Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Analisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan waktu vaksinasi meningitis jemaah umrah di kantor kesehatan Pelabuhan wilayah kerja Cirebon 2023 Astuti, Widy; Badriah, Dewi Laelatul; Mamlukah, Mamlukah; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 1 (2023): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i01.932

Abstract

Latar Belakang: Meningitis masih merupakan salah satu penyebab utama kesakitan dan kematian di seluruh dunia. Pentingnya kepatuhan waktu pemberian vaksinasi agar antibodi setelah pemberian vaksin dapat terbentuk dengan sempurna dan aktif dalam melindungi dari penyakit Meningitis Meningokokus. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan waktu vaksinasi  meningitis jemaah umrah di Kantor Kesehatan Pelabuhan Wilayah Kerja Cirebon 2023. Metode: penelitian ini analitik deskriptif dengan rancangan penelitian kuantitatif korelasional. Teknik sampling dengan purposive sampling dengan jumlah 110 calon jemaah umroh.  Instrumen penelitian mengunakan kuesioner tertutup dan teknik pengumpulan data dengan wawancara. Hasil: Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat (Chi square) dan analisis multivariat (Regresi Logistik). Hasil uji Chi square diperoleh hubungan antara umur (p=0,002), pengetahuan (p=0,000), sikap (p=0,000), akses ke tempat vaksinasi meningitis (p=0,000), ketersediaan informasi (p=0,000) dan dukungan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) (p=0,000) dengan kepatuhan waktu vaksinasi meningitis. Kesimpulan: Tidak ada hubungan antara pendidikan (p=0,411) dengan kepatuhan waktu vaksinasi meningitis bagi jemaah umrah. Variabel yang paling yaitu dukungan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) dengan 22,136. Agar dijadikan media informasi untuk mengetahui pentingnya vaksinasi Meningitis dalam rangka mencegah penularan penyakit Meningitis Meningokokus selama pelaksanaan umrah di Arab Saudi.
Penyakit infeksi sebagai faktor determinan berat badan kurang pada balita usia 6-59 bulan di Wilayah Kerja UPTD Puskesmas Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya Musyaffa, Angga; Iswarawanti, Dwi Nastiti; Mamlukah, Mamlukah; Badriah, Dewi Laelatul
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v4i02.1068

Abstract

Latar Belakang: Gangguan gizi termasuk underweight atau berat badan kurang menurut umur (BB/U) pada anak usia balita merupakan dampak dari berbagai faktor baik yang langsung atau tidak langsung. Data Dinas Kesehatan Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2022 balita underweight sebanyak 4032 orang (14,5%,). Balita underweight di Wilayah Kecamatan Sukaratu tahun 2023 sebanyak 805 orang (17,1%), hal ini mengalami peningkatan bila dibandingkan tahun 2022 yang mencapai 792 orang (16,9%).Metode: Analitik dengan pendekatan cross sectional. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner, kemudian data dianalisis dengan uji chi square dan uji regresi logistik.Hasil: Adanya hubungan signifikan antara status ASI eksklusif (p< 0,001), status penyakit infeksi (p<0,001 ), status imunisasi (p <0,001), riwayat BBLR (p 0,003), usia ibu (p 0,015), status ibu bekerja (p 0.024), pendidikan ibu (p 0,013), pendapatan keluarga (p 0,019), penggunaan fasilitas kesehatan (p 0,022) dengan underweight balita usia 6-59 bulan.Kesimpulan: status penyakit infeksi merupakan faktor paling dominan (OR: 17,997 p < 0.001) yang berhubungan dengan underweight (berat badan kurang) pada balita usia 6-59 bulan di wilayah kerja UPTD Puskesmas Sukaratu Kabupaten Tasikmalaya 2023.
Analisis faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan tuberculosis paru berbasis health promotion model Sari, Septika Queena; Febriani, Esty; Mamlukah, Mamlukah; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 1 (2024): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i01.1423

