Raden Ario
Department Of Marine Science, Faculty Of Fisheries And Marine Science, Diponegoro University

Published : 61 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Struktur Dan Komposisi Vegetasi Mangrove Di Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur Rosadi, Amrullah; Ario, Raden; Pribadi, Rudhi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (687.338 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v7i3.25911

Abstract

ABSTRAK : Vegetasi mangrove dapat ditemukan pada berbagai tipe geomorfologi pantai yang menempati area antara daratan dan perairan serta memiliki karakteristik lingkungan yang berbeda-beda.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui struktur dan komposisi vegetasi mangrove di Kabupaten Sampang, Pulau Madura, Provinsi Jawa Timur pada tipe geomorfologi yang berbeda. Penelitian di Kabupaten Sampang dilakukan di 5 lokasi, dan terbagi atas 2 tipe geomorfologi yaitu Sreseh, Taman dan Plasah untuk tipe geomorfologi tepi sungai (Lokasi I) serta Polagan dan Banyuanyar untuk tipe geomorfologi sempadan pantai (Lokasi II). Pengambilan data vegetasi dilakukan dengan metode purposive sampling dan setiap transek dibuat plot sampling. Setiap individu pohon (plot 10 m x 10 m) dan sapling (subplot 5 m x 5 m) diidentifikasi dan diukur diameternya setinggi dada (±1,3 m). Sementara seedling dihitung jumlah masing-masing jenis dan persentase penutupannya (subplot 1 m x 1 m). Hasil penelitian di Kabupaten Sampang ditemukan 16 jenis mangrove.Secara umum vegetasi pohon mangrove di Kabupaten Sampang memiliki kisaran kerapatan 1867 ind/ha – 3433 ind/ha yang didominasi Rhizophora apiculata pada Lokasi I dan Sonneratia alba pada Lokasi II. Indeks Keanekaragaman (H’) dan Keseragaman (J’) mangrove di Kabupaten Sampang, Madura pada semua lokasi, termasuk dalam kategori rendah. ABSTRACT : Mangrove vegetation could be found in various types of coastal geomorphology which occupies an area between land and water as well as having the characteristics of different environments. This study aimed to determine the structure and composition of mangrove vegetation in Sampang, Madura Island, East Java province on different types of geomorphology. The research was conducted in five locations, and divided into two geomorphology types, which are Sreseh, Taman and Plasah for riverine geomorphology type (Location I) and Polagan and Banyuanyar for fringe geomorphology type (Location II). Vegetation data retrieval was done by using purposive sampling method and each transect made plot sampling. Each individual tree (plot 10 m x 10 m) and sapling (subplot 5 m x 5 m) were identified and measured in diameter at breast height (± 1.3 m). While seedling calculated by the amount of each species and the percentage of coverage (subplots 1 m x 1 m). The results found that there are 16 species of mangrove at Sampang. Generally, mangrove vegetation on tree category in Sampang have a range of density on 1867 ind/ha - 3433 ind/ha where dominated by Rhizophora apiculata at Location I and Sonneratia alba at Location II. Diversity Index (H ') and Evenness Index (J') of mangrove in Sampang, Madura at all locations are included on low category.
Estimasi Simpanan Karbon Pada Ekosistem Mangrove Di Desa Pasar Banggi Dan Tireman, Kecamatan Rembang Kabupaten Rembang Mardliyah, Riani; Ario, Raden; Pribadi, Rudhi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (445.117 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v8i1.24330

