Claim Missing Document
Check
Articles

PREFERENSI DIGITAL AUDIO WORKSTATION (DAW) DAN PENGARUHNYA TERHADAP GAYA ESTETIKA MAHASISWA MINAT STUDI MUSIK TEKNOLOGI Jaohari, Enry Johan; Karyono, Tri; Sukmayadi, Yudi; Purwanto, Andrian
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i2.5425

Abstract

AbstractThis study explores the preference for Digital Audio Workstation (DAW) and its influence on the musical aesthetics of students majoring in Music Technology. Employing a qualitative descriptive approach with a practice-based research framework, the research involved active students at the Music Study Program, School of Art and Design Education, Universitas Pendidikan Indonesia. Data were collected through open-ended questionnaires, semi-structured interviews, and documentation of students’ digital music works. The findings reveal that DAW selection is influenced by a combination of technical, pedagogical, and creative factors, with Studio One being the most preferred. The features most utilized by students include mixing effects, MIDI sequencing, and preset plugins. Approximately one-third of the students acknowledged that DAW significantly impacted the structure and aesthetic style of their works, while others emphasized personal identity over technological influence. These results indicate that DAWs act not only as production tools but also as mediators of musical thought and expression. The study suggests the necessity of pedagogical frameworks that encourage both technical proficiency and critical reflection in digital music education. The findings also highlight the need for curriculum development that provides students with diverse DAW platforms to support artistic exploration and identity formation. Key Words DAW, music technology, musical aesthetics, digital creativity, music education AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi preferensi penggunaan Digital Audio Workstation (DAW) dan pengaruhnya terhadap estetika musikal mahasiswa aktif Program Studi Musik yang mengambil Minat Studi Musik Teknologi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka practice-based research. Data dikumpulkan melalui angket terbuka, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi karya musik digital mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan DAW dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknis, pedagogis, dan kreatif, dengan Studio One menjadi platform yang paling dominan. Fitur yang paling sering digunakan mahasiswa meliputi efek mixing, editor MIDI, dan preset plugin. Sekitar sepertiga mahasiswa mengakui bahwa DAW berkontribusi signifikan dalam membentuk struktur dan gaya estetika karya mereka, sedangkan sebagian besar lainnya menilai bahwa identitas musikal pribadi lebih berpengaruh. Temuan ini menunjukkan bahwa DAW berperan tidak hanya sebagai alat produksi, tetapi juga sebagai mediator dalam berpikir dan mengekspresikan ide musikal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum musik digital yang menyeimbangkan penguasaan teknis dengan refleksi kritis terhadap penggunaan teknologi. Kata Kunci DAW, teknologi musik, estetika musikal, kreativitas digital, Pendidikan musik.
Pola Asuh Seniman Sunda dalam Pembentukan Profesionalisme Mahasiswa Musik Jaohari, Enry Johan; Karyono, Tri; Purwanto , Andrian
Grenek: Jurnal Seni Musik Vol. 14 No. 1 (2025): Grenek: Jurnal Seni Musik (June)
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/grenek.v14i1.65624

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi peran pola asuh dalam keluarga seniman Sunda terhadap pembentukan profesionalisme mahasiswa musik di Program Studi Musik FPSD UPI. Studi kasus pada dua mahasiswa, Wilky Leonady dan Fiqri Hidayatussafar, mengungkap bagaimana nilai-nilai budaya seperti disiplin, etos kerja, tanggung jawab, kreativitas, dan kerja keras yang ditanamkan sejak dini membentuk karakter bermusik yang profesional. Dengan pendekatan kualitatif dan metode studi kasus, penelitian ini melibatkan wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pola asuh keluarga seniman Sunda tidak hanya memengaruhi keterampilan bermusik tetapi juga membentuk etos kerja dan kedisiplinan yang tinggi pada mahasiswa. Proses pembelajaran yang berbasis nilai budaya ini memberikan implikasi positif terhadap pengembangan profesionalisme musisi muda. Kesimpulannya, nilai budaya yang kuat dalam pola asuh keluarga seniman Sunda memainkan peran krusial dalam membentuk karakter profesional mahasiswa musik, memberikan wawasan berharga bagi pendidikan musik yang menekankan pada pengembangan keterampilan dan karakter secara seimbang.
Implementation of the teaching industry as a strategy for developing digital marketing competencies for diploma in graphic design students at the malaka hotel Pertiwi, Annisa Bela; Masunah, Juju; Prawira, Nanang Ganda; Karyono, Tri
Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia Vol. 10 No. 2 (2024): Jurnal EDUCATIO: Jurnal Pendidikan Indonesia
Publisher : Indonesian Institute for Counseling, Education and Therapy (IICET)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29210/1202425264

