Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pembelajaran Sendratari Ramayana dan Tarian Kreasi terhadap Motorik dan Perilaku Sosial Anak Sudarni Sudarni; Harun Harun
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol 7, No 5 (2023)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v7i5.5099

Abstract

Aspek motorik dan sosial pada anak usia dini perlu ditingkatkan, dan salah satunya dapat dilakukan melalui pembelajaran atau kegiatan seni tari, karena pada dasarnya anak usia dini suka dengan tarian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis pengaruh pembelajaran sendratari Ramayana dan tari kreasi terhadap kemampuan motorik kasar dan perilaku sosial anak. Jenis penelitian adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian adalah anak pada 16 TK yang berjumlah 616 anak. Teknik pengambilan sampel menggunakan rumus Slovin dan diperoleh jumlah sampel sebanyak 243 anak. Penentuan sampel menggunakan cluster proportional random sampling,. Teknik pengumpulan data  menggunakan lembar observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan statistik parametrik dengan analisis regresi. Hasil penelitian menyimpulkan (1) pembelajaran sendratari Ramayana dan tari kreasi secara parsial dan simultan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap motorik kasar anak; (2) pembelajaran sendratari Ramayana, tari kreasi, dan kemampuan motorik kasar  secara parsial dan simutan memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap perilaku sosial anak. Implikasi dari penelitian ini adalah guru TK dapat menggunakan sendratari Ramayana dan tarian kreasi sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan motorik dan perilaku sosial anak usia dini, sekaligus melestarikan budaya Sendratari Ramayana sebagai warisan budaya Indonesia.
Analisis kemampuan menggambar sederhana guru paud mulyodadi, bantul Prayitno Prayitno; Sudaryanti Sudaryanti; Harun Harun; Amir Syamsudin; Joko Pamungkas
Jurnal Pendidikan Anak Vol 12, No 2 (2023): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v12i2.67521

Abstract

Kegiatan menggambar di PAUD adalah kegiatan yang sering dilakukan sebagai media bermain sekaligus belajar anak-anak. Kemampuan menggambar sederhana bagi guru-guru PAUD merupakan salah satu keterampilan yang mendasar. Keterampilan tersebut untuk membekali guru saat proses pembelajaran, baik untuk memberikan tutorial menggambar ataupun hanya untuk menstimulasi anak didiknya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana kemampuan menggambar sederhana guru PAUD. Metode dalam penelitian ini adalah qualitatif dengan pendekatan deskriptif analisis. Subjek dalam penelitian ini berjumlah 37 guru PAUD di Kalurahan Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu observasi dan dokumentasi karya gambar. Teknis analisis data pada penelitian ini yaitu karya gambar dianalisis menggunakan instrumen atau penilaian karya gambar, kemudian disajikan dalam bentuk kualitatif dan kuantitatif sederhana. Hasil dari penelitian ini terdapat 17 guru memiliki kategori terampil atau sekitar 46%, 15 guru memiliki kategori cukup terampil atau sekitar 41%, dan 5 guru memiliki kategori kurang terampil atau sekitar 13% dari 37 guru PAUD.
Evaluasi pembelajaran tata nilai budaya Yogyakarta di taman kanak-kanak se-kabupaten bantul Yogyakarta Sudaryanti Sudaryanti; Joko Pamungkas; Harun Harun; Amir Syamsudin
Jurnal Pendidikan Anak Vol 9, No 2 (2020): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v9i2.27041

Abstract

Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan proses pembelajaran dan mengelompokkan capaian perkembangan anak tentangtata nilai moral social-emosional anak usia dini di Taman Kanak-kanak wilayah Kabupaten Bantul. Rancangan evaluasi terdiri dari deskripsi proses pembelajaran tata nilai kemasyarakatan dan tata nilai moral di Taman Kanak-kanak, penilaian capaian perkembangan anak, dan pengelompokkan capaian perkembangan tata nilai moral social-emosional anak. Temuan penelitian adalah 53% guru TK sudah melakukan proses pembelajaran yang menyenangkan bagi anak, dan 43.2% capaian perkembangan anak sudah melampaui standar capaian perkembangan tata nilai moral social-emosional anak. Kata Kunci: nilai moral, social-emosional, pembelajaran, anak usia dini.
Implementasi Pembelajaran Seni Rupa PAUD di Masa Pandemi Covid-19 Prayitno Prayitno; Amir Syamsudin; Joko Pamungkas; Harun Harun; Sudaryanti Sudaryanti
Jurnal Pendidikan Anak Vol 10, No 2 (2021): Jurnal Pendidikan Anak
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpa.v10i2.44103

