Claim Missing Document
Check
Articles

Lingkungan Belajar dan Kecerdasan Emosional Sebagai Faktor yang Mempengaruhi Stres Kuliah Mahasiswa Dewi Amaliah Nafiati
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 1 (2015)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v9i1.77

Abstract

Lingkungan belajar merupakan manifestasi mahasiswa dalam proses belajar. Kecerdasan emosional melatih kemampuanmahasiswa untuk mengelola perasaannya, memotivasi dirinya, kesanggupan untuk tegar dalam menghadapi frustasi,kesanggupan mengendalikan dorongan dan menunda kepuasaan sesaat, mengatur suasana hati yang reaktif, serta mampuberempati dan bekerja sama dengan orang lain sehingga dapat mendukung seorang mahasiswa untuk menghadapi streskuliah dan mencapai tujuan serta cita-citanya.Penelitian ini bertujuan untuk menguji apakah lingkungan belajar dankecerdasan emosional mahasiswa berpengaruh secara simultan dan parsial terhadap stres kuliah pada mahasiswaPendidikan Ekonomi, FKIP-UPS Tegal.Populasi dalam penelitian adalah mahasiswa FKIP-Universitas Pancasakti Tegal.Penentuan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Responden penelitian ini adalah mahasiswa semester VIII(delapan) sebanyak 87 mahasiswa yang tersebar pada tiga kelas. Data penelitian dianalisis dengan menggunakan alatstatistik, yaitu uji F untuk mengetahui secara keseluruhan pengaruh dari semua variabel independent secara simultantehadap variabel dependent. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Lingkungan Belajar dan Kecerdasan Emosional secarasimultan berpengaruh terhadap Stres Kuliah Mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas PancasaktiTegal. Pengujian ini menunjukkan hasil yang signifikan dan berarti dapat disimpulkan bahwa lingkungan belajar yang baikdapat mengurangi stres kuliah pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Pancasakti Tegal.Kecerdasan emosional berpengaruh positif terhadap stres kuliah pada mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIPUniversitas Pancasakti Tega
Pengaruh Ability and Effort, Emotional Skill dan Lingkungan Belajar Terhadap Penguasaan Mata Kuliah Pengantar Akuntansi Dewi Amaliah Nafiati
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 9 No 2 (2015)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v9i2.87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh ability and effort(kemampuan dan usaha), Emotional Skill, dan Lingkungan Belajar terhadappenguasaan Mata Kuliah Pengantar Akuntansi. Penelitian ini dilaksanakan diPerguruan Tinggi Jawa Tengah yang memiliki Jurusan Akuntansi. Populasi dalampenelitian adalah mahasiswa dari perguruan tinggi (universitas) yang telahmengambil Mata Kuliah Pengantar Akuntansi. Penentuan sampel menggunakanteknik purposive sampling. Dari populasi sebanyak 28 universitas baik negerimaupun swasta terpilih 22 universitas sebagai anggota sampel. Data penelitiandiperoleh melalui angket dan studi pustaka. Data dianalisis menggunakan TeknikAnalisis Regresi Linier Berganda. Berdasarkan hasil analisis ditemukan bahwaprestasi belajar mahasiswa dalam mata kuliah pengantar akuntansi dipengaruhisecara signifikan oleh semua variabel penelitian (ability and effort, emotional skill,dan lingkungan belajar). Implikasi dari penelitian ini adalah Dosen pengampusebelum memberikan perkuliahan perlu diketahui dan dipertimbangkan potensipotensi yang dimiliki mahasiswa dengan mengungkapkan faktor-faktor yangberpengaruh positif terhadap penguasaan mata kuliah yang diampu. Selain itu jugahendaknya dapat mensinergikan faktor-faktor yang telah terbukti berpengaruhpositif dan signifikan (Ability and Effort, Emotional Skill, dan Lingkungan Belajar)terhadap proses dan hasil belajar dalam perkuliahan.
Sistem Pembelajaran di Sekolah Dasar Kelas Rendah Berbasis Paikem Gembrot Guru SD di Kecamatan Kramat Kabupaten Tegal Dewi Apriani; Dewi Amaliah Nafiati; Neni Hendaryati
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 10 No 1 (2016)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v10i1.91