Abstract

Ekosistem mangrove memiliki fungsi ekologis sebagai penyerap dan penyimpan karbon. Mangrove menyerap CO2 pada saat proses fotosintesis, kemudian mengubahnya menjadi karbohidrat dengan menyimpannya dalam bentuk biomasa. Tujuan penelitian untuk mengestimasi simpanan karbon pada tegakan dan substrat mangrove yang berada di Desa Pasar Banggi dan Desa Tireman, Kabupaten Rembang. Pengambilan sampel dilakukan pada bulan Juni - Juli 2018. Metode yang digunakan yaitu purposive sampling method dan eksploratif, dengan dasar pertimbangan berupa jenis, kerapatan serta diameter pohon mangrove. Pengambilan sampel dilakukan di tiga stasiun dengan kondisi rapat, sedang dan jarang. Setiap stasiun penelitian dibagi menjadi tiga plot penelitian, pengukuran diameter pohon dilakukan pada transek ukuran 10 x 10 m, diameter yang di ukur pada setiap plot yaitu hanya kategori pohon (diameter ≥ 5 cm). Berdasarkan hasil penelitian, didapat bahwa simpanan karbon pada tegakan mangrove di Desa Pasar Banggi sebesar 9.620,451 ton/ha, dan Desa Tireman sebesar 4.633,618 ton/ha, sedangkan estimasi simpanan karbon pada substrat mangrove di Desa Pasar Banggi sebesar 920,982 ton/ha dan Desa Tireman sebesar 471,929 ton/ha. Mangrove ecosystems have ecological functions as carbon sinks and stores. Mangroves absorb CO2 during photosynthesis, then convert it to carbohydrates by storing it in the form of biomass in the body parts of mangrove plants. Research on the estimation of carbon stocks is very necessary to support the improvement of world climate. The sampling was conducted on June 2018 until July 2018. This research used  purposive sampling and explorative method, with the consideration of the type, density and diameter of mangrove trees. Conducted in three stations with varying in the mangrove ecosystem conditions. Each research station was divided into three research plots, tree diameter measurements were carried out on 10 x 10 m transects, the diameter measured in each plot was only trees (≥ 5 cm diameter). The result of this research, it is found that carbon storage in mangrove stands Pasar Banggi Village is 9,620,451 ton/ha, and Tireman Village is 4,633,618 ton/ha. While  estimated carbon storage the mangrove substrate in Pasar Banggi Village is 920,982 ton/ha and Tireman Village is 471,929 ton/ha. These result that estimates carbon storages in mangrove stands are greater than estimates of carbon storage on mangrove substrate. The estimation of carbon storage in the mangrove stands increases with increasing of plant biomass and mangrove density, while estimates of carbon storage on the substrate are tsuspected to be more influenced by organic matterial and the location reseach. 
Studi Kelimpahan Gastropoda di Bagian Timur Perairan Semarang Periode Maret – April 2012 Budi, Dinar Ayu; Suryono, Chrisna Adhi; Ario, Raden
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (343.745 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v2i4.3684

Abstract

Coastal environment in Eastern part of Semarang is an area that changed in ecological conditions caused by the influence of a variety of human activities such as ports activity, industries, fishing activity, and common people’s residence which causes a decrease in water quality that directly affect the presence, and abundance of gastropods in that area. Purpose of this study is to find out the abundance of gastropods in coastal water environment, Eastern part of Semarang, during periods March to April 2012. This study using the descriptive method, sample survey method, and method used in determining station is purposive sampling method. Sample collected are including water quality measurement, sediments, and samples of biota that is gastropods. Sample of gastropods taken by using the dredge, by width 138cm, height 137cm, and net 500 cm long. Samples of gastropods founded then identified in Marine Biological Laboratory, Marine Faculty, Diponegoro University. Water quality measurement including physical factors, are : depth, water brightness, temperature, substrate, and chemical factors, they are : salinity, acidity (pH), dissolved oxygen (DO), and organic content. There are 14 spesies founded, they are : Architectonica perdix, Busycon canaliculatum, Conus tenuistriatus, Engina zonalis, Fasciolaria salma, Murex trapa, Nassarius javanus, N. pullus, Natica lineata, N. tigrina, Pseudoeptunea varicose, Terebralia palustris, Trigonostoma scalariformis, and Turricula javana. Highest abundance is on station II (183,67), and the lowest abundance is station VII (2,67).
Kualitas Perairan di tinjau dari Distribusi Fitoplankton serta Indeks Saprobik di Pantai Marina Semarang Jawa Tengah Bagaskara, Widigdo Bagus; Ario, Raden; Riniatsih, Ita
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (656.977 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i3.27561