Abstract

The digital marketing industry in the hospitality sector needs a creative workforce that is able to integrate technical skills with strategic innovation. The Teaching Industry program implemented by the Graphic Design Study Program of Widyatama University in collaboration with Hotel Malaka is designed to overcome the gap between the competencies of graphic design students and industrial needs. This research aims to evaluate the implementation of the Teaching Industry program in developing the technical competence of Diploma 4 Graphic Design students through various learning approaches. The research uses a descriptive qualitative method with data collection techniques in the form of in-depth interviews, participatory observations, and document analysis (logbook, portfolio, and performance evaluation). The study involved 17 students working on digital marketing projects, including content planning, graphic design, photography, videography, and social media management during the Odd Semester 2022-2023 to the Odd Semester 2024-2025. The results of the study show that 80% of students have experienced an increase in technical competence, especially in producing visual content, branding strategies, and social media management. Performance evaluation showed that branding design obtained the highest score (86.8), followed by event content creation (85.6). Work-Based Learning, Experiential Learning, Collaborative Learning, and Project-Based Learning approaches have proven to be effective in supporting student skill development. This program has successfully prepared students for the world of work in the creative industry sector, especially digital marketing. This Teaching Industry learning model can be adopted by other educational institutions to answer the industry's need for skilled and innovative creative workers.
Wujud Stigma Perempuan Dalam Seni Lukis Surealis Prayoga, Randi Rama; Karyono, Tri
Brikolase : Jurnal Kajian Teori, Praktik dan Wacana Seni Budaya Rupa Vol. 16 No. 2 (2024)
Publisher : Institut Seni Indoensia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33153/brikolase.v16i2.6395

Abstract

Penting untuk diingat bahwa stigma perempuan adalah isu kompleks yang terhubung dengan berbagai faktor sosial, budaya, ekonomi, dan politik serta kependidikan. Permasalahan yang sering diamali oleh perempuan, sedikit banyaknya juga penulis rasakan sendiri, diambang usia menuju kedewasaan banyak hal-hal baru yang menarik perhatian sehingga seringkalinya mengalami kesadaran dalam bagaimana masyarakat luas dalam memandang perempuan dalam suatu kotak pemahaman. Banyaknya pengaruh dari pola kehidupan manusia maupun lingkungan sosial seringkali membawa pengaruh bagi seseorang dalam memahami suatu problematika terutama dalam stigma perempuan, sehingga penulis ingin memberi ilustrasi dimana dapat menjadi pemahaman bersama bagaimana melepaskan perempuan dari belenggu stigma membutuhkan upaya kolektif dan berkelanjutan. Tahapan persiapan pembuatan karya ada lima tahap yaitu : (1) Persiapan (2) Elaborasi (3) Sintesis (4) Realisasi Konsep dan 5) Penyelesaian. Karya-karya ini membahas tentang perihal yang jarang dirasakan, serta dimiliki oleh setiap golongan masyarakat bagaimana menganggap perempuan itu memiliki derajat yang sama serta dapat membebaskan mereka dalam hal berekpresi tidak dibendungi oleh cibiran, makian bahkan kekerasan. Untuk itu dengan adanyanya karya-karya penulis harap untuk dapat menyadarkan ataupun hal-hal yang selama ini terjadi itu adalah salah terutama pada stigma perempuan dikehidupan sehari-hari. Menghapus stigma pendidikan perempuan tidak perlu tinggi, akan mempermudah dan membuka peluang bagi perempuan untuk mengembangkan dirinya.
APLIKASI COMPUTATIONAL FLUID DYNAMIC PADA ANALISIS DAMPAK BULBOUS BOW TERHADAP HAMBATAN KAPAL BANTU CAIR MINYAK: Application of Computational Fluid Dynamic in Analyzing The Impact of Bulbous Bow on Resistance of Auxiliary Oil Vessel Maulidah, Alina Rizka; Karyono, Tri; Priyambodo Nur Ardi Nugroho; Wulandari, Dyah Arum
Jurnal Konversi Energi dan Manufaktur Vol. 9 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/JKEM.9.2.5