Abstract

Pembelajaran di sekolah dasar kelas rendah membutuhkan motivasi yang tinggi. Pendidikandi klas rendah ini innovasi dan kreatifitas sangat di perlukan untuk mewujudkan motivasi,innovasi dan kreatifitas tersebut diperlukan berupa pendampingan pada guru sekolah dasardengan metode pembelajaran PAIKEM GEMBROT. Sistem pembelajaran PAIKEM GEMBROTmerupakan pembelajaran yang menyenangkan dengan media yang sederhana dan mudahdiadakan yaitu dengan media kertas atau semacamnya yang dibentuk dan dipotong sesuaikreasi dan innovasi guru agar dapat menarik bagi siswa, kemudian diberi tulisan yang terdiridari satu kata saja dalam pokok bahasan tertentu kemudian kata tersebut dicari makna,sinonim, antonim dan lain-lain, kemudian dilakukan berpasangan dimana siswa yang satumencari pasangan dengan siswa yang lain dipandu dan atau diawasi oleh guru di klasrendah tersebut, Jadi intinya membantu siswa mempermudah pemahaman materi pokokbahasan atau sub pokok bahasan sehingga siswa dapat memahami pokok bahasan tersebutdan guru dapat mencapai tujuan pembelajaran pada pokok bahasan tersebut
Expo Kewirausahaan Untuk Membangkitkan Minat Berwirausaha dan Pembentukan Karakter Kemandirian Dewi Amaliah Nafiati; Neni Hendaryati
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 12 No 2 (2018)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v12i2.143

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah mendapatkan bukti empiris mengenai: 1) expo kewirausahaan dapat membangkitkan minat berwirausaha mahasiswa, 2) expo kewirausahaan dapat membangkitkan pembentukan karakter kemandirian, 3) expo kewirausahaan secara simultan dapat membangkitkan minat berwirausaha dan pembentukan karakter kemandirian. Jenis penelitian ini asosiatif kausal dan dilaksanakan di Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP, Universitas Pancasakti Tegal. Penelitian ini termasuk penelitian populasi dengan jumlah responden sebanyak 67 mahasiswa yang sudah mengikuti mata kuliah praktik kewirausahaan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner dan dokumentasi. Uji validitas dan reliabilitas digunakan sebagai uji instrumen. Uji normalitas, uji homogenitas varian dan homogenitas varian menjadi prasyarat kualitas data, sedangkan manova digunakan sebagai uji hipotesisnya. Instrumen valid sebanyak 43 butir dengan reliabilitas masuk dalam kriteria cukup-tinggi. Hasil uji normalitas menunjukkan hasil bahwa nilai signifikansi variabel XY1 sebesar 0,882 dan nilai signifikansi variabel XY2 sebesar 0,711. Dengan demikian dapat dinyatakan bahwa data residual berdistribusi normal. Hasil uji Levene menunjukkan bahwa nilai signifikansi minat berwirausaha sebesar 0,576 dan signifikansi karakter kemandirian sebesar 0,457. Nilai keduanya >0,05 maka dapat dikatakan bahwa Y1 dan Y2 memiliki varian yang homogen, sehingga manova bisa dilanjutkan. Dilihat dari signifikansi Box’s M sebesar 0,227. Artinya nilai tersebut tidak signifikan atau > 0,05, sehingga covarian dinyatakan sama dan analisis maova dapat dilanjutkan. Hasil uji manova menyatakan bahwa: 1) expo kewirausahaan dapat membangkitkan minat berwirausaha mahasiswa, 2) expo kewirausahaan dapat membangkitkan karakter kemandirian mahasiswa, 3) minat berwirausaha dan karakter kemandirian mahasiswa dapat dibangkitkan melalui expo kewirausahaan
Entrepreneurial Attitudes and Interpersonal Communication in Teaching Students Dewi Amaliah Nafiati; Sukirno Sukirno; Endang Mulyani
Cakrawala: Jurnal Pendidikan Vol 16 No 2 (2022)
Publisher : Universitas Pancasakti Tegal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24905/cakrawala.v16i2.338

