Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

RESPON RUMPUT LOKAL PADA PEMBERIAN BERBAGAI DOSIS PUPUK UREA Rifais A.; A. A. A. S. Trisnadewi; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 6 No 2 (2018): May - August 2018
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (371.384 KB)

Abstract

This study aimed to obtain information the response of grass Leersia hexandra Sw, Heteropogon contortus, and Chloris barbata at various dosage of urea and its interactions. This research was conducted at greenhouse in Sading Village, Mengwi Sub-district, Badung Regency, Bali. The study lasted for 10 weeks, using completely randomized design (CDR) split plot pattern consists of three main plot grass of Leersia hexandra sw, Heteropogon contortus, and Chloris barbata, then four subplots / subplots consist of urea fertilizer various dosages of 0 kg/ha (D0), 50 kg/ha (D1), 100 kg/ha (D2) and 150 kg/ha (D3) so there are 12 treatment combinations repeated four time so that there where 48 unit experiment. Variables observed were growth, production and characteristics plants. Results of the research significant interaction between the grass kind and fertilizer dosage to leaf area variable. HD3 treatment combination gives the highest while LD0 treatment combination gives the lowest of growth and production of local grass and urea fertilizer dosage. Showed kind of local grass significantly effect to leaf of number, tiller of number, leaf dry weight, stem dry weight, all forage dry weight, all forage dry wight with root dry weight and leaf area. The provision of urea fertilizer was significant effect to all variables except for plant height, root dry weight and dry weight of leaf ratio with stems ratio.Based on the result of research it can be concluded that there was local grass Heteropogon contortusgive the best result compared to the type off grass Leersia hexandra Sw and Chloris barbatain fertilazition urea. Urea fertilizer dosage 150 kg/ha give the best response of local grass. There was a significant interaction between the grass type and the fertilizer dosage leaf area. Keywords: local grass, urea, dosage, growth, production
ANALISIS PERFORMA PRODUKSI DAN PENDAPATAN USAHA TERNAK AYAM BROILER POLA MANDIRI DENGAN SISTEM KANDANG TERBUKA (OPEN HOUSE) (STUDI KASUS DI UD. MERTA PURA DESA MELILING, KECAMATAN KERAMBITAN, KABUPATEN TABANAN) Wirawan I M.W.; i W. Sukanata; M. Wirapartha
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 1 (2019): Vol. 7 Isssues 1 (2019)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (652.72 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui performa produksi dan pendapatan usaha ternak ayam broiler pola mandiri dengan sistem kandang terbuka (open house).Penelitian ini dilaksanakan pada UD.Merta Pura yang berlokasi di Desa Meliling, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan.Data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu data hasil pemeliharaan selama 7 periode produksi yaitu dari bulan Juni 2016 - Desember 2017.Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah manajemen pemeliharaan, bobot badan, rata-rata umur panen, pertambahan berat badan, FCR, index performa, mortalitas dan deplesi.Aspek ekonomi yang diteliti yaitu pendapatan bersih, biaya, Revenue Cost Ratio, dan Break Even Point.Data penelitian dianalisis dengan metode analisis deskriptif kualitatif dan kuantitatif.Hasil Penelitian menunjukkan bahwa rata-rata performa ayam broiler yang diperoleh pada penelitian ini adalah manajemen pemeliharaan sudah baik. Ayam di panen rata-rata pada umur 29 hari dengan rata-rata bobot badan 1,76 kg/ekor, pertambahan bobot badan 1,67 kg/ekor atau 56,93 gram/ekor/hari, nilai FCR 1,54, index performa 374,43 dan rataan deplesi 3,98 %. Rata-rata pendapatan bersih peternak sebesar Rp.31.891.671 per periode produksi. Nilai Revenue Cost Ratio 1.14. Usaha ini mencapai Break EvenPoint ketika jumlah ayam yang di produksi 4,961 kg ayam hidup atau ketika harga jual ayam hidup sebesar 15.199/kg.Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usaha ternak ayam broiler pola mandiri dengan sistem kandang terbuka (open house) sudah menguntungkan bagi peternak, dan layak untuk diusahakan. Kata Kunci : performa produksi, pendapatan, ayam broiler, pola mandiri, kandang terbuka
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN KALIANDRA (Calliandra Calothyrsus) YANG DIBERI BERBAGAI DOSIS PUPUK KASCING Prabowo A. A.; N. G. K. Roni; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 9 No 2 (2021): Vol. 9 No. 2 Tahun 2021
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil tanaman kaliandra (Calliandracalothyrsus) yang diberi berbagai dosis pupuk kascing telah dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa Denpasar. Penelitian berlangsung selama 16 minggu, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan lima taraf perlakuan dan enam ulangan sehingga terdapat 30 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis pupuk kascing yaitu 0 ton/ha (D0), 5 ton/ha (D5), 10 ton/ha (D10), 15 ton/ha (D15), 20 ton/ha (D20). Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa, pertumbuhan dan hasil tanaman kaliandra (Calliandra calothyrsus) yang diberi berbagai dosis pupuk kascing berbeda nyata pada tinggi tanaman, berat kering daun, berat kering batang, berat kering akar, berat kering total hijauan dan luas daun per pot. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pupuk kascing mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman kaliandra (Calliandra calothyrsus), dan dosis pupuk kascing 10 ton/ha menghasilkan pertumbuhan dan hasil tanaman kaliandra (Calliandracalothyrsus) terbaik. Kata kunci: dosis, hasil, kaliandra, kascing, pertumbuhan
KECERNAAN BAHAN KERING DAN NUTRIEN RANSUM SAPI BALI BERBASIS LIMBAH PERTANIAN TERFERMENTASI INOKULAN DARI CAIRAN RUMEN DAN RAYAP (Termites) NUGRAHA I K. P.; I K. SUMADI; I M. MUDITA; I W. WIRAWAN
Jurnal Peternakan Tropika Vol 3 No 2 (2015): E-Journal Peternakan Tropika Vol 3 No 2
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.67 KB)

