Claim Missing Document
Check
Articles

Found 36 Documents
Search

HUBUNGAN CURAH HUJAN, SUHU, DAN KEPADATAN PENDUDUK DENGAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KOTA MANADO TAHUN 2020-2024 Faustina Lala, Monalisa; Kandou, Grace D.; Kaunang, Wulan P. J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.45822

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah peyakit menular yang biasa terjadi di daerah subtropics serta tropis. Sejak tahun 2024 data kejadian demam berdarah dengue mencapai 3,4 jt kasus dengan 3.000. Kementerian Kesehatan RI melaporkan bahwa terdapat 144,720 kasus pada tahun 2023 dan untuk Provinsi Sulawesi Utara yaitu 2.643 kasus pada tahun 2023. Kasus yang ada di Kota Manado pada tahun 2024 yaitu mencapai 1080 kasus. Faktor iklim seperti suhu atau curah hujan serta kepadatan penduduk dapat memengaruhi terjadi peningkatan kasus DBD. Dengan adanya peningkatan suhu, curah hujan, serta kepadatan penduduk akan terjadi perkembangan vektor penyebab penyakit demam berdarah dan mendukung kelangsungan hidup vektor serta penyebaran vektor. Studi ini ingin mengamati hubungan curah hujan, suhu dan kepadatan penduduk dengan kejadian Demam Berdarah Dengue di Kota Manado tahun 2020-2024. Studi ini berdesain kuantitatif dengan sifat observasional analitik serta berpendekatan cross sectional. Dalam studi ini, populasinya yaitu semua pengidap demam berdarah dengue yang berada di Kota Manado pada tahun 2020–2024 dan tercatat di Dinas Kesehatan Kota Manado. Studi ini diselenggarakan sejak November 2024 – Maret 2025 di Kota Manado. Hasil uji statistik kaitan antar curah hujan dengan kejadian DBD dengan pengujian spearman rho menghasilkan ρ=0,127, kaitan suhu dengan kejadian DBD ρ=0,046, serta kaitan kepadatan penduduk dengan kejadian DBD ρ=0,011. Simpulan dari studi ini tidak ada kaitan antar curah hujan dengan kejadian DBD, lalu untuk kepadatan penduduk serta suhu berkaitan signifikan dengan kejadian DBD
HUBUNGAN ANTARA AKTIVITAS FISIK, KEBIASAAN MAKAN, DAN RIWAYAT KELUARGA DENGAN KEJADIAN DM TIPE II DI PUSKESMAS MATANI KOTA TOMOHON Elvin, Jesika; Ratag, Budi T.; Kandou, Grace Debbie; Kaunang, Wulan P. J.
PREPOTIF : JURNAL KESEHATAN MASYARAKAT Vol. 9 No. 2 (2025): AGUSTUS 2025
Publisher : Universitas Pahlawan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/prepotif.v9i2.47795