Abstract

Masa pandemi Covid-19 membuat pembelajaran seni rupa di lembaga PAUD dilakukan secara daring atau jarak jauh. Fokus penelitian ini yaitu Implementasi pembelajaran seni rupa PAUD di masa pandemi Covid-19. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana gambaran implementasi pembelajaran seni rupa di Lembaga PAUD di masa pandemi Covid-19. Jenis penelitian ini kualitatif deskriptif, data dikumpulkan dengan cara self-assessment. Subjek penelitian ini sebanyak 66 orang guru di Kota Yogyakarta dan sekitarnya. Teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, kemudian menyajikan data dalam bentuk grafik dan penjelasan naratifnya. Berdasarkan hasil penelitian ini bahwa pembelajaran seni rupa yang paling banyak diterapkan oleh guru TK selama pandemi ini adalah kegiatan menggambar dan mewarnai yaitu 64 responden atau sekitar 97% dari 66 responden, dibandingkan dengan melukis, membatik, menganyam, kolase, montase, dan mozaik. Alasan utama menerapkan kegiatan menggambar dan mewarnai adalah karena alat dan bahan mudah didapat, serta anak dapat mengerjakan secara mandiri tanpa bantuan orang tuanya.
VALUES OF JOGJA EDUCATION THROUGH ART LEARNING AT ECCE INSTITUTIONS Joko Pamungkas; Harun Harun; Septika Cahya Rahmawati; AD Dieni Maulana Rizka
Asian Journal of Social and Humanities Vol. 2 No. 1 (2023): Asian Journal of Social and Humanities
Publisher : Pelopor Publikasi Akademika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59888/ajosh.v2i1.164

Abstract

This study aims to know and identify Jogja values through art learning in kindergartens of the Special Region of Yogyakarta. This research method is with a qualitative approach with the process of data collection through observation, interviews and documentation as well as triangulating data to obtain data devalidation. The results of this study found that this art learning includes the development of children's dance, songs and children's traditional dolanan. The values contained in Jogja are the main ingredients in pouring this art learning material. These values are Hamemayu Hayuning Buwana, Sangkan paraning dumadi and manunggaling kawula gusti. In teaching these values, techniques in art learning that cannot be separated are elements of appreciation, exploration and expression
The Development of Education Character Policy and Programs in Information Society of Kampung Cyber Yogyakarta Muhammad Amirrudin; Harun Harun; Muhammad Yasid; Surur Roiqoh; Fatkhul Sani Rohana
Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan Vol. 6 No. 2 (2021): Jurnal Iqra' : Kajian Ilmu Pendidikan
Publisher : Institut Agama Islam Ma'arif NU (IAIMNU) Metro Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25217/ji.v6i2.1326

Abstract

This ariticle presents studies about the Strengthening Character Education policy and practised in Kampung Cyber Yogyakarta's information society. The aim of this research was to describe how character education policy materializes in Kampung Cyber community's efforts in developing character education programs. The research was a qualitative research with a case study approach. The data were obtained through interviews, observation and documentation in the field directly. The results were divided into two things according to the main study. First, related to the dimensions and second related to the results of character education development in Kampung Cyber. The results show that the development of character education in Kampung Cyber covered five primary characters and targeted three fundamental problems: foundational problems, structural problems and operational problems. In general, the product of character education in Kampung Cyber was positive, because they can increase social-communal awareness, improve religious practice, and the synergy of character education and its natural habituation. Keywords: Education Character Policy, Strengthening Education Character
Pengembangan Aplikasi SI-PAUD sebagai Media Penilaian Perkembangan Anak Usia Dini Willy Mufliana; Harun Harun; Amir Syamsudin; Siti Ratnawati
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 8 No. 1 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v8i1.5911