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kecernaan bahan kering dan nutrien ransum limbah pertanian terfermentasi oleh inokulan yang mengandung cairan rumen dan rayap (Termites) pada sapi bali. Penelitian lapangan dilaksanakan di Stasiun Penelitian Fakultas Peternakan Universitas Udayana, Bukit Jimbarandengan alokasi waktu operasional selama 6 bulan, yaitu dari tanggal 3 Mei 2013 sampai dengan 31 Oktober 2013. Penelitian laboratorium untuk analisis bahan kering dan nutrien sampel ransum dan feses dilaksanakan di Laboratorium Nutrisi dan Makanan Ternak Fakultas Peternakan Universitas Udayana selama 1 bulan, yaitu dari tanggal 23 September 2013 sampai dengan 23 Oktober 2013. Penelitian yang telah dilaksanakan menggunakan rancangan acak kelompok (RAK) dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Tiap unit percobaan menggunakan 1 ekor sapi bali jantan, diperlukan 12 ekor sapi bali jantan dengan bobot badan awal 118,33 ± 22,99kg. Perlakuan yang diberikan adalah RB0 yaitu sapi yang diberi ransum tanpa terfermentasi inokulan, RBR1T3 yaitu sapi yang diberi ransum terfermentasi inokulan dari kombinasi 10% cairan rumen dan 0,3% rayap, RBR2T2 yaitu sapi yang diberi ransum terfermentasi inokulan dari kombinasi 20% cairan rumen dan 0,2% rayap, dan RBR2T3 yaitu sapi yang diberi ransum terfermentasi inokulan dari kombinasi 20% cairan rumen dan 0,3% rayap. Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi jumlah bahan kering dan nutrien ransum tercerna yang terdiri atas jumlah bahan organik tercerna, jumlah serat kasar tercerna, jumlah protein kasar tercerna, dan jumlah abu tercerna serta kecernaan bahan kering dan nutrien ransum yang terdiri atas kecernaan bahan organik, kecernaan serat kasar, kecernaan protein kasar, dan kecernaan abu.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemanfaataninokulan yang diproduksi dari kombinasi cairan rumen sapi bali dan rayap (RBR1T3, RBR2T2 dan RBR2T3) sebagai fermentor ransum berbasis limbah pertanian mampu meningkatkan jumlah bahan organik dan protein kasar tercerna serta meningkatkan kecernaan bahan organik dan serat kasarransum oleh sapi bali penelitiandibandingkan dengan pemberian ransum tanpa fermentasiinokulan (RB0). Dari hasil penelitian, maka dapat disimpulkan bahwa pemanfaatan inokulan 20% cairan rumen dan 0,3% rayap sebagai fermentor ransum berbasis limbah pertanian dapat meningkatkan kecernaan bahan organik, serat kasar dan protein kasar ransum sapi bali yang terbaik diantara perlakuan.
Pertumbuhan dan Hasil Rumput Benggala (Panicum maximum) yang Ditanam Bersama Legum Alysicarpus vaginalis dengan Dosis Pupuk N dan P Berbeda Kholqi K.; N. N. Candraasih K.; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan memberikan informasi mengenai pertumbuhan dan hasil rumput benggala (Panicum maximum) yang ditanam bersama legum Alysicarpus vaginalis dengan dosis pupuk N dan P berbeda. Penelitian dilakukan di Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Sesetan. Penelitian berlangsung selama 12 minggu, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola split plot terdiri atas petak utama yaitu pola pertanaman 1 Panicum maximum tanpa Alysicarpus vaginalis (A0), 1 Panicum maximum + 1 Alysicarpus vaginalis (A1), 1 Panicum maximum + 2 Alysicarpus vaginalis (A2), 1 Panicum maximum + 3 Alysicarpus vaginalis (A3), serta anak petak terdiri atas empat dosis yaitu N0P0 kg/ha (D0), N50P25 kg/ha (D1), N50P50 kg/ha (D2), N75P50 kg/ha (D3) terdapat 16 kombinasi perlakuan dan diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu pertumbuhan, hasil dan karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertumbuhan dan hasil rumput Panicum maximumpada jumlah legum A0 memiliki rataan tertinggi pada variabel jumlah daun, jumlah anakan, berat kering daun,berat kering batang dan berat kering total hijauan. Dosis pupuk D3 rataan tertinggi pada variabel berat kering daun, berat kering akar dan berat kering total hijauan secara statistik menunjukkan perbedaam yang nyata. Kesimpulan pada penelitian ini rumput Panicum maximum yang ditanam tanpa legum Alysicarpus vaginalismemberikan pertumbuhan terbaikdan dosis pupuk N75P50 kg/ha memberikan respon yang terbaik pada rumput Panicum maximum dan terjadi interaksi antara pertanaman campuran jumlah legum dengan dosis pupuk N dan P pada variabel berat kering batang, berat kering akar dan berat kering total hijauan. Kata kunci : Pertumbuhaan, Hasil, Panicum maximum, Alysicarpus vaginalis, nitrogen, fosfor
KUALITAS SILASE KOMBINASI BATANG PISANG DENGAN KEMBANG TELANG (Clitoria ternatea) BERDASARKAN UJI ORGANOLEPTIK Khristanta I M. D.T. A; N. N. Suryani; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 8 No 1 (2020): Issue 8 No. 1 (2020)
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (429.908 KB)