Abstract

The concept of oil liquid auxiliary vessel combines tanker and container ship features, designed to achieve high speed while maintaining the same displacement, necessitating design analysis to optimize hull resistance. One approach used is the addition of a bulbous bow to the hull. This study compares the resistance between the conventional hull of BCM-3 and the bulbous bow-equipped hull of BCM-4 using computational fluid dynamic (CFD) method with NUMECA. Speed variations used were 16 knots, 17 knots, and 18 knots. The research results show that the use of a bulbous bow on BCM-4 yields more optimal total resistance, with respective resistance values of 339.807 N at 16 knots, 374.558 N at 17 knots, and 497.606 N at 18 knots.
Pelestarian Kaulinan Barudak melalui Kajian Nilai-Nilai Kearifan Lokal Permainan Pérépét Jéngkol Annisa, Auliya Ayu; Permana, Faisal Rahmat; Nasution, Lucy Martiati; Karyono, Tri
Journal of Education Research Vol. 5 No. 4 (2024)
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/jer.v5i4.1804

Abstract

Artikel ini berjudul pelestarian kaulinan barudak melalui kajian nilai-nilai kearifan lokal permainan pérépét jéngkol. Penelitian ini bertujuan untuk melestarikan kaulinan  barudak melalui kajian nilai-nilai kearifan lokal permainan pérépét jéngkol. Kaulinan pérépét jéngkol merupakan permainan anak khas Jawa Barat yang memiliki nilai kearifan lokal (local genius). Paradigma yang dilakukan pada penelitian ini adalah paradigma kualitatif dengan menggunakan metode tinjauan literatur dan deskriptif berbasis fenomenologis. Temuan pada penelitian ini antara lain yaitu, struktur pada kakawihan pérépét jéngkol adalah AA, pelestarian kaulinan pérépét jéngkol dilakukan dengan culture knowledge, kaulinan pérépét jéngkol mengandung nilai kearifan lokal yang meliputi nilai agama, nilai pendidikan, nilai sosial, dan nilai hiburan.
PERUBAHAN LANSKAP KREATIF DAN DIALOG ETIKA DALAM FOTOGRAFI: PENGARUH KECERDASAN BUATAN Ronald, Regina Octavia; Karyono, Tri
specta Vol 8, No 1 (2024): Specta: Journal of Photography, Arts, and Media
Publisher : Institut Seni Indonesia Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24821/specta.v8i1.11334

