Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN FUNGSI LUTUT TERHADAP KESIAPAN PSIKOLOGIS PADA PASIEN ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT DENGAN PENANGANAN OPERATIF PADA KOMUNITAS ACL INDONESIA Selviani, Ni Putu Ayu; Adhitya, I Putu Gde Surya; Kinandana, Gede Parta; Wibawa, Ari; Kurniawati, Ida
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 1 (2025): APRIL 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i1.44076

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara fungsi lutut dan kesiapan psikologis pada pasien ACL yang menjalani tindakan operatif. Metode yang digunakan adalah studi observasional dengan pendekatan kuantitatif, melibatkan pasien pasca operasi ACL dengan evaluasi fungsi lutut menggunakan skala objektif serta asesmen psikologis. Hasil penelitian diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai pentingnya rehabilitasi fisik dan mental dalam pemulihan pasca operasi ACL. Penelitian ini menggunakan desain analisis bivariat pada 36 pasien yang menjalani operasi ACL. Data yang dikumpulkan meliputi usia, jenis kelamin, Body Mass Index (BMI), tingkat pendidikan, serta waktu pascaoperasi. Fungsi lutut diukur menggunakan International Knee Documentation Committee 2000 (IKDC 2000), sedangkan kesiapan psikologis dinilai dengan skala Anterior Cruciate Ligament-Return to Sport after Injury (ACL-RSI). Korelasi antara fungsi lutut dan kesiapan psikologis dianalisis dengan uji statistik menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata usia pasien adalah 27,16 ± 8,63 tahun, dengan mayoritas berjenis kelamin laki-laki (75%). Analisis korelasi menunjukkan hubungan positif antara fungsi lutut dan kesiapan psikologis pada pasien operatif (r = 0,401; p = 0,015).  Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa Terdapat hubungan yang signifikan antara fungsi lutut dan kesiapan psikologis pada pasien yang menjalani operasi ACL. Peningkatan fungsi lutut dapat berkontribusi terhadap kesiapan psikologis pasien dalam kembali ke aktivitas normal. 
Efektivitas Penambahan Mobilization with Movement dalam Menurunkan Nyeri dan Meningkatkan Kemampuan Fungsional Lutut pada Patellofemoral Pain Syndrome Winaya, I Made Niko; Nugraha, Made Hendra Satria; Adhitya, I Putu Gde Surya; Kinandana, Gede Parta
FISIO MU: Physiotherapy Evidences Vol 4, No.2 Juli 2023
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/fisiomu.v4i2.5040

Abstract

Latar Belakang: Patellofemoral pain syndrome (PFPS) merupakan sumber umum nyeri lutut bagian depan yang menyumbang 25-40 persen dari semua masalah lutut yang dilaporkan di pusat kedokteran olahraga. Tujuan: Adapun tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efektivitas kombinasi MWM, UST, dan ET dibandingkan kombinasi UST dan ET dalam menurunkan nyeri dan meningkatkan kemampuan fungsional lutut pada PFPS. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian kuasi eksperimental. Sebanyak (n=24) peserta dibagi ke dalam 2 kelompok, yaitu kelompok kontrol (n=12) diberikan intervensi UST dan ET, sedangkan kelompok perlakuan diberikan intervensi UST, ET, dan MWM. Intervensi diberikan sebanyak 12 sesi (3 kali seminggu selama 4 minggu). Alat ukur evaluasi yang dilakukan yaitu nyeri dengan Visual Analogue Scale dan kemampuan fungsional lutut dengan The Knee Injury and Osteoarthritis Outcome Score (KOOS) versi Indonesia. Hasil: Pemberian kombinasi UST, ET, dan MWM lebih signifikan menurunkan nyeri (p=0,000) dan meningkatkan kemampuan fungsional lutut (p=0,000) dibandingkan kombinasi UST dan ET saja. Kesimpulan: Pemberian kombinasi UST, ET, dan MWM lebih signifikan menurunkan nyeri dan meningkatkan kemampuan fungsional lutut pada individu dengan patellofemoral pain syndrome. Hasil penelitian ini diharapkan dapat diterapkan di ranah klinis dengan menambahkan pemberian MWM pada intervensi yang selama ini diberikan seperti kombinasi UST dan ET.
HUBUNGAN FREKUENSI DAN DURASI MENARI DENGAN DERAJAT KURVATURA LUMBAL PADA PENARI BALI Trisnarini, Silviya Anindhita; Kinandana, Gede Parta; Tianing, Ni Wayan; Vittala, Govinda
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47987