Abstract

The aim of this study was to determine the recommended level of Clitoria ternatea in terms of organoleptic test. This research was conducted at Sesetan Farm, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University, Jl. Raya Sesetan, Markisa Alley, Denpasar. Organoleptic test was carried out at the Animal Nutrition and Feed Laboratory, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University. The study design was a completely randomized design (CRD) with 4 treatments and 4 replications. Treatment A (65% banana stem + 30% polar + 5% (molasses + EM4)), B (55% banana stem + 10% C. ternatea + 30% polar + 5% (molasses + EM4)), C (45 % banana stem + 20% C. ternatea + 30% polar + 5% (molasses + EM4)), D (35% banana stem + 30% C. ternatea + 30% polar + 5% (molasses + EM4)). The research variables were pH, NH3, VFA, fungus, texture, color, and odor. Study showed that the highest color and odor values were obtained in treatment D, while the fungus and texture variables were the highest in treatment A. Addition of C. ternatea with levels of 20% and 30% (treatments C and D) show significant difference can increase NH3 compared to treatments A and B. Concentration of NH3 in treatment D compared treatments A, B and C respectively 327,50%, 407,92% dan 62,86%. The pH and total VFA did not show any significant difference between all treatment. The results of this study can be concluded that 30% C. ternatea can improve silage quality both in terms of NH3 as well as organoleptic test likes color and texture. Keywords : silage quality, banana steams, Clitoria ternatea, organoleptic test
PERTUMBUHAN DAN HASIL RUMPUT Panicum maximum YANG DIBERIKAN BERBAGAI DOSISPUPUK N DAN P PADA JENIS TANAH YANG BERBEDA Aryana i M. P.; N. G. K. Roni; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 7 No 3 (2019): Issue 7 No. 3 - 2019
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/ejpt.2019.v07.i03.p013

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil rumput Panicum maximum yang ditanam di 3 jenis tanah berbeda yaitu tanah Latosol,Regosol dan Mediterania, dengan aplikasi pupuk fospat dan nitrogen berbeda. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan mei sampai juli, di Desa Sading, Kec. Mengwi, Kab. Badung. Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah rancangan acak lengkap (RAL) pola split plot. Faktor pertama adalah jenis tanah dan faktor kedua adalah dosis pupuk, dengan tiga perlakuan dan empat kali ulangan, tiga perlakuan pupuk yaitu perlakuan D1 (pupuk dosis 100 kgN/ha), dan D2 (pupuk dosis 50 kgN/ha + 50 kgP/ha, dan D3 (pupuk 100 kgP/ha), diulang sebanyak 4 kali sehingga terdapat 36 pot penelitian. Variabel yang diamati yaitu pertumbuhan, hasil dan karakteristik tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan, hasil dan karakteristik dosis pupuk menunjukkan berbeda tidak nyata (P>0.05) pada semua variabelnamun ketiga jenis tanah menunjukkan berbeda nyata (P<0.05)pada semua variabel kecuali tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan dan nisbah berat kering daun dengan batang. Berdasarkan hasil penlitian dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan, hasil dan karakteritik rumput Panicum maximum terbaik dihasilkan pada perlakuan dosis pupuk 50kg N/ha + 50kg P/ha.Pertumbuhan, hasil dan karakteristik rumput Panicum maximum terbaik terdapat pada jenis tanah mediterania.Terjadi interaksi antara dosis pupuk dan jenis tanah terhadap jumlah daun, jumlah anakan, dan luas daun rumput Panicum maximum. Kata Kunci : Rumput Panicum maximum, Pupuk Nitrogen, Pupuk Fospat, Jenis Tanah
