Claim Missing Document
Check
Articles

Pelestarian Kaulinan Barudak melalui Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Permainan Pérépét Jéngkol Annisa, Auliya Ayu; Permana, Faisal Rahmat; Nasution, Lucy Martiati; Karyono, Tri
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1804

Abstract

Artikel ini berjudul pelestarian kaulinan barudak melalui kajian nilai-nilai kearifan lokal permainan pérépét jéngkol. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan kaulinan  barudak melalui kajian nilai-nilai kearifan lokal permainan pérépét jéngkol. Kaulinan pérépét jéngkol merupakan permainan anak khas Jawa Barat yang memiliki nilai kearifan lokal (local genius). Paradigma yang dilakukan pada penelitian ini adalah paradigma kualitatif dengan menggunakan metode tinjauan literatur dan deskriptif berbasis fenomenologis. Temuan pada penelitian ini antara lain yaitu, struktur pada kakawihan pérépét jéngkol adalah AA, pelestarian kaulinan pérépét jéngkol dilakukan dengan culture knowledge, kaulinan pérépét jéngkol mengandung nilai kearifan lokal yang meliputi nilai agama, nilai pendidikan, nilai sosial, dan nilai hiburan.
Implementation of the teaching industry as a strategy for developing digital marketing competencies for diploma in graphic design students at the malaka hotel Pertiwi, Annisa Bela; Masunah, Juju; Prawira, Nanang Ganda; Karyono, Tri
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10, No 2 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202425264

Abstract

The digital marketing industry in the hospitality sector needs a creative workforce that is able to integrate technical skills with strategic innovation. The Teaching Industry program implemented by the Graphic Design Study Program of Widyatama University in collaboration with Hotel Malaka is designed to overcome the gap between the competencies of graphic design students and industrial needs. This research aims to evaluate the implementation of the Teaching Industry program in developing the technical competence of Diploma 4 Graphic Design students through various learning approaches. The research uses a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of in-depth interviews, participatory observations, and document analysis (logbook, portfolio, and performance evaluation). The study involved 17 students working on digital marketing projects, including content planning, graphic design, photography, videography, and social media management during the Odd Semester 2022-2023 to the Odd Semester 2024-2025. The results of the study show that 80% of students have experienced an increase in technical competence, especially in producing visual content, branding strategies, and social media management. Performance evaluation showed that branding design obtained the highest score (86.8), followed by event content creation (85.6). Work-Based Learning, Experiential Learning, Collaborative Learning, and Project-Based Learning approaches have proven to be effective in supporting student skill development. This program has successfully prepared students for the world of work in the creative industry sector, especially digital marketing. This Teaching Industry learning model can be adopted by other educational institutions to answer the industry's need for skilled and innovative creative workers.
The Influence of Technology in Wayang Golek Purwa Performances: Combining Tradition and Innovation Maulana, Marsel Ridky; Karyono, Tri; Sunaryo, Ayo
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v7n2.p199-212

Abstract

Wayang Golek Purwa, as one of the traditional cultural heritages of the Sundanese community, faces significant challenges in maintaining its existence amid the rapid development of modern technology. This research aims to analyze the influence of technology on Wayang Golek Purwa performances, especially in integrating tradition and innovation to attract a wider audience and be relevant to the digital era. This research uses a descriptive qualitative approach through direct observation, literature study, and audio-visual analysis of the performance. The findings show that the application of technology, such as visual projection, modern lighting, and digital sound, significantly enriches the aesthetic and dramatic dimensions of Wayang Golek Purwa. In addition, the integration of multimedia technology opens up new opportunities to introduce stories and characters that are relevant to the younger generation. However, the research also identified challenges, including limited access to technology among performers in rural areas. The fusion of tradition and innovation through technology opens up opportunities for the preservation of Wayang Golek Purwa while strengthening its appeal in the era of globalization. Recommendations are made to develop a model of collaboration between traditional artists and technology experts to maintain a balance between modernization and preservation of traditional values.
Pemanfaatan YouTube sebagai Media Pendamping Pembelajaran Vokal pada Anak Usia Dini Hutapea, Clarisa Jesika Korina Tiurmauli; Karyono, Tri; Sunaryo, Ayo
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 1 (2025): JPTI - Januari 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.611

