Claim Missing Document
Check
Articles

BENTUK PENYAJIAN SILEK PANGIAN DALAM ACARA BAKAUA ADAT (BAKATOMPAT)DI NAGARI SUNGAI LANSEK KECAMATAN KAMANG BARU KABUPATEN SIJUNJUNG Yendi Putri, Shakila; Kadir, Tulus Handra
Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/wagr0x79

Abstract

This research aims to describe and unveil the presentation of Silek Pangian in the Bakau Adat (Bakatompat) event in Nagari Sungai Lansek, Kamang Baru District, Sijunjung Regency. This type of research is qualitative with a descriptive approach. The research instrument is the researcher themselves, assisted by supporting instruments such as writing materials and a camera. Data was collected through literature study, observation, interviews, and documentation. The steps in data analysis include data collection, data classification, data description, and data conclusion. The research results show that the form of Silek Pangian presentation in the Bakaua Adat (Bakatompat) event in Nagari Sungai Lansek, Kamang Baru District, Sijunjung Regency includes movement, accompanying music, floor patterns, makeup and costumes, and the time and place of the performance. The movement of Silek Pangian resembles a prayer, with greetings, four-step motions, slicing movements, thrusting actions, punching movements, upward strikes, locking movements, and closing actions. In the Silek Pangian performance, traditional Minangkabau instruments such as the talempong pacik (canang), gandang tambuah, and krincing are used as accompaniment, along with a layout of straight and circular patterns that depict the interaction between the martial artist and opponent. The Silek Pangian performance also features traditional Minangkabau attire comprising a black kurung shirt, side cloth, galembong, and peci, and is held outdoors in the evening. This performance is not merely entertainment but also a medium for education and the transmission of cultural values and identity to the younger generation, embodying strong spiritual, social, and cultural significance
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN SENI BUDAYA MATERI MUSIK TRADISIONAL(TALEMPONG PACIK) PADA KELAS X TBSM DI SMK MUHAMMADIYAH 1 PADANG Carel Oriza Satifa Balqis; Tulus Handra Kadir
Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/scjm3g47