Abstract

Kemajuan teknologi dari digital sampai kecerdasan buatan memberikan dampak perubahan pada kultur penciptaan visual fotografi.  Mesin generator gambar yang menghasilkan imaji yang realis dikenal sebagai promptografi disandingkan sebagai penciptaan fotografi. Metodologi penelitian  dilakukan dengan pendekatan kualitatif, pengumpulan data melalui observasi secara digital dan lapangan, dilengkapi dengan data dari diskusi grup terpumpun (FGD) dari para fotografer di Kota Bandung (n=8). Artikel ini berfokus pada analisis persepsi dan pengalaman dalam menyikapi fenomena kecerdasan buatan dalam penciptaan visual, serta bagaimana toleransi para fotografer dalam penyandingan karya visual hasil generator gambar dengan karya yang dihasilkan secara fotografis. Hasil analisis ini mengungkap perubahan dalam pendekatan kreatif fotografer seiring dengan imersi kecerdasan buatan dan memberikan kontribusi terhadap proses kreatif fotografi dengan memanfaatkan kecerdasan buatan. Simpulan artikel adalah teknologi kecerdasan buatan telah membentuk lanskap kreatif dalam fotografi dan seni visual, membuka peluang dan dialog etika yang perlu dipertimbangkan oleh seorang pengkarya fotografi. Creative Landscape Changes and Ethical Dialogue in Photography: The Influence of Artificial Intelligence. The advancement of technology, from digital to artificial intelligence, has impacted the cultural landscape of visual photography creation. Image-generating machines producing realistic imagery, known as promptography, are juxtaposed with traditional photography. The research methodology employed a qualitative approach, gathering data through digital and field observations, supplemented by focus group discussions (FGD) involving photographers in Bandung City (n=8). This article focuses on analyzing perceptions and experiences regarding the phenomenon of artificial intelligence in visual creation, as well as photographers' tolerance towards juxtaposing images generated by machines with traditionally produced photographic works. The analysis reveals changes in photographers' creative approaches with the immersion of artificial intelligence, contributing to the creative process of photography. The conclusion highlights that artificial intelligence technology has shaped the creative landscape in photography and visual arts, opening opportunities and ethical dialogues that photographers need to consider.
Evaluation of the Teaching Industry Program in Developing the Entrepreneurial Spirit of Graphic Design Students Pertiwi, Annisa; Masunah, Juju; Prawira, Nanang Ganda; Karyono, Tri
JTP - Jurnal Teknologi Pendidikan Vol. 26 No. 3 (2024): Jurnal Teknologi Pendidikan
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/jtp.v26i3.51384

Abstract

The creative industry in the hospitality sector faces a huge challenge to innovate in the digital era. The entrepreneurial competence of vocational students is important to meet the needs of the dynamic world of work. This study aims to evaluate the implementation of the Teaching Industry program in developing the entrepreneurial skills of students of the Diploma Program in Graphic Design, Widyatama University through a case study at the Malaka Hotel Bandung for the 2022–2024 period. This Teaching Industry program is designed using the Work-Based Learning approach  to provide real work experience, Experiential Learning for hands-on learning, Collaborative Learning to train teamwork, and Project-Based Learning to complete tasks in the field of digital marketing, such as content planning, graphic design, photography, videography, and social media management. This study uses a mixed method, with a qualitative approach through interviews, observations, and document analysis (logbook, internship report, work presentation, and performance evaluation), as well as a quantitative approach through questionnaires and evaluation of supervisors. The results of the study showed the development of student entrepreneurship indicators, namely: 1) leadership collaboration and teamwork (88%), 2) motivation and confidence in achievement (82%), 3) initiative and courage to take risks (76%), and 4) independence and responsibility (70%). Overall, the program recorded a 79% success rate. Of the 17 students who participated, 3 of them were successfully recommended as contract employees, including 1 student who was recruited as a member of the Malacca Hotel Digital Marketing team. This program is effective in improving digital marketing technical skills as well as teamwork, leadership, and project management skills relevant to the needs of the creative industry.
PREFERENSI DIGITAL AUDIO WORKSTATION (DAW) DAN PENGARUHNYA TERHADAP GAYA ESTETIKA MAHASISWA MINAT STUDI MUSIK TEKNOLOGI Jaohari, Enry Johan; Karyono, Tri; Sukmayadi, Yudi; Purwanto, Andrian
Jurnal Citra Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Citra Pendidikan
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat STKIP Citra Bakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38048/jcp.v5i2.5425

