p-Index From 2021 - 2026
4.957
P-Index
This Author published in this journals
All Journal International Journal of Evaluation and Research in Education (IJERE) Jurnal Pembangunan Pendidikan: Fondasi dan Aplikasi Jurnal Pendidikan Vokasi Cakrawala Pendidikan Jurnal Kependidikan: Penelitian Inovasi Pembelajaran Jurnal Penelitian dan Evaluasi Pendidikan JURNAL PENELITIAN ILMU PENDIDIKAN JOURNAL OF EDUCATION JURNAL ECONOMIA INOTEKS : Jurnal Inovasi Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Seni Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Undiksha WALISONGO Dinamika Pendidikan Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Journal of Nonformal Education Walisongo: Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Indonesian Journal of Community Engagement) Jurnal Pendidikan Nonformal Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Jurnal Penelitian Pendidikan IPA (JPPIPA) DIKLUS: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Journal of Socioeconomics and Development VISI : Jurnal Ilmiah Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal Abdimas Umtas : Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Jurnal Pendidikan dan Pemberdayaan Masyarakat Golden Age: Jurnal Ilmiah Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Jurnal Pendidikan dan Konseling KOLOKIUM: Jurnal Pendidikan Luar Sekolah Aksara: Jurnal Ilmu Pendidikan Nonformal Journal Of Millennial Community Airman Jurnal PkM: Pemberdayaan Masyarakat Jurnal Akrab (Aksara agar Berdaya) Merpati Jurnal Bina Desa Abdimas Altruis: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Journal of Society and Continuing Education Journal of Nonformal Education
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search
Journal : JURNAL ECONOMIA

Innovation Needs, Social Capital, and Learning Process of Batik Craftsmen Entoh Tohani; Sugito Sugito
Jurnal Economia Vol 15, No 1: April 2019
Publisher : Faculty of Economics Universitas Negeri Yogyakarta in collaboration with the Institute for

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (346.699 KB) | DOI: 10.21831/economia.v15i1.22799

Abstract

AbstractThis study aims to determine batik craftsmen‘s innovation needs and learning process in relation to ownership of social capital. This study is stimulated by an assumption explaining that batik craftsmen’s are able to fulfill their innovation needs through learning process by utilizing established social capital in the batik production context. This qualitative research was conducted on three batik craft SMEs in two sub-districts in Bantul Regency, the center of Yogyakarta's batik production. The research subjects were craftsmen, workers, batik organizers, and community leaders. Data collection is conducted through observation and in-depth interviews. Meanwhile the data were analyzed by using qualitative analysis techniques. The research result reveals that the SMEs of batik craftsmen have diverse innovation needs in expanding their business. Moreover, to fulfill their innovation needs, they also conducted both independent and cooperative learning by utilizing the existing social capital. Yet, the learning process has not been optimally conducted. Thus, empowerment efforts are necessary to develop learning skills by utilizing social capital to meet craftsmen’s innovation needs. Keywords: social capital, learning process, innovation, batik, needsKebutuhan Inovasi, Modal Sosial, dan Proses Belajar Perajin BatikAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui kebutuhan inovasi dan proses belajar para perajin batik dalam konteks kepemilikan modal sosial. Hal ini didasarkan pada pandangan bahwa kebutuhan inovasi dapat dipenuhi apabila para perajin dapat memanfaatkan modal sosial yang terbangun dalam konteks usaha produksi batik melalui proses belajar yang mungkin terjadi di dalamnya. Penelitian kualitatif ini dilakukan terhadap tiga UKM perajin batik di dua kecamatan di Kabupaten Bantul sebagai sentra produksi batik Yogyakarta. Subjek penelitian adalah para perajin, pekerja, pengurus paguyuban batik, dan tokoh masyarakat. Pengumpulan data dengan observasi dan wawancara mendalam dan data dianalisis menggunakan teknik analisis kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perajin batik memiliki kebutuhan inovasi yang beragam dalam mengembangkan usahanya dan melakukan proses belajar baik secara mandiri maupun kooperatif dengan memanfaatkan modal sosial sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya guna memenuhi kebutuhan inovasinya walaupun belum optimal. Oleh karena itu, diperlukan tindakan-tindakan pemberdayaan untuk meningkatkan kemampuan belajar dengan memanfaatkan modal sosial guna memenuhi kebutuhan inovasi perajin. Kata kunci: modal sosial, proses belajar, inovasi, batik, kebutuhan