Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Implementation of forecasting methods to determine teaching and learning model policies during a pandemic in border areas Prananto, Irfan Wahyu; Pamungkas, Tubagus; Hidayat, Riyan
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 1 (2023): March-May
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v16i1.52573

Abstract

Indonesia is an archipelagic country with more than seventeen thousand islands, both in the interior and border areas. The border area is directly or indirectly a barrier to other countries. The purpose of this study is to provide an overview for readers to conduct forecasting method research. This study aims to describe the profile of the spread of the virus and provide input on education policies in border areas for forecasting. This research may need to be more thematically up-to-date and slow in publication. Still, researchers believe this is useful for policymakers to determine policies from reading existing patterns using equations in forecasting methods. Especially in the era of disruption, which is full of uncertainty, knowledge like this is needed to make predictions. In this study, the characterization is divided into gender, age, occupation, and interaction. The results showed that the gender of COVID-19 patients in the border areas had the same proportion of both men and women, the age range of twenty to forty-eight years had a greater probability of being affected, employees/private sector were more dominant to be involved, groups and the most prevalent cause of transmission of COVID-19 is family interaction. In addition, using Brown's double smoothing exponential method shows that predictions for July, August, and November for suspects and patients with COVID-19 will increase. Thus, the recommendation from this research for the Education Office as a policy maker in border areas is that school learning activities should be postponed until conditions are feasible. Implementasi metode peramalan guna menentukan kebijakan model belajar mengajar saat pandemic di daerah perbatasanIndonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri lebih dari tujuh belas ribu pulau, baik yang berada di pedalaman maupun di daerah perbatasan. Daerah perbatasan secara langsung atau tidak langsung menjadi pembatas dengan negara lain. Tujuan penelitian ini secara umum memberikan gambaran kepada para pembaca untuk melakukan sebuah penelitian metode peramalan. Secara kusus, dalam penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan profil sebaran virus, dan memberikan masukan kebijakan pendidikan di daerah perbatasan atas peramalan yang dilakukan. Penelitian ini mungkin tidak up to date secara tema dan lambat dalam publikasi, namun peneliti berkeyakinan ini berguna bagi pengambil kebijakan untuk menentukan kebijakan dari membaca pola-pola yang ada menggunakan persamaan dalam metode peramalan. Apalagi di era disrupsi yang penuh dengan ketidak pastian, pengetahuan seperti ini sangat diperlukan untuk memprediksi. Dalam penelitian ini, karakterisasi dibagi menjadi empat yaitu jenis kelamin, usia, pekerjaan, dan interaksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis kelamin pada pasien COVID-19 di daerah perbatasan memiliki proporsi yang sama baik laki-laki maupun perempuan, rentang usia dua puluh sampai empat puluh delapan tahun memiliki kemungkinan lebih besar untuk terkena, pegawai/swasta lebih dominan untuk terkena, kelompok lain dan juga penyebab paling dominan penularan COVID -19 adalah interaksi keluarga. Selain itu dengan menggunakan metode double smoothing exponential Brown menunjukkan bahwa prediksi Juli, Agustus hingga November kondisi suspek dan pasien COVID -19 akan naik. Dengan demikian, rekomendasi dari penelitian ini  untuk Dinas Pendidikan sebagai pengambil kebijakan di daerah perbatasan adalah kegiatan belajar di sekolah sebaiknya ditunda hingga keadaan sudah bisa dikatakan layak.
Melampaui sekadar nilai: mengintegrasikan assessment as learning dalam pembelajaran bangun ruang untuk melatih regulasi diri siswa Sahid; Bernard; Marhadi, Mulyani; Prananto, Irfan Wahyu; Nurwijaya, Sugian
International Journal of Progressive Mathematics Education Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/ijopme.v5i2.19045