Abstract

Latar Belakang: : Penyakit tuberkulosis (TB) adalah pandemi di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, dan merupakan penyakit menular kedua setelah COVID-19 dan penyebab kematian ke-13. Pada tahun 2020–2022, deteksi suspek dan kasus TB di UPTD Puskesmas Kalijaga melebihi target. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa faktor yang berhubungan dengan perilaku pencegahan penularan tuberculosis paru berbasis Health Promotion Model di Puskesmas Kalijaga 2023.Metode: Penelitian ini adalah penelitian analitik deskriptif dengan desain cross sectional, sampel penelitian sebanyak 123 responden. Analisis data meliputi analisis univariat, analisis bivariat menggunakan rank spearman dan analisis multivariat menggunakan regresi logistik multinominal.Hasil: Terdapat hubungan signifikan antara perilaku beresiko (p=0,002), pengetahuan (p=0,021), persepsi manfaat tindakan (p=0,022), self efficacy (p=0,000) dan dukungan keluarga (p=0,012), namun tidak terdapat hubungan antara persepsi hambatan tindakan (p=0,073), pengaruh lingkungan (p=0,490) dengan perilaku pencegahan penularan tuberculosis paru.Kesimpulan: Hasil uji multivariat menunjukan bahwa self efficacy merupakan faktor dominan perilaku pencegahan penularan tuberculosis paru.
Association between mother’s purchase intention of iron-fortified infant cereal and iron intake among children aged 6-23 months in Tangerang, Indonesia Simatupang, Yustina Rossa; Chandra, Dian Novita; Khusun, Helda; Februhartanty, Judhiastuty; Iswarawanti, Dwi Nastiti; Sari, Okky Lupita
World Nutrition Journal Vol. 8 No. i2 (2025): Volume 08 Issue 2, February 2025
Publisher : Indonesian Nutrition Association

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25220/WNJ.V08.i2.0010

Abstract

Background: Iron deficiency can lead to anemia, negatively impacting children's cognitive and physical development. Mothers' knowledge of iron and the benefits of fortified complementary foods may have influenced their purchase intentions and decisions. Objective: This study aimed to investigate the association between mothers' purchase intentions, actual purchases of iron-fortified infant cereals, and iron intake in children aged 6–23 months in Tangerang, Indonesia. Research on this topic remained limited, emphasizing the need for further studies to strengthen the existing evidence. Methods: This study employed a cross-sectional design involving 162 mothers in pairs with their children aged 6–23 months, recruited consecutively. Data were collected using validated questionnaires. Data analysis was performed using the non-parametric Mann-Whitney test to compare groups and Spearman's correlation test to assess the strength of relationships between variables. A p-value < 0.05 was considered statistically significant. Results: Mothers showed positive attitudes and intentions towards purchasing iron-fortified cereals, with a notable 51.9% having made recent purchases. While these purchase intentions correlate with actual purchases, they did not directly influence children's iron intake. Instead, factors such as mother’s education, occupation, and household income played significant roles in determining iron intake levels. Conclusion: Purchase intentions were associated with actual purchase intention; however, factors such as gender, mother’s education, occupation, and household income did not exhibit a direct relationship with children's iron intake. This study indicates that while mother’s purchase intentions are associated with actual purchases, they do not directly impact children's iron intake.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada makanan jajanan pedagang kaki lima Budiman, Iman; Iswarawanti, Dwi Nastiti; Mamlukah, Mamlukah
Journal of Health Research Science Vol. 5 No. 01 (2025): Journal of Health Research Science
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jhrs.v5i1.1699

Abstract

Latar Belakang: Kasus keracunan pangan di Indonesia terus meningkat, dengan 3.514 kasus pada tahun 2022 dan 4.792 kasus hingga 16 Oktober 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan keberadaan bakteri Escherichia coli pada makanan jajanan pedagang kaki lima di lingkungan sekolah dasar Kecamatan Majalengka tahun 2024.Metode: Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Sampel berjumlah 110 responden yang ditentukan menggunakan rumus Slovin. Data dikumpulkan melalui observasi dan checklist, kemudian dianalisis secara univariat, bivariat (uji chi square), dan multivariat (regresi logistik).Hasil: Sebagian besar aspek umum (91,8%) dan peralatan masak (96,4%) memenuhi syarat, namun aspek personel (88,2%), alat angkat (79,1%), dan pangan yang dijual (96,4%) tidak memenuhi. Sebanyak 76,4% sampel tidak mengandung E. coli. Terdapat hubungan signifikan antara semua aspek dengan keberadaan E. coli (p<0,05).Kesimpulan: Adanya inspeksi rutin dan kerja sama dengan dinas kesehatan untuk menjamin keamanan pangan di lingkungan sekolah sehingga terhindar dari penyakit disistem pencernaan.
Pengaruh pemberian makanan tambahan lokal dan edukasi gizi terhadap berat badan, tinggi badan dan lingkar lengan atas balita gizi kurang Sunarti, Sunarti; Tseng, Susianto; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Sciences Journal Vol. 16 No. 01 (2025): Jurnal Ilmu Kesehatan Bhakti Husada: Health Science Journal
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jikbh.v16i01.1710

