Claim Missing Document
Check
Articles

Found 40 Documents
Search

PENGARUH PENGGUNAAN REFLEKTOR DAN PENDINGIN PASIF UNTUK MENGOPTIMALKAN DAYA KELUARAN PADA MODUL SURYA Widodo Putra Halomoan Siregar; Moh. Fawaid; Haris Abizar
Jurnal Sains dan Teknologi Vol 21, No 2 (2022): Jurnal Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jst.v21.n2.p52-58

Abstract

Tujuan Penelitian ini adalah (1) Mengetahui pengaruh penggunaan reflektor dan pendingin pasif terhadap daya keluaran yang dihasilkan modul surya. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimen dengan model true eksperimental design yaitu dalam design ini terdapat 2 sistem, sistem pertama diberi perlakuan, sistem kedua tidak diberi perlakuan. Adapun variasi perlakuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut; (1) Modul surya tanpa menggunakan reflektor dan pendingin pasif (2) Modul surya menggunakan reflektor dan pendingin pasif. Pengambilan data dilakukan selama 4 hari dari pukul (08.00-14.00 ) dengan sampel modul surya kapasitas 50 Wp. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah studi literatur, unjuk kerja dan dokumentasi pengujian. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil daya pengujian modul surya dengan 2 variasi perlakuan yaitu; (1) Modul surya tanpa menggunakan reflektor dan pendingin pasif menghasilkan daya rata-rata sebesar 47,68 watt (2) Modul surya menggunakan reflektor dan pendingin pasif 59,63 watt. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa modul surya menggunakan reflektor dan pendingin meningkatkan daya sebesar 25,07% dari modul surya tanpa menggunakan reflektor dan pendingin pasif. 
Perilaku Laju Keausan dan Kekerasan Komposit Epoksi yang Diperkuat dengan Serat Gelas dan Partikel Bambu Sunardi Sunardi; Shafnur Hamdi; Iman Saefuloh; Agung Sudrajad; Shofiatul Ula; Moh. Fawaid
Jurnal Teknik Mesin (Sinta 3) Vol. 21 No. 2 (2024): OCTOBER 2024 (SINTA 3)
Publisher : Institute of Research and Community Outreach, Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9744/jtm.21.2.64-72

Abstract

Penggunaan material organik dalam komposit mengalami perkembangan yang sangat menarik. Kondisi ini tidak dapat dipisahkan dari semakin menguatnya isu lingkungan. Pembatasan penggunaan bahan-bahan yang dapat mencemari lingkungan harus dilakukan untuk menjaga itu keberlanjutan. Partikel yang dilepaskan dari komposit, sebagai debris keausan harus aman untuk kesehatan dan lingkungan. Kontribusi penelitian ini adalah eksplorasi material ramah lingkungan untuk aplikasi kampas rem di bidang otomotif. Penelitian ini menggunakan partikel bambu dan seng sebagai filler, serat kaca sebagai penguat komposit, dan epoksi sebagai matriks yang mengikat semua itu gabungan material. Pembuatan sampel dilakukan dengan menggunakan kompaksi dingin dengan tekanan yang berbeda-beda, yaitu 20, 30, dan 40 MPa. Proses selanjutnya adalah curing dengan memanaskan sampel di dalam oven listrik pada suhu 150 °C selama 1 jam. Hasil ekperimen menunjukkan bahwa kompaksi memiliki pengaruh signifikan terhadap performa komposit yang dihasilkan. Pada tekanan kompaksi 20 MPa menghasilkan densitas 1,58 g/cm3, kekerasan 15,30 BHN, dan laju keausan 6,16 x 10-6 g/mm2.s. Pada tekanan kompaksi 30 MPa menghasilkan densitas 1,62 g/cm3, kekerasan 16,33 BHN, dan laju keausan 5,66 x 10-6 g/mm2.s, sedangkan pada tekanan kompaksi 40 MPa memiliki densitas, kekerasan dan laju keausan masing-masing adalah 1,66 g/cm3, 17,67 BHN, dan 5,48 x 10-6 g/mm2.s. Densitas, kekerasan, dan ketahanan aus material mengalami peningkatan seiring dengan tekanan kompaksi pada saat proses manufaktur.
Peran Sarana Pembelajaran dalam Mendukung Kemampuan Keterampilan Siswa SMK Program Keahlian Teknik Pemesinan Serang Sulaeman Deni Ramdani; Ismi Maulani; Moh Fawaid
Jurnal Dinamika Vokasional Teknik Mesin Vol. 4 No. 2 (2019): Oktober
Publisher : Department of Mechanical Engineering Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (233.705 KB) | DOI: 10.21831/dinamika.v4i2.27401