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran vokal adalah kurangnya minat siswa dalam pemanasan vokal. Pada era kontemporer, diperlukan metode yang menarik dan kreatif untuk meningkatkan minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran YouTube dalam mendukung proses pembelajaran vokal anak usia dini, khususnya pada tahap latihan pemanasan vokal, serta mendeskripsikan proses pembelajaran tersebut dengan menggunakan YouTube sebagai media pendamping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di lembaga kursus vokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube dapat memberikan akses mudah ke materi pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, sehingga memotivasi anak untuk belajar vokal secara mandiri maupun dengan bimbingan. Proses pembelajaran yang didukung oleh YouTube dapat meningkatkan keterlibatan anak, meskipun tetap diperlukan pengawasan untuk memastikan konten yang relevan dan sesuai usia. Penelitian ini berkontribusi pada peningkatan efektivitas pembelajaran seni vokal melalui integrasi media digital. Sinergi antara pembelajaran menggunakan YouTube dan pengajaran langsung dari pendidik sangat direkomendasikan untuk hasil yang lebih optimal untuk anak usia dini dalam pembelajaran vokal.
Wujud Stigma Perempuan Dalam Seni Lukis Surealis Prayoga, Randi Rama; Karyono, Tri
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6395

Abstract

Penting untuk diingat bahwa stigma perempuan adalah isu kompleks yang terhubung dengan berbagai faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik serta kependidikan. Permasalahan yang sering diamali oleh perempuan, sedikit banyaknya juga penulis rasakan sendiri, diambang usia menuju kedewasaan banyak hal-hal baru yang menarik perhatian sehingga seringkalinya mengalami kesadaran dalam bagaimana masyarakat luas dalam memandang perempuan dalam suatu kotak pemahaman. Banyaknya pengaruh dari pola kehidupan manusia maupun lingkungan sosial seringkali membawa pengaruh bagi seseorang dalam memahami suatu problematika terutama dalam stigma perempuan, sehingga penulis ingin memberi ilustrasi dimana dapat menjadi pemahaman bersama bagaimana melepaskan perempuan dari belenggu stigma membutuhkan upaya kolektif dan berkelanjutan. Tahapan persiapan pembuatan karya ada lima tahap yaitu : (1) Persiapan (2) Elaborasi (3) Sintesis (4) Realisasi Konsep dan 5) Penyelesaian. Karya-karya ini membahas tentang perihal yang jarang dirasakan, serta dimiliki oleh setiap golongan masyarakat bagaimana menganggap perempuan itu memiliki derajat yang sama serta dapat membebaskan mereka dalam hal berekpresi tidak dibendungi oleh cibiran, makian bahkan kekerasan. Untuk itu dengan adanyanya karya-karya penulis harap untuk dapat menyadarkan ataupun hal-hal yang selama ini terjadi itu adalah salah terutama pada stigma perempuan dikehidupan sehari-hari. Menghapus stigma pendidikan perempuan tidak perlu tinggi, akan mempermudah dan membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan dirinya.
THE IMPLEMENTATION OF TECHNO-PEDAGOGY TEACHING APPROACH FOR INDONESIAN SECONDARY SCHOOL TEACHERS IN JAVANESE GAMELAN LEARNING Wibowo, Dhany Yufisa; Masunah, Juju; Milyartini, Rita; Karyono, Tri
International Journal of Education Vol 18, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Kantor Jurnal dan Publikasi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ije.v18i1.74412

