Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

Historical study on the development of the weaving motif of Bima, West Nusa Tenggara, Indonesia Nursyahri Ramadhan; Tri Karyono; Zakarias Sukarya Soeteja
Bahasa dan Seni: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Pengajarannya Vol 50, No 2 (2022)
Publisher : Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um015v50i22022p261

Abstract

Historical study on the development of the weaving motif of Bima, West Nusa Tenggara, IndonesiaThis study aims to trace the early history of the Bimanese to identify the weaving and its 10 motifs defined in the Bima Land Customary Law as part of the Bima ethnic characteristics. The study used a qualitative approach with data triangulation (observations, interviews, and documentation). The research result showed that the activity of spinning yarn was known by the Bimanese before the expedition of Sang Bima to the land of the rising sun (Satonda Island, a volcanic area on Sumbawa Island), which became the ancestors of the Bimanese. They used weaving to make clothes, using similar procedures of Javanese weaving. Initially, the motifs of Bimanese woven were only in the form of stripes and rectangles, but the acculturation with Javanese culture during the heyday of Majapahit influenced the development of motifs in the Bima Kingdom during the 11-13th centuries. Subsequently, there was also acculturation with Bugis and Malay culture after the Bima Kingdom turned into a Sultanate. For instance, in choosing a leader, the Bima people should adopt the principle in the nggusu waru (octagonal) motif or that the Bima people must always bring benefits and noble characteristics like the scent of a flower in the Satako flower motif. Kajian sejarah perkembangan motif tenun Bima, Nusa Tenggara Barat, IndonesiaTujuan dari penelitian ini adalah untuk menelusuri sejarah awal masyarakat Bima menge­nal tenunan dan motif-motif yang diterapkannya hingga terbentuk 10 motif yang ditetapkan dalam Hukum Adat Tanah Bima (HATB) sehingga menjadi ciri khas etnis Bima. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan triangulasi data (obser­vasi, wawancara, dan studi dokumen). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kegiatan pemintalan benang telah dikenal oleh masyarakat Bima sebelum pengembaraan tokoh Sang Bima ke negeri matahari terbit (Pulau Satonda, wilayah vulkanik di pulau Sumbawa) yang menjadi cikal bakal orang Bima dan untuk membuat pakaian, menerapkan seperti cara orang-orang Jawa dalam hal menenun. Motif awal yang dikenal oleh orang Bima hanya berbentuk garis-garis dan segi empat, namun akulturasi budaya Jawa pada masa kejayaan Majapahit ikut mempengaruhi perkembangan motif-motif di kerajaan Bima pada abad ke 11-13, selanjutnya, terjadi akulturasi budaya Bugis dan Melayu setelah kerajaan Bima berubah menjadi kesultanan sehingga penerapan motif-motif dalam lingkungan masyarakat Bima mengacu pada Hukum Adat Tanah Bima yang sesuai dengan Syariat Islam. Seperti memilih pemimpin berdasarkan makna yang terkandung dalam motif nggusu waru atau dalam berkehidupan sosial, orang Bima harus selalu membawa kebermanfaatan dan akhlak yang mulia sebagaimana aroma bunga sekuntum dalam motif bunga Satako.
Profil Instruksional Aplikasi Song Maker dalam Kreasi Musik Sederhana untuk Pembelajaran bagi Anak-Anak Lanang Riyadi; Yudi Sukmayadi; Tri Karyono
DWIJA CENDEKIA: Jurnal Riset Pedagogik Vol 7, No 3 (2023): December 2023
Publisher : Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/jdc.v7i3.79148