Abstract

This study aims to analyze the role of learning facilities in supporting the skills of vocational students in Machining Departments in Serang. The method used in this study is a quantitative descriptive method. The population is 49 students of class XI majoring in machining. Data were collected using a questionnaire and were analyzed using the quantitative-descriptive technique. The examined variables are the workplace (bench work, metal measurement & testing, turning work, milling work, grinding work) with four aspects of learning facilities (furniture, equipment, educational media, other equipment), and skills (imitation, manipulation, precision, articulation, naturalization. The study finds that aspects of learning facilities are in the "appropriate" category which results are as follows: 1) bench work area 76.75%, 2) grinding work 74.50%, 3) metal measurement & testing 71.75%, 4) Milling work 67.25%, and 5) turning work 65.75%. Aspects of skills are in the "appropriate" category with the following result: 1) Turning work 78.80%, 2) bench work 78.20%, 3) grinding work 76.00%, 4) metal measurement & testing 75.00%, and 5) milling work 64.40%.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peranan sarana pembelajaran dalam mendukung keterampilan siswa SMK Jurusan Teknik Pemesinan di Serang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif kuantitatif yang bertujuan untuk menjelaskan peranan sarana pembelajaran dalam mendukung keterampilan siswa. Populasi dalam penelitian ini berjumlah 49 orang siswa kelas XI jurusan teknik pemesinan. Data diperoleh dengan menggunakan angket. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kuantitatif. Variabel yang ditelaah yaitu tempat kerja meliputi lima aspek yaitu kerja bangku, pengukuran & pengujian logam, kerja mesin bubut, kerja mesin frais, kerja mesin gerinda dengan empat aspek sarana pembelajaran yang ditinjau yaitu kelengkapan perabot, peralatan, media pendidikan, perlengkapan lain, dan empat aspek untuk keterampilan yaitu meniru, manipulasi, presisi, artikulasi, naturalisasi. Berdasarkan hasil penelitian menyimpulkan bahwa aspek sarana pembelajaran masuk kategori "Sesuai" dengan hasil sebagai berikut, 1) area kerja bangku 76,75%, 2) Kerja Mesin Gerinda 74,50%, 3) Pengukuran & Pengujian Logam 71,75%, 4) Kerja Mesin Frais 67,25%, 5) Kerja Mesin Bubut 65,75%. Analisis data pada aspek keterampilan masuk kategori "Sesuai" dengan hasil sebagai berikut, 1) Kerja Mesin Bubut 78,80%, 2) Kerja bangku 78,20%, 3) Kerja Mesin Gerinda 76,00%, 4) Pengukuran & Pengujian Logam 75,00%, 5) Kerja Mesin Frais 64,40%.
PENGUATAN KOMPETENSI GURU SMK MELALUI PELATIHAN PEMERIKSAAN HASIL PENGELASAN BERSTANDAR AWS Putra, Ananda Yhuto Wibisono; Abdillah, Hamid; Janata, Ade Dwi Putra; Putra, Ricky Cahyasari; Fawaid, Moh; Febriyanto, Rusdi; Ikhsanudin, Ikhsanudin
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 9 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i9.2886

Abstract

Vocational education requires teachers to possess professional competencies that are relevant to industrial developments, including skills in weld inspection. However, most vocational high school (SMK) teachers still face limitations in understanding inspection procedures based on international standards. This condition creates a gap between the teaching process and the needs of industry, which emphasizes weld quality. Therefore, a systematic training program is needed to improve the quality of welding instruction in vocational schools. This activity aimed to strengthen the competencies of vocational school teachers in conducting weld inspections according to the American Welding Society (AWS) standards. The methods included needs assessment, delivery of theoretical materials, practice of visual inspection and non-destructive testing (NDT), as well as process and outcome evaluation. The training was implemented in a participatory manner through a combination of lectures, discussions, and hands-on practice with experienced instructors. The results indicated that teachers gained better conceptual understanding of weld inspection standards. Moreover, their technical skills in visual inspection and the application of NDT methods improved significantly. Process evaluation showed active participation and high enthusiasm among participants, while outcome evaluation demonstrated high levels of satisfaction with the instructors’ competence and the relevance of the materials to school practices. Overall, the training effectively bridged teachers’ competency gaps and enhanced the relevance of vocational learning to industry standards.
Model Sosialisasi dan Pembelajaran Lingkungan dalam Pengoperasian Dust Collector Bagi Pekerja Tambang melalui Penerapan IADL Yafi Nur Hanif; Anton Irawan; Moh. Fawaid
Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial Vol. 7 No. 1 (2025): Jurnal Manajemen Pendidikan dan Ilmu Sosial (Desember 2025 - Januari 2026)
Publisher : Dinasti Review

