Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

Sel Punca Kanker Kolorektal Hilbertina, Noza; Adiwinata Pawitan, Jeanne
Cerdika: Jurnal Ilmiah Indonesia Vol. 1 No. 4 (2021): Cerdika : Jurnal ilmiah Indonesia
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/cerdika.v1i4.70

Abstract

Latar belakang: Kemoterapi dan radioterapi pasien kanker kolorektal sering gagal, atau kambuh kembali, yang disebabkan adanya kelompokan sel dengan sifat sel punca yang disebut sel punca kanker kolorektal. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui asal sel punca kolorektal dan sifatnya. Metode penelitian: Untuk menulis studi pustaka ini kami melakukan pencarian di Pubmed/ Medline dan Google Scholar dan memilih artikel yang berkaitan dengan sel punca kanker kolorektal, dalam hal asalnya, cara isolasi dan identifikasinya dan dampak sel punca kanker kolorektal pada prognosis kanker kolorektal. Data dianalisis, dikelompokkan dalam subjudul, dibuat tabel dan ditampilkan secara naratif. Hasil dan pembahasan: Isolasi dan identifikasi sel punca kanker kolorektal dapat dilakukan melalui berbagai sifatnya seperti kemampuan membentuk spheres, dye exclusion dan keberadaan marka permukaan sel. Selain itu, identifikasi dapat dilakukan dengan melihat jalur pensinyalan, aktifitas enzim, marka faktor transkripsi dan uji invivo sebagai baku emas. Kesimpulan: Sel punca kanker kolorektal diduga berasal dari sel punca kolon yang mengalami mutasi dan berhubungan dengan kemampuan invasi, metastasis dan juga survival penderita kanker tersebut.
Effect of umbilical cord-mesenchymal stem cells on skin tensile strength in pressure ulcers: a rat model study Aulia, Indri; Dilogo, Ismail Hadisoebroto; Prasetyono, Theddeus Octavianus Hari; Pawitan, Jeanne Adiwinata; Kekalih, Aria; Siregar, Nurjati Chairani; Whulanza, Yudan; Hasibuan, Lisa
Medical Journal of Indonesia Vol. 35 No. 1 (2026): March
Publisher : Faculty of Medicine Universitas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.13181/mji.oa.268222

Abstract

BACKGROUND Stem cell therapy has emerged as a promising alternative for the management of chronic wounds, including pressure ulcers. Tensile strength, which reflects the biomechanical integrity of the skin, serves as an objective measure of wound healing. This study aimed to evaluate the effect of locally administered umbilical cord-mesenchymal stem cells (UC-MSCs) on the tensile strength of healing 3rd-degree pressure ulcers in a Sprague Dawley rat model. METHODS 21 adult male Sprague Dawley rats were divided into 3 groups: normal rats without ulcers, untreated pressure ulcer as control, and pressure ulcers treated with UC-MSCs. The treatment group received locally injected 4 × 10⁶ UC-MSCs at the ulcer site. On day-21, the tensile strength parameters (rupture point, elongation at break, and elastic modulus) of the dorsal skin were assessed using the Universal Testing System. RESULTS When expressed relative to normal skin tensile strength, the UC-MSC group exhibited higher tensile parameters that were higher than the controls by 2.08% for rupture point, 3.29% for elongation at break, and 8.42% for elastic modulus. Although these differences between the UC-MSCs and control groups across all tensile strength parameters were not statistically significant, a clear trend toward improved tensile strength parameters were observed in the UC-MSCs group. CONCLUSIONS Local UC-MSCs administration showed a consistent trend toward improved tensile strength in healing 3rd-degree pressure ulcers, albeit without statistically significant differences compared to controls. These findings support the further exploration of UC-MSCs as a potential treatment for promoting biomechanical restoration in healing pressure ulcers.
Aplikasi Metode Whole Chromosome Painting untuk Mendeteksi Aberasi Kromosom pada Tumor Padat Budiyanti, Ecie; Suryani, Des; Pawitan, Jeanne Adiwinata
Majalah Patologi Indonesia Vol. 23 No. 1, Januari 2014
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

In solid tumor, conventional cytogenetic method usualy fails to detect chromosomal aberation due to failure in obtaining good quality metaphases. Therefore, special technique is required to get the karyotype of solid tumors. Whole chromosome painting (WCP) is a method to paint the chromosomes using Fluorescence In Situ Hybridization (FISH) technique. Application of WCP, both using one and multiple colors (mFISH or SKY) or their modifications can be used to identify chromosomal aberrations, which are valuable in helping to attain a diagnosis, to determine the prognosis and management, and to predict the response to therapy. Key words: chromosomal aberation, FISH, solid tumor, whole chromosome painting.
Sel Punca Kanker (Cancer Stem Cells): Sebuah tinjauan pustaka Kartini, K; Pawitan, Jeanne Adiwinata
Majalah Patologi Indonesia Vol 27 No.3, September 2018
Publisher : Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Anatomik Indonesia (PDSPA)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker merupakan jaringan yang mengalami penyimpangan dalam pertumbuhannya dan kemungkinan terjadi sebagai respons terhadap kerusakan jaringan. Sel punca yang secara normal diperlukan dalam perbaikan jaringan yang rusak, kini dipertimbangkan memiliki peran dalam pembentukan, pertumbuhan, dan pemeliharaan tumor. Para peneliti dari kelompok tertentu menemukan bahwa suatu jenis sel punca dapat menyebabkan kanker. Pembelahan sel punca secara asimetrik merupakan syarat paling mendasar bagi perkembangan organisme multiselular. Kegagalan dalam pembelahan asimetrik dapat memicu terjadinya tumorigenesis. Proses tumorigenesis membutuhkan kondisi tambahan seperti perluasan faktor lingkungan mikro (stem cell niche) yang merupakan faktor ekstrinsik, atau mutasi sel punca sehingga tidak lagi bergantung pada niche. Sel penginisiasi kanker dikenal dengan sel punca kanker (cancer stem cells). Sel punca kanker (SPK) saat ini dilaporkan banyak ditemukan pada tumor manusia dengan menggunakan metode identifikasi yang umumnya digunakan pada sel punca normal. Penemuan tentang sel punca kanker dan karakteristiknya membawa suatu harapan baru dalam menentukan prognosis kekambuhan dan terapi kanker. Penemuan terapi anti kanker baru yang target spesifiknya adalah sel kanker yang undifferentiated dan dormant dengan dipandu oleh petanda gen SPK dalam proses terapinya, diharapkan meningkatkan angka perbaikan dalam pengobatan pasien kanker.