Abstract

Terdapat ragam jenis media pembelajaran berbasis teknologi, informatika, dan komputer, termasuk media berbasis permainan dengan nama Chrome Music Lab. Platform ini memiliki beberapa aplikasi menarik, salah satunya Song Maker untuk meningkatkan minat dan eksplorasi anak dalam menciptakan karya musik sederhana. Artikel ini bertujuan untuk memberikan gambaran instruksional mengenai aplikasi Song Maker dan cara penggunaannya pada Chrome Music Lab. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode konten analisis fitur aplikasi di mana data dikumpulkan melalui pengamatan langsung terhadap aplikasi Song Maker dengan meninjau fitur-fitur yang terdapat pada aplikasi tersebut dan didukung oleh penelitian terdahulu sebagai penguat hasil penelitian. Chrome Music Lab memiliki 14 aplikasi menarik yang dapat digunakan oleh siswa untuk belajar musik sambil bermain. Aplikasi-aplikasi tersebut dapat digunakan sebagai media eksplorasi dan sarana bermain sambil belajar musik bagi anak. Salah satu aplikasinya adalah song maker yang digunakan untuk membuat karya musik sederhana. Media ini merupakan sarana yang tepat untuk merangsang daya intelektual dan kreativitas dasar anak dalam menciptakan karya musik sederhana. 
VIDEO TUTORIAL SEBAGAI SUPELMEN MEDIA PELATIHAN PIANO BERBASIS DIGITAL UNTUK PEMULA DEWASA Annisa, Auliya Ayu; Karyono, Tri
Jurnal Penelitian Musik Vol 2 No 2 (2021): August 2021
Publisher : Program Studi Pendidikan Musik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (707.286 KB)

Abstract

This research is based on the condition of adult beginners who study piano in a course institution but are constrained by internet network disturbances. Thus the researchers created a digital-based piano training concept by adding video tutorials as a supplement to piano training media. Video tutorials are online instructional videos that are connected indirectly with content in the form of stages to carry out specific activities. The use of this video tutorial is intended for beginner piano students aged 9 years or older who are then categorized as adult beginners. The author made this article using the interview method and literature review. The results of this study are 5 piano teachers using video conferencing technology on the zoom application for the concept of digital-based piano training; The advantage of digital-based piano training is that both piano teachers and adult beginners can learn piano anytime and anywhere; while the weakness of digital-based piano training is the internet network which is sometimes disconnected and delayed; On this concept, tutorial videos are shared via whatsapp app before piano training meeting on zoom app; There are 5 stages in making video tutorials, namely 1) Planning materials and indicators of competency achievement; 2) Finding ideas and imagining the concept; 3) Creating Story Lines; 4) Making PPT, writing melody scripts and recording audio visuals; 5) Editing
Pelestarian Kaulinan Barudak melalui Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Permainan Pérépét Jéngkol Annisa, Auliya Ayu; Permana, Faisal Rahmat; Nasution, Lucy Martiati; Karyono, Tri
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1804

Abstract

Artikel ini berjudul pelestarian kaulinan barudak melalui kajian nilai-nilai kearifan lokal permainan pérépét jéngkol. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan kaulinan  barudak melalui kajian nilai-nilai kearifan lokal permainan pérépét jéngkol. Kaulinan pérépét jéngkol merupakan permainan anak khas Jawa Barat yang memiliki nilai kearifan lokal (local genius). Paradigma yang dilakukan pada penelitian ini adalah paradigma kualitatif dengan menggunakan metode tinjauan literatur dan deskriptif berbasis fenomenologis. Temuan pada penelitian ini antara lain yaitu, struktur pada kakawihan pérépét jéngkol adalah AA, pelestarian kaulinan pérépét jéngkol dilakukan dengan culture knowledge, kaulinan pérépét jéngkol mengandung nilai kearifan lokal yang meliputi nilai agama, nilai pendidikan, nilai sosial, dan nilai hiburan.
Implementation of the teaching industry as a strategy for developing digital marketing competencies for diploma in graphic design students at the malaka hotel Pertiwi, Annisa Bela; Masunah, Juju; Prawira, Nanang Ganda; Karyono, Tri
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol 10, No 2 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202425264