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jmpis.v7i1.7073

Abstract

Strategi Sosialisasi Pengembangan Identification of Environmental Aspects and Impacts (IADL) bagi Pekerja dalam Pengoperasian Dust Collector di Area Pertambangan bertujuan untuk mengembangkan pendekatan sistematis dalam mengenali dan mengendalikan potensi dampak lingkungan dari kegiatan operasional dust collector di area pertambangan. Penelitian ini menggunakan metode penilaian risiko dengan pendekatan daur hidup (life-cycle approach) dan matriks risiko empat sel untuk menilai kemungkinan dan konsekuensi dari setiap aktivitas yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas dengan tingkat risiko tertinggi terdapat pada operasi rutin dan kegagalan sistem filtrasi, yang dapat meningkatkan emisi partikulat halus ke lingkungan sekitar. Upaya pengendalian dilakukan melalui pemeliharaan preventif, pemantauan emisi, penerapan Standard Operational Procedure, serta pelatihan kesadaran lingkungan bagi pekerja. Kesimpulannya, penerapan IADL yang disertai strategi sosialisasi dan pelatihan berkelanjutan mampu meningkatkan pemahaman pekerja terhadap dampak lingkungan, memperkuat budaya kerja peduli lingkungan, serta mendukung penerapan prinsip pertambangan berkelanjutan.
ANALISIS IMPLEMENTASI ARTIFICIAL INTELLIGENCE DALAM SISTEM PEMBIAYAAN DI BANK SYARIAH INDONESIA Fudaili, Moh; Tarmidzi Anas, Achmad; Mukhlisin, Akh; Fawaid, Moh; Huraidi, Haris
Prosiding Pengabdian Ekonomi dan Keuangan Syariah Vol. 4 No. 2 (2025): Prospeks
Publisher : LP2M IAI AL-KHAIRAT PAMEKASAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong transformasi signifikan dalam industri perbankan, termasuk perbankan syariah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Artificial Intelligence (AI) dalam sistem pembiayaan pada Bank Syariah Indonesia (BSI) melalui pendekatan Kuliah Observasi Lapangan (KOL). Data diperoleh melalui observasi langsung, wawancara dengan pegawai, dan telaah dokumen internal serta literatur terkait digitalisasi perbankan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa AI mulai diterapkan dalam berbagai aspek pembiayaan, terutama melalui automated credit scoring, deteksi dini risiko pembiayaan (early warning system), dan layanan chatbot berbasis Natural Language Processing (NLP). Implementasi AI terbukti meningkatkan efisiensi operasional, mempercepat proses analisis, serta memperkuat manajemen risiko pembiayaan. Dari perspektif maqashid syariah, penerapan AI mendukung perlindungan harta (hifzh al-maal), peningkatan kualitas keputusan (hifzh al-‘aql), dan kemaslahatan nasabah. Namun demikian, tantangan muncul terkait integrasi data, kesiapan SDM, transparansi algoritma, keamanan data, dan kepatuhan syariah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi AI berpotensi menjadi fondasi transformasi digital perbankan syariah yang lebih inklusif, aman, dan kompetitif apabila didukung penguatan regulasi, pelatihan SDM, dan penerapan explainable AI yang sejalan dengan prinsip syariah.
TRANSFORMASI PEMBELAJARAN VOKASI MELALUI PELATIHAN 3D PRINTING SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN KETERAMPILAN TEKNIS DI SMK NEGERI 1 KRAGILAN Abdillah, Hamid; Fawaid, Moh; Ardiansyah, Atih
Jurnal Abdi Insani Vol 12 No 11 (2025): Jurnal Abdi Insani
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/abdiinsani.v12i11.3126