Abstract

ABSTRAK: Pantai Marina di Semarang, Jawa Tengah merupakan salah satu objek wisata di kota Semarang. Di perairan Pantai Marina Semarang terdapat muara yang menghubungkan sungai Banjir Kanal Barat dengan sungai Banjir Kanal Timur sehingga pada muara ini bertemunya antara perairan laut dan tawar yang mana pada sepanjang bantaran sungai tersebut terdapat bebagai kegiatan industri serta merupakan tempat penduduk setempat untuk bermukin dan beraktivitas. Sehingga, pada sungai tersebut akan membawa material – material orgnaik maupun anorganik yang bermuara di Pantai Marina. Sehingga perairan Pantai Marina di Semarang, Jawa Tengah ini secara tidak langsung terpengaruh oleh aktifitas industri maupun penduduk setempat. Selain itu, adanya pembuangan limbah rumah tangga yang masuk ke dalam badan sungai yang juga berdampak bagi perubahan kualitas perairan serta kehidupan ekosistem di sepanjang aliran sungai tersebut. Fitoplankton merupakan organisme perairan yang keberadaannya dapat dijadikan sebagai indikator kualitas perairan. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga kali dengan interval dua minggu sekali di tiga stasiun, masing – masing stasiun dilakukan pengambilan sampel sebanyak tiga kali. Stasiun 1 merupakan perairan pantai, stasiun 2 merupakan muara dan stasiun 3 merupakan perairan air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 19 genus fitoplankton dari 3 kelas, yaitu 14 genus dari kelas Bacillariophyceae, 3 genus dari kelas Dinophyceae dan 2 genus dari kelas Cyanophyceae dengan kelimpahan rata-rata fitoplankton sebesar 20394,24 %, indeks keanekaragaman sedang (H '= 2,36–2,55). Indeks keseragaman tinggi (E= 0,81–0,89), indeks dominansi termasuk dalam kategori tidak ada jenis yang mendominasi dengan nilai indeks yang berkisar antara 0,11–0,17 serta indeks saprobik termasuk dalam kategori  α – Mesosaprobik dengan nilai berkisar antara -0,89 – -1,19ABSTRACT: Marina Beach in Semarang, Central Java is a place that meets the sea and freshwater, because there is a estuary of the East Canal Flood and the West Canal flood which, along the river is a variety of industrial activities and is a place for people to settle and stay. Until the waters of Marina Beach in Semarang, Central Java is indirectly affected by industrial activities and local residents. In addition, the disposal of household waste that entering the body of the river that also affects the changes in the quality of the water and ecosystem life along the river flow. Phytoplankton is an aquatic organism in which its existence can serve as an indicator of water quality. The study was conducted in October to December 2019. The method used is a descriptive method. The sampling was conducted three times with a two-week interval at three stations, each of which was performed three times for sampling. Station 1 is the coastal waters, station 2 is the estuary and the station 3 is the sea water waters. The results showed that there are 19 genus phytoplankton of 3 classes, namely 14 genera of class Bacillariophyceae, 3 genera of the Dinophyceae class and 2 genera of Cyanophyceae class with an average abundance of phytoplankton by 17945,36 mg/l - 20394.24 mg/l, index Medium diversity (H ' = 2.36 – 2.55). High uniformity index (E = 0.81 – 0.89), the dominance index belongs to the category of no dominant type with an index value ranging from 0.11 – 0.17 as well as a saprobic index belonging to the category α – Mesosaprobik with values ranging from ( -0.89) – (-1.19)
Jumlah dan Jenis Fitoplankton Di Muara Sungai Banjir Kanal Barat Semarang Perdana, Anantya Setya; Ario, Raden; Endrawati, Hadi
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (659.52 KB) | DOI: 10.14710/jmr.v9i3.27493