Abstract

Mencapai 422 juta orang secara global dikonfirmasi oleh World Health Organization (WHO) menderita DM tipe II dan tiap tahun menimbulkan 1,5 juta kematian. Indonesia memiliki prevalensi sebesar 1,7% dan Sulawesi Utara sebesar 2,1% (Survei Kesehatan Indonesia, 2023). DM tipe II adalah kondisi tubuh yang terjadi saat terdapat penumpukan gula dalam darah akibat dari ketidakmampuan hormon insulin untuk memprosesnya. Pola hidup sehat yang diterapkan menjadi cara yang paling tepat untuk mengendalikan penyakit ini. Studi ini bertujuan untuk menganalisis kaitan/hubungan antara aktivitas fisik, kebiasaan makan dan riwayat keluarga terhadap kejadian diabetes melitus tipe II di Puskesmas Matani Kota Tomohon. Studi ini menerapkan metode kuantitatif (observasional analitik) model Cross sectional study yang berlangsung pada Maret hingga Mei 2025. Penelitian dilakukan terhadap seluruh pasien yang berkunjung ke Puskesmas Matani dengan sampel sebesar 107 responden yang ditetapkan berdasarkan Purposive Sampling. Penelitian mencakup variabel aktivitas fisik, kebiasaan makan, Riwayat keluarga dan kejadian DM tipe II dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument penelitian. Analisis data dilakukan dengan menganalisis karakteristik tiap variabel dan uji chi-square sebagai analisis korelasi. Hasil yang ditemukan aktivitas fisik terhadap kejadian DM tipe II dihasilkan p value sebesar 0,001, kebiasaan makan dengan p value sebesar 0,003 dan riwayat keluarga dengan p value sebesar 0,000. Kesimpulan didapatkan kaitan/hubungan antara aktivitas fisik, kebiasaan makan dan Riwayat dalam keluarga terhadap kasus kejadian DM tipe II di Puskesmas Matani Kota Tomohon
Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Perilaku Pencegahan Covid-19 pada Mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado Kiling, Schwarz Y.; Kaunang, Wulan P. J.; Kandou, Grace D.
Jurnal Lentera Sehat Indonesia Vol. 3 No. 1 (2024): Jurnal Lentera Sehat Indonesia
Publisher : Yayasan Bina Lentera Insan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.57207/bdnmmg27

Abstract

COVID-19 merupakan penyakit yang dapat menular dari orang ke orang dan disebabkan oleh virus SARSCoV-2 dengan munculnya kasus pertama di kota Wuhan, Cina, yang kemudian menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Indonesia adalah salah satu negara dengan jumlah kasus yang terus meningkat setiap hari, sehingga pemerintah Indonesia berupaya untuk dapat mengurangi kasusi COVID-19. Tujuan dalam penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang berhubungan (persepsi kerentanan, persepsi keparahan, persepsi manfaat, persepsi hambatan, isyarat untuk bertindak dan efikasi diri) dengan perilaku pencegahan COVID-19. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional yang dilaksanakan pada bulan Februari-September 2021 secara online pada mahasiswa di Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Sam Ratulangi Manado. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 261 responden, diambil dengan teknik simple random sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner yang telah teruji validitas dan reliabilitas denganianalisis data bivariat menggunakan uji Spearman rank Cl=95% dan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan antara persepsi manfaat dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,018), persepsi hambatan dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,000), syarat untuk bertindak dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,000) dan tidak adanya hubungan antara persepsi kerentanan dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,958), persepsi keparahan dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,902) dan efikasi diri dengan perilaku pencegahan COVID-19 (p:0,055). 
Hubungan Antara Usia, Jenis Kelamin dan Jumlah Trombosit dengan Kejadian Demam Berdarah Dengue pada Pasien di Rumah Sakit Umum GMIM Pancaran Kasih Manado Adelin Sarira; Wulan P. J. Kaunang; Budi T. Ratag
Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2025): Juli: Jurnal Pengabdian Ilmu Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpikes.v5i2.5363

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) was an infectious disease caused by the dengue virus transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. Factors that influenced the emergence of DHF were divided into three: agent factors (dengue virus), host factors (age, gender, population mobility, education), and environmental factors (physical, biological, and socio-economic environment). DHF diagnosis was confirmed through laboratory criteria, including platelet count and hematocrit increase. This study aimed to determine the relationship between age, gender, and platelet count with the incidence of DHF at GMIM Pancaran Kasih General Hospital Manado. This study aimed to determine the relationship between age, gender, and platelet count with the incidence of dengue hemorrhagic fever among patients at GMIM Pancaran Kasih General Hospital Manado. The research method used in this study was an observational analytic study with a cross-sectional design. Statistical tests were conducted using the chi-square test. It used secondary data from 2024 with a total population of 141 patients. Based on the research results, there was a significant relationship between the incidence of Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) and age (p-value 0,025), platelet count (p-value 0.002), and there was no significant relationship between the incidence of DHF and gender (p-value 0.962) at GMIM Pancaran Kasih General Hospital Manado.
Evaluasi Implementasi Program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (Ukgs) di Wilayah Kerja Puskesmas Talawaan Priska F. Umboh; Wulan P. J. Kaunang; Fatimawali Fatimawali; Jimmy Posangi; Jane Tahulending; Very Londa
Jurnal Ners Vol. 9 No. 3 (2025): JULI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v9i3.48222