Abstract

Teknologi merupakan solusi penting untuk mengatasi permasalahan pembelajaran anak usia dini di sekolah dengan meningkatkan efektivitasnya. Tujuan penelitian adalah untuk mendapatkan informasi tentang kebutuhan aplikasi SI-PAUD bagi guru serta mengevaluasi efektivitasnya dalam meningkatkan keterampilan guru dalam melakukan asesmen anak usia dini, dengan menggunakan pendekatan pengembangan yang merujuk pada model sepuluh tahapan Borg & Gall dan melibatkan pengumpulan data melalui berbagai metode seperti wawancara, observasi, kuesioner, dan skala penilaian. Analisis data dilakukan dengan pendekatan kualitatif dan kuantitatif, dengan data kualitatif diperoleh dari wawancara dan observasi pada tahap studi pendahuluan, serta data kuantitatif dari analisis kebutuhan, penilaian ahli, respon pengguna, dan penilaian diri melalui angket. Analisis efektivitas aplikasi SI-PAUD terhadap peningkatan kemampuan guru dalam melakukan asesmen dilakukan menggunakan metode n-gain dan uji-t dependen dengan tingkat signifikansi sebesar 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aplikasi SI-PAUD yang telah dikembangkan sesuai dengan kebutuhan pendidik dan terbukti efektif dalam meningkatkan keterampilan penilaian nilai-nilai keagamaan dan pendidikan kepribadian anak usia dini.
Pengaruh Metode Eksperimental Pada Pemahaman Konsep, Bahan, Sifat dan Perubahan Bentuk Benda Siti Auliasari Argita Vandho; Harun; Risky Dwi Cahya
Jurnal Penelitian Pendidikan IPA Vol 10 No 12 (2024): December
Publisher : Postgraduate, University of Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jppipa.v10i12.7425

Abstract

Students' conceptual understanding of science learning is relatively low. Another factor that causes low understanding of students' concepts is because students have not been invited to directly experiment or conduct direct experiments in science learning, especially the material on the properties of objects and various changes in the state of objects. This study aims to see the effect of the experimental method on the conceptual understanding of fourth grade elementary school students. This study is a quantitative study with a pre-experimental method. The design of this study uses The One-Group Pretest-Posttest Design. The population in this study were all fourth grades elementary school students. The sample selection used the Purposive Sampling technique. The sample used in this study was 30 fourth grade students of SDN 3 Muara Enim. The research instrument used to measure students' conceptual understanding used pretest and posttest questions. The data obtained were then analyzed using SPSS 25.0 to test normality, homogeneity, and the One Sample T-Test hypothesis test. The results of the data analysis showed that the experimental method had an effect on the understanding of fourth grade elementary school students on the material on the properties and changes in the state of objects as evidenced by the results of the hypothesis test of 0.000.
Pengembangan Model Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren Tradisional (Monamen Santri): Pengembangan Model Penjaminan Mutu Pendidikan Pesantren Tradisional (Monamen Santri) Sulthon Abdul Aziz; Harun Harun; Puji Yanti Fauziah; Velisca Helena Rizqi; Muhammad Annas Athoillah
Jurnal Al-Fawa'id : Jurnal Agama dan Bahasa Vol 16 No 1 (2026): Maret
Publisher : STAI Ali bin Abi Thalib Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54214/alfawaid.Vol16.Iss1.998

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan model penjaminan mutu pendidikan pesantren tradisional di Daerah Istimewa Yogyakarta. Tujuan penelitian ini adalah untuk (1) menemukan model penjaminan mutu pendidikan pesantren yang ada selama ini, (2) mendapatkan model penjaminan mutu pendidikan pesantren yang mencakup fungsi directing, actuating, dan supervising, dan (3) mengembangkan model MONAMEN SANTRI yang layak menurut para ahli dan praktisi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan Borg & Gall dengan sepuluh langkah yang terbagi menjadi empat tahapan,yaitu tahap pendahuluan, tahap perencanaan, tahap uji coba dan revisi, serta tahap implementasi dan diseminasi. Subjek penelitian pada uji coba pendahuluan melibatkan tujuh orang pakar, pada uji coba utama melibatkan satu pesantren, lalu pada uji coba operasional lapangan dilakukan di dua pesantren, dan pada tahap implementasi dilakukan di lima pesantren. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara, studi dokumentasi, validasi ahli, kuesioner, hingga diskusi terumpun (FGD). Data dan informasi yang didapatkan kemudian dianalisis melalui teknik analisis statistik deskriptif dan teknik analisis konten. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) sistem penjaminan mutu pendidikan pesantren selama ini bersifat tradisional dan belum terstruktur, (2) model penjaminan mutu pendidikan pesantren hasil pengembangan ini terdiri atas tiga aspek yaitu pengarahan atau directing, pelaksanaan atau actuating, dan pengawasan atau supervising, (3) model MONAMEN SANTRI dinilai layak secara teoritik dan empirik oleh para ahli, praktisi, dan pengguna.
Karakteristik butir instrumen asesmen dinamis capaian karakter anak usia dini: Analisis Rasch model Harun Harun; Prayitno Prayitno; Sudaryanti Sudaryanti; Nelva Rolina; Abdul Manaf
Jurnal Penelitian Ilmu Pendidikan Vol. 16 No. 2 (2023): July–December
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/jpipfip.v16i2.63358