Abstract

The low level of student independence in geometry requires a paradigm shift in evaluation that actively involves students. This research aims to produce a learning tool for Flat-Sided Solid Geometry based on Assessment as learning  (AaL) that has been tested for validity, practicality, and effectiveness. This development research used a 4-D model limited to the Define, Design, and Develop stages, with 24 students from SMPN 6 Topoyo as its pilot subjects. The results showed that the developed product, consisting of lesson plans (RPP), student worksheets (LKPD), and assessment instruments (self- and peer-assessment), met high validity criteria. Field trials demonstrated the tool's practicality and effectiveness in improving learning outcomes and positive student responses. This research contributes significantly to providing learning tools that train metacognitive skills and self-regulated learning, while transforming students' roles into independent assessors in mathematics learning.   Rendahnya kemandirian siswa dalam materi geometri menuntut pergeseran paradigma evaluasi yang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan menghasilkan perangkat pembelajaran Bangun Ruang Sisi Datar berbasis Assessment as learning  (AaL) yang teruji validitas, kepraktisan, dan keefektifannya. Penelitian pengembangan ini menggunakan model 4-D yang dibatasi pada tahapan Define, Design, dan Develop, dengan subjek uji coba 24 siswa SMPN 6 Topoyo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk yang dikembangkan berupa RPP, LKPD, dan instrumen penilaian (diri dan sejawat) memenuhi kriteria validitas tinggi. Uji coba lapangan membuktikan perangkat memiliki kepraktisan yang baik serta efektif meningkatkan hasil belajar dan respon positif siswa. Penelitian ini berkontribusi signifikan dalam menyediakan instrumen pembelajaran yang melatih kemampuan metakognisi dan self-regulated learning, serta mentransformasi peran siswa menjadi asesor mandiri dalam pembelajaran matematika.
PENDAMPINGAN PENYUSUNAN MILIEU PRAKTIK MENGAJAR GURU BERBASIS RISET UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN NUMERASI SISWA DI SEKOLAH DASAR Yoppy Wahyu Purnomo; Irfan Wahyu Prananto; Octavian Muning Sayekti; Nawang Sulistyani
JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri) Vol 8, No 5 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jmm.v8i5.26475

Abstract

Abstrak: Kemampuan numerasi siswa Sekolah Dasar di Kabupaten Bantul masih rendah, sebagaimana ditunjukkan data Asesmen Nasional yang mencatat hanya 46,67% siswa di atas batas minimum, serta hanya 20,5% dari 78 guru yang memiliki tingkat numerasi tinggi. Rendahnya kemampuan ini disebabkan oleh pembelajaran yang belum berbasis riset. Temuan ini menunjukkan bahwa kemampuan numerasi siswa dan guru masih di bawah rata-rata dan belum optimal sehingga diperlukan pendampingan untuk guru dalam penyusunan milieu praktik mengajar guna meningkatkan kualitas pembelajaran dan numerasi siswa. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan hardskill guru dalam merancang milieu praktik mengajar berbasis riset dan softskill guru dalam menerapkan strategi pengajaran dalam meningkatkan kemampuan numerasi ssiwa. Metode kegiatan meliputi praktik langsung dan FGD penyusunan milieu dengan melibatkan 25 guru SD serta kolaborasi bersama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrag Kabupaten Bantul Yogyakarta. Evaluasi dilakukan melalui angket untuk menilai pemahaman konsep, observasi praktik penyusunan milieu, serta umpan balik terkait penerapan strategi. Kegiatan ini berhasil meningkatkan kompetensi guru dalam merancang pembelajaran efektif hingga 90%.Abstract: Elementary school students' numeracy skills in Bantul Regency still need to improve, as shown by National Assessment data, which recorded only 46.67% of students above the minimum limit and only 20.5% of 78 teachers had a high level of numeracy. This low ability is caused by learning that still needs to be research-based. This finding shows that the numeracy skills of students and teachers are still below average and not optimal, so mentoring is needed for teachers in compiling teaching practice milieu in order to improve the quality of student learning and numeracy. This activity aims to improve teachers' hard skills in designing research-based teaching practice milieu and teachers' soft skills in implementing teaching strategies to improve students' numeracy skills. The activity methods include direct practice and FGD on compiling a milieu involving 25 elementary school teachers and collaboration with the Bantul Regency Youth and Sports Education Office, Yogyakarta. Evaluation is carried out through questionnaires to assess understanding of concepts, observation of milieu compilation practices, and feedback related to strategy implementation. This activity has succeeded in increasing teacher competence in designing effective learning by up to 90%.