Abstract

Since its recognition as a World Intangible Cultural Heritage by UNESCO, it is pivotal to preserve Gamelan musical instruments by introducing them to the younger generation; one of which is through teaching such Indonesian traditional musical instruments at schools. However, in practice, Javanese Gamelan learning in schools is often neglected, among other things, due to the lack of teacher knowledge, limited facilities, and lack of support from the school. The purpose of this research is to explore the concept of techno-pedagogy as an alternative teaching approach that can be developed and applied by teachers in Javanese traditional Gamelan music classrooms at secondary schools in Indonesia; utilizing technology and information media to ease students’ learning. This qualitative research was carried out by collecting data from interviews, document analysis, and review of previous literature related to the current purpose. Three participants (two experienced music teachers and one lecturer) were involved. The data obtained were then analyzed using qualitative coding techniques. The findings of this study demonstrate that the concept of techno-pedagogy provides teachers with the necessary abilities and resources to deliver Gamelan teaching in a more effective way and in accordance with the needs of today's students. By combining modern technology with a pedagogical approach, teachers can make the learning experience more engaging and accessible and allow students to explore Gamelan through interactive platforms such as M-Learning The results imply that teachers should adapt their teaching strategies to different learning situations to engage students effectively; particularly through the techno-pedagogy approach.
Analisis Aplikasi Moises AI dalam Pembelajaran Vokal: Inovasi Digital untuk Guru Musik Nurfalah, Asep Rizwan; Karyono, Tri; Sunaryo, Ayo
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JPTI - Maret 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.707

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan musik. Namun, pembelajaran vokal masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap backing track yang sesuai, kurangnya fleksibilitas dalam penyesuaian tempo dan nada, serta keterbatasan umpan balik yang cepat bagi siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi Moises AI dalam meningkatkan keterampilan vokal siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan melibatkan 4 guru dan 10 siswa dari Aha Music Course (AMC) yang telah menggunakan aplikasi Moises AI selama 3 minggu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan dalam stabilitas nada, perbaikan dalam artikulasi lirik, dan mengoptimalkan kontrol dinamika suara yang lebih baik setelah memanfaatkan fitur Vocal Remover, Tempo Control, dan Transpose. Selain itu, para guru melaporkan bahwa aplikasi ini membantu mereka dalam memberikan evaluasi yang lebih cepat dan akurat terhadap perkembangan siswa. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa aplikasi Moises AI memiliki potensi besar sebagai alat bantu pembelajaran vokal yang efektif dan merekomendasikan integrasi teknologi ini secara berkelanjutan dalam kurikulum pembelajaran musik modern.
PREFERENSI DIGITAL AUDIO WORKSTATION (DAW) DAN PENGARUHNYA TERHADAP GAYA ESTETIKA MAHASISWA MINAT STUDI MUSIK TEKNOLOGI Jaohari, Enry Johan; Karyono, Tri; Sukmayadi, Yudi; Purwanto, Andrian
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i2.5425

Abstract

AbstractThis study explores the preference for Digital Audio Workstation (DAW) and its influence on the musical aesthetics of students majoring in Music Technology. Employing a qualitative descriptive approach with a practice-based research framework, the research involved active students at the Music Study Program, School of Art and Design Education, Universitas Pendidikan Indonesia. Data were collected through open-ended questionnaires, semi-structured interviews, and documentation of students’ digital music works. The findings reveal that DAW selection is influenced by a combination of technical, pedagogical, and creative factors, with Studio One being the most preferred. The features most utilized by students include mixing effects, MIDI sequencing, and preset plugins. Approximately one-third of the students acknowledged that DAW significantly impacted the structure and aesthetic style of their works, while others emphasized personal identity over technological influence. These results indicate that DAWs act not only as production tools but also as mediators of musical thought and expression. The study suggests the necessity of pedagogical frameworks that encourage both technical proficiency and critical reflection in digital music education. The findings also highlight the need for curriculum development that provides students with diverse DAW platforms to support artistic exploration and identity formation. Key Words DAW, music technology, musical aesthetics, digital creativity, music education AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi preferensi penggunaan Digital Audio Workstation (DAW) dan pengaruhnya terhadap estetika musikal mahasiswa aktif Program Studi Musik yang mengambil Minat Studi Musik Teknologi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka practice-based research. Data dikumpulkan melalui angket terbuka, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi karya musik digital mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan DAW dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknis, pedagogis, dan kreatif, dengan Studio One menjadi platform yang paling dominan. Fitur yang paling sering digunakan mahasiswa meliputi efek mixing, editor MIDI, dan preset plugin. Sekitar sepertiga mahasiswa mengakui bahwa DAW berkontribusi signifikan dalam membentuk struktur dan gaya estetika karya mereka, sedangkan sebagian besar lainnya menilai bahwa identitas musikal pribadi lebih berpengaruh. Temuan ini menunjukkan bahwa DAW berperan tidak hanya sebagai alat produksi, tetapi juga sebagai mediator dalam berpikir dan mengekspresikan ide musikal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum musik digital yang menyeimbangkan penguasaan teknis dengan refleksi kritis terhadap penggunaan teknologi. Kata Kunci DAW, teknologi musik, estetika musikal, kreativitas digital, Pendidikan musik.
Stimulation of drawing expression to strengthen character learning Karyono, Tri; Isa, Badrul; Masunah, Juju
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol. 44 No. 2 (2025): Cakrawala Pendidikan (June 2025)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v44i2.76617