Abstract

Latar Belakang: Masalah gizi balita masih menjadi tantangan di Indonesia, termasuk di Kota Cirebon, khususnya Puskesmas Perumnas Utara, yang mengalami peningkatan kasus stunting dalam tiga tahun terakhir. Intervensi berupa Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berbahan pangan lokal dan edukasi gizi dinilai efektif meningkatkan status gizi anak serta mendukung keberlanjutan pangan dan ekonomi lokal.Metode: Penelitian ini merupakan kuasi-eksperimen dengan desain pre-test dan post-test pada satu kelompok intervensi berjumlah 98 balita. Instrumen penelitian terdiri dari kuesioner karakteristik dan form pemantauan pertumbuhan. Analisis data menggunakan uji univariat, bivariat (paired t-test dan Wilcoxon), serta regresi linier sederhana.Hasil: Terdapat perbedaan signifikan sebelum dan sesudah intervensi pada berat badan, tinggi badan, dan lingkar lengan atas (LiLA) balita (masing-masing p = 0,000).Kesimpulan: PMT berbasis pangan lokal terbukti berpengaruh signifikan terhadap peningkatan berat badan (p = 0,001), tinggi badan (p = 0,036), dan LiLA (p = 0,000). Program PMT yang berkelanjutan penting dalam upaya perbaikan gizi balita.
Pengaruh murattal al-qur’an, musik klasik, tekanan darah dan proteinuria pada ibu hamil berisiko preeklampsia Windiarsih, Wiwin; Mamlukah, Mamlukah; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Asuhan Kebidanan Vol 5 No 02 (2025): Journal of Midwifery Care
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jmc.v5i02.1719

Abstract

Latar Belakang: Angka kematian ibu global pada 2023 mencapai 197 per 100.000 kelahiran hidup. Preeklampsia meningkatkan risiko hipertensi, stroke, dan tromboemboli. Kecemasan pada ibu hamil sering terjadi, sehingga terapi non-farmakologis seperti Murattal Al-Qur'an dan musik klasik digunakan untuk mengurangi kecemasan dan risiko preeklampsia. Penelitian ini bertujuan untuk menilai pengaruh Murattal Al-Qur'an dan musik klasik terhadap kecemasan, tekanan darah, dan proteinuria pada ibu hamil berisiko preeklampsia.Metode: Penelitian kuasi-eksperimental ini menggunakan desain dua kelompok pra dan pasca-tes, dengan 72 responden dari wilayah kerja Puskesmas Rajagaluh. Teknik sampling menggunakan cluster sampling dan analisis data dengan uji T.Hasil: Murattal Al-Qur’an berpengaruh signifikan terhadap kecemasan (p=0,000), tekanan darah sistolik (p=0,000), diastolik (p=0,000), dan proteinuria (p=0,007). Musik klasik juga berpengaruh signifikan terhadap kecemasan (p=0,000), tekanan darah sistolik (p=0,032), diastolik (p=0,006), dan proteinuria (p=0,005).Kesimpulan: Kedua terapi efektif menurunkan kecemasan, tekanan darah, dan proteinuria.
Faktor yang berhubungan dengan kejadian kekerasan seksual terhadap anak Sukardi, Yanuar Firdaus; Mamlukah, Mamlukah; Wahyuniar, Lely; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Inovasi Kesehatan Masyarakat Vol 5 No 2 (2025): Journal of Public Health Innovation (JPHI)
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Kuningan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jphi.v5i2.1552