Abstract

The development of manufacturing technology requires vocational schools toadapt to industrial changes. One rapidly developing technology is 3D printing,which can produce prototypes quickly, precisely, and at a relatively affordablecost. SMK Negeri 1 Kragilan, as a school located in the Serang industrial area,strives to optimize the Teaching Factory through the integration of thistechnology. This community service activity is carried out in the form of 3Dprinting training for teachers and students, with the aim of improving technicalcompetency while supporting the transformation of vocational learning. Thetraining method is participatory with a hands-on approach, including anintroduction to design software, 3D printer operation, and the creation ofsimple products. Evaluation is carried out through a Likert-scale questionnaire,product documentation, and participant testimonials. The training resultsshowed significant improvements in aspects of material understanding(average 4.3), technical skills after training (4.4), and benefits for work (4.7).Participants successfully produced five product prototypes, including souvenirs,mobile phone casings, miniature buildings, gear models, and key chains.Participant testimonials confirm that the training is beneficial, although there isstill input regarding the need for more practice time. This activity confirmedthat 3D printing training not only improves the technical skills of teachers andstudents but also opens up opportunities for product innovation within theTeaching Factory environment. These results provide a starting point fordeveloping digital technology-based creative entrepreneurship in vocationalschools.
PENGARUH PROJECT BASE LEARNING TERHADAP KETERAMPILAN CRITICAL THINKING AND COLLABORATION PADA PRAKTIK PEMESINAN BUBUT DI SMK NEGERI 1 CILEGON Sabirin, Sahril; Atep Iman; Moh Fawaid
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 01 (2026): Volume 11 No. 01 Maret 2026 Publish
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i01.41766

Abstract

Vocational learning in vocational high schools (SMK) needs to develop 21st-century skills, particularly critical thinking and collaboration skills. However, practical learning is still often teacher-oriented, so student active involvement is not yet optimal. Project-Based Learning (PjBL) is a learning approach that emphasizes student involvement through the completion of real projects. This study aims to analyze the effect of PjBL on students' critical thinking and collaboration skills in lathe machining practical learning at SMK Negeri 1 Cilegon. This study uses a quantitative approach with an ex post facto design. The research sample consisted of 72 students from the Machining Engineering program, selected through purposive sampling. Data were collected using a closed questionnaire that had been tested for validity and reliability. Data analysis was performed using simple linear regression with the help of IBM SPSS. The results showed that Project-Based Learning had a positive and significant effect on critical thinking skills with a contribution of 16% and on collaboration skills with a contribution of 27.9%. These findings confirm that PjBL is effective in improving critical thinking and collaboration skills among vocational high school students, especially in practical learning. This study provides empirical contributions to the development of vocational learning oriented towards work readiness and 21st-century skills.
PENGARUH VARIASI SUDUT PENGELASAN GMAW TERHADAP KEKERASAN DAN STRUKTUR MIKRO PADA BAJA ASTM A36 Ma’mun Hidayat; Linda Farida; Moh. Fawaid
Jurnal Pendidikan Teknik Mesin Vol. 9 No. 1 (2022): Jurnal Pendidikan Teknik Mesin
Publisher : Program Studi Pendidikan Teknik Mesin Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sriwiajaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jptm.v9i1.15940

Abstract

Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dan melihat pengaruh variasi sudut saat proses pengelasan GMAW (Gas Metal Arch Welding) terhadap nilai kekerasan dan struktur mikro hasil pengelasan. Spesimen yang digunakan yaitu Baja ASTM A36 tebal 10mm. Proses pengelasan gmaw dilakukan dengan variasi sudut las yaitu 70o dan 110o serta menggunakan arus 95A, 125A, 155A dan 185A. Metode penelitian yang digunakan yaitu metode eksperimen dimana dalam pengambilan data dilakukan dengan observasi langsung dan teknik analasis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah statistik deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa variasi sudut saat proses pengelasan memiliki nilai kekerasan paling tinggi yaitu pada sudut 70 o arus 185A dengan nilai kekerasan yaitu weldmetal 217,1 HV, sedangkan nilai kekerasan terendah ada pada sudut 110 o arus 95A dengan nilai kekerasan weld metal 180,9 HV ini menunjukkan bahwa semakin tinggi nilai kekerasan maka fasa pearlite (gelap) lebih banyak dan permukaan kasar.
Evaluation of Simulation Based on the Job Training for Industrial Chemical Engineering Students at SMKN 2 Cilegon Duwi Lestari; Moh. Fawaid; Suhendar Suhendar
VANOS Journal of Mechanical Engineering Education Vol 11, No 1 (2026)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30870/vanos.v11i1.36399

Abstract

This study evaluates the simulation-based On the Job Training (OJT) program at SMK Negeri 2 Cilegon as an alternative to Field Work Practice (PKL), developed to address the mismatch between vocational curricula and industry needs as well as the limited availability of industrial internship placements. The evaluation employs the CIPPO model, and data were collected through observations, semi-structured interviews, Focus Group Discussions (FGDs), and document review, with primary and secondary data analyzed using qualitative data analysis techniques. The findings indicate that the context of the OJT program is highly aligned with industry needs. The input aspect is supported by qualified teachers, industry mentors, and adequate student readiness. The process is implemented through structured stages, resulting in products such as equipment SOPs, student reports, and competency certificates, while the outcomes demonstrate improvements in students’ technical competencies, interpersonal skills, and overall work readiness.