Abstract

Capaian karakter anak usia dini merupakan informasi yang sangat penting untuk diketahui seorang guru yang mengajar di TK. Namun selama ini, penilaian atau pengukuran karakter anak usia masih bersifat non dynamic, sehingga tidak diperoleh hasil penilaian atau pengukuran yang maksimal. Selain itu, instrumennya belum diuji kualitas butirnya. Penelitian ini bertujuan untuk mendekripsikan karakteristik butir instrumen yang digunakan dalam mengukur capaian karakter anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, menganalisis data kuantitatif hasil pengukuran capaian karakter anak TK yang ada di Pontianak, Kalimantan Barat. Sampel penelitian berjumlah 40 anak yang dinilai oleh gurunya. Metode pengumpulan data menggunakan survei dan kuesioner. Data yang terkumpul dianalisis menggunakan Rasch Model. Hasil analisis menunjukkan bahwa instrumen kuesioner yang memuat 45 butir pernyataan memiliki tingkat kesukaran yang heterogen yaitu sangat mudah, mudah, sulit, dan sangat sulit. Keterkaitan antara butir dengan responden terdapat satu butir yang sangat mudah dan sangat sulit direspon oleh responden. Ada 44 butir pernyataan dikatakan sesuai (item fit) karena memiliki: (a) nilai MNSQ OUTFIT lebih besar dari 0.5 dan kurang dari 1.5. (b) Nilai ZSTD OUTFIT lebih besar dari -2,0 dan lebih kecil dari +2.0. (c) Nilai PT MEASURE CORR lebih besar dari 0,4 dan kurang dari 0.85. Berdasarkan nilai alpha cronbach, instrumen memiliki koefisien relibilitas lebih besar 0.7 yang merupakan interaksi antara person dan item secara keseluruhan dan reliabilitas sudah sangat memuaskan. Dengan demikian butir instrumen asesmen dinamis telah memenuhi kriteria sebagai instrumen yang berkualitas dan dapat digunakan guru TK dalam mengukur pencapaian perkembangan karakter anak usia dini. Selain itu, di dalam instrumen tersebut menilai 4 dimensi karakter yaitu hubungan dengan Tuhan, diri sendiri, sesama, dan lingkungan. Characteristics of dynamic assessment instrument items for early childhood achievement: Rasch model analysisThe character achievements of early childhood are essential information for a teacher who teaches in kindergarten to know. However, so far, the assessment or measurement of the character of young children is still non-dynamic, so maximum assessment or measurement results cannot be obtained. In addition, the instrument has not been tested for item quality. This study aims to describe the characteristics of the instrument items used in measuring early childhood character achievements. This study uses a quantitative approach, analyzing quantitative data to estimate the character achievements of kindergarten children in Pontianak, West Kalimantan. The research sample consisted of 40 children who were assessed by their teachers. Data collection methods using surveys and questionnaires. The collected data were analyzed using the Rasch Model. The analysis results show that the questionnaire instrument contains 45 statement items and has heterogeneous difficulty levels: elementary, easy, complex, and very difficult. The linkage between the items and the respondents is one item that is very easy and very difficult for respondents to respond to. 44 items are said to be fit (item fit) because they have: (a) the MNSQ OUTFIT value is more significant than 0.5 and less than 1.5. (b) The ZSTD OUTFIT value is more significant than -2.0 and less than +2.0. (c) The value of PT MEASURE CORR is more critical than 0.4 and less than 0.85. Based on Cronbach's alpha value, the instrument has a more significant reliability coefficient of 0.7, which is the interaction between person and item, and the reliability is very satisfactory. Thus, the dynamic assessment instrument items meet the criteria as a quality instrument and can be used by kindergarten teachers in measuring the achievement of early childhood character development. In addition, the instrument assesses 4-character dimensions: the relationship with God, oneself, others, and the environment.