Abstract

The purpose of the study was to describe the entrepreneurial attitude and interpersonal communication of teaching students. This study uses a cross sectional design and a quantitative descriptive approach through the explanatory method. The research sample was 168 respondents with purposive sampling technique. The data collection technique used a questionnaire, the analysis technique was a technique for categorizing the mean results from hypothetical statistics and the Kruskal-Wallis test. The research findings are the entrepreneurial attitude of teacher students in the low category of 60.07% and the mean result of the Kruskall Wallis test is 31.7321. The students' interpersonal communication is also in the low category of 43.45% and the mean value of the Kruskall Wallis test is 26.6488. Practical and academic implications of research findings for policy makers and future researchers in the field of entrepreneurship education to find effective learning process formulations to shape entrepreneurial attitudes and improve teacher student interpersonal communication.
DEVELOPMENT OF AN ARTICULATE STORYLINE-BASED COGNITIVE INTERACTIVE DIAGNOSTIC ASSESSMENT IN VOCATIONAL HIGH SCHOOL MATHEMATICS: A NEEDS ANALYSIS Latifah Rahmawati; Munadi; Dewi Amaliah Nafiati
SOSIOEDUKASI Vol 15 No 2 (2026): SOSIOEDUKASI : JURNAL ILMIAH ILMU PENDIDIKAN DAN SOSIAL
Publisher : Fakultas Keguruan Dan Ilmu Pendidikan Universaitas PGRI Banyuwangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/sosioedukasi.v15i2.7796

Abstract

This study aimed to analyze the needs for developing an interactive cognitive diagnostic assessment based on Articulate Storyline for mathematics learning in vocational high schools. The study employed a research and development approach focused on the needs analysis stage, using a mixed-methods design with a sequential exploratory strategy. Qualitative data were collected through interviews with mathematics teachers selected using purposive sampling, while quantitative data were obtained from a needs-analysis questionnaire administered to 420 tenth-grade students from seven public vocational high schools in Tegal Regency selected using proportional sampling techniques. The findings show that both teachers and students strongly need an assessment tool that is interactive, digital, capable of providing immediate feedback, answer review features, and follow-up of assessment results. Students also expressed a high need for contextual items, visual appeal, and opportunities for independent learning. The results indicate that conventional assessment practices are not yet sufficient to identify students’ prior knowledge comprehensively. Therefore, the development of an Articulate Storyline-based cognitive diagnostic assessment is highly relevant to support more accurate diagnosis of students’ mathematical understanding, strengthen learning readiness, and promote more meaningful and independent learning.
Learning by Doing dalam Pendidikan Kewirausahaan : Studi Literatur terhadap Peningkatan Minat Berwirausaha Siswa Menengah Kejuruan Dewi Amaliah Nafiati; Karinina Anyalir Putri; Nadia Khoirotun Nisa; Alvina Haryani
JPEK: Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan Vol 10 No 2 (2026): JPEK (Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Kewirausahaan)
Publisher : Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jpek.v10i2.35158

Abstract

This study aims to systematically examine the role of learning by doing in entrepreneurship education in enhancing vocational high school students’ entrepreneurial interest through a literature study. The research method employed is a Systematic Literature Review (SLR) using the PRISMA protocol, in which data were collected from accredited journal databases (SINTA) published between 2021 and 2025 and analyzed using descriptive qualitative synthesis techniques. The findings indicate that practice-based learning approaches, such as Teaching Factory (TeFa) and project-based learning, significantly bridge the gap between theory and market realities, enhance students’ self-efficacy, and strengthen their entrepreneurial intentions. However, challenges such as limited facilities, teachers’ readiness, and unsystematic curriculum implementation remain obstacles in creating authentic learning experiences. Overall, this study confirms that experience-based learning innovation serves as a fundamental foundation for producing competitive and independent vocational school graduates in the digital economy era.