THE EFFECT OF DECOMPOSITION TIME AND DOSAGES OF CATTLE MANURE FERTILIZERS ON THE GROWTH AND YIELD OF Asystasia gangetica (L.) subsp. MICRANTHA I Gede Angga Bayu Pratama; M. Anuraga Putra Duarsa; I Wayan Wirawan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 11 No 2 (2022): Pastura Vol. 11 No. 2 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v11.i02.p10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh waktu dekomposisi, dosis pupuk terbaik dan interaksi antara waktu dekomposisi dengan dosis pupuk kotoran sapi terhadap pertumbuhan dan hasil hijauan Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Penelitian dilakukan di Rumah Kaca, Stasiun PenelitianSesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa Denpasar. Penelitian berlangsung selama 3 bulan, menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) pola faktorial. Faktor pertama adalah waktu dekomposisi yaitu 4 minggu (W4), 2 minggu (W2), tanpa dekomposisi (W0)dan faktor kedua adalah pemberian pupuk kotoran sapi dengan dosis 0 ton ha -1 (D0), 10 ton ha-1 (D10), 20 ton ha D20), 30 ton ha-1 (D30). Setiap perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga terdapat 48 unit percobaan. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi interaksi antara waktu dekomposisi dan dosis pada variabel nisbah berat kering daun dengan berat kering batang tetapi tidak menunjukkan adanya interaksi pada variabel lainnya. Waktu dekomposisi 4 dan 2 minggu nyata memberikan respon lebih baik dibandingkan tanpa dekomposisi. Peningkatan dosis pupuk dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil hijauan Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa terjadi interaksi antara waktu dekomposisi dengan dosis pupuk terhadap variabel nisbah berat kering daun dengan berat kering batang, dan perlakuan dekomposisi 4 minggu (W4) dan dosis 30 ton ha-1 memberikan respon terbaik pada pertumbuhan dan hasil hijauan Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Kata kunci: Asystasia gangetica, dekomposisi, kotoran sapi, pertumbuhan, hasil
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha YANG DIPUPUK NPK DENGAN DOSIS BERBEDA Carvalho C. B. D.; N. M. Witariadi; I W. Wirawan
Jurnal Peternakan Tropika Vol 11 No 1 (2023): Vol. 11 No. 1 Tahun 2023
Publisher : Animal Science Study Program, Faculty of Animal Husbandry, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to determine the growth and yield of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha fertilized with NPK with different dosage. This research was carried out in the Sesetan Research station greenhouse, Faculty of Animal Science, Udayana University starting from July to September 2021. The experimental design used in this study was a completely randomized design (CRD) with five treatments and six replications. The five treatments were dosage of 0 kg ha-1 (D0), 50 kg ha-1 (D50), 100 kg ha-1 (D100), 150 kg ha-1 (D150), and 200 kg ha-1 (D200). The variables observed in the study were growth variables, production variables, and growth characteristics variables. The results showed that treatment with different dosage of NPK fertilizer increased the dry weight of leaves, stem dry weight, total dry weight of forage, and the ratio of total dry weight of forage to root dry weight of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha, but has not had an effect on other variables. It can be concluded that the yield of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha increased with the application of NPK fertilizer, and the best results dosage of 100 kg ha-1. Keywords: Asystasia gangetica, dosage, growth, NPK, yield
The Growth and The Yield of Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha Fertilized with Fermented Slaughtering House Waste Joko Prasetyo; I Ketut Mangku Budiasa; I Wayan Wirawan
Pastura : Jurnal Ilmu Tumbuhan Pakan Ternak Vol 12 No 1 (2022): Pastura Vol. 12 No. 1 Tahun 2022
Publisher : Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/Pastura.2022.v12.i01.p06