Abstract

This research aims to understand and describe how cultural arts learning takes place at SMK Muhammadiyah 1 Padang. This study is qualitative research with a descriptive approach. The research instruments are the researcher themselves, assisted by writing tools and a camera. Data was collected through literature study, observation, interviews, and documentation. The steps in data analysis include collecting data, reducing data, describing data, and concluding data. The research results indicate that the implementation of cultural arts learning on Traditional Music Material (Talempong Pacik) in Class X TBSM at SMK Muhammadiyah 1 Padang consists of three stages: planning, implementation, and evaluation. In the planning stage, the teacher prepares teaching materials in the form of teaching modules that conform to the Merdeka Curriculum Phase E, and establishes learning objectives that are relevant and contextual to the needs of the students and local character. The implementation stage was carried out through three meetings using methods of lectures, question and answer sessions, demonstrations, and drills. The learning process began with an introduction to the theory and history of Talempong Pacik music, followed by training in basic techniques in groups, culminating in group performances as a form of final performance evaluation. During the teaching process, the teacher managed the class and facilitated learning with a flexible approach, including overcoming limitations in musical instruments through rhythmic simulation via body percussion. At the evaluation stage, not all students achieved the expected competencies, and unfortunately, the follow-up in the form of enrichment for students who had reached their goals or remedial for those who had not succeeded had not been systematically implemented. This certainly impacts students' opportunities to improve or optimally develop their learning outcomes.
Keberadaan Tari Gandai di Sanggar Putri Selagan Desa Talang Medan Kecamatan Selagan Raya Mukomuko Bidawami; Handra Kadir, Tulus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan dan mendeskripsikan keberadaan Tari Gandai di Sanggar Putri Selagan Desa Talang Medan Kecamatan Selagan Raya Mukomuko. Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan metode deskriptif analisis. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung berupa alat tulis dan kamera. Data dikumpulkan melalui studi pustaka, observasi, wawancara dan dokumentasi. Langkah-langkah menganalisis data adalah pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasi penelitian menunjukkan bahwa Keberadaan Tari Gandai di Sanggar Putri Selagan dapat dilihat dari pertumbuhan, perkembangan, serta penerimaan dan peranannya dalam kehidupan masyarakat. Keberadaan Tari Gandai dapat dilihat dari tahun 2020 hingga 2024, keberadaan Tari Gandai semakin sering terlihat yaitu melalui penampian yang sering dilakukan oleh sanggar putri selagan. Sanggar ini memainkan peran penting dalam menjaga dan mempromoskan tari gandai dan juga membuatnya lebih dikenal dan dihargai oleh masyarakat luas dibandingkan dari tahun-tahu sebelumnya. Sanggar Putri Selagan masih mempertahankan Tari Gandai karena ingin menjaga kelestarian tari tersebut karena merupakan warisan turun temuruan dari nenek moyang terdahulu. Tata rias Tari Gandai menggunakan riasan cantik dan baju kurung modifikasi berwarna merah dan dihiasi berwarna keemasan. selendang, penutup dada, ikat pinggang, sanggul, jilbab jaring, hiasan lima jari dan juga pita warna-warni. Tempat pertunjukan Tari Gandai di pertunjukan di halaman rumah dengan beralaskan tikar atau terpal.
Hubungan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila terhadap Apresiasi Siswa pada Tari Tradisional Di Kelas XI SMA Negeri 7 Padang Nabila Shalsabila; Handra Kadir, Tulus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan Projek Penguatan Profil pelajar Pancasila (P5) dengan Apresiasi Siswa Terhadap Tari Tradisional di Kelas XI SMAN 7 Padang. Projek P5 yang berfokus pada kearifan lokal dirancang untuk membangun karakter dan profil siswa yang memiliki nilai-nilai Pancasila. Namun, terdapat kekhawatiran mengenai rendahnya apresiasi terhadap tari tradisional di kalangan siswa di sekolah. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk memahami dampak P5 terhadap apresiasi siswa terhadap tari tradisional dan meningkatkan kecintaan siswa terhadap budaya lokal. Penelitian ini termasuk dalam penelitian korelasional, dengan menggunakan teknik korelasi product moment untuk menganalisis data. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif antara program P5 dengan apresiasi siswa terhadap tari tradisional, dengan nilai signifikansi sebesar 0,587. Pelaksanaan program P5 bertema kearifan lokal di SMA Negeri 7 Padang dilaksanakan secara sistematis, memenuhi seluruh dimensi profil pelajar Pancasila. Apresiasi pelajar terhadap tari tradisional sejalan dengan program P5 menunjukkan adanya dampak positif terhadap apresiasi budaya di kalangan pelajar.
Analisis Struktur Lagu El Abejorro Karya Emilio Pujol Rahmat Saputra, Riki; Handra Kadir, Tulus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 3 (2024)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan struktur lagu El Abejorro berkaitan dengan motif, frase, dan perioda” diekspresikan dalam permainan gitar klasik. Jenis penelitian ini adalah analisis isi (content Analysis) menggunakan metode deskriptif analisis. Instrumen penelitian adalah peneliti sendiri dengan dibantu beberapa peralatan untuk mengolah data. Data dalam penelitian ini menggunakan data primer dan data sekunder. Data dikumpulkan melalui download video, penelusuran kepustakaan, wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Data secara deskriptif kualitatif, melalui struktur lagu frase, perioda dan bentuk dari lagu El Abejorro Emilio Pujol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk dan struktur lagu karya Emilio Pujol dengan judul El Abejorro adalah bentuk lagu 3 bagian. Tangga nada yang digunakan adalah tangga nada 1#. Pada lagu El Abejorro ini memiliki 7 periode dengan susunan yaitu A, B, A, C, C’, B, dan A. yang mana perioda A diulang kembali setelah perioda B. dalam lagu El Abejorro bentuk perioda adalah perioda kontras. Struktur pada lagu El Abejorro ini disetiap Perioda dibangun oleh dua frase yaitu frase (a) anteseden dan frase (b) konsekuen. Adapun motif-motif yang terdapat pada lagu El Abejorro pada bagian A terdapat 6 motif, pada bagian B terdapat 4 motif, pada bagian C terdapat 7 motif dan Coda terdapat 5 motif didalamnya. Temuan lainnya pada lagu El Abejorro yaitu memilliki 2 kadens yaitu kadens setengah dan kadens sempurna. Lagu El Abejorro ini juga memiliki sebuah Coda pada bagian akhirr lagu. Walaupun lagu El Abejorro sederhana tetapi tingkat emosi, dan dinamika yang dimainkan berbeda sehingga menghasilkan kesan bunyi lebah pada lagu El Abejorro.
Penggunaan Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi pada Mata Pelajaran Seni Budaya SMPN 6 Sijunjung Hilda, Thasya Febrincia; Kadir, Tulus Handra
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada penerapan Pendekatan Berdiferensiasi dalam proses pembelajaran dan hasil belajar peserta didik kelas VII SMP N 6 Sijunjung. Setiap peserta didik memiliki kebutuhan belajar yang berbeda-beda. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui bagaimana penerapan dan hasil belajar melalui pendekatan berdiferensiasi.Penelitian ini menggunakan model studi kasus karena penelitian ini bersifat terbuka, tidak terstruktur dan fleksibel. Subjek penelitian yaitu pendidik dan peserta didik di kelas VII SMP 6 Sijunjung. Penelitian menggunakan variable pendekatan berdiferensiasi dan hasil belajar. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data serta penyimpulan data. Data yang diperoleh dari penelitian ini melalui wawancara, observasi dan studi kasus. Data yang diperoleh dari penelitian dapat disimpulkan bahwa langkah-langkah menerapkan pendekatan berdiferensiasi yaitu dengan memilih materi, mengelompokkan peserta didik sesuai kebutuhan belajarnya, memberikan fasilitas media pembelajarn serta membimbing peserta didik untuk menghasilkan suatu produk. Pendekatan berdiferensiasi dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik
Deskripsi Gerak Tari Jaipong Daun Pulus Keser Bojong di Desa Bogor Baru Kabupaten Kepahiang Provinsi Bengkulu Artikasari, Murni; Handra Kadir, Tulus
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 2 (2025): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i2.30704