Abstract

This study investigates the implementation of a value-based expressive drawing model within the framework of Cultural Education and National Character Building (PBKB) in elementary schools students. The objective is to explore how this model can enhance emotional intelligence and instill moral values in students through creative expression. To align with government policies, the study was conducted with 3rd graders at Cisarua 1, 2, and 3 Elementary Schools located in Bandung Barat Regency. The study examined: (i) the school’s vision and mission supporting Cultural Education and National Character Building (PBKB); (ii) the application of character education through value-based expressive drawing to enhance emotional intelligence in elementary school; (iii) the impact of this educational approach on students' values and personalities, as reflected in their learning outcomes; and (iv) changes in students’ attitudes, analyzed through children's drawings. The experimental methods aimed to improve lesson plans, teaching processes, instructional media, and the analysis of values in children's visual symbols. Results indicated positive shifts in students' attitudes and character values, as evidenced by progress reports over two semesters. Various national character traits were identified in children's expressive drawings, notably through the visualization of symbols of honesty, thereby demonstrating the effectiveness of value-based expressive drawing model in character education.
Aesthetic Jewelry Design and Entrepreneurial Creativity Patterns: Case Study of Four Generations of Pasirjambu Jewelry Artisans Muhakik Atamtajani1, Asep Sufyan; Masunah, Juju; Prawira, Nanang Ganda; Karyono, Tri
Journal of Urban Society's Arts Vol 12, No 1 (2025): April 2025
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/jousa.v12i1.14664

Abstract

The aesthetics of jewelry design and patterns of entrepreneurial creativity are key aspects in developing Kamasan jewelry products in Pasirjambu, Ciwidey. Each generation of artisans exhibits unique skills and approaches in creating bespoke accessory designs. This study aims to explore the creativity patterns and aesthetic values in the jewelry designs produced by four generations of artisans in Pasirjambu. A qualitative approach with a case study method was employed to gather data from four artisans, both male and female, focusing on ring designs. Data collection techniques included interviews, observations, and document studies, with data analysis conducted through triangulation. The findings reveal that the artisans’ creativity lies in their innovative use of motifs, enhancing aesthetics, comfort, and market appeal. This study highlights how tradition and innovation coexist to preserve the jewelry heritage of Pasirjambu while fostering entrepreneurial creativity. Desain Perhiasan yang Estetis dan Pola Kreativitas Wirausaha: Studi Kasus Empat Generasi Pengrajin Perhiasan Pasirjambu. Estetika desain perhiasan dan pola kreativitas kewirausahaan menjadi kunci dalam pengembangan produk perhiasan kamasan di Pasirjambu, Ciwidey. Setiap generasi pengrajin menunjukkan keunikan keterampilan dan pendekatan yang berbeda dalam menciptakan desain aksesori pesanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pola kreativitas dan nilai estetika dalam desain perhiasan yang dihasilkan oleh empat generasi pengrajin di Pasirjambu. Pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus digunakan untuk menggali data dari empat pengrajin, baik laki-laki maupun perempuan, yang berfokus pada desain cincin. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, dan studi dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan melalui triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kreativitas para pengrajin terletak pada inovasi motif yang mendukung estetika, kenyamanan, dan kebutuhan pasar. Studi ini mengungkap bagaimana tradisi dan inovasi berjalan beriringan dalam melestarikan warisan perhiasan Pasirjambu sekaligus memperkuat pola kreativitas kewirausahaan.