Abstract

ABSTRAK: Muara Sungai Banjir Kanal Barat merupakan muara sungai terbesar di Semarang yang alirannya langsung menuju ke laut. Terdapat beberapa aktifitas yang terjadi di sepanjang aliran ini, diantaranya yaitu aktifitas industri dan pemukiman penduduk. Selain itu, adanya pembuangan limbah rumah tangga yang masuk ke dalam badan sungai yang juga berdampak bagi perubahan kualitas perairan serta kehidupan ekosistem di sepanjang aliran sungai tersebut. Fitoplankton merupakan organisme perairan yang keberadaannya dapat dijadikan sebagai indikator kualitas perairan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi, kelimpahan, indeks keanekaragaman, indeks keseragaman, dan indeks dominasi fitoplankton di Muara Sungai Banjir Kanal Barat Semarang. Penelitian ini dilakukan pada Oktober-Desember 2019. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif eksploratif. Pengambilan sampel dilakukan sebanyak tiga periode dengan interval dua minggu sekali di tiga stasiun. Stasiun 1 merupakan perairan air tawar, stasiun 2 merupakan muara dan stasiun 3 merupakan perairan air laut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 24 genus fitoplankton dari 3 kelas, yaitu 17 genus dari kelas Bacillariophyceae, 5 genus dari kelas Dinophyceae dan 2 genus dari kelas Cyanophyceae dengan kelimpahan terbesar terdapat pada Stasiun 3 sebesar 67669 sel/L dan terendah pada Stasiun 1 sebesar 52287 sel/L, indeks keanekaragaman termasuk kategori sedang. Indeks keseragaman termasuk dalam kategori tinggi, indeks dominansi termasuk dalam kategori tidak ada jenis yang mendominasi. Berdasarkan kriteria penilaian menurut Shannon – Wiener bahwa perairan tersebut tergolong ke dalam perairan tercemar sedang. ABSTRACT: The Banjir Kanal Barat River Canal is the largest river estuary in Semarang that flows directly to the sea. There are several activities that occur along this flow, including industrial activities and human settlements. In addition, the disposal of household waste that enters the river body also has an impact on changes in water quality and ecosystem life along the river flow. Phytoplankton is aquatic organisms whose existence can be used as indicators of water quality. This study aims to determine the composition, abundance, diversity index, uniformity index, and a dominance index of phytoplankton in the West Banjir Canal River Estuary in Semarang. This research was conducted in October-December 2019. The method used is a descriptive exploratory method. Sampling was conducted in three periods with biweekly intervals at three stations. Station 1 is freshwater waters, station 2 is estuary and station 3 is seawater waters. The results showed that there were 24 genera of phytoplankton from 3 classes, namely 17 genera from the Bacillariophyceae class, 5 genera from the Dinophyceae class and 2 genera from the Cyanophyceae class with the greatest abundance at Station 3 at 67669 cells/L and lowest at Station 1 at 52287 cells/L, the diversity index is in the medium category. Uniformity index is included in the high category, dominance index is included in the category of no species that dominates. Based on the evaluation criteria according to Shannon-Wiener that the waters are classified as medium polluted waters.
Keanekaragaman Perifiton Daun Lamun Enhalus acoroides dan Cymodocea serrulata di Teluk Awur, Jepara Sugiarto, Adelia Hilma; Ario, Raden; Riniatsih, Ita
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i2.30506