Abstract

The digital marketing industry in the hospitality sector needs a creative workforce that is able to integrate technical skills with strategic innovation. The Teaching Industry program implemented by the Graphic Design Study Program of Widyatama University in collaboration with Hotel Malaka is designed to overcome the gap between the competencies of graphic design students and industrial needs. This research aims to evaluate the implementation of the Teaching Industry program in developing the technical competence of Diploma 4 Graphic Design students through various learning approaches. The research uses a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of in-depth interviews, participatory observations, and document analysis (logbook, portfolio, and performance evaluation). The study involved 17 students working on digital marketing projects, including content planning, graphic design, photography, videography, and social media management during the Odd Semester 2022-2023 to the Odd Semester 2024-2025. The results of the study show that 80% of students have experienced an increase in technical competence, especially in producing visual content, branding strategies, and social media management. Performance evaluation showed that branding design obtained the highest score (86.8), followed by event content creation (85.6). Work-Based Learning, Experiential Learning, Collaborative Learning, and Project-Based Learning approaches have proven to be effective in supporting student skill development. This program has successfully prepared students for the world of work in the creative industry sector, especially digital marketing. This Teaching Industry learning model can be adopted by other educational institutions to answer the industry's need for skilled and innovative creative workers.
The Influence of Technology in Wayang Golek Purwa Performances: Combining Tradition and Innovation Maulana, Marsel Ridky; Karyono, Tri; Sunaryo, Ayo
Virtuoso: Jurnal Pengkajian dan Penciptaan Musik Vol. 7 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/vt.v7n2.p199-212

Abstract

Wayang Golek Purwa, as one of the traditional cultural heritages of the Sundanese community, faces significant challenges in maintaining its existence amid the rapid development of modern technology. This research aims to analyze the influence of technology on Wayang Golek Purwa performances, especially in integrating tradition and innovation to attract a wider audience and be relevant to the digital era. This research uses a descriptive qualitative approach through direct observation, literature study, and audio-visual analysis of the performance. The findings show that the application of technology, such as visual projection, modern lighting, and digital sound, significantly enriches the aesthetic and dramatic dimensions of Wayang Golek Purwa. In addition, the integration of multimedia technology opens up new opportunities to introduce stories and characters that are relevant to the younger generation. However, the research also identified challenges, including limited access to technology among performers in rural areas. The fusion of tradition and innovation through technology opens up opportunities for the preservation of Wayang Golek Purwa while strengthening its appeal in the era of globalization. Recommendations are made to develop a model of collaboration between traditional artists and technology experts to maintain a balance between modernization and preservation of traditional values.
Pemanfaatan YouTube sebagai Media Pendamping Pembelajaran Vokal pada Anak Usia Dini Hutapea, Clarisa Jesika Korina Tiurmauli; Karyono, Tri; Sunaryo, Ayo
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 1 (2025): JPTI - Januari 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.611

Abstract

Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran vokal adalah kurangnya minat siswa dalam pemanasan vokal. Pada era kontemporer, diperlukan metode yang menarik dan kreatif untuk meningkatkan minat siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi peran YouTube dalam mendukung proses pembelajaran vokal anak usia dini, khususnya pada tahap latihan pemanasan vokal, serta mendeskripsikan proses pembelajaran tersebut dengan menggunakan YouTube sebagai media pendamping. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi di lembaga kursus vokal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa YouTube dapat memberikan akses mudah ke materi pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan, sehingga memotivasi anak untuk belajar vokal secara mandiri maupun dengan bimbingan. Proses pembelajaran yang didukung oleh YouTube dapat meningkatkan keterlibatan anak, meskipun tetap diperlukan pengawasan untuk memastikan konten yang relevan dan sesuai usia. Penelitian ini berkontribusi pada peningkatan efektivitas pembelajaran seni vokal melalui integrasi media digital. Sinergi antara pembelajaran menggunakan YouTube dan pengajaran langsung dari pendidik sangat direkomendasikan untuk hasil yang lebih optimal untuk anak usia dini dalam pembelajaran vokal.
Wujud Stigma Perempuan Dalam Seni Lukis Surealis Prayoga, Randi Rama; Karyono, Tri
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6395