Abstract

Tari tradisional Bali merupakan warisan budaya yang masih lestari dan menjadi daya tarik utama wisatawan. Penari Bali umumnya mulai belajar sejak usia dini dan menjalani latihan rutin dalam jangka panjang. Latihan menari yang intens dan berulang dapat memengaruhi kelengkungan kurvatura lumbal, yang berisiko menyebabkan gangguan seperti hiperlordosis serta berdampak pada kesehatan dan kenyamanan gerak penari. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara frekuensi dan durasi menari dengan kelengkungan kurvatura lumbal pada penari Bali. Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional dan menggunakan teknik purposive sampling, melibatkan 64 penari Bali. Frekuensi dan durasi menari diukur melalui wawancara langsung dengan subjek, sedangkan derajat kurvatura lumbal diukur menggunakan flexicurve. Hasil uji Spearman’s rho menunjukkan adanya hubungan positif antara frekuensi menari dengan derajat kelengkungan kurvatura lumbal (p=0,001; r=0,398), serta antara durasi menari dengan derajat kelengkungan kurvatura lumbal (p=0,009; r=0,325), meskipun keduanya memiliki kekuatan hubungan yang lemah. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan antara frekuensi dan durasi menari dengan derajat kelengkungan kurvatura lumbal pada penari Bali, yaitu semakin tinggi frekuensi dan durasi menari maka semakin tinggi pula derajat kelengkungan kurvatura lumbal pada penari Bali
HUBUNGAN FUNGSI LUTUT TERHADAP KESIAPAN PSIKOLOGIS PADA PASIEN ANTERIOR CRUCIATE LIGAMENT DENGAN PENANGANAN NON-OPERATIF DAN POST-OPERATIF: Pendahuluan, Metode Penelitian, Hasil, Pembahasan, Simpulan, dan Daftar Pustaka Ni Putu Ayu Selviani; I Putu Gde Surya Adhitya; Gede Parta Kinandana
Kinetic and Physiotherapy Comprehensive Vol 2 No 2 (2023): Volume 2 No. 2, August 2023
Publisher : PT. Kesehatan Gerak Fungsi Tubuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62004/kpc.v2i2.19

Abstract

Latar Belakang : Manajemen yang efektif dalam mengatasi cedera anterior cruciate ligament (ACL) memiliki dua pilihan, yaitu manajemen konservatif dan operasi rekonstruksi. Kedua pilihan ini bertujuan untuk mengembalikan fungsi lutut secara optimal tanpa risiko cedera berulang atau perubahan degeneratif pada lutut. Keberhasilan dari kedua pendekatan ini tergantung pada program pemulihan dan komitmen yang diberikan dalam melakukan latihan pemulihan. Evaluasi positif secara psikologis, penilaian subjektif, serta evaluasi objektif terhadap fungsi fisik tak jarang dipergunakan buat menilai kesiapan individu untuk kembali melakukan kegiatan fisik yang sama sebelum mengalami cedera. Tujuan : Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengidentifikasi korelasi antara fungsi lutut dan kesiapan fisiologis pada pasien yang mengalami cedera ACL dan menjalani baik operasi rekonstruksi maupun penanganan konservatif. Metode : Penelitian ini menggunakan metode tinjauan pustaka atau literatur review. Pencarian jurnal menggunakan data base melalui google scholar dan PubMed. Pencarian kata menggunakan kata kunci “injury, anterior cruciate ligament, knee functional, psychological readiness”. Jurnal yang digunakan pada penelitian ini dengan inklusi 5 tahun terakhir. Berdasarkan hasil pencarian dijumpai 5 literatur yang sesuai dengan kriteria inklusi. Hasil : Berdasarkan hasil telaah 5 jurnal menyatakan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan ditemukan pada skor subjektif international knee documentation committee 2000 (IKDC 2000) dan anterior Cruciate Ligament Return to Sport After (ACL-RSI ) antara pasien dengan penanganan konservatif dan operasi rekonstruksi. Simpulan : Tidak ditemukan perbedaan yang signifikan antara hasil Skor IKDC 2000 dan ACL-RSI pada pasien yang mendapatkan penanganan konservatif dan operasi rekonstruksi. Kata Kunci : ACL, cedera lutut, kesiapan fisiologis.
The relationship between hamstring muscle morphology, physical activity, dynamic balance, and knee functions among post-operative anterior cruciate ligament reconstruction patients Radika, I Komang Saskaraning; Adhitya, I Putu Gede Surya; Kinandana, Gede Parta
Kinetic and Physiotherapy Comprehensive Vol 4 No 2 (2025): Volume 4 No. 2 August 2025
Publisher : PT. Kesehatan Gerak Fungsi Tubuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62004/kpc.v4i2.67