Abstract

Penelitian yang bertujuan untuk mengetahui pertumbuhan dan hasil hijauan Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha yang dipupuk dengan limbah rumah potong hewan (RPH) terfermentasi, telah dilakukan di rumah kaca, Stasiun Penelitian Sesetan, Fakultas Peternakan, Universitas Udayana di Jalan Raya Sesetan Gang Markisa selama 8 minggu. Penelitian menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan empat perlakuan dan tujuh ulangan sehingga terdapat 28 unit percobaan. Perlakuan yang diberikan adalah dosis pupuk limbah rumah potong hewan terfermentasi yang terdiri atas : 0 ton ha-1, 10 ton ha-1, 20 ton ha-1 dan 30 ton ha-1. Variabel yang diamati yaitu variabel pertumbuhan, variabel hasil daan variabel karakteristik tumbuh. Hasil penelitian menunjukan bahwa pupuk limbah rumah potong hewan terfermentasi belum mampu meningkatkan pada variabel pertumbuhan, variabel hasil dan variabel karakteristik tumbuh. Perlakuan dosis 20 ton ha-1 pada tinggi tanaman menunjukan rataan paling tinggi sebesar 48,24 cm, perlakuan dosis 30 ton ha-1 pada berat kering total hijauan menunjukan rataan paling tinggi sebesar 4,89 g, dan perlakuan dosis 30 ton/ha pada nisbah berat kering total hijauan dengan berat kering akar menunjukan rataan paling tinggi sebesar 2,80 g. Disimpulkan bahwa pemberian limbah rumah potong hewan terfermentasi sebagai pupuk organik belum mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha. Kata kunci: limbah, fermentasi, Asystasia gangetica (L.) subsp. Micrantha, dosis, pupuk, pertumbuhan