Abstract

Ekosistem padang lamun merupakan ekosistem bahari yang memiliki keanekaragaman hayati dan memiliki produktivitas tinggi di perairan dangkal. Adanya keberadaan perifiton yang menempel pada daun lamun diduga dijadikan sebagai faktor penunjang produktivitas primer di kawasan ekosistem lamun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelimpahan perifiton, distribusi perifiton dan hubungan kerapatan lamun terhadap kelimpahan perifiton di Perairan Teluk Awur, Jepara. Penelitian ini menggunakan metode survei dan penentuan lokasi dipilih dengan menggunakan metode sampling purposive method, sedangkan metode pengambilan data lamun mengacu pada metode line transek kuadran. Pengambilan daun lamun untuk pengamatan perifiton menggunakan metode sapuan daun yang selanjutnya diamati dengan menggunakan mikroskop. Nilai kelimpahan perifiton pada daun lamun Enhalus acoroides di Stasiun 1, Stasiun 2, dan Stasiun 3 berturut-turut adalah 105 ind/cm2, 167,5 ind/cm2, dan 101,25 ind/cm2. Sedangkan kelimpahan perifiton pada daun lamun Cymodocea serrulata di Stasiun 1 tidak ada lalu Stasiun 2 dan Stasiun 3 berturut-turut adalah 80 ind/cm2 dan 135 ind/cm2. Kelimpahan tertinggi perifiton terdapat pada jenis lamun E. acoroides diduga karena E. acoroides mempunyai luas penampang daun yang lebih lebar dibandingkan C.serrulata. Perifiton yang mendominasi di lokasi ini berasal dari Kelas Bacillariophyceae. Sebaran perifiton berdasarkan perhitungan indeks morisita yaitu berkelompok dan terdapat hubungan antara kelimpahan perifiton dengan kerapatan lamun.  The seagrass ecosystem is a marine ecosystem that has biodiversity and is high productivity in shallow waters. The presence of periphyton attached to seagrass leaves is thought to be used as a primary productivity supporting factor in the seagrass ecosystem. This research aims to determine the periphyton abundance, periphyton distribution and seagrass density relationship towards periphyton abundance in Teluk Awur, Jepara. The survey method and location determination were selected based on purposive sampling method, while the seagrass data collection method refers to the quadrant line transect method. The taking of seagrass leaf for periphyton observation used leaf drainage method was then observed using a microscope. Periphyton abundance value on seagrass leaves of Enhalus acoroides in Station 1, Station 2, and Station 3 are respectively  105 ind / cm2, 167,5 ind / cm2, and 101, 25 ind / cm2. Periphyton abundance in seagrass leaves Cymodocea serrulata in Station 1 was not found while Station 2 and Station 3 are 80 ind / cm2 and 135 ind / cm2 respectively. The highest abundance of periphyton is in the type of seagrass E. acoroides because E. acoroides has a wider leaf cross-sectional area than C. serrulata. Periphyton that dominates the waters of Teluk Awur comes from the Bacillariophyceae class. Periphyton distribution based on the morisita index calculation is clustered and there is a relationship between periphyton abundance and seagrass density.
Hemispherical Photography Vegetasi Pantai di Perairan Pulau Sintok, Taman Nasional Karimunjawa Kumala, Kiki Ade; Pribadi, Rudi; Ario, Raden
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i2.30573

Abstract

Negara kepulauan merupakan negara yang terdiri atas satu atau lebih gugusan pulau, diantara nya adalah pulau - pulau kecil. Pulau kecil terdiri dari komponen lautan dan daratan, komponen daratan terdiri dari pasir, batuan, vegetasi pantai dan lain sebagainya. Keberadaan vegetasi pantai memiliki manfaat dalam merendam gelombang tsunami, mencegah abrasi, erosi serta habitat bagi flora dan fauna untuk berkembangbiak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pesisir vegetasi pantai berdasarkan struktur komposisi vegetasi pantai dan persentase tutupan kanopi vegetasi pantai di Perairan Pulau Sintok, Taman Nasional Karimunjawa dengan metode Hemispherical Photography. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode deskriptif, data yang dikumpulkan dilakukan dengan mengambil sebagian data dari wilayah penelitian, sehingga diharapkan data mewakili kondisi lingkungan dari objek yang diteliti. Setiap stasiun penelitian dilakukan tiga kali pengulangan. Pengambilan data tutupan kanopi pohon menggunakan kamera HP yang telah diolah menggunakan Software ImageJ. Hasil penelitian menunjukan bahwa ditemukan 6 spesies vegetasi pantai di Perairan Pulau Sintok, Taman Nasional Karimunjawa, yaitu Terminalia catappa, Ficus septica, Premna odorata, Scaevola taccada, Wrightia pubescens, dan Casuarina equisetifolia. Spesies Ficus septica mendominasi di lokasi penelitian. Nilai Kerapatan vegetasi pantai berkisar 532–1165 ind/ha. Nilai Indeks Keanekaragaman (H’) dan Keseragaman (J’) vegetasi pantai di lokasi penelitian termasuk dalam kategori rendah. Hasil persentase tutupan kanopi Vegetasi Pantai berkisar 63,01±1,42% – 80,80±1,41%, sehingga termasuk kategori sedang.An archipelago state is a country consisting of one or more island groups, including them which are small islands. Small islands consist of ocean and land components, land components consist of sand, rocks, coastal vegetation, etc. The existence of coastal vegetation has benefits in reducing tsunami waves, preventing abrasion, erosion and habitat for flora and fauna to reproduce. This study aims to knowing the quality of coastal vegetation based on the structure of coastal vegetation composition and the percentage of coastal vegetation canopy cover in Sintok Island Waters, Karimunjawa National Park using the Hemispherical Photography method. This research was conducted using descriptive methods, the data collected was done by taking some of the data from the research area, so that it is expected that the data will represent the environmental conditions of the object under study. Each research station had three repetitions. Taking the data of tree canopy cover using an HP camera that has been processed using ImageJ Software. The results showed that 6 species of coastal vegetation were found in Sintok Island waters, Karimunjawa National Park, namely Terminalia catappa, Ficus septica, Premna odorata, Scaevola taccada, Wrightia pubescens, and Casuarina equisetifolia. Species of Ficus septica dominate the study site. The value of coastal vegetation density ranges from 532-1165 ind/ha. The value of the Diversity Index (H ') and Uniformity (J') of the coastal vegetation at the research location is in the low category. The results of the percentage of coastal vegetation canopy cover range from 63.01±1.42% - 80.80±1.41%, we can conclude that it is in the medium category.
Pengaruh Komposisi Pakan Terhadap Laju Pertumbuhan Tukik Penyu Lekang di Serangan, Bali Br Ginting, Feny Amelia; Djunaedi, Ali; Ario, Raden
977-2407769
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v9i4.28733