Abstract

Penting untuk diingat bahwa stigma perempuan adalah isu kompleks yang terhubung dengan berbagai faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik serta kependidikan. Permasalahan yang sering diamali oleh perempuan, sedikit banyaknya juga penulis rasakan sendiri, diambang usia menuju kedewasaan banyak hal-hal baru yang menarik perhatian sehingga seringkalinya mengalami kesadaran dalam bagaimana masyarakat luas dalam memandang perempuan dalam suatu kotak pemahaman. Banyaknya pengaruh dari pola kehidupan manusia maupun lingkungan sosial seringkali membawa pengaruh bagi seseorang dalam memahami suatu problematika terutama dalam stigma perempuan, sehingga penulis ingin memberi ilustrasi dimana dapat menjadi pemahaman bersama bagaimana melepaskan perempuan dari belenggu stigma membutuhkan upaya kolektif dan berkelanjutan. Tahapan persiapan pembuatan karya ada lima tahap yaitu : (1) Persiapan (2) Elaborasi (3) Sintesis (4) Realisasi Konsep dan 5) Penyelesaian. Karya-karya ini membahas tentang perihal yang jarang dirasakan, serta dimiliki oleh setiap golongan masyarakat bagaimana menganggap perempuan itu memiliki derajat yang sama serta dapat membebaskan mereka dalam hal berekpresi tidak dibendungi oleh cibiran, makian bahkan kekerasan. Untuk itu dengan adanyanya karya-karya penulis harap untuk dapat menyadarkan ataupun hal-hal yang selama ini terjadi itu adalah salah terutama pada stigma perempuan dikehidupan sehari-hari. Menghapus stigma pendidikan perempuan tidak perlu tinggi, akan mempermudah dan membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan dirinya.
THE IMPLEMENTATION OF TECHNO-PEDAGOGY TEACHING APPROACH FOR INDONESIAN SECONDARY SCHOOL TEACHERS IN JAVANESE GAMELAN LEARNING Wibowo, Dhany Yufisa; Masunah, Juju; Milyartini, Rita; Karyono, Tri
International Journal of Education Vol 18, No 1 (2025): February 2025
Publisher : Kantor Jurnal dan Publikasi Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/ije.v18i1.74412

Abstract

Since its recognition as a World Intangible Cultural Heritage by UNESCO, it is pivotal to preserve Gamelan musical instruments by introducing them to the younger generation; one of which is through teaching such Indonesian traditional musical instruments at schools. However, in practice, Javanese Gamelan learning in schools is often neglected, among other things, due to the lack of teacher knowledge, limited facilities, and lack of support from the school. The purpose of this research is to explore the concept of techno-pedagogy as an alternative teaching approach that can be developed and applied by teachers in Javanese traditional Gamelan music classrooms at secondary schools in Indonesia; utilizing technology and information media to ease students’ learning. This qualitative research was carried out by collecting data from interviews, document analysis, and review of previous literature related to the current purpose. Three participants (two experienced music teachers and one lecturer) were involved. The data obtained were then analyzed using qualitative coding techniques. The findings of this study demonstrate that the concept of techno-pedagogy provides teachers with the necessary abilities and resources to deliver Gamelan teaching in a more effective way and in accordance with the needs of today's students. By combining modern technology with a pedagogical approach, teachers can make the learning experience more engaging and accessible and allow students to explore Gamelan through interactive platforms such as M-Learning The results imply that teachers should adapt their teaching strategies to different learning situations to engage students effectively; particularly through the techno-pedagogy approach.
Analisis Aplikasi Moises AI dalam Pembelajaran Vokal: Inovasi Digital untuk Guru Musik Nurfalah, Asep Rizwan; Karyono, Tri; Sunaryo, Ayo
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 5 No 3 (2025): JPTI - Maret 2025
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.707

Abstract

Kemajuan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk pendidikan musik. Namun, pembelajaran vokal masih menghadapi tantangan, seperti keterbatasan akses terhadap backing track yang sesuai, kurangnya fleksibilitas dalam penyesuaian tempo dan nada, serta keterbatasan umpan balik yang cepat bagi siswa. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas aplikasi Moises AI dalam meningkatkan keterampilan vokal siswa melalui pendekatan pembelajaran berbasis teknologi digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, dengan melibatkan 4 guru dan 10 siswa dari Aha Music Course (AMC) yang telah menggunakan aplikasi Moises AI selama 3 minggu. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi langsung, dan analisis dokumentasi, kemudian dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan dalam stabilitas nada, perbaikan dalam artikulasi lirik, dan mengoptimalkan kontrol dinamika suara yang lebih baik setelah memanfaatkan fitur Vocal Remover, Tempo Control, dan Transpose. Selain itu, para guru melaporkan bahwa aplikasi ini membantu mereka dalam memberikan evaluasi yang lebih cepat dan akurat terhadap perkembangan siswa. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa aplikasi Moises AI memiliki potensi besar sebagai alat bantu pembelajaran vokal yang efektif dan merekomendasikan integrasi teknologi ini secara berkelanjutan dalam kurikulum pembelajaran musik modern.