Abstract

AbstractThis study explores the preference for Digital Audio Workstation (DAW) and its influence on the musical aesthetics of students majoring in Music Technology. Employing a qualitative descriptive approach with a practice-based research framework, the research involved active students at the Music Study Program, School of Art and Design Education, Universitas Pendidikan Indonesia. Data were collected through open-ended questionnaires, semi-structured interviews, and documentation of students’ digital music works. The findings reveal that DAW selection is influenced by a combination of technical, pedagogical, and creative factors, with Studio One being the most preferred. The features most utilized by students include mixing effects, MIDI sequencing, and preset plugins. Approximately one-third of the students acknowledged that DAW significantly impacted the structure and aesthetic style of their works, while others emphasized personal identity over technological influence. These results indicate that DAWs act not only as production tools but also as mediators of musical thought and expression. The study suggests the necessity of pedagogical frameworks that encourage both technical proficiency and critical reflection in digital music education. The findings also highlight the need for curriculum development that provides students with diverse DAW platforms to support artistic exploration and identity formation. Key Words DAW, music technology, musical aesthetics, digital creativity, music education AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi preferensi penggunaan Digital Audio Workstation (DAW) dan pengaruhnya terhadap estetika musikal mahasiswa aktif Program Studi Musik yang mengambil Minat Studi Musik Teknologi. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan kerangka practice-based research. Data dikumpulkan melalui angket terbuka, wawancara semi-terstruktur, dan dokumentasi karya musik digital mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemilihan DAW dipengaruhi oleh kombinasi faktor teknis, pedagogis, dan kreatif, dengan Studio One menjadi platform yang paling dominan. Fitur yang paling sering digunakan mahasiswa meliputi efek mixing, editor MIDI, dan preset plugin. Sekitar sepertiga mahasiswa mengakui bahwa DAW berkontribusi signifikan dalam membentuk struktur dan gaya estetika karya mereka, sedangkan sebagian besar lainnya menilai bahwa identitas musikal pribadi lebih berpengaruh. Temuan ini menunjukkan bahwa DAW berperan tidak hanya sebagai alat produksi, tetapi juga sebagai mediator dalam berpikir dan mengekspresikan ide musikal. Penelitian ini merekomendasikan pengembangan kurikulum musik digital yang menyeimbangkan penguasaan teknis dengan refleksi kritis terhadap penggunaan teknologi. Kata Kunci DAW, teknologi musik, estetika musikal, kreativitas digital, Pendidikan musik.
Pengembangan Video Pembelajaran Digital Bonang Gamelan Degung Berbasis Media Development Life Cycle (MDLC) Muqri, Al; Karyono, Tri; Sunaryo, Ayo; Karwati, Uus; Latifah, Diah
Jurnal Pendidikan dan Teknologi Indonesia Vol 6 No 1 (2026): JPTI - Januari 2026
Publisher : CV Infinite Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52436/1.jpti.758

Abstract

Artikel ini membahas pengembangan media pembelajaran digital berbasis video untuk pembelajaran bonang gamelan degung sebagai bagian dari pendidikan seni musik tradisional. Penelitian ini menggunakan metode penelitian dan pengembangan dengan model Media Development Life Cycle (MDLC) yang meliputi tahap concept, design, material collecting, assembly, testing, dan distribution. Luaran penelitian berupa video pembelajaran yang memvisualisasikan teknik dasar permainan bonang, pola tabuhan, serta contoh permainan dalam konteks gamelan degung, dan didistribusikan melalui platform YouTube. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa penerapan model MDLC efektif dalam menghasilkan media pembelajaran yang layak secara teknis, mudah diakses, dan sesuai dengan karakteristik pembelajar generasi digital. Respon guru yang berperan sebagai pelatih serta murid ekstrakurikuler gamelan degung menunjukkan bahwa media ini membantu proses pembelajaran dan latihan, memudahkan pemahaman teknik tabuhan, serta mendukung pembelajaran mandiri. Secara akademik, penelitian ini berkontribusi pada kajian teknologi pendidikan dan pendidikan seni musik dengan menunjukkan bahwa pengembangan media pembelajaran berbasis video dapat menjadi pendekatan strategis dalam adaptasi pembelajaran musik tradisional di era digital, sekaligus mendukung upaya pelestarian budaya melalui pemanfaatan teknologi.