Abstract

ABSTRAK: Tingkat keberhasilan hidup tukik menuju dewasa dapat ditentukan dengan pemberian pakan. Tetapi, saat ini jenis pakan yang paling tepat untuk tukik penyu belum diketahui. Pemberian jenis pakan dengan komposisi dan dosis yang tepat akan mempengaruhi tingkat pertumbuhan tukik penyu lekang dengan baik dan akan mempengaruhi keberhasilan hidupnya saat dilepaskan ke laut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian pakan dengan komposisi yang berbeda terhadap pertumbuhan tukik Penyu Lekang (Lepidochelys olivacea) dan mengetahui tingkat kelulusan hidupnya selama masa pemeliharaan 5 Minggu. Lokasi penelitian dilakukan di Turtle Conservation and Education Center Serangan, Bali. Metode penelitian yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan yaitu ikan tongkol 100% (A),ikan tongkol 75% : kerang totok 25% (B), ikan tongkol 50% : kerang totok 50% (C), ikan tongkol 25% : kerang totok 75% dan masing- masing 3 ulangan disetiap perlakuan. Tukik Penyu Lekang diberikan pakan setiap pagi dan sore, dan diukur pertambahan berat, panjang, lebar dan morfologinya setiap 1 minggu sekali. hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa pemberian pakan Ikan Tongkol dengan perbandingan komposisi yang berbeda memberikan pengaruh yang sangat nyata (p < 0,05) terhadap laju pertumbuhan spesifik berat, panjang karapas, dan lebar karapas tukik Penyu Lekang. Pakan dengan komposisi Ikan Tongkol 100% merupakan pakan paling baik diantara perlakuan pakan lainnya, dengan menghasilkan tingkat laju pertumbuhan spesifik berat 1,43% perhari, panjang karapas 0,62% perhari dan lebar karapas 0,94% perhari.  ABSTRACT: The success rate of living for hatchlings to adulthood can be determined by feeding. However, it is currently unknown what type of feed is most suitable for turtle hatchlings. The provision of types of feed with the right composition and dosage will affect the growth rate of the lekang turtle hatchlings and will affect their success when released into the sea. The purpose of this study was to determine the effect of feeding with different compositions on the growth of Olive Ridley (Lepidochelys olivacea) hatchlings and to determine their survival rate during the 5 week rearing period. The research location was conducted at the Turtle Conservation and Education Center Serangan, Bali. The research method used was an experimental method using a completely randomized design (CRD) with 4 treatments, namely 100% tuna (A), 75% tuna: 25% totok (B), 50% tuna: 50% totok ( C), tuna 25%: 75% totok clams and 3 replications each in each treatment. Lekang Turtle Hatchlings are given food every morning and evening, and their weight, length, width and morphology gain is measured every 1 week. The results showed that feeding Tuna Fish with different composition ratios had a very significant effect (p <0.05) on the specific growth rate of weight, carapace length, and carapace width of the Lekang turtle hatchlings. Feed with 100% tuna composition is the best feed among other feed treatments, with a specific weight growth rate of 1.43% per day, carapace length 0.62% per day and carapace width 0.94% per day.
Estimasi Biomassa dan Simpanan Karbon pada Vegetasi Lamun di Perairan Pantai Jepara Shafiya, Radila Widya; Djunaedi, Ali; Ario, Raden
Journal of Marine Research Vol 10, No 3 (2021): Journal of Marine Research
Publisher : Departemen Ilmu Kelautan, Fakultas PerikanJurusan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jmr.v10i3.30998