Abstract

Masalah kesehatan gigi dan mulut masih menjadi tantangan serius dalam sistem pelayanan kesehatan di Indonesia, khususnya pada anak usia sekolah dasar. UKGS merupakan salah satu program puskesmas yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan gigi siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) di wilayah kerja Puskesmas Talawaan menggunakan pendekatan model evaluasi CIPP (Context, Input, Process, Product). Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi, dan telaah dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan UKGS belum berjalan optimal. Sistem regulasi yang tidak jelas, keterbatasan sumber daya manusia di sekolah, kurangnya sarana prasarana penduking kegiatan, serta anggaran terbatas menjadi hambatan utama dalam pelaksanaan program. Selain itu, kegiatan UKGS seperti sikat gigi massal, pelatihan guru pembina UKGS dan dokter gigi kecil, belum dilakukan secara rutin dan sistematis. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa program ini masih butuh perhatian khusus dari berbagai pihak mengingat kasus kejadian karies sampai saat ini masih terus meningkat. Penelitian ini merekomendasikan perlunya regulasi teknis yang jelas, pelatihan petugas UKGS, peningkatan anggaran, serta kelengkapan sarana prasarana untuk mengoptimalkan pelaksanaan UKGS.
GAMBARAN PERILAKU MASYARAKAT TENTANG UPAYA PENCEGAHAN PENYAKIT DEMAM BERDARAH DENGUE DI DESA PANGU KABUPATEN MINAHASA TENGGARA Agu, Meysi Chateline Mariani; Kaunang, Wulan P. J.; Nelwan, Jeini E.
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 7 No. 1 (2026): MARET 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v7i1.55004

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) merupakan penyakit infeksi akut akibat virus dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus. Secara global, kasus DBD terus meningkat signifikan sejak 1990 hingga 2013, dengan Asia sebagai wilayah dengan kejadian tertinggi. Di Indonesia, jumlah kasus DBD menunjukkan tren peningkatan dari tahun ke tahun, dengan lonjakan tajam pada 2022 dan tingginya angka kasus serta kematian pada 2023. Pada tahun 2023 tercatat 114.720 kasus dengue dengan 894 kematian. Di Provinsi Sulawesi Utara, terdapat 2.643 kasus DBD dengan 30 kematian, serta menempati peringkat kelima tertinggi Case Fatality Rate (CFR) nasional sebesar 1,14%. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan perilaku masyarakat dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue (DBD) di Desa Pangu, Kabupaten Minahasa Tenggara. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif dan dilaksanakan pada bulan Juli–Agustus 2025. Populasi penelitian adalah masyarakat Desa Pangu, dengan jumlah sampel sebanyak 93 responden yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi menggunakan teknik purposive sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki tingkat pengetahuan tinggi (61,3%). Mayoritas responden juga menunjukkan sikap yang baik (79,6%), sedangkan 20,4% memiliki sikap kurang baik. Namun, pada aspek tindakan, hanya 41,9% responden berada pada kategori baik, sementara 58,1% masih termasuk dalam kategori kurang baik. Berdasarkan penelitian yang dilakukan dapat disimpulkan pengetahuan responden tentang upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue didaaptkan hasil yang paling banyak terdapat pada kategori tinggi. Sikap responden dalam upaya pencegahan Demam Beradrah Dengue didapatkan hasil yang paling banyak terdapat pada kategori baik dan tindakan responden dalam upaya pencegahan Demam Berdarah Dengue yaitu didapatkan hasil yang paling banyka pada kategori buruk.