Abstract

Introduction: Anterior cruciate ligament (ACL) injuries are common in pivot sports, particularly soccer and volleyball, with soccer accounting for the majority. ACL reconstruction often leads to morphological changes, and lower extremity balance plays a key role in knee function recovery. This study aimed to examine the relationship between hamstring muscle morphology and physical activity (GLTEQ), dynamic balance (Y-Balance Test), and knee function (KOOS) in post-ACL reconstruction patients. Methods: This study employed a literature review method, sourcing articles from PubMed, Google Scholar, and the Journal of Sport Rehabilitation. Keywords included 'hamstring muscle morphology,' 'Godin Leisure-Time Exercise Questionnaire,' 'Y-Balance Test,' 'Knee Injury and Osteoarthritis Outcome Score,' and 'anterior cruciate ligament reconstruction.' Boolean operators 'AND' and 'OR' were used to refine the search. Results: Subjects with ACLR showed reduced muscle volume and lower Y-Balance Test scores compared to healthy controls. They also scored significantly lower across all KOOS subscales (p < 0.01). The KOOS Sport and Recreation subscale was marginally associated with GLTEQ scores (p = 0.057). Additionally, GLTEQ scores were lower in the ACLR group than the modified GLTEQ scores in healthy participants (p = 0.58). Conclusion: Hamstring muscle morphology was significantly associated with Y-Balance Test performance, while no significant relationship was found between KOOS or GLTEQ scores in post-ACL reconstruction patients.
Effects Of Lower Limb Neurodynamic In Short Hamstring Syndrome Antari, Ni Komang Ayu Juni; Kinandana, Gede Parta; Nugraha, Made Hendra Satria; Negara, Anak Agung Gede Angga Puspa
Interest : Jurnal Ilmu Kesehatan INTEREST: Jurnal Ilmu Kesehatan Volume 12 Number 1 Year 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37341/interest.v12i1.412

Abstract

Background: Injury to the hamstring muscle is a very common site of injury in general sports or work-related physical activity. The purpose of this study was to compare the effectiveness of the addition of lower limb neurodynamics to the intervention of ultrasound therapy and stretching in short hamstring syndrome. Methods: This study is a Randomized Controlled Trial with a Pre-Test and Post-Test Group Design. The number of subjects in this study was 30 respondents, who were divided into 2 groups, namely the control group (n = 15) and the treatment group (n = 15). In the control group, subjects received a combination of ultrasound therapy and stretching. In the treatment group, subjects received a combination of ultrasound therapy, stretching, and lower limb neurodynamics. The intervention was carried out three times a week for four weeks (12 sessions). The length of the hamstring muscles is measured by straight leg raise (SLR) range of motion (ROM) and passive knee extension (PKE) ROM using a goniometer. Results: The results of statistical analysis showed that there was a significant difference between the two groups in the difference between the SLR ROM and PKE ROM before and after the intervention measured using a goniometer (p = 0.000). Conclusion: The addition of lower limb neurodynamics in the combination of ultrasound therapy and stretching intervention is proven to increase SLR ROM and PKE ROM in cases of the short hamstring. Lower limb neurodynamics could be used in clinical practice as an alternative to improving short hamstring syndrome.
Co-Authors Adhitya, I Putu Gde Surya Adhitya, I Putu Gede Surya Agung Wiwiek Indrayani Aloysius Ivander Wirayudha Widjaja Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Angga Puspa Negara Anak Agung Gede Eka Septian Utama Antari, Ni Komang Ayu Juni Ari Wibawa Aria Wibawa Ath-Thahirah, Aisyah Syahidah Dewi, Ni Made Ovilianty Chandra Esra Nanda Rehulina Fridayani, Kadek Yuni Fydananda Nimas Pahlevi I Dewa Ayu Inten Dwi Primayanti I Gusti Ayu Artini I Gusti Ayu Artini I Ketut Suyasa I Made Ady Wirawan I Made Niko Winaya I Nyoman Adi Putra I Nyoman Mangku Karmaya I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Gde Surya Adhitya I Putu Sutha Nurmawan I Putu Yudi Pramana Putra I Wayan Sugiritama Ida Ayu Jelantik Ari Parmitha Ida Kurniawati, Ida Indah Pramita Juhanna, Indira Vidiari Juniantari, Ni Komang Ayu Luh Putu Ratna Sundari M Widnyana Made Hendra Satria Nugraha Made Widnyana Mas Pramesti, Putu Waisyaka Muhammad Yasir Hidayat Negara, Anak Agung Gede Angga Puspa Ni Kadek Ayu Bintang Luwita Dewi Ni Komang Ayu Juni Antari Ni Luh Nopi Andayani Ni Luh Nopi Andayani, Ni Luh Nopi Ni Luh Putu Chandra Dewi Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati Ni Luh Ratih Rosita Dewi Ni Putu Ayu Selviani Ni Wayan Tianing Nila Wahyuni Parmitha, Ida Ayu Jelantik Ari Prasetyo, Arsya Hayyu Putra, I Putu Yudi Pramana Putu Astawa Putu Ayu Sita Saraswati Putu Devinda Ardaswari Putu Sri Putri Laksmi Radika, I Komang Saskaraning Regina, Ni Kadek Pramesti Saputri, Desi Mevlana Saraswati, Ni Luh Putu Gita Karunia Saraswati, Putu Ayu Sita Selviani, Ni Putu Ayu Thanaya, Sayu Aryantari Putri Trisnarini, Silviya Anindhita Vittala, Govinda Wahyuddin, Wahyuddin Wati, Ketut Ayu Padma Wiranatha, Made Bagus Krishna