Abstract

Peningkatan emisi karbon yang berasal dari berbagai aktivitas manusisa dapat mengakibatkan terjadinya pemanasan global. Salah satu upaya untuk mengurangi emisi gas karbon adalah dengan memanfaatkan vegetasi pesisir seperti lamun yang dikenal dengan istilah blue carbon. Ekosistem lamun merupakan salah satu ekosistem pesisir yang dapat menyerap dan menyimpan karbon dalam jumlah yang besar dan dalam waktu yang lama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kerapatan, tutupan lamun, nilai biomassa dan simpanan karbon pada lamun di Pantai Blebak dan Pantai Prawean, Kabupaten Jepara. Metode survei dan penentuan lokasi dipilih dengan menggunakan metode purposive sampling, sedangkan metode pengambilan data lamun melalui metode line transect quadrant dengan ukuran 50x50 cm yang mengacu pada metode LIPI 2017. Perhitungan kandungan karbon menggunakan metode Loss On Ignition (LOI). Hasil kerapatan lamun total pada Pantai Prawean yaitu sebesar 221,45 ind/m2 dan nilai tutupan total lamun sebesar 45,98%. Kerapatan lamun total pada Pantai Blebak yaitu sebesar 160 ind/m2 dan nilai tutupan total lamun sebesar 41,67%. Nilai biomassa bawah substrat dan atas substrat pada Pantai Prawean (726,25 gbk/m2 dan 500,50 gbk/m2) menunjukkan nilai yang lebih besar dibandingkan nilai biomassa bawah substrat dan atas substrat pada Pantai Blebak (606,50 gbk/m2 dan 370,75 gbk/m2). Total kandungan karbon pada Pantai Prawean adalah 464,10 gC/m2 sedangkan pada Pantai Blebak adalah 357,79 gC/m2. Hasil perhitungan total stok karbon yang didapatkan menunjukkan bahwa Pantai Prawean memiliki nilai biomassa dan total stok karbon yang lebih tinggi daripada Pantai Blebak.  Human activities lead to the increasing of carbon emission, which caused global warming. Seagrass and other coastal vegetation are being used to reduce carbon emission. This is known as blue carbon. The seagrass ecosystem is one of coastal ecosystem that can absorb and stock high amount of carbon in a short period of time. This study was done to determine the density, seagrass coverage, biomass, and carbon stock within the seagrass in Prawean and Blebak Beach, Jepara. Survey method and location determination method were done with purposive sampling method. Whereas, the seagrass data was collected by Line Transect Quadrant method 50x50 cm based on LIPI’s 2017 method. Loss on Ignition method was used to measure the carbon’s content. The density of total seagrass in Prawean beach is 221,45 ind/m2 and the total percentage of seagrass coverage is 45,98%. Total density of seagrass in Blebak Beach is 160 ind/m2 with a coverage percentage of 41,67%. The biomass below the substrate level and above the substrate level in Prawean Beach (726,25 gbk/m2 and 500,50 gbk/m2) showed a bigger amount than the amount of biomass in Blebak Beach (606,50 gbk/m2 and 370,75 gbk/m2). Total amount of carbon in Prawean is 464,10 gC/m2 meanwhile in Blebak, the amount of carbon is 357,79 gC/m2. The results of the total carbon stock obtained indicate that Prawean Beach has higher biomass and total carbon stock values than Blebak Beach.
Physical Effects On The Behavior Of Littorina Littorea (L) Isdradjad Setyobudiandi; Raden Ario; Eddy Soekendarsi
Jurnal Ilmu-Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia Vol. 1 No. 1 (1993): Juni 1993
Publisher : Institut Pertanian Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (3492.29 KB)