Abstract

Latar Belakang: Kekerasan seksual terhadap anak merupakan pelanggaran moral dan hukum yang berdampak pada fisik, psikologis, dan sosial korban. Di Kabupaten Kuningan, kasusnya meningkat dari 15 pada 2021 menjadi 34 pada 2023. Penelitian ini menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian tersebut di UPTD PPA Kabupaten Kuningan tahun 2023.Metode: Analisis kuantitatif dengan pendekatan cross sectional, dengan jumlah sampel sebanyak 34 korban kekerasan seksual pada anak. Analisis data menggunakan analisis univariat, analisis bivariat (Chi-square) dan analisis multivariat (Regresi Logistik).Hasil: Terdapat hubungan antara umur orang tua (p=0,001), pekerjaan orang tua (p=0,019), pendidikan orang tua (p=0,030), status ekonomi orang tua (p=0,024), pengaruh teman sebaya (p=0,002), kondisi tempat tinggal (p=001) dengan dengan kejadian kekerasan seksual pada anak.Kesimpulan: Pendidikan orang tua paling berpengaruh terhadap kekerasan seksual anak di UPTD PPA Kuningan 2024. Edukasi pola asuh dan perlindungan anak harus ditingkatkan, serta pengawasan lingkungan diperkuat untuk mencegah kekerasan.
Pendidikan kesehatan melalui media video dan ceramah terhadap pengetahuan dan sikap ibu Kertamana, Emi; Mamlukah, Mamlukah; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 5 No 2 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v5i2.1650

Abstract

Latar Belakang: : Pengetahuan dan sikap ibu sangat penting untuk pemberian MP-ASI yang baik demi kesehatan dan gizi anak. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh edukasi video dan ceramah terhadap pengetahuan dan sikap ibu tentang MP-ASI balita 6-23 bulan di Cirebon tahun 2024.Metode: Desain penelitian menggunakan quasi-eksperimen dengan dua kelompok pra dan pasca-tes. Sampel sebanyak 82 ibu balita dipilih menggunakan teknik nonprobability sampling. Analisis data menggunakan uji Anova dan Independent Sample T-Test.Hasil: Subjek berusia antara 19-27 tahun berjumlah 50%, dengan tidak bekerja 91,5%, pendidikan SMA 74,4%, memiliki anak yang berusia 6-12 bulan 46,3%, berjenis kelami laki-laki 52,4%, ibu dari anak pertama 44%, berpengetahuan. 98,7%,  menunjukkan sikap yang baik terkait MP-ASI 84%. Adanya pengaruh signifikan nilai p < 0,05 Kelompok video edukasi punya rerata pengetahuan dan sikap lebih tinggi. Kesimpulannya, video edukasi lebih efektif tingkatkan pengetahuan & sikap ibu tentang MP-ASI.Kesimpulan: Ibu lebih aktif mencari informasi MP-ASI dari sumber terpercaya dan mengikuti program edukasi dari tenaga kesehatan. Proaktif mencari informasi MP-ASI dari sumber yang valid dan mengikuti program edukasi kesehatan dari ahlinya.
Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Infeksi Menular Seksual pada pekerja seks komersial diPuskesmas Palimanan Indrisari, Yuli; Mamlukah, Mamlukah; Iswarawanti, Dwi Nastiti
Jurnal Praktik Dan Pendidikan Keperawatan Vol 5 No 2 (2025): Journal of Nursing Practice and Education
Publisher : Lembaga Penelitian Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Garawangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34305/jnpe.v5i2.1652

Abstract

Latar Belakang: Infeksi Menular Seksual ditularkan melalui hubungan seksual dan disebabkan oleh berbagai mikroorganisme. Kasus Infeksi Menular Seksual sekitar satu juta kasus baru dilaporkan tiap harinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian Infeksi Menular Seksual pada Pekerja Seks Komersial.Metode: Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi dalam penelitian berjumlah 104 orang dan teknik sampling dengan metode total sampling. Analisis univariat berupa karakteristik responden, analisis bivariat menggunakan uji statistik uji Chi Square dan regresi logistik.Hasil: Hasil analisis univariat didapatkan responden pengetahuan yang baik 84 orang (80,8%), memiliki akses pelayanan kesehatan yang tinggi 76 orang (73,1%), kejadian Infeksi Menular Seksual yang tidak mengalami Infeksi Menular Seksual 8 orang (84,6%). Analisis bivariat menggunakan uji statistik Chi Square menunjukkan hubungan antara umur nilai p-value 0,033, pendidikan nilai p-value 0,031, pekerjaan nilai p-value 0,046, status perkawinan nilai p-value 0,040, pengetahuan nilai p-value 0,007 dan akses layanan kesehatan nilai p-value 0,024 dengan kejadian Infeksi Menular Seksual pada Pekerja Seks Komersial di Puskesmas Palimanan.Kesimpulan: Tenaga kesehatan lebih memahami Pekerja Seks Komersial dan mempermudah dalam mengubah perilaku negatif mereka menjadi lebih baik.