by salutogenesis theory, health promotion principles, and a social marketing framework to interpret potential contributions to capacity building. Results: The optimized taiyaki formulation with moringa leaves and mung bean flour demonstrated good sensory acceptability by expert panelists, alongside improved nutritional content, particularly in protein, iron, zinc, dietary fiber, and selected vitamins. These findings indicate that familiar snack foods can be nutritionally enhanced using locally available ingredients without compromising their acceptability. A Salutogenic perspective showed that the product’s familiar format and clear nutritional value enhance comprehensibility, the use of accessible ingredients supports manageability, and the culturally acceptable, child-friendly presentation strengthens meaningfulness. Conclusion: Food-based taiyaki modified with moringa leaves and mung bean flour shows potential as a salutogenic health promotion strategy to strengthen family and community capacity for healthy eating and provides a foundation for future community-based implementation.
Penguatan Pengetahuan Dan Sikap CPPOB Melalui Media Ular Tangga Pada Siswa SMKN 4 Madiun Dewi, Novianti Tysmala; Ruhana, Amalia; Mayasari, Noor Rohmah; Raisya; Ristanti, Idcha Kusma; Ismawati, Rita; Indrawati, Veni
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 9 No. 2 (2026): April 2026
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v9i2.4385

Abstract

Abstract: Food safety is an essential aspect of ensuring the quality and health of food products, particularly for vocational students who will become future workers in the culinary industry. Understanding and maintaining positive attitudes toward hygiene and sanitation should be developed during the learning process to build appropriate food safety practices. This community service program aimed to strengthen students’ knowledge and attitudes regarding hygiene and sanitation through Good Processed Food Production Methods (CPPOB) education using a CPPOB Snakes and Ladders interactive learning media. The activity involved 52 culinary students of SMKN 4 Madiun, consisting of 10 males and 42 females. The program was conducted in three stages: interactive material delivery, discussion and Q&A sessions, and an educational game session. Evaluation was carried out using pre-test and post-test to measure changes in knowledge and attitudes. The results showed an increase in the average knowledge score from 93 to 99 and attitude score from 88 to 93 after the intervention. These findings indicate that interactive educational media effectively enhance students’ conceptual understanding and foster positive attitudes toward hygiene and sanitation practices. This program can serve as an innovative learning model to improve vocational students’ competencies in culinary education. Keywords: CPPOB; education; hygiene and sanitation; snakes and ladders media; culinary students Abstrak: Keamanan pangan merupakan aspek penting dalam menjamin mutu dan kesehatan produk makanan, khususnya bagi siswa kejuruan yang akan menjadi tenaga kerja di bidang kuliner. Pemahaman dan sikap positif terhadap higiene dan sanitasi perlu ditanamkan sejak masa pendidikan agar terbentuk perilaku kerja yang sesuai dengan prinsip keamanan pangan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan membentuk sikap positif siswa jurusan kuliner SMKN 4 Madiun melalui edukasi Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) berbasis media permainan ular tangga. Kegiatan diikuti oleh 52 siswa, terdiri atas 10 laki-laki dan 42 perempuan. Pelaksanaan dilakukan melalui tiga tahap, yaitu penyampaian materi interaktif, sesi diskusi dan tanya jawab, serta permainan edukatif. Evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur perubahan pengetahuan dan sikap siswa. Hasil menunjukkan adanya peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 93 menjadi 99, serta sikap dari 88 menjadi 93 setelah edukasi. Peningkatan ini menunjukkan bahwa penggunaan media edukatif interaktif efektif dalam memperkuat pemahaman konsep sekaligus membentuk sikap positif siswa terhadap penerapan higiene dan sanitasi pangan. Kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran inovatif bagi sekolah kejuruan dalam meningkatkan kompetensi siswa di bidang kuliner. Kata kunci: CPPOB; edukasi, higiene sanitasi; media ular tangga; siswa kuliner
Penerapan Mesin Spiner Dan Penataan Managemen Untuk Peningkatkan Produksi Dan Kualitas Alen-Alen Di UMKM Alen-Alen Bendorejo, Pogalan Trenggalek Muhaji Muhaji; Rita Ismawati; Ita Fatkhur Romadhoni; Noor Rohmah Mayasari
Jurnal Abdisci Vol 1 No 1 (2023): Vol 1 No 1 Tahun 2023
Publisher : Ann Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62885/abdisci.v1i1.112

Abstract

Desa Bendorejo Kecamatan Pogalan Kabupaten Trenggalek merupakan sentra/pusat pembuat dan penjual alen-alen dan makanan khas Trenggalek. Alen-alen adalah makanan khas daerah Trenggalek yang bentuknya seperti cincin. Masyarakat Trenggalek menjadikan alen-alen sebagai camilan sehari-hari di kala musim hujan maupun musim panas sebagai teman minum kopi dan ada juga yang dijadikan pelengkap makan seperti krupuk. Permasalahan di IKM mitra (“RESTU IBU’’ dan “ANUGERAH”) adalah: (1) permasalahan aspek produksi, yakni rendahnya kualitas dan kuantitas produksi alen-alen disebabkan oleh proses penirisan minyak yang kurang maksimal, karena masih menggunakan alat peniris minyak seadanya sehingga hasilnya tidak optimal (kandungan minyak masih banyak dan mudah tengik) dan (2) permasalahan aspek manajemen yakni lemahnya pengelolaan manajemen UMKM pembuat alen-alen yang mencakup manajemen keuangan, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia dan manajemen pemasaran. Solusi yang ditawarkan untuk memecahkan permasalahan yang dialami oleh industri mitra adalah: 1) dibuatkan mesin spiner (peniris minyak) yang terbuat dari steanlis steel yang digerakkan oleh motor listrik dengan kecepatan putaran yang bisa diatur sesuai kebutuhan/tergantung jumlah dan jenis produk; 2) perbaikan manajemen yakni lemahnya pengelolaan manajemen UMKM pembuat alen-alen yang mencakup manajemen keuangan, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia dan manajemen pemasaran. Hasil pelaksanaan PKM-UMKN menunjukkan bawa mesin spiner yang telah dihasilkan dan dilaksanakan pengujian, hasilnya layak digunakan untuk penirisan minyak. Hasil uji lama penirisan menunjukkan bahwa dengan menggunakan spiner dengan penggerak motor listrik lebih cepat 12 kali jika dibandingkan dengan peniris tradisional, lebih cepat 4 kali jika dibandingkan dengan alat peniris yang digerakkan dinamo. Produksi penirisan menghasilkan 18 kg/jam, hal ini naik 4 kali jika dibandingkan dengan mesin penggerak dinamo dan naik 12 kali jika dibandingkan dengan peniris tradisional. Sedang dari hasil pelatihan dan pendapingan manajemen keuangan, manajemen produksi, manajemen sumber daya manusia dan manajemen pemasaran, menjukkan semua peserta mengikuti sangat antusias, dan 15% peserta pelatihan menyatan puas, 85% peserta pelatihan menyatan sangat puas terhadap pelaksanaan pelatihan.