Abstract

Gastropoda, Uttorina littorea (l.) dipelihara pada salinitas antara 9-33"'- . Hewan tidak dapat berlahan hidup pada salinitas kurang dari 8%.. Pada salinitas antara 15.6-19.4"'- hewan tampak lebih aktif dalam kondisi dengan atau tanpa cahaya. Penurunan tingkat aktifitas umumnya terjadi dengan menurunnya salinitas media.Kata-kat. kunci: Littorina littorea, tingkah laku, salinitas, cahaya
Co-Authors Abista Ahmad Romadoni Adelia Hilma Sugiarto Adi Santoso Afrina Aysira Agus Indarjo Agus Indarjo Agus Sabdono Agus Trianto Akhmad Tri Prasetyo Aldhian Triatmojo Alfi Satriadi Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Djunaedi Ali Ridlo Alin Fithor Ambariyanto Ambariyanto Amin Nur Kolis Rela Hidayah Amrullah Rosadi Anantya Setya Perdana Andreas Ricky Hermawan Anindya Wirasatriya Arif Maa’ruf Al Ayyub Arum Wahyuning Prita Aurellia Pandini Bagas Santosa Bagaskara, Widigdo Bagus Bambang Jati Laksono Bambang Sulardiono Bambang Yulianto Bayu Kreshna Adhitya Sumarto Br Ginting, Feny Amelia Chrisna Adhi Suryono Chrisna Adhi Suryono Deftika Mulyawati Denny Nugroho Sugianto Destalino Destalino Diah Permata Wijayanti Dinar Ayu Budi Dodik S. Wicaksono Dwi Haryanti Dzakwan, Ardhatama Zafron Eddy Soekendarsi Edi Fahrur Rozy Edi Wibowo Edi Wibowo Edi Wibowo Kushartono Endang Supriyantini Eva Widayanti Widayanti Fauzia Farida Febriana Banun Fitrianti Feny Amelia Br Ginting Gandang Herdananto Nugroho Gentur Handoyo Hadi Endrawati Hasna Moraina Rizkiyani Hidayah, Amin Nur Kolis Rela Hidayat, Noer Chozin Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Ibnu Pratikto Isdradjad Setyobudiandi Ita Riniatsih Janson Hans Pietersz Justin Cullen Jusup Suprijanto Kassagi, Muhamad Fajar Azmi Kiki Ade Kumala Kumala, Kiki Ade M. Fachrul AS Mardliyah, Riani Muhamad Fajar Azmi Kassagi Muhamamd Helmi Muhammad Adi Saputro Muhammad Adi Saputro Muhammad Syaifudien Bahry Mulyawati, Deftika Nining Nursalim Nirwani Soenardjo nita puspita sari Nita Puspita Sari Noer Chozin Hidayat Nur Taufiq Nur Taufiq SPJ Nur Taufiq-Spj Nurvita Agristiyani Perdana, Anantya Setya Petrus Subardjo Pratiwi Megah Sundari Pribadi, Rudi Radila Widya Shafiya Raja Aditia Sahala Siagian Retno Hartati Ria Azizah Ria Azizah Riani Mardliyah Rikha Widiaratih Rini Pramesti Rizkiyani, Hasna Moraina Rosadi, Amrullah Rudhi Pribadi Rudhi Pribadi Rudi Pribadi Safira Aisha Putri Shafiya, Radila Widya Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Redjeki Sri Sedjati Subagiyo Subagiyo Sugiarto, Adelia Hilma Sunaryo Sunaryo Surya Fajar Suryono Suryono Syahrial V. Canavaro Syahrial Varrel Canavaro Tasha Iary Tiara Anggita Tiara Anggita Tiurma S Triatmojo, Aldhian Triono Agung Virda Maya Definta Wibowo Edi Widianingsih Widianingsih Widigdo Bagus Bagaskara Yunika Ayu Setya W Ayu Setya W. Yunika Ayu Setya W Ayu Setya W.