Abstract

Penelitian ini dilatar belakangi oleh menurunnya pemahaman dan minat generasi muda terhadap tari Jaipong Daun Pulus Keser Bojong, khususnya di Desa Bogor Baru, Kabupaten Kepahiang. Tari ini merupakan warisan budaya dari masyarakat Sunda transmigran yang dibawa sejak tahun 1980. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan ragam gerak tari, teknik pelatihan, serta makna gerak dalam konteks budaya lokal. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Instrumen penelitian ini adalah peneliti sendiri dan dibantu dengan instrumen pendukung seperti alat tulis, kamera, dan rekaman video atau audio. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tari Jaipong Daun Pulus Keser Bojong di Desa Bogor Baru memiliki struktur gerak pokok, penghubung, dan improvisasi yang kaya makna. Teknik pelatihan dilakukan secara lisan dan visual, berfokus pada penguatan otot, irama, dan keluwesan tubuh. Pelestarian tari ini dilakukan secara mandiri oleh pelatih lokal dengan dukungan dari masyarakat dan pemusik tradisional. Tari jaipong di Desa Bogor Baru bukan hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga simbol identitas budaya masyarakat Sunda perantauan yang hidup di lingkungan baru.
IMPLEMENTASI KURIKULUM MERDEKADALAM METODE PEMBELAJARAN SENI BUDAYA (TEATER)DI KELAS X FASE E SMA NEGERI 1 X KOTO KABUPATEN TANAH DATAR Ayu Yolanda Putri; Tulus Handra Kadir
Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 3 No. 2 (2025): June
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/42amr320

Abstract

This research aims to describe cultural arts (theatre) learning in class X Phase E at SMA Negeri 1 X Koto. This type of research is qualitative with a descriptive approach. The instruments used are the researchers themselves, assisted by writing tools and a camera. Data was collected through observation, interviews and documentation. Steps for data analysis include data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawing. The research results show that Project Based Learning (PBL) is a learning method that emphasises the active involvement of learners through real projects to develop knowledge competencies, skills, and attitudes. However, in practice, the implementation of the PBL method in class X.E.4 faced failure, as the students were unable to carry out PBL properly. The application of the Hands-On Learning method in the Arts and Culture learning, particularly on the Traditional Randai Theatre material in class X.E.4, showed very positive and transformative results. One piece of evidence of the success of this method is the success of the X.E.4 students in presenting the Randai performance on the school art stage. Students not only succeeded in the process but also demonstrated concrete results in the form of creative, cohesive, and high artistic value performances. The Hands-On Learning method has proven to be highly effective in enhancing engagement, understanding, and student motivation. In the context of Cultural Arts education, this method can shift the learning paradigm from passive to active, enjoyable, and meaningful. Not only does it improve academic achievement, but this approach also supports the growth of character, creativity, and social relations among students. Therefore, this method is highly worthy of continued development and sustainable application, particularly in learning that requires contextual and participatory understanding.
TEATER SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM MEMBENTUK KARAKTER SISWA DI SMPI AL-AZHAR 32 PADANG Cindy Amalia Putri; Tulus Handra Kadir
Avant-garde: Jurnal Ilmiah Pendidikan Seni Pertunjukan Vol. 3 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Negeri Padang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24036/jqf0xw62

Abstract

This research aims to determine the effectiveness of theatre activities as a means of fostering a spirit of mutual cooperation and collaboration among students, as well as to identify changes in the students' character in aspects of mutual cooperation and collaboration after being involved in theatre activities at SMPI Al-Azhar 32 Padang. This study employs a qualitative approach with descriptive analysis methods. The instrument used is the researcher themselves along with supporting tools such as writing materials and a camera. Data collection techniques include literature study, observation, interviews, and documentation. The steps used to analyze the data are data collection, data reduction, presentation of data, and drawing conclusions. The research findings indicate that Theatre as an Educational Medium in Shaping Student Character at SMPI Al-Azhar 32 Padang involved three activities: the Musical Drama Closing Performance of P5, the performance titled "Together We Are Strong!", and the Rainbow Musical Drama performance at the school garden. The closing performance of P5 can serve as an effective platform for fostering a spirit of mutual cooperation and teamwork among students. Through the preparation and execution of the performance, students learn to work together, support one another, and appreciate diverse opinions to achieve common goals. The theatre "Our Voice, Our Future" illustrates that the election of the student council president is not just about selecting a leader, but also about learning cooperation, responsibility, and democracy. All characters play an active role in creating a collaborative and participatory atmosphere. The play "Rainbow in the School Garden" is a performance for the opening of the class meeting with a free theme, during which a cleanliness competition between classes is taking place. One of the main strengths of this theatre is the use of cheerful and spirited songs. Songs such as "One Team, One Goal", "Hands Together", and "Rainbow in Our Garden" not only uplift the mood but also convey a moral message about the values of